
matahari mulai menujukan dirinya sinarnya menembus sela sela jendela membangunkan sepasang pengantin baru yang lelah dengan malam yang penuh dengan percintaan
Camellia merasakan Sesak dan sulit bergerak,, ketika dia membuka matanya tangan kekar Geraldy melingkari tubuh mungil Camellia
"Geraldy aku kesulitan bernafas" Camellia berusaha melepaskan diri namun Geraldybtak meresponnya sama sekali
"Ady kau menyakitiku" Geraldy segera membuka matanya cemas ketika mendengar Camellia mengatakan jika dia menyakitinya
"maafkan aku,, apa yang sudah aku lakukan sampai aku menyakitimu??"
"kau sudah meniduriku kau menyakitiku"
"maaf kalau begitu aku tidak akan...." Camellia langsung menutup mulut Geraldy
"aku hanya becanda,, kau memelukku terlalu erat aku kesulitan bernafas tapi karena kau suda bangun bantu aku ke kamar mandi"
"baiklah tuan putri"
Geraldy menggendong Camellia membantunya ke kamar mandi
***
berbeda dengan Camellia dan Geraldy yang menikmati malam pernikahannya dengan sangat bergairah Azalea dan Rei seolah tak bergairah sama sekali
Azalea membuka matanya
"selamat pagi" ucap Rei
__ADS_1
"pagi" balas Azalea disertai senyuman
senyuman Azalea membuat Rei merasa sangat puas namun tak ingin mengalihkan pendangannya
"aku ingin senyuman ini terus menghisasi hari hatimu jangan sampai senyuman ini luntur" Rei bangun mencium kening Azalea sebelum beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi
d8 terlalu baik padaku aku takut aku malah membuatnya kecewa,, ibu apa yang harus aku lakukan?? aku tidak ingin ada yang terluka tapi aku sendiri malah terjebak.
****
Camellia sudah selesai mandi duduk didepan cermin Camellia mengeringkan rambutnya yang basah
tok... tok....tok...
Camellia membukakan pintu
"ibunda,, masuklah"
"aku disini ibunda" Geraldy keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap
Maharani tersenyum sesekali menatap Camellia sesekali menatap Geraldy
"ada apa ibunda??" tanya Camellia penuh penasaran
"kalian baru menikah jadi aku pikir aku ingin memberikan kalian sesuatu"
"ehh??"
__ADS_1
"kemasi barang barang kalian seperlunya saja kalian akan pergi ke Prancis malam ini dengan pesawat pribadi"
"kenapa mendadak??"
"anggap saja ini bulan madu untuk kalian" Maharani bicara sambil berjalan keluar dan menutup pintu kamar
"ibunda"
Geraldy berjalan mendekati Camellia,, Camellia masih menatap kepergian ibunya sampai tak menyadari Geraldy sudah ada di dekat nya
"ada apa?? apa kau tidak mau bulan madu??" bisik Geraldy
"ehh,, se...sejak kapan kau disini??"
"kau terlalu sibuk dengan pikiranmu sampai kau tidak menyadari kapan aku mendekatimu"
"ehh"
Geraldy semakin mendekati Camellia,, Camellia berusaha menghindar
"kau mau apa??"
"bagaimana kalau kita ulangi kejadian semalam??"
"ehh" Camellia segera berdiri menjauhi Geraldy
"hei sampai kapan kau akan menghindar dariku??" Geraldy berusaha mendekati Camellia namun Camellia berhasil melarikan diri
__ADS_1
Camellia pergi keluar berusaha bersikap tenang
dia kenapa jadi seperti itu?? apa yang salah dengannya?? keterlaluan. ehh aku jadi ingat dengan apa yang aku lihat semalam,, Ruchika dia bilang jika gadis yang akan dicintai dan mencintainya akan hadir dalam hidupnya 20 Tahun lagi apa itu aku?? dia juga bilang gadis itu secantik bunga Camellia gadis itu seharum bunga Camellia,, Camellia itu adalah namaku apa apa Ruchika memang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan?? ahh ini membuat kepalaku menjadi pusing aku harus mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi,, ahh aku jadi ingat Azalea bagaimana keadaannya disana?? yang aku tahu Azalea sangat membenci kerajaan Timur aku harap dia baik baik saja disana.