
Setelah Roland si biang masalah dibawa paksa oleh enam orang pengawal profesional milik Melisa.
Byakta mendekati Audrey, laki-laki itu langsung mengambil tangan Audrey, mungkin jika orang lain yang menjadi Byakta akan segera memeluk pujaan hatinya, berbeda dengan yang di lakukan Byakta.
Laki-laki itu mengambil tangan Audrey, melihat tangan itu beberapa detik lalu beralih melihat wajah Audrey dengan tatapan tajam, membuat semua orang heran.
"Sayang, kau menyentuhnya dua kali dengan tangan ini," ucap Byakta tanpa berdosa.
Audrey tercengang mendengar ucapan Byakta barusan. "Aku bukan menyentuhnya, aku menamparnya tadi," sangkal Audrey.
"Untuk apa kau menyentuhnya, kau bisa katakan padaku jika ingin memukulnya, aku bisa melakukannya untukmu," ucap Byakta lagi.
Melisa menepuk jidatnya saat melihat Byakta yang akan berubah seperti bocah jika sudah berhadapan dengan Audrey.
"Kau ini bagaimana sih! Aku menamparnya untuk membelamu, kenapa kau bilang aku menyentuhnya?" Audrey menjadi sewot kepada Byakta.
Seharusnya Byakta memeluknya dan memberi kecupan hangat di keningnya karena sudah berhasil menghentikan pernikahan konyol itu.
Bukannya malah mempermasalahkan perihal yang bukan masalah, memangnya dia tidak malu jika terlihat aneh di depan para tamu.
"Sudah … sudah …. Kenapa kalian jadi bertengkar, semua sudah selesai," ucap bapak penghulu untuk melerai kedua pasutri yang sedang berdebat tidak melihat tempat.
__ADS_1
Akhirnya perdebatan pun berhenti, lalu nenek menghampiri Audrey dan langsung memeluknya.
"Maafkan nenek, sayang. Nenek yang salah, semua karena nenek, maafkan nenek."
Nenek menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Audrey, dia merasa bersalah dan menyesal sudah percaya dengan hasutan orang asing dibanding cucunya sendiri.
"Nenek nggak perlu minta maaf, Rey mengerti kekhawatiran nenek." Audrey memeluk nenek dengan erat hingga beberapa detik kemudian, dia melepaskan pelukannya dari nenek.
Saat suasana mengharu biru, tiba-tiba Tante Wina datang, ia baru saja bangun dari pingsannya.
Sebenarnya dari tadi tidak ada yang mengingatnya, sebab suasana memang begitu kacau tadi.
"Aku masih hidup 'kan?" tanya Tante Wina tiba-tiba.
"Bu, aku tidak berada di alam lain 'kan? Aku benar-benar masih hidup 'kan Bu?" Tante Wina mendekati ibu dan Audrey yang masih mengharu biru itu.
"Apa yang kau katakan, hah! Tentu saja kau masih hidup, memangnya kau kenapa sampai bertanya seperti itu?" ujar nenek heran.
Tante Wina mencubit lengannya sendiri untuk memastikan ucapan nenek benar adanya, kalau dia masih hidup.
Setelah melakukan itu dan dia merasakan sakit pada lengannya, Tante Wina langsung berbalik menatap horor Byakta.
__ADS_1
Yang di tatap bukannya takut, malah mengangkat bahu tidak peduli, lalu ia mendekati Audrey.
Memeluk istrinya di depan semua orang, setelah itu dia mengatakan tubuhnya lalu tersenyum pada Audrey.
Setelah itu Byakta melihat nenek dan melepaskan Audrey, Byakta menarik nafasnya terlebih dahulu, lalu ia memberanikan diri untuk memegang kedua bahu nenek.
"Nek, sudah bisakah aku bawa kembali cucumu? Aku berjanji akan membahagiakannya sampai mau memisahkan kami, aku bukan mau mengambil dia dari nenek, tapi aku ingin hidup bahagia bersamanya dan juga keluarganya,"
Nenek tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan tulus dari Byakta, ia merasa bersalah dan menyesal telah melakukan semua ini.
Seharusnya dia tidak berubah pikiran hanya karena ucapan orang asing itu, meskipun dia mengatakan sudah mengenal Audrey dari pada Byakta mengenal Audrey, seharusnya dia mengonfirmasikan semuanya terlebih dahulu, mencari kebenarannya dulu baru bertindak.
Nenek menangis tersedu-sedu di depan Byakta, "Maafkan nenek yang jahat ini, Nak."
Byakta menggeleng, "Tidak nek, aku tahu nenek menyayangi istriku." Byakta memeluk nenek, membiarkan nenek menumpahkan segala penyesalannya.
Saat masih dalam suasana itu, datanglah Bibi Lauren yang sengaja di hubungi Melisa supaya datang untuk menyaksikan pernikahan ulang Byakta dengan Audrey.
Akhirnya semua terselesaikan tanpa kehadiran Bastian, untuk pertama kalinya Byakta menyelesaikan masalah tanpa Bastian.
Entah kemana laki-laki itu saat ini, belum ada yang mendapatkan kabar darinya, dimanapun dia berada, semoga tuhan selalu melindungi dia, batin Byakta lega.
__ADS_1
End ....