
keesokan harinya Rei sudah bangun duluan dia bahkan sudah mulai mengerjakan pekerjaannya sebagai pangeran mahkota sedangkan Azalea baru membuka mata
"Rei sudah bangun,, jam berapa sekarang??" Azalea menatap jam
"oh tidak sudah jam 10 pagi" Azalea segera menyikap selimut menuju ke kamar mandi namun baru turun dari ranjang perut Azalea terasa mual
Azalea segera berlari ke kamar mandi
Rei masuk ke dalam kamar untuk memeriksa Azalea terdengar suara Azalea yanv muntah muntah dengan segera Rei masuk ke kamar mandi kebetulan Azalea tidak mengunci pintu kamar mandiemudahkan Rei untuk masuk
"Azalea kau baik baik saja??" tanya Rei dengan penuh rasa cemas
"aku baik baik saja,, beberapa bari ini aku kurang enak badan" balas Azala lemas
"kita kedokter saja ya"
"tidak tidak perlu aku cuman butuh istirahat saja"
"Oke kalau gitu kau istirahat saja" Rei merangkul sudah Azalea menuntunnya kembali ke ranjang
Azalea seharian istirahat Rei menemaninya memastikan Azalea baik baik saja
*****
__ADS_1
Satu minggu kemudian Azalea sudah beraktifitas seperti biasanya
hari ini Rei meminta Azalea mengurus beberapa dokumen mengenai kerajaan
Azalea sangat cekatan mengurus semuanya dengan sangat mudah
ditempat lain Camellia dan Geraldy berniat menjenguk Utari dirumah sakit
sesampainya disana mereka langsung disambut semua orang
"pangeran Geraldy wah suatu kehormatan bagi kami dengan kedatangan anda" ucap seorang gadis yang menyapa Geraldy,, Geraldy tersenyum padanya
"kenapa terburu buru nona biarkan aku lebih lama menatap wajah pangeran Geraldy" balsnya tanpa rasa ragu seketika wajah Camellia langsung berubah Geraldy yang melihatnya merasa sangat gemas dia tersenyum manis menatap Camellia
"hei hei tuan putriku kau cemburu??" goda Geraldy
"menurutmu,, istri mana yang bersikap biasa saja ketika suaminya didekati oleh wanita lain??" Camellia membuang wajahnya Geraldy semakin merasa gemas dengan tingkah Camellia
Geraldy membalikan wajah Camellia dan menciumnya wanita yang didepan mereka sangat terkejut melihat apa yang Geraldy lakukan
"pangeran kau ternyata sudah ada yang punya,, sayang sekali padahal aku sangat berharap kau akan menjadikanku sebagai milikmu"
__ADS_1
Geraldy melepaskan ciumannya
"apa yang kau lakukan Ady??" tanya Camellia
"menunjukan jika aku sudah ada yang punya" bisik Geraldy
"ayo kita cari saja kamarnya Utari" lanjut Geraldy sambil menarik tangan Camellia
setelah berjalan beberapa lama akhirnya mereka menemukan dimana Utari dirawat
"pangeran Geraldy" sapa seseorang
"kami kemari ingin mengetahui bagaimana keadaan Utari" balas Geraldy
"keadaanya masih sama tidak ada perubahan,, kondisi tubuhnya sangat lemah"
"itu adalah hukuman untuknya" ucap Camellia
"tuan putri tidak perlu khawatir setelah dia sembuh kami akan mengusut kasus yang menimpa mu"
"tapi dia adalah putri makhota dari kerajaan Utara itu akan berdampak buruk untuk kerja sama antara kerajaan Barat dan kerajaan Utara" balas Camellia
Semua orang terdiam mendengar jawaban dari Camellia,, Geraldy sendiri merasa sangat salut padanya walaupun berlalu kali Utari berusaha mencelakainya namun dia masih memikirkan hal lainnya
__ADS_1
sangat sempurna siapapun yang melihat tuan putri mereka akan memiliki kesan yang sama,, pangeran sangat beruntung karena memiliki istri yang sangat sempurna seperti tuan putri Camellia tidak hanya cantik dan cerdas dia juga mampu mendamaikan kedua kerajaan yang sudah lama bermusuhan sangat luar biasa dia sangat berbeda dengan putri Ruchika.