
Bastian tidak ingin ini, dia tidak ingin siapapun tahu tentang Rania, tapi situasi ini benar-benar membuatnya frustasi, jika dia menolak mereka akan memaksa masuk dan memeriksa, meski nantinya Bastian bisa melaporkan mereka, tapi bagaimana Rania yang sudah ketahuan bersamanya, ini pasti akan menjadi sulit untuknya dan Riana.
Bisa saja mereka mengatakan dia telah menculik Rania dan menyembunyikan gadis itu di kamarnya, akan jadi apa nanti dia yang bukan penduduk asli harus berurusan tidak penting di negara orang.
Bastian mengotak-atik ponselnya, mencari kontak Melisa, dengan berat hati Bastian harus menghubungi wanita itu, berharap bisa membantunya, masa bodo soal Rania, biarkan Melisa tahu dari pada gadis malang itu dalam masalah atau bahkan sampai harus di jual.
Bastian sendiri tidak tahu mengapa dia begitu baik mau melindungi Rania yang notabenenya tidak mengenal gadis itu sama sekali, bisa saja gadi itu membohonginya tentang dia akan dijual padahal dia adalah gadis nakal yang menjadi beban orang tuanya.
Tapi rasa iba dan kasihan lebih mendominasi daripada rasa curiga kalau gadis itu membohonginya.
Panggilan tersambung setelah Bastian melakukan panggilan yang ketiga, terdengar suara Bibi Lauren, Bastian bernafas lega, ini bisa dijadikan alibi untuk membohongi orang ini, tanpa harus Melisa tahu tentang Rania.
Bastian menghidupkan loudspeaker pada ponselnya agar orang didepannya dapat mendengar dan percaya. "Hallo Bas, maaf bibi yang angkat, Melisa sedang di kamar mandi, ada apa Bas?" jelas Bibi Lauren.
"Ah, tidak ada apa-apa, Bi. Aku hanya ingin bicara sebentar dengan Melisa, tapi jika dia masih lama, aku akan tutup teleponnya," sahut Bastian sambil cengengesan.
__ADS_1
"Kalian baru saja jalan seharian, masih saja ada yang mau di bahas," tukas Bibi Lauren.
"Aku akan suruh dia menghubungimu lagi nanti, sudah, ya, ini Bibi matikan teleponnya," lanjut Bibi Lauren lagi.
"Ah, iya, Bi. Selamat malam dan selamat tidur, Bi," ucap Bastian, lalu dia mematikan sambungan teleponnya.
Di seberang Bibi Lauren mengernyit heran atas ucapan Bastian yang terdengar begitu ramah dan manis.
Padahal sebelumnya, laki-laki itu tidak pernah berkata ramah seperti tadi, apalagi sampai mengucapkan selamat malam sudah seperti mengucapkan pada kekasihnya saja.
Sedangkan Bastian tersenyum miring, dia bisa bernafas lega sekarang, ia melihat ke empat orang itu saling pandang dan meyakinkan kalau Bastian memang tidak berbohong.
"Seharian tadi, setelah kalian pergi, aku keluar mengajaknya jalan, lalu mengantarnya pulang, kalian sendiri yang melihatnya ada disini tadi, bahkan memeriksa tempat ini dan mengganggu ketenangan ku hingga dua kali, sekarang cepat pergi dari sini, atau aku akan melaporkan kalian kepada pihak hotel kalau kalian mengganggu ketenangan penyewa hotel," ancam Bastian dan berharap mereka tidak akan kembali lagi.
Laki-laki paruh baya itu bergidik ngeri mendengar ancaman Bastian. Apalagi melihat penampilan Bastian lalu melihat lagi kamar apa yang di sewanya, laki-laki paruh baya itu dapat menebak kalau laki-laki bule ini bukan orang sembarangan, apalagi dia bisa berbahasa Indonesia dengan fasih, sudah pasti dia adalah seorang pengusaha luar yang menetap di Indonesia.
__ADS_1
"B-baiklah, kami percaya. Maafkan kami sudah mengganggu anda, kami akan pergi sekarang," jawab laki-laki paruh baya itu ketakutan.
Empat orang laki-laki itu pun pergi setelah memastikan kalau Bastian tidak akan memperpanjang masalah ini, tidak lupa mereka juga memberi hormat kepada Bastian.
Setelah mereka pergi Bastian kembali menutup pintu, namun belum ia berjalan, pintu sudah di ketuk kembali, setelah di buka ternyata orang yang Bastian suru membeli pakaian untuk Rania.
"Tuan, ini pesanan anda, semoga kekasih anda menyukainya," ucap perempuan yang merupakan pelayan hotel itu ramah.
Bastian hanya menganggukkan kepalanya, lalu menutup kembali pintunya setelah mengucapkan terima kasih.
"Hei! Cepat keluar, kau sudah aman dan ini baju mu," teriak Bastian memanggil Rania.
_________________________
Semua pada dukung Rania kayaknya ya π π€
__ADS_1
Rania itu masih kecil Lo π€ masih 18 tahun, masa iya jadi jodohnya om Bastian yang udah 35 tahun ππ
Pada mau liat visual nggak? ππ