
tiga hari kemudian Maharani dan Rianti sedang duduk di ruang keluarga
Camellia Azalea dan Cherry datang diikuti Skaura dari belakang
"ibunda" panggil Camellia
"ah putriku kemari lah"
Camellia duduk disebelah Maharani
"nak coba kau pilih rancangan baju desain undangan dan dekorasi yang kau inginkan untuk pernikahanmu dan Geraldy
"secepat itukah??"
"Sayang cepat atau lambat kita harus mempersiapkan persiapan pernikahan kalian bukan??" tanya Rainti
"ibunda pilihanmu adalah pilihanku aku serahkan semuanya kepadamu saja,, apapun yang kau pilih pasti itu yang terbaik"
"baiklah kalau begitu akh sudah memutuskan semuanya,, ngomong ngomong kenapa kita tidak adakan dua oernikan saja sekali gus"
"eh dua pernikahan??" tanya Azalea
"iya pernikahan Camellia dan kau" balas Maharani
"apa pernikahan Azalea?? kakak bahkan aku belum menentukan siapa pria yang akan menikah dengan putriku"
"jangan khawatir aku sudah memilihnya"
"siapa pria itu kakak??"
"siapa lagi kalau bukan pangeran Rei"
"apa kenapa harus dia?? kakak aku tidak akan mengijinkan Azalea menikah dengannya"
"dengar ini adalah kesempatan agar outrimu bisa menjadi seorang ratu permaisyuri dari raja berikutnya di kerajaan Barat"
__ADS_1
"tapi kakak...."
"bukankah seseorang berusaha keras membunuhku dan mencoba mempengaruhi Camellia agar putrinya menjadi seorang ratu??" seketika Rianti langsung terdiam
"ibunda apa maksudmu??"
"iya bibi apa yang kau katakan??"
"bukan saatnya kalian tahu"
seseorang datang menghadap Maharani
"apa undangannya sudah siap??" tanya Maharani
"iya semua sudah siap sesuai dengan yang mulia inginkan"
sebuah undangan yang telah dicetak diperlihatkan
sungguh undnagan yang sangat mewah dengan sentuhan emas murni
Maharani sontak tertawa mendengar pertanyaan konyol dari Camellia
"ibunda kenapa kau tertawa??"
"putriku aku memang sudah mencetak semua undangan yang akan disebarkan untuk kerajaan lainnya"
"ehh"
"iya Camellia butuh waktu yabg cukup lama untuk menyebarkan undangan ini ibumu ingin pernikahanku menjadi pernikahan yang paling megah dan mewah karena itu kakak ingin mengundang semua orang disetiap penjuru"
"ibunda ap itu tidak berlebihan??"
"sayang bibimu bercanda aku hanya akan mengundang semua masyarakat yang ada di kerajaan Tirus untuk kerajaan lainnya haya orang orang tertentu saja"
__ADS_1
"tapi kenapa ibunda repot repot menye Arkan undangan??"
"aku ingin berbagi sedikit kebahagian,, lihatlah tangaki berdaun ini,, ini sengaja dibuat dari emas murini"
Camellia tak bisa mengatakan apa apa lagi melihat ibu nya begitu antusias mempersiapkan pernikahannya dengan Geraldy
"Rianti bisa kita bicara sebentar"
Raianti mengikuti Maharani ke ruangan pribadi Maharani
"ada apa kakak??"
"aku ingin Azalea menikahi Rei dihari yang sama dengan Pernikahan Camellia dan Geraldy"
"kakak apa maksudmu??"
"jika ada yang menolak atau membantahnya maka aku akan bongkar siapa Azalea sebenarnya"
"kakak kaj mengancamku??"
"anggap saja seperti itu"
Maharani meninggalkan Rainti dan kembali ke ruang keluarga
Cherry dan Skaura sudah pergi meninggalkan ruangan itu karena Sakura sudah mulai sibuk dengan karirnya
"Camellia mengenai Sakura" ucap Maharani
"ibunda aku tidak ingin menjadi penghalang impiannya Sakura,, lagi pula masih banyak pelayan disini kan"
"baiklah jika itu maumu"
"Azalea aku tidak ingin penolakan darimu mengenai pernikahanmu dengan pangeran Rei"
"aku sudah menyerahkan semua masalah pernikahanku kepada bibi dan ibu jika ibu menyetujuinya maka aku juga menyetujuinya"
__ADS_1
Maharani tersenyum mendengar jawaban Azalea.