Putri Mahkota

Putri Mahkota
kesempatan yang bagus


__ADS_3

Manaka sendirian sambil melamun



Utari menghampiri Manaka


"Manaka apa yang kau lakukan disini sendirian??" tanya Utari


Manaka langsung memeluk Utari


"Manaka apa yang terjadi??" Utari berusaha menenangkan Manaka yang kini mulai menangis sesegukan


"ibu... ayah...."


"tenanglah apa yang terjadi dengan mereka apa mereka memarahimu??"


"ibu dan ayah bertengkar aku tidak pernah melihat mereka bertengkar sebelumnya"


"bagaimana mereka bisa bertengkar seperti itu bukankah selama ini hubungan mereka baik baik saja??"


"aku juga tidak tahu kenapa aku sangat sedih dengan semua ini,, bibi Utari bisakah kau bicarakan masalah ini dengan ayah dan ibuku??" Manaka bicara dengan nada memohon


"baiklah sayang aku akan bicara tapi tolong jangan bersedih lagi oke"


Manaka kembali memeluk Utari,, Manaka pergi sambil menghapus air matanya


tinggal beberapa langkah lagi maka semuanya akan selesai


"kesempatan yang bagus,, aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk mendapatkan apa yang hilang dariku kembali kepadaku"

__ADS_1


*****


Manaka kembali ke istana dengan senyuman yang terukir di wajahnya yang disambut oleh Camellia dan Geraldy


"jadi kau menggunakan kami dengan alasan kami bertengkar??" tanya Geraldy dengan nada menggoda


Manaka menunjukan wajah cemberut,, Geraldy langsung melebarkan kedua tangannya sambil tersenyum Manaka langsung berlari memeluk Geraldy


"anak pintar" Camellia mengelus kepala Manaka dengan lembut


"baiklah sekarang saatnya kita yang menjalankan misi kita" ucap Geraldy


"sudah malam kau harus istirahat" ucap Camellia


"ibu ayah malam ini aku ingin tidur bersama kalian bolehkan??"


Geraldy menatap Camellia dengan lekat memberikan isyarat


Manaka tidur dikamar Camellia dan Geraldy,, Camellia dan Geraldy tidur dengan memeluk putri mereka


Manaka tidur terlelap sedangkan Camellia dan Geraldy masih terjaga


"Ady"


"iya"


"aku tidak sanggup walaupun kita cuman berpura pura bertengkar"


"apa kau pikir aku juga sanggup?? Camellia selama hampir 17 tahun selama pernikan kita aku tidak pernah ingin membuatmu marah walaupun tidak disengaja"

__ADS_1


"aku tahu aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lakukan,, selama pernikahan kita aku bahkan tidak pernah bisa marah padamu karena kau selalu berusaha menjaga perasaanku"


Geraldy mengelus lembut pipi Camellia,, karena Manaka tidur diantara mereka Geraldy jadi tak bisa berbuat banyak selain membelai Camellia dengan lembut


****


pagi harinya Manaka membuka matanya dia mencari keberadaan orang tuanya namun tak menemukan ayah ataupun ibunya


"selamat pagi sayang" sapa Camellia yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap


"sarapannya sudah siap,, ayo bangun mandi berpakaian lalu sarapan" ucap Geraldy yang datang membawa sarapan


Manaka tersenyum mais sambil menempatkan dagunya diantara kedua tangannya



"putriku manis sekali" Geraldy mencium kening putrinya


Manaka bangun duduk di sofa sambil



"ayah ibu ayo sarapan" ajak Manaka


"hei mandi dulu baru sarapan" balas Camellia


"aku sudah lapar hanya dengan mencium bau masakan ayah"


"anak ini kali kali kau harus terbiasa dengan ibumu" balas Geraldy sambil duduk disamping Manaka

__ADS_1


Manaka menyuapi Camellia dan Geraldy secara bergantian,, kebahagian yang mereka rasakan tak pernah pudar meski selalu ada hal yang menggangu kebahagian mereka


moment moment kecil yang mereka ciptakan Geraldy yang selalu berusaha menjaga perasaan Camellia membuat Camellia semakin mencintainya dan Manaka simbol dari cinta Geraldy dan Camellia selalu menambahkan cerita dan warna dalam kehidupan keluarga kecil mereka.


__ADS_2