
Dengan hati yang terpaksa akhirnya Audrey mau ikut dengan mobil Byakta, laki-laki itu bersorak riang dalam hati, nenek memang is the best.
Aku akan mengajak nenek jalan-jalan keliling dunia nanti, batin Byakta saking girangnya, tanpa berpikir apa yang akan nenek lakukan jika dia tahu siapa dirinya di masa lalu cucunya.
Dalam perjalanan tidak ada yang berbicara, Audrey masih dengan kekesalan yang membuncah, sebab harus satu mobil dengan Byakta.
Sedangkan Byakta terus tersenyum, ia cukup senang bisa satu mobil dengan istrinya, walaupun istrinya terus diam dengan wajah ditekuk.
Diam-diam ia mengambil potret Audrey lalu mengirimnya kepada Bastian dan Melisa melalui pesan instannya, dengan dua kata yang mewakili perasaannya yang sedang bahagia "with my wife" dan beserta emoticon love.
Berbeda dengan Byakta yang sedang memamerkan keberhasilannya pada dua sahabatnya, Audrey malah masih sibuk menggerutu merutuki laki-laki di sebelahnya.
'kalau mutilasi makhluk astral di penjara nggak, ya? Ingin sekali aku mutilasi dia, terus aku buang kepalanya di laut, kakinya di sumur tetangga, tangannya ke jurang, terus badannya ke penangkaran buaya'
"Kamu pasti lagi mengumpat ku dalam hati, kan? Lakukan saja, yang penting aku bahagia bisa bertemu dan bersama dengan istriku lagi," ucap Byakta seperti tahu isi hati Audrey yang memang sejak tadi sedang mengutuknya.
__ADS_1
Audrey mengernyit, apa tadi katanya? Istri? Audrey mengepalkan tangannya siap meninju habis laki-laki di sebelahnya, namun ia masih waras alih-alih tindakannya bukan memberi jarah laki-laki di sebelahnya, malah justru ia akan ikut kecelakaan bersama makhluk astral di sebelahnya ini.
"Cih, istri kau bilang?"
"Ya, tentu istri, lalu apalagi? Kau memang istriku," sahut Byakta santai.
"Semua sudah berakhir, kau ingat itu! Jangan besar kepala karena Nenekku baik padamu, dia hanya belum tahu saja siapa kau sebenarnya. Kalau dia tahu, aku tidak yakin kau bisa kembali ke Milan dalam keadaan hidup," seringai Audrey yang sangat tahu watak neneknya seperti apa.
Byakta tertawa menanggapi ucapan Audrey yang syarat akan makna ancaman, "memang semua sudah berakhir, tapi tidak dengan pernikahan kita, kau masih istri sah ku sampai hari ini," tutur Byakta bangga.
Byakta terbahak mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir mungil itu, ia tahu kemana arah pembahasan Audrey.
"Kau salah paham, sayang. Aku tidak menikahi Melisa,"
Deg
__ADS_1
Jantung Audrey berdesir mendengar penjelasan Byakta barusan, "Siapa yang peduli kau menikahi wanita itu atau tidak, berhenti menggangguku, semua sudah berakhir, aku tekankan sekali lagi supaya kau sadar, semua sudah berakhir Tuan Byakta Arsena!"
"Benarkah? Benarkah semua sudah berakhir? Atau kau yang memang ingin mengakhiri semuanya?"
Byakta menjadi sedikit tersulut karena sampai saat ini Audrey tetap mengatakan semua sudah berakhir, kalaupun semua sudah berakhir, tidakkah dia melihat kehadiranku disini ingin membuat awal baru? Ingin memperjuangkannya dan memperbaiki semuanya dan memulai lagi dari awal.
"Kau tahu, begitu banyak yang terjadi dalam satu tahun ini, tapi itu hanya untuk orang lain. Lalu aku? Aku hanya diam di kamar meratapi kepergian anakku dan meratapi penyesalanku karena mengabaikan adikmu, juga menangis karena kau meninggalkan ku,"
Audrey menoleh pada Byakta saat laki-laki itu mengeluarkan kata-kata dengan suara lirih dan raut wajah sendu.
"Aku ingin menemuimu waktu itu, ingin mengajakmu kembali, tapi yang aku dapatkan hampa, kau sudah pergi ke negara ini, bukan aku tidak bisa mengejarmu, tapi aku memang tidak berdaya aku sakit parah, perusahaanku kacau. Masih untung Bastian bisa menangani semuanya, hingga ia pergi ke negara ini untuk menemuimu, dan ingin membawamu kembali padaku," jelas
Byakta.
Audrey hanya diam mendengarkan semua penjelasan Byakta tentang waktu satu tahun ini, ada sakit di hatinya ketika menatap laki-laki itu dengan semua ceritanya.
__ADS_1
Ia sibuk melupakan semuanya, merasa paling tersakiti, lalu merasa paling berjuang dengan sakitnya luka yang harus ia sembuhkan sendiri. Sama sekali tidak memikirkan laki-laki di sebelahnya bahkan lebih menderita daripadanya.