
Azalea melihat Hayato yang tengah berbicara dengan Camellia
Azalea mberjalan menghampiri Hayato dan Camellia
"kakak Camellia bolehkah aku bergabung??" tanya Azalea
"tentu saja sini duduk disini"
Azalea duduk dihadapan Hayato dan Camellia
"kakak boleh aku bertanya sesuatu??"
"tentu saja apa yang ingin kau tanyakan Azalea??"
"kau sangat membenci ibuku apakah aku juga membenciku??"
"hei apa maksudmu?? dengar Azalea meskipun aku sangat membenci ibumu tapi aku tidak pernah membencimu,, apa aku pernah memperlakukan mu dengan buruk??" Azalea hanya menggelengkan kepalanya
"Azalea yang salah itu ibumu dan ayah bukan kau,, aku sangat menyayangimu sama seperti aku menyayangi Camellia bagiku kau adalah adikku sama seperti Camellia aku tidak pernah memandang mu sebagai adik tiriku"
"aku akui aku mungkin lebih memperhatikan Camellia dibanding dirimu tapi kau sendiri tahu apa alasannya,, Camellia sama seperti Manaka sangat polos sedangkan kau kau bisa membedakan apa yang baik untuk dirimu dan orang lain kau tidak pernah menanyakan apa yang harus kau lakukan tidak seperti Camellia karena kau lebih dewasa dan kau sudah mengerti arti kehidupan yang sebenarnya"
__ADS_1
"kakak"
Hayato berdiri merentangkan kedua tangannya Azalea langsung menyambutnya dan memeluk Hayato
kau tidak bersalah Azalea karena kau tidak tahu apa apa tentang pengkhianatan ibumu dan ayah tapi sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan mereka berdua sebelum mereka bisa mengbalikan semua yang sudah mereka renggut dari ibuku maka aku tidak akan pernah menghapus rasa benci ini pada mereka berdua
"kak dokter aku juga mau dipeluk olehmu" Camellia menunjukan sisi dirinya yang lain saat bersama Hayato
Hayato tersenyum lalu merentangkan tangannya Camellia langsung memeluk kakak nya dengan bahagia
"anak anak ku semoga kalian selalu bahagia seperti ini aku berdoa semoga tidak akan ada yang menghancurkan kebahagiaan kalian semua" ucap Maharani yang menyaksikan moment haru antara kedua putri dan putranya
"aku jadi iri pada mereka,, paman Hayato bibi Camellia dan ibu mereka sangat bahagia san sangat dekat sekali" ucap Mizuki
"iya nenek benar aku masih punya Manaka,, oh iya hari ini aku tidak melihat Manaka dimana dia apa nenek melihatnya??"
"dia pasti bersama ayahnya pergilah nenek akan meyusulmu nanti"
"paman Geraldy memangnya kenapa nenek??"
"dia terluka aku belum sempat menengoknya kau duluan saja aku harus menemui Karin terlebih dahulu"
__ADS_1
"baiklah nenek"
Mizuki pergi meninggalkan Maharani,, Mizuki pergi ke kamar Geraldy namun sebelumnya dia melihat sesuatu yang tak seharusnya dia lihat
"a...apa itu?? nenek dan kakeknya Manaka?? apa yang mereka lakukan?? ahh sebaiknya sku pergi saja aku harus menemui Manaka dan menengok paman kan" Mizuki tak memperdulikan apa yang dia lihat
sesampainya dikamar Geraldy Mizuki langsung duduk dihadapan Geraldy dan Manaka
"Paman apa yang terjadi padamu kenapa kau bisa terluka seperti ini??" tanya Mizuki
"tidak apa aku hanya terlalu ceroboh" Geraldy berusaha berkata selembut mungkin karena dia tahu jika Mizuki memiliki perasaan yang sama lembutnya dengan Manaka
Manaka tak beranjak sedikitpun dari tempatnya sejak tadi dia terus memeluk ayahnya Mizuki yang melihatnya jadi merasa iri
"Mizuki kau kenpa??" tanya Geraldy
"tidak aku hanya merasa sedikit iri saja pada Manaka"
"ehh?? kenapa begitu??" tanya Manaka
"sejak dulu kau bisa merasakan kasih sayang ayahmu sedangkan aku...."
__ADS_1
"Mizuki kau tahu walaupun ayahmu tidak bisa menemanimu setiap saat tapi kasih sayangnya padamu tida akan pernah lenyam" Geraldy berusaha menghibur keponakannya