
"Halo, aku Audrey. Byakta sedang di rumah sakit, katakan pada bibi Lauren untuk segera datang, aku akan mengirim letak lokasinya." Setelah mengatakan itu, Audrey langsung menutup panggilannya tanpa menunggu sahutan dari Melisa.
Bagaimana pun dan sudah sejauh apapun dia berusaha melupakan semuanya, tetap saja ia masih belum bisa bersikap biasa saja kepada wanita itu.
Rasa sakit yang di sebabkan oleh wanita bernama Melisa itu, saat ia harus kehilangan janinnya dan di waktu yang bersamaan adiknya pun pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya, belum sembuh sepenuhnya.
Sementara, Melisa masih mencerna semuanya. Ia mendengar dengan jelas ucapan Audrey yang mengatakan Byakta di rumah sakit, siapa yang sakit? Byakta sakit? Tidak mungkin, bukannya kemarin dia baik-baik saja?
"Mel, kenapa bengong disitu? Siapa yang menghubungiku pagi-pagi begini?
Suara Bibi Lauren membuyarkan lamunan Melisa, lalu berbalik menghadap Bibi Lauren yang datang mendekat padanya.
"Eh, itu Bi. Byakta sedang di rumah sakit," jelaskan Melisa tanpa memberitahu Bibi Lauren kalau yang menghubunginya tadi adalah Audrey.
__ADS_1
"Hah! Siapa yang sakit?" tanya Bibi Lauren.
"Tidak tahu, Bi. Lebih baik kita segera kesana," ajak Melisa.
Bibi Lauren hanya menganggukkan kepalanya, tidak ada yang mengira kalau yang sakit adalah Byakta, sebab kemarin laki-laki itu pergi dari apartemen dalam keadaan sehat.
Mereka semua bersiap-siap akan pergi ke rumah sakit, Melisa mempersiapkan segala kebutuhan Raihan dan juga dirinya. Wanita itu dengan sigap mempersiapkan semuanya pada saat akan pergi kemana pun.
Bahkan dia juga mempersiapkan milik bibi Lauren juga, seperti baju tas dan juga sepatu apa yang akan digunakan wanita tua itu.
Dan benar saja, orang suruhannya mengatakan di dalam pesan, kalau dia sudah mengirim email padanya.
Karena rasa penasaran, Melisa langsung membuka emailnya, matanya terbelalak saat melihat Bastian sedang memeluk seorang gadis di dalam sebuah villa dan disaksikan beberapa orang yang tidak Melisa kenali.
__ADS_1
Ada juga dua video yang direkam secara diam-diam pada saat Bastian baru tiba di daerah villa itu dan juga video saat gadis itu mengendap-endap dari samping villa sebelum Bastian membukanya.
Video diteruskan sampai saat Bastian membuka jendela itu dan membantu gadis itu masuk lalu keduanya berpelukan. Semua terlihat seperti sepasang kekasih yang saling merindukan.
Ada yang berdenyut di hatinya melihat semua itu, ia mengingat lagi pada saat mereka masih berada di bandara, Bastian memang terlihat gelisah seperti mengkhawatirkan sesuatu.
Namun, ia tidak pernah menebak bahwa yang Bastian khawatirkan adalah seorang gadis. Sebab selama ini Bastian tidak pernah dekat dengan gadis manapun.
Bahkan setiap ditanya, ia tidak pernah tertarik untuk membahas seorang gadis, semua itu di salah artikan oleh Melisa, sebab sudah berkali-kali Bibi Lauren menyarankan pada Bastian untuk membuka hati padanya, Melisa.
Namun, laki-laki itu hanya tersenyum dan mengangguk saja, apalagi selama ini Bastian tidak pernah menolak ajakannya untuk pergi membawa Raihan kemana pun.
Melisa memegang dadanya, tidak tahu ini rasa apa, tapi yang jelas selama ini ia juga tidak pernah berpikir untuk bersama Bastian, bahkan ia sekarang memiliki seorang kekasih yang bekerja sebagai staf penting di perusahaan milik Byakta di Milan.
__ADS_1
Akan tetapi saat ia melihat Bastian memeluk hangat gadis yang terlihat masih belia itu penuh kasih, hatinya tiba-tiba berdenyut.