
Di sebuah Rumah sakit, dimana Byakta dirawat, Audrey masih dengan setia menemani suaminya yang terbaring lemah.
Byakta sudah sadarkan diri satu jam setelah bibi Lauren dan Melisa datang, kini laki-laki itu sedang di suapi oleh Audrey.
"Berhenti menatapku seperti itu, kau tidak malu apa? Lihat, disana ada Bibi Lauren dan mantan istri mu yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun darimu, menggelikan." Audrey kembali menyuapkan bubur ke dalam mulut Byakta yang akan mengeluarkan ucapan menyebalkan sejak tadi.
Byakta yang di suapi sedikit kasar oleh Audrey hanya menerima dan tersenyum. Ia bahagia bisa melihat pujaan hatinya kembali, duduk di dekatnya dengan wajah menggemaskan.
"Kenapa kau tersenyum? Kau sama menggelikannya dengan dia, dasar tidak waras." Umpat Audrey dengan berbisik, sejak tadi gadis itu terus mengumpati Byakta dengan suara pelan sekali.
Ia tidak ingin Bibi Lauren dan Melisa mendengarnya, karena akan menimbulkan suasana yang tidak enak.
Meskipun Bibi Lauren tidak akan mendengarnya, sebab wanita tua itu sedang tidur pulas. Tapi Melisa, wanita itu tidak tidur, ia duduk dengan anggun di sofa yang sedikit jauh dari tempat Byakta berbaring sambil melihat ke arah dua sejoli yang sedang kasmaran.
Lebih tepatnya melihat Byakta yang sudah bucin kepada Audrey, terlihat lucu. Melisa tidak menyangka laki-laki dingin yang pernah coba ia dekati, kini menjadi laki-laki yang penuh kehangatan saat bersama orang yang dicintainya.
"Kau cemburu?" bisik Byakta tanpa mengalihkan tatapan matanya yang penuh cinta pada Audrey.
"Aku tidak cemburu, tapi kau sangat menyebalkan. Aku akan pulang sekarang juga," rajuk Audrey, ia meletakkan mangkuk bubur Byakta ke atas nakas.
__ADS_1
Saat Audrey akan bangkit untuk pergi, tangannya di cekal dan di tarik oleh Byakta, sehingga Audrey terjerembab ke dada Byakta dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir mungil Audrey.
Melisa membuang muka ke arah lain saat melihat Audrey yang jatuh ke dalam pelukan Byakta, reflek dia berdiri dan langsung melangkah keluar ruangan meninggalkan Bibi Lauren, Raihan dan dua orang yang tidak tahu malu itu.
"Mereka yang seperti itu, kenapa aku yang malu? Dasar tidak tahu tempat!" Umpatnya sambil menutup pintu ruangan perlahan.
Audrey masih mencerna situasi yang dialaminya, namun Byakta sudah beraksi ******* benda kenyal ranum milik Audrey.
Audrey berusaha menolak perbuatan Byakta yang menurutnya tidak tahu malu, ia meronta sambil memukul pelan dada Byakta.
"Why, Sayang? Dia sudah pergi sebelum aku menciummu,"
Audrey langsung menoleh ke arah dimana Melisa duduk tadi dan benar saja wanita itu sudah tidak ada disana, hanya tersisa Bibi Lauren dan juga Raihan yang sedang tidur pulas.
Audrey yang merasakan perasaan yang sama seperti yang dirasakan Byakta, yaitu rindu. Ia tidak lagi menolak tapi justru malah membalasnya.
"Aku rindu, pulanglah bersamaku." Byakta mengusap bibir mungil Audrey dengan ibu jarinya.
Mendengar itu Audrey tertunduk dalam, "kau tau nenek seperti apa sekarang, 'kan? Sebenarnya bisa saja aku pergi, karena kau suamiku. Tapi, aku tidak tega menyakitinya, hanya mereka yang aku miliki setelah ibu, ayah dan adikku tiada."
__ADS_1
Kembali bulir bening itu membasahi pipi Audrey, sungguh dia tidak menginginkan situasi ini, akan tetapi ia tidak berdaya untuk melawan neneknya.
Bukan tidak berusaha, semua sudah ia lakukan, namun nenek terus menutup diri seakan enggan untuk mendengarkan penjelasannya.
"Kau yakin dengan cintaku?" tanya Byakta serius.
Membuat Audrey kembali mengangkat kepala dan menatap laki-laki dengan mata sendu berlinang air mata.
Perlahan Byakta mengusap bulir bening itu dengan ibu jarinya, lalu menangkup wajah Audy dengan kedua tangannya, Byakta mengecup mata Audrey satu persatu.
Kecupan yang mengalirkan desiran rasa yang pernah ada, desiran pertama ketika perpisahan belum ada di antara mereka.
"Jika kau percaya dengan cintaku, kau juga harus percaya kita akan bersama nanti. Jadi, jangan biarkan bulir bening itu membasahi pipimu dan menyembunyikan wajah cantik itu, Hem?" sambung Byakta lagi sambil tersenyum.
_____________________________
Hai semua ☺️
Maaf ya kemarin saya selow up sebab baby boy lagi sakit.
__ADS_1
Tapi sekarang udah sehat kembali, terima kasih ya do'anya 🥰🥰 semoga mulai hari ini saya aktif kembali.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, siapa tahu jejak kalian bisa dapetin MINI GOLD DARI "RAHIM LIMA MILIAR"