Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar
RLM bab 28


__ADS_3

Sementara di lantai bawah, semua orang duduk menunggu Byakta turun dari lantai dua rumahnya.


Sedangkan Bastian yang bergerak cepat untuk menyelidiki Melisa, tampak sibuk dengan benda pipinya. Ia sedang menghubungi salah satu rekannya yang bekerja sebagai detektif swasta melalui aplikasi pesan singkat.


Ia tidak percaya sepenuhnya dengan wanita yang bernama Melisa itu, karena dari semua wanita yang pernah menikah siri dengan Byakta, hanya wanita ini yang cukup berani menunjukkan ketertarikannya kepada Byakta, ia tak segan-segan merayu Byakta meski beberapa kali mendapat tindakan kasar dari Byakta atau pun Bastian sendiri.


"Jadi, sudah berapa bulan usia kandungan mu?" tanya Byakta seraya duduk di tempatnya tadi sebelum Audrey datang dan merusak suasana hati Melisa.


Padahal wanita itu sudah cukup senang karena Byakta mau mendengarkan penjelasannya, karena ia tahu dan sangat tahu bahwa Byakta bukan laki-laki yang gampang didekati.


Itulah sebabnya ia datang pada bibi Lauren terlebih dahulu, menikah dengan Byakta beberapa waktu lamanya, membuat ia tahu kalau Byakta hanya mau mendengarkan wanita tua itu saja.


Namun, melihat reaksi Byakta saat melihat Audrey, membuatnya kesal dan ingin menghajar gadis kurus itu, belum lagi tatapan mengerikan yang diberikan Bastian membuatnya cukup kikuk berada di rumah ini.


Tapi, saat melihat Byakta kembali lagi dan langsung menanyakan usia kandungannya, ia sudah merasa berada diatas angin lagi dan punya sedikit harapan untuk hidupnya.

__ADS_1


"Sudah masuk empat bulan, Tuan."


"Bagus! Bas, hubungi Roland segera, katakan padanya aku akan melakukan tes DNA," tegas Byakta.


Bastian melihat air muka Melisa yang tampan tak berubah sedikitpun, ia masih tenang seperti tadi.


Sepertinya wanita ini boleh juga, ia pasti sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang dan juga ia pasti sudah memperkirakan apa yang akan terjadi, sungguh hebat. Batin Bastian.


"Baik," jawab Bastian, ia segera mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Bastian kembali melirik Melisa, memang ada yang berubah dari wanita itu, dulu meskipun ia jago menggoda, tapi dia tak berpenampilan semewah ini, perhiasan yang ia pakai mulai dari anting, kalung dan beberapa cincin semua terbuat dari berlian asli.


'aku yakin dia tak sendiri melakukannya, ada seseorang berada di belakangnya untuk mendukung'


Entah kenapa Bastian merasa curiga dari sejak Bibi Lauren memberitahunya kalau Melisa datang, ada yang aneh, kenapa setelah sekian lama wanita ini datang lagi, terlebih dia mengaku sedang mengandung anak bosnya.

__ADS_1


"Tapi, By. Apa perlu sampai melakukan tes DNA?" tanya Bibi Lauren yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.


"Bukankah, demi kebaikan bersama kita harus melakukan ini, Bi? Agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi di kemudian hari," tutur Bastian menengahi.


"Iya, Bibi mengerti. Tapi, Bibi yakin kalau anak yang dikandung Melisa memang anaknya Byakta. Coba kamu hitung, kapan mereka bercerai dan sudah berapa bulan usia kandungan Melisa,"


Bibi Lauren berusaha meyakinkan keduanya, nalurinya sebagai seorang ibu tidak mungkin salah.


"Aku sudah memutuskan untuk tetap melakukan tes DNA," tegas Byakta tak terbantahkan.


Byakta tidak ingin ada perdebatan tidak penting yang akan membuat suasana hatinya semakin tidak menentu, oleh sebab itu ia mengambil keputusan secara sepihak, lalu ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan semua orang, sungguh ia jengah dengan semua ini, di saat hatinya sudah memutuskan untuk mempertahankan Audrey, tiba-tiba wanita masa lalunya datang dan mengatakan sedang mengandung anaknya.


Meski di dalam hatinya tidak meyakini semuanya, tapi ia merasa sekarang Tuhan sedang menghukumnya karena sudah mempermainkan perihal sakral yaitu pernikahan.


Ia masuk ke dalam ruang kerja, ia ingin menenangkan diri, ia sedikit frustasi sebab akhir-akhir ini masalah datang bertubi-tubi, mulai dari masalah perusahaan hingga masalah pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2