Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar
RLM bab 53


__ADS_3

Hingga suatu hari ia ingin bertemu dengan Byakta, ingin meminta maaf dan berterima kasih kepadanya.


"Bibi, bolehkah aku bertemu dengan Tuan Byakta? Aku ingin minta maaf padanya," ucap Melisa lirih sambil menundukkan pandangannya.


Bibi Lauren yang saat itu sedang menata tanaman hias di halaman belakang rumah tempat Melisa tinggal, menoleh pada wanita yang sedang hamil besar itu.


"Eh, kamu bilang apa tadi?" tanya Bibi Lauren ragu jika ia salah dengar.


"Aku ingin bertemu dengan Tuan Byakta, aku ingin minta maaf padanya karena sudah membuat semuanya kacau," jawabnya masih menunduk dan menautkan jari-jari tangannya.


Bibi Lauren berdiri dan terdengar menghela nafas dalam, ia teringat dengan keponakannya yang sedang terpuruk di rumah.


"Nanti siang kita pergi." Usap Bibi Lauren pundak Melisa.


Hingga siang pun tiba, Bastian yang dikabari oleh Bibi Lauren atas permintaan Melisa, segera mengirimkan jemputan untuk mereka berdua.

__ADS_1


Setelah sampai di kediaman Byakta, Bibi Lauren mengajak Melisa untuk naik ke lantai atas dimana kamar laki-laki itu berada dan untuk pertama kalinya Melisa menginjakkan kakinya di kamar Byakta.


Karena dulu ia tidak tidur di kamar byakta, melainkan di kamar lain dan laki-laki itu akan mendatanginya jika ia akan melakukan kewajibannya.


Hanya Audrey yang diperlakukan berbeda, sebab saat itu Bibi Lauren menyuruhnya untuk melakukannya dengan hati, meski agak terpaksa Byakta tetap melakukannya.


Melisa melihat Byakta yang duduk di atas ranjangnya, terlihat kurus dan menyedihkan bahkan tidak terurus, mata cekung yang menghitam di kelopak matanya. Saat itu juga Melisa menjadi semakin merasa bersalah atas semua kejahatannya.


Wanita itu menutup mulutnya dan air matanya luruh begitu saja, ia tidak sanggup melihat laki-laki itu dalam keadaan yang sangat hancur disebabkan olehnya.


Melisa sempat jatuh hati dan bertekad untuk mencari perhatian, namun masa perjanjian habis membuat ia kehilangan kesempatan untuk mendekati Byakta.


Hingga suatu hari ia bertemu dengan Roland, laki-laki yang ia kenal sebagai dokter itu tiba-tiba menemuinya dan menawarkan sebuah pekerjaan dengan uang yang sangat banyak.


Di saat itu ia berpikir serakah, ia bisa mendapatkan uang dan juga Byakta, oleh sebab itu dia menyetujui semua rencana Roland dan laki-laki itu juga mengatakan kalau dia tertarik dengan Audrey, ia mengaku mengenal gadis itu sudah sejak lama, namun ia mengatakan Byakta merebutnya.

__ADS_1


Tapi setelah ia melihat langsung kalau Byakta begitu mencintai Audrey hingga ia terpuruk tak berdaya seperti ini karena kepergian Audrey, rasa tertarik itu berubah menjadi rasa bersalah.


Sejak saat itu ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengganggu kehidupan Byakta lagi, apalagi saat Audrey kembali nanti, ia hanya akan merawat anaknya saja.


Flashback off ….


"Jangan mengharapkan orang yang tidak pernah menginginkanmu, karena itu akan menyakitimu. Kau berhak memilih tapi kau juga harus pastikan bahwa pilihanmu tidak memilih orang lain," ucap Bastian tanpa melihat wajah Melisa.


Laki-laki itu tahu betul seperti apa perasaan Melisa terhadap bosnya itu, meski ia tahu Melisa tidak sejahat yang ia pikirkan, tetap saja Bastian tidak akan membiarkan Melisa merusak kehidupan Byakta dan Audrey lagi.


"Aku sudah lama melupakan perasaanku, meski ada Raihan di antara kami, tapi aku tidak pernah berpikir untuk bersamanya." Melisa menarik nafas lalu membuangnya "aku tidak pantas bersamanya, itu yang aku tahu. Tuhan akan memberi pengganti yang pantas bersamaku." Wanita itu melempar senyuman pada Bastian yang disambut Bastian dengan senyuman juga.


"Well …. Ayo hidup lebih baik kedepannya, hidup sebagai teman, sahabat dan juga saudara, itu lebih membahagiakan dari apa pun di dunia."


Melisa merentangkan kedua tangannya dan menutup matanya, membiarkan angin pantai yang sejuk menerpa dirinya, meresapi segala kenikmatan yang Tuhan berikan untuknya.

__ADS_1


'Tuhan, terima kasih telah memberiku keluarga pengganti sebaik mereka, yang menerimaku dan melupakan semua kesilapanku di masa lalu, bimbinglah terus hatiku, Tuhan. Agar aku tidak melakukan kesalahan yang sama lagi di kemudian hari'


__ADS_2