Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar
RLM bab 98


__ADS_3

Melisa hanya tersenyum dan mengangguk, baginya Tante Wina ini lucu dan menggemaskan sama seperti Audrey.


"Jadi, ibuku akan menikahkan paksa Audrey dengan laki-laki lain," ucap Tante Wina pelan, lebih tepatnya seperti bisikan.


"What? Lalu apa Byakta sudah tau itu? Lalu bagaimana Audrey sekarang? Dia menerimanya?"


Saking kagetnya, Melisa memberondong Tante Wina dengan banyak pertanyaan dalam satu tarik nafas.


"Ck, diam dulu, biarkan aku menjelaskannya," sewot Tante Wina yang melihat ekspresi wajah Melisa yang terkejut.


"Byakta tidak tahu, dari tadi aku menghubunginya, mengirimnya pesan, tapi dia tidak menjawabnya, ataupun membalas pesannya," jawab Tante Wina.


Melisa tidak lagi peduli dengan ocehan Tante Wina, ia langsung menghidupkan mesin mobil dan putar balik lalu melaju keluar dari parkiran cafe.


Melisa mengemudi di atas rata-rata, tidak peduli dengan Tante Wina yang khawatir dan sesekali menjerit saat Melisa menyalip kendaraan yang lain.


Begitu, hingga akhirnya keduanya sampai di parkiran apartemen Byakta, Melisa segera turun tanpa menunggu Tante Wina.


Namun, saat memasuki lobi apartemen, Melisa melihat Byakta yang terburu-buru seperti akan pergi kesuatu tempat.

__ADS_1


"Byakta!" Panggil Melisa.


Tante Wina yang mengejar Melisa sampai ngos-ngosan dibuatnya, sebab kaki Tante Wina yang imut tidak bisa menandingi langkah kaki Melisa yang panjang.


Byakta yang di panggil langsung menoleh, setelah tahu siapa yang memanggilnya, Byakta pun menghampiri Melisa dan Tante Wina.


"By, kau sudah tahu?" tanya Melisa tidak sabar.


"Ya, aku akan kesana," Byakta mengalihkan pandangannya pada Tante Wina.


"Tante, bagaimana keadaan Audrey? Kenapa Tante Wina ada disini?" tanya Byakta serius.


"Kau pikir apalagi? Kau yang tidak bisa dihubungi, lalu aku menghubungi dia, sudah jangan banyak tanya, waktu kita tidak banyak, sebab ibuku memajukan waktunya dua jam," jelas Tante Wina khawatir.


Kali ini yang mengemudi adalah Byakta, Melisa menyuruh Tante Wina duduk di sebelah Byakta lalu dirinya duduk di jok belakang.


Kali ini Tante Wina sampai pingsan sebab Byakta mengemudi lebih brutal dari Melisa tadi.


'wajar dong Tan Byakta begitu, siapa yang gak khawatir coba? Kalau istri kesayangan mau dinikahkan sama orang lain. Wkwkwkkw

__ADS_1


"By, dia pingsan," kata Melisa khawatir.


Byakta tidak menjawab, ia hanya fokus mengemudi dengan caranya sendiri supaya cepat sampai ke rumah Audrey.


Melisa yang tidak mendapat respon dari Byakta pun memilih diam, supaya tidak mengganggu Byakta yang sedang fokus pada jalan.


Setelah melalui perjalanan yang memakan waktu tiga puluh lima menit, akhirnya Byakta, Melisa dan Tante Wina pun sampai di halaman rumah nenek.


Byakta dan Melisa membiarkan begitu saja Tante Wina yang belum sadarkan diri, mereka hanya memikirkan waktu yang sangat mepet.


Byakta berlari, sebab mungkin di dalam akad nikah sedang berlangsung, sebab di depan gerbang sudah terparkir beberapa mobil.


Benar saja, di dalam seorang penghulu sedang memberi arahan kepada laki-laki yang akan dinikahkan oleh Audrey.


Sedangkan di tempat dekorasi akad tersebut tidak terlihat Audrey disana, yang ada hanya nenek, penghulu, dua saksi, laki-laki yang akan dinikahkan oleh Audrey dan beberapa tamu undangan.


"Hentikan!" Sentak Byakta dengan tatapan tajam membunuh.


Melisa yang berada di belakang Byakta terbelalak saat melihat seseorang yang sangat dikenalnya.

__ADS_1


Tanpa sadar dia maju tiga langkah di depan Byakta, untuk memastikan kalau yang dilihatnya tidak salah.


"Roland?"


__ADS_2