Putri Mahkota

Putri Mahkota
akhirnya berhasil


__ADS_3

malam harinya Camellia sudah ada di laboratorium bersama Hayato dan Karin Geraldy membawa Manaka ke Laboratorium


setelah sampai Karin meminta Camellia dan Manaka mengambil posisi,, Manaka yang tak mengerti apa apa hanya bisa menuruti apa yang dikatakan oleh Karin


Karin dan Geraldy mulai menggunakan ketiga kristal itu,, ruangan itu dipenuhi cahaya sampai siapapun tidak akan sanggup untuk membuka mata


*****


satu jam kemudian tepat jam 12 malam cahayanya mulai meredup ketiga kristal itu kini berwarna netral


Geraldy dan Hayato langsung menghampiri Camellia dan Manaka yang telah terbaring pingsan


dengan segera Geraldy membawa Camellia kekamarnya sedangkan Manaka dibawa oleh Hayato


"bibi Karin apa yang akan terjadi pada mereka berikutnya??" tanya Hayato


"aku sendiri tidak yakin tapi Manaka akan kesulitan untuk beradaptasi untuk beberapa waktu" balas Karin


Hayato terdiam melihat Manaka yang masih terbaring pingsan


pagi harinya Manaka terbagun dia mengerjap ngerjapkan matanya memandang kesana kemari sendiriang pertama kali dia lihat adalah Hayato


"paman dokter,, apa semalaman dia disini menemaniku??" tanya Manaka pada dirinya sendiri


"Manaka kau sudah bangun??" tanya Karin yang baru masuk ke kamar Manaka


"ah bibi Karin"


"Manaka bisa kau lakukan sesuatu??"


"apa??"


"bisa kah kau menghubungkan pikiranmu pada ibumu??"

__ADS_1


"aku akan mencobanya"


Manaka mencoba menghubungkan pikirannya pada Camellia namun Manaka tak bisa melakukannya


"maaf bibi aku tidak bisa"


"tidak apa apa akhirnya berhasil"


"sebenarnya apa yang terjadi??" Karin tersenyum pada Manaka


"sekarang lau sudah aman tapi sayang kau harus istirahat total kau sangat lemah saat ini"


tiba tiba Manaka ingat akan kejadian sebelumnya


"oh iya ibu bagaimana keadaan ibu??"


"jangan cemas Geraldy ada berasa Camellia dia tidak akan Membiarkan ibumu kenapa napa"


"baiklah bibi aku mengerti"


Karin tersenyum kemudian pergi meninggalkan Manaka


dia sekarang sangat berbeda dari sebelumnya,, dari caranya bicara dia sekarang jadi jauh lebih dewasa Camellia aku harap kau bisa bertahan setidaknya demi putrimu dan cintamu


*****


dikamar Camellia


"Camellia berapa lama kau berniat tidur??" tanya Geraldy sambil menggenggam tangan Camellia dengan tangan kirinya sedang kan tangan kanannya membelai lembut pipi Camellia


"Camellia aku mohon bukalah matamu demi aku dan putri kita"


tok...tok....tok...

__ADS_1


"bileh aku masuk??" tanya Karin


"ah bibi Karin masuklah"


"bagaimana keadaan Camellia??"


"masih sama,, oh iya Manaka aku belum melihatnya"


"jangan cemas semuanya baik baik saja apa yang kita harapkan akhirnya berhasil"


"itu bagus"


"Geraldy aku kemari ingin memberi tahukanmu sesuatu"


"apa??"


"ada satu cara untuk membuat Camellia tersadar"


"bagaimana caranya katakan padaku"


"kau tahu benar apa yang harus kau lakukan sebagi suaminya Camellia hanya kau yang bisa melakukannya"


"apa tidak ada cara lain??"


"tidak hanya itu satu satunya cara,, disaat tubuh Camellia mengularkan cahaya disaat itulah kau harus melakukannya jika kau ingin Camellia sadar kembali maka lakukan lah tapi jika kau...."


"aku mengerti bibi Karin demi Camellia dan Manaka aku akan melakukan apapun"


"Camellia gadis yang sangat beruntung mendapatkan pasangan hidup seperti dirimu yang sangat mencintainya melebihi apa pun dan siapapun"


"aku yang beruntung karena mendapatkan pasangan hidup seperti Camellia dia yang selalu mendukung semua keputusanku dan selalu ada bersamaku tidak pernah mengkhianatiku seperti yang lainnya"


Karin tersenyum mendengar jawaban dari Geraldy

__ADS_1


__ADS_2