
Alexa pulang ke istana Camellia merasa sangat senang dirinya bisa melihat putri kesayangannya lagi begitu juga dengan Geraldy dan Felix yang sudah merindukan kakaknya setiap detik "aku rindu kakak" ucap Felix sambil memeluk Alexa "cari pacar sana" balas Alexa yang membalas pelukan hangat Felix mendengar perintah sang kakak Felix langsung menggelengkan kepala
"kebetulan putra teman ayah bakal ikut makan malam di sini malam ini" ucap Gerlady "wah itu bagus keluarga kita akan berkumpul" balas Camellia. di malam hari semua orang sudah bersiap menyambut kedatangan tamu istimewa mereka
style Felix berbeda dengan sang kakak Felix lebih suka menyembunyikan identitas nya sebagai seorang pangeran dan selalu memakai pakaian sesederhana mungkin
style nya Alexa,, semua yang di pakai Alexa selalu sempurna dan kebanyakan pakaian accesoris sepatu heels tas dompet Alexa mendesainnya sendiri
di ruang tengah para tamu sudah datang "mereka sudah datang tunggu apa lagi aku sudah lapar" ucap Alexa Michel dan Michael me atap Alexa "dia keponakan kesayanganku tepatnya sudah seperti anak ku sendiri" ucap Geraldy "sejak Inaba meninggal kami menganggap Alexa putri kami sendiri ya setidak nya kami masih punya satu putri" tambah Camellia "aku mengerti,, baiklah putraku belum sampai" ucap Michael
__ADS_1
Alexa terduduk lemas sambil memainkan handphonenya tak lama terdengar langkah kaki menghentak di ruang itu seorang pria berdiri tepat di depan Alexa "mah pah semuanya maaf aku telat" ucapnya mendengar suara yang tak asing Alexa langsung mendongan dan membuka mulut lebar serta mata membola "kau!??" teriak Alexa "hah.... mengapa dunia inu sangat sempit,, aku harus bertemu lagi denganmu Vin" ucap Alexa dengan penuh kekesalan
Vin senyum sambil tepuk tangan "sifatmu tidak pernah berubah Alexa" ucap Vin dengan nada bercanda semua orang metap heran kedua bocah yang sedang berinteraksi itu "kalian sudah saling kenal??" tanya Camellia Alexa berjalan menuju meja makan "dia pria yang menyebalkan dan selalu membuntutiku" ucap Alexa semua orang cengo mendengar perkataan Alexa "Vin benarkah??" tanya Michel" tidak benar hanya kebetulan saja" bantah Vin "ck kebetulan dari mana nya!" tambah Alexa dengan sedikit membentak "kau selalu mengikutiku kemanapun aku pergi!" lanjut Alexa "aku lapar aku aku bisa melakukan apa saja jika aku terlalu lapar" ucap Alexa sambil berjalan menuju meja makan
yang lain ikut berjalan menuju meja makan para pelayan siap melayani para majikannya dengan setia dua orang pelayan menyajikan makanan serta lauk pauk di setiap piring semua orang yang ada di meja makan "sebelumnya aku minta maaf mengenai Alexa dia sudah seperti putriku sendiri" uca Camellia "tidak masalah" balas Michael
sedangkan Alexa fokus makan setelah selesai menyantap makanannya sampai habis Alexa beralih ke dessert Sabil bersantai mendengarkan para orang tua mengobrol Alexa menatap Felix dan Vin secara bergantian "disini ada dua pria imut sekarang,, mengapa aku merasa jadi satu satunya anak yang terlihat dewasa" batin Alexa
Vin tepuk tangan untuk Alexa "wah wah wa seorang Alexa Mahendra sekarang sangat berbeda dari biasanya ya,, bukankah kau sangat suka mempercayai orang lain?? mengapa tidak memilih salah satu karyawanmu saja untuk mengerjakan semua pekerjaanmu sama seperti sebelumnya" sindir Vin "KAU!" bentak Alexa tak terima "Vin jaga lisanmu" Michel sebagai ayah angkat bicara
"Alexa kau juga harus bersikap sopan pada tamu" ucap Gerlady Alexa hanya memutar bola mata lalu pergi Felix hanya tertawa kecil melihat kelakuan kakaknya itu Felix berinisiatif pergi dan menyusul Alexa
__ADS_1
Di ruang kerja Alexa Felix masuk tanpa mengetuk pintu dan duduk di depan Alexa "kak ceritakan bagaimana kau bisa mengenal kak Vin" ucap felix Alexa masih fokus dengan kerjaannya "awalnya dia baik baik ya aku kira dia baik ternyata dia sangat menyebalkan" balas Alexa santai "apa kau tahu siapa kak Vin dari awal??" tanya Felix Alexa hanya mrnggrlengkan kepalanya "tidak aku tidak tahu yang aku tahu dia hanya pria imut sama sepertimu tapi ternyata di balik penampupannya itu dia sangat menyebalkan" ucap Alexa sambil menatap sang adik
Di sisi lain "katakan bagaimana kau mengenal Alexa??" tanya Michael Vin duduk tenang sambil menyetuput teh mawar di tangannya "aku pertama kali bertemu dengannya itu di Firlandia dia sesang liburan sepertinya" balas Vin "lalu yang di maksud Alexa dengan kau pria menyebalkan??" tanya Camellia "oh itu aku hanya senang membercandainya dan mungkin dia ngga suka makannya dia bilang aku pria menyebalkan" jawab santai Vin
Prov Alexa and Felix
Alexa menyelesaikan pekerjaan terakhirnya dikarenakan dia ingin menghabiskan waktu dengan adik serta keluarganya "katakan tentangmu" ucap Alexa sambil merapihkan meja kerjanya "tentantku?? Tentang apa??" tanya Felix Alexa menatap mata adiknya "jangan pura pura aku tahu kau punya gadis yang kau sukai" ucap Alexa sambil berjalan keluar dari ruangan kerjanya "dari pada kau memikirkanku lebih baik kau memikirkan dirimu sendiri" balas Felix Alexa menoleh "Vin itu sebanarnya pria pilihan ayah dan ibunda untuk kak Inaba kau mengerti kan??" jelas Felix
Alexa berlari ke arah ruang keluarga semua orang di sana menatap ke arah Alexa "ada apa??" tanya Camellia Alexa menatap Vin dan mendekati Vin "sebanarnya apa motif mu mengikutiku??" selidik Alexa "menurutmu?? jika kau sudah tahu mengapa masih mencari tahu??" balas Vin santai
Gelardy mengambil cangkir teh lalu menyeruputnya "Vin dan inaba sudah kami jodohkan karena inaba sudah tiada maka kau yang akan menggantikannya" ucap Geraldy "hah yang benar saja??" ucap Alexa tak percaya "mengapa tidak Mizuki saja??" lanjut Alexa "aku tidak mau,, aku habya mau kau Alexa Mahendra" ucap santai Vin
"tidak perlu terburu buru kalian harus saling kenal dulu senakin banyak waktu yang kalian habiskan maka semkain baik dan semakin dalam juga kalian mengenal satu sama lain" ucap Michel Camellia mengangguk ngangguk "aku setuju jika Alexa dan Vin saling menyukai maka kita bisa mepanjutkannya tapi jika salah satu di antara mereka yang punya sara suka sebaiknya jangan di lanjutkan itu tidak akan baik" ucap Camellia
__ADS_1
orabg tua kedua belah pihak mengangguk dan saling setuju sedangkan Alexa tetep menolak keras dalam hati Alexa ada pria lain yabg sudah menempati hati nya yang tak lain adalah Arga.