
keesokan harinya pertemuan diadakan setelah ratu Maharani kembali
diruang utama semua sudah hadir,, Camellia dan Ratu Maharani berjalan masuk ke ruang utama
ketika Camellia berjalan ke arah kursi singasana nya Camellia tiba tiba berhenti
"ada apa putriku??"
"kursi ini milik ibunda jadi yang seharusnya duduk disana ibunda"
"tidak putriku sudah saatnya kau yang mengambil alih,, kau sekarang adalah putri mahkota jadi kau berhak duduk disana"
"ibunda"
"sekarang aku sudah bukan seorang ratu lagi tapi aku adalah ibu ratu"
Camellia tersenyum mendengar pernyataan ibunya,, Maharani menuntun Camellia ke kursi singga sana nya
"aku mengundah seseorang dalam pertemuan kali ini"
"eh?? siapa dia ibunda??"
"kau boleh masuk"
tiba tiba seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut,, mata Camellia Azalea dan ibunya membulat sempurna ketika melihat Geraldy
"Ady"
"Geraldy,, kenapa kenapa bibi mengundangya??"
__ADS_1
"ada alasan kenapa aku mengundangnya,, Camellia kau tahu siapa dia??"
"dia Ady teman sekolahku ibunda"
"jadi kau tidak memberi tahu dia siapa kau sebenarnya??"
"eh apa maksud ibunda??"
"aku yang akan beri tahu atau aku??"
"ibu ratu aku…"
"baiklah biar aku yang beri tahu,, Camellia dia bahkan tidak memperkenalkan nama lengkapnya namanya Geraldy bukan Ady dia seorang pangeran maaf ibu tidak bisa memberi tahu mu dari kerajaan mana dia berasal"
"Geraldy seorang pangeran??"
"bibi tapi dia" Azalea tiba tiba berdiri
"putri Azalea pernahkah kau berfikir untuk mencari tahu kenapa dia kelakuan hal tersebut?? dendam hanyalah akan membawa kebencian ingat ini baik baik putriku Camellia akan mengubah sejarah dimana dia akan membawa kedamaian untuk semua kerajaan"
"ibunda" panggil Camellia
"iya putriku aku setuju dengan hubungan kalian karena hanya Geraldy yang bisa membangkitkan dan menuntun dirimu kemana kau harus pergi dan apa yang akan kau lakukan hatinya sangat murni tidak ada yang bisa menjadi pendamping dirimu yang lebih pantas selain Geraldy"
"terima kasih karena sudah merestui hubunganku dengan tuan putri Camellia ibu ratu" Geraldy memberikan hormat kepada Maharani dengan gaya seorang pangeran
"baiklah kalau begitu mulai hari ini Geraldy akan tinggal disini bersama kita,, pertemuan kali ini cukup sampai disini"
***
__ADS_1
di sebuah ruangan
"kenapa kenapa dia kempali?? sudah bagus dia mati"
"bagaimana mungkin dia bisa hidup kembali jelas jelas waktu itu dokter bilang jika dia sudah mati"
"ahhh!!!"
"sepertinya memang aku harus membeunuhnya dengan cara lain"
****
setelah pertemuan Maharani dan Camellia mengantar Geraldy ke kamarnya,, Maharani sengaja mengantar Geraldy ke kamar yang tepat dihadapan kamar Camellia
"putriku sebaiknya kau istirahatlah,, Geraldy bisa kita bicara sentar"
"tentu ibu ratu"
Camellia masuk ke kamarnya begitu Juga Geraldy yang masuk ke kamarnya di ikuti Maharani
setelah masuk dan memastikan tidak ada satu orang pun yanh mendengarnya Maharani menjelaskan segalanya kepada Geraldy
"jadi cahaya pada tubuh Camellia??"
"iya hanya kau yang bisa membangkitkan kekuatan dalam diri Camellia karena kau memiliki hati yang tulus"
"tapi putri Azalea dan ibunya sangat menentang hubunganku dengan Camellia"
"jangan mencemaskan mereka Camellia adalah putriku aku yang berhak mengatur kehidupannya selain dirinya sendiri istirahatlah ada lah penting yang harus aku urus"
__ADS_1