
Hayato sudah selesai mengobati luka Geraldy dia langsung membawanya ke dalam mobil dan membawanya pulang
Geraldy tidak menolaknya karena dia telah berhasil mendapatkan apa yang dia cari
"Geraldy aku boleh tanya sesuatu??"
"iya katakan saja"
"sejaka kapa kau dan Camellia seperti ini??"
"maksudmu??"
"apa kau tahu saat kau terluka maka Camellia juga akan terluka begitu juga sebaliknya??"
"aku tahu"
"sejak kapan??"
"sebenarnya sudah lama sejak malam dimana Camellia tahu tentang Ruchika"
"bukankah saat itu kalian belum menikah?? kalau tidak salah saat itu ibu baru saja kembali"
"iya kau benar"
itu artinya Camellia dan Geraldy....?? tunggu aku ingat waktu itu aku mengatakan jika usia kandungan Camellia memasuki 3 bulan sama seperti usia pernikahan mereka jangan jangan saat Camellia dan Gerldy menikah Camellia sudah.... tidak tidak mungkin adikku tidak seperti itu
****
malam harinya Geraldy dan Hayato sampai dirumah Hayato mereka langsung ke ruang laboratorium disana Karin dan Camellia sudah menunggu
__ADS_1
"Geraldy setelah ini aku akan mengobati lukamu,, racun nya masih belum dikeluarkan sepenuhnya" ucap Hayato sambil berjalan ke arah laboratorium
"aku tahu tapi yang terpenting sekarang adalah segera menyatukan ketiga kristal ini"
Sesampainya di laboratorium Geraldy dan Hayato langsung menghampiri Karin dan Camellia
"bagaimana apa kau susah dapat??" tanya Karin
"iya ini kristal ungu" balas Geraldy sambil menunjukan kristal yang dia dapatkan
"bagus sekarang ketiga kristal sudah kita dapatkan saatnya menyatukan kristal ini"
"kita harus membawa Manaka" ucap Hayato
"tidak hari ini besok malam sebelum jam 12 malam Manaka dan Camellia harus ada di tempat yang sama" ucap Karin
Geraldy dan Camellia kembali membawa ketiga kristal itu mereka membawanya ketempat yang aman dimana tidak ada satu pun yang bisa mencurinya
baik Camellia ataupun Geraldy tahu benar jika ketiga kristal itu bisa mengundang berbagai bahaya yang akan mengincar mereka karena itu Geraldy dan Camellia tak mau ambil resiko
*****
pagi harinya Manaka datang menemui ayahnya
"ayah apa yang terjadi padamu??" Manaka melihat Hayato yang mengobati luka Geraldy
"ayah tidak apa apa,, ayah cuman sedikit tergores saja" balas Geraldy berusaha menyakinkan Manaka
__ADS_1
"ayah" Manaka duduk di samping Geraldy
Manaka pergi keluar untuk mengambil sesuatu beberapa menit kemudian Manaka kembali ke kamar Geraldy
Manaka menggenggam bunga tulip berniat mengganti bunga yang sudah layu di kamar Geraldy
"sejaka kapan kamu suka bunga tulip??" tanya Geraldy
"emmm.... entah" Manaka terlihat berfikir sebentar
"entah??" tanya Hayato yang bingung dengan jawaban Manaka
"kalau aku ingat ingat lagi sejak aku melihatnya di taman itu,, waktu aku mencari tanaman obat untuk paman Rei bersama paman dokter"
"sejak kapan disana ada bunga tulip??" tanya Hayato dengan nada mengejek
"sejak...." lagi lagi Manaka berfikir
"sejak aku bertemu dengan paman dokter" Manaka tersenyum membalas ejekan Hayato
"kau sudah berani mengejekku iya??"
Hayato menghampiri keponakannya Manaka hanya bisa tertawa lepas karena mengejek Hayato
mereka akrab sekali Hayato dengan mudah sangat akrab Manaka padahal sebelumnya dia selalu kesulitan berkomunikasi dengan pria selain aku
Geraldy tersenyum manis melihat putrinya dan kakak iparnya bercanda ria
__ADS_1
Camellia masuk membawa sarapan,, Camellia menatapa Hayato dan Manaka yang tengah asik bercanda ria suara tawa Manaka memenuhi kamar itu.