
Malam telah kembali ke peraduan, memberi kesempatan pada siang untuk meyakinkan manusia bahwa asa mereka masih dapat diraih dengan kegigihan.
"Bibi, Nenek, aku berangkat, ya!"
Tidak menunggu sahutan keduanya Audrey mulai mengayuh sepeda kesayangannya keluar gerbang dan menyusuri jalan komplek yang cukup panjang hingga gadis itu keluar melewati jalan besar.
Ia mengayuh dengan santai sambil menikmati sedikit udara segar, melewati kemacetan, itulah salah satu hal yang tidak ia sukai ketika naik motor atau mobil, sudah pasti akan terjebak macet.
Gadis itu terus mengayuh sepeda tanpa lelah, hingga empat puluh lima menit ia sampai ke tempat kerjanya.
Ia memarkirkan sepedanya di tempat yang sudah disediakan oleh perusahaan, namun dari semua karyawan yang ada di perusahaan tempatnya bekerja, hanya dia seorang yang memakai sepeda sebagai kendaraan.
Setelah yakin sepeda kesayangannya aman, Audrey pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam perusahaan.
"Cantik, sini!" panggil Ayu teman seprofesinya di tempat ini, yaitu office girl.
Audrey tidak pernah mengganti namanya, hanya saja orang-orang lebih suka memanggilnya Cantik.
__ADS_1
Tidak menimang Audrey pun menghampiri ayu, "ada apa? Kenapa semua sepertinya sengaja berkumpul di tempat ini?" Edarkan Audrey pandangannya.
"Itu, pemilik perusahaan ini akan datang untuk mengecek kinerja karyawannya, jadi kita disini akan menyambut kedatangannya."
Audrey hanya ber O riya saja, entahlah, apapun itu, yang penting aku bisa kerja dan membeli sendiri kebutuhanku tanpa menyusahkan nenek.
Semua karyawan di intruksi untuk berbaring sesuai dengan profesinya masing, agar terlihat rapi dan enak dipandang.
Tidak lama sebuah mobil Audi R8 memasuki halaman perusahaan, sibuk para satpam dan juga pihak keamanan untuk menyambut pemilik perusahaan itu, membukakan pintu mobil dan memberi hormat. Setelah itu keluarlah seorang laki-laki tampan, mengenakan setelan jas berwarna hitam formal, juga tidak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Pahatan wajah yang sempurna membuat kaum hawa berdecak kagum akan sosok tampan nan berkharisma itu.
Semua karyawan membungkuk memberi hormat dan selamat datang kepada pimpinan mereka dan di balas hanya dengan sebuah anggukan olehnya dan terus melangkah menuju lift.
Audrey yang baru saja kembali dari toilet telah melewatkan sesi penyambutan tadi, ia mendadak kebelet pipis tadi, karena sudah tidak bisa ditahan akhirnya dia memberanikan diri untuk izin ke toilet.
"Kau dari mana saja?" tanya ayu Masih menunduk.
__ADS_1
"Toilet! gimana? Apa orangnya sudah tiba?" tanya Byakta lirih.
"Sudah, itu sedang menuju lift," ayu menggerakkan dagunya agar tidak melakukan kesahan.
Audrey hanya melihat punggung dari orang-orang tersebut yang memasuki lift "Sepertinya mereka orang bule, ya?" tebak Audrey.
"Sepertinya begitu, soalnya tidak ada yang boleh mengangkat wajah ketika dia lewat,"
Akhirnya setelah pimpinan menghilang di balik pintu besinya, semua karyawan di bubarkan.
Audrey yang beberapa temannya tampak bersiap untuk menjalani tugas mereka masing-masing.
Sedangkan para petinggi perusahaan, mereka masih bersama dengan pimpinan tersebut. Banyak sekali yang akan dibahas mengenai perusahaan.
Beberapa orang terlihat mencoba menjilat pada pimpinan baru dengan harapan bisa naik jabatan, tidak masalah terlihat menjijikan yang penting niatnya terkabul.
Persaingan kerja yang seakan tiada habisnya, mampu membuat orang lain melakukan segalanya hanya demi sebuah jabatan.
__ADS_1
Hal seperti ini sudah seperti biasa terjadi, tidak ada yang merasa takut, yang terpenting mereka bisa mendapatkan posisi penting di sana.