Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar
RLM bab 44


__ADS_3

Jakarta / Bandara Soekarno Hatta



Saat kakiku berpijak di bumi beragam budaya ini, aku seperti terlahir kembali untuk melanjutkan kisah yang belum usai di kehidupanku sebelumnya.


Audrey Cantika, aku akan memulai lagi kisah kita yang belum sempurna, menyempurnakannya hingga menjadi sejati.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Byakta berjalan dengan gagahnya keluar dari bandara, untuk pertama kalinya ia menginjakkan kaki di bumi Pertiwi ini.


Ia mengedarkan pandangan mencari seseorang yang akan menjemputnya, ia sengaja pergi sendiri dan tidak membawa pengawalnya satu pun.


Seseorang berpakaian formal dengan kacamata hitam melambaikan tangan padanya, Byakta langsung menarik lagi travel bagnya dan menghampiri orang tersebut.


"Selamat datang Tuan Arsena, silahkan." Orang tersebut membungkuk hormat lalu mempersilahkan Byakta dengan tangannya.


Travel bagnya pun sudah berpindah ke tangan orang yang diutus Bastian untuk menjemputnya.

__ADS_1


Byakta berjalan sambil membetulkan kacamatanya, banyak pasang mata yang terpesona dengannya, wajah bule yang kentara dipadu dengan outfitnya t-shirt warna hitam ketat membungkus tubuhnya yang atletis, celana jeans yang juga berwarna hitam ditambah jaket jeans berwarna denim di menambah kegagahannya.


Pintu mobil terbuka, seorang sopir mempersilahkan Byakta masuk ke dalam, sementara orang yang bersamanya tadi memasukkan travel bag milik Byakta ke bagasi mobil, setelah selesai ia langsung masuk ke dalam mobil duduk di sebelah sopir.


"Tuan Bastian memerintahkan saya untuk mengantar anda ke apartemen, apa kita langsung kesana saja, Tuan?"


"Lakukan yang dikatakannya, aku juga capek ingin istirahat," sahut Byakta setuju.


Setelahnya suasana mobil kembali hening, Byakta tersenyum samar, membayangkan wajah Audrey yang masih ia ingat, apakah wajah itu masih sama, atau sudah berubah? Pertanyaan itu membuat Byakta semakin merindukan sosok cantik itu.


Namun ia harus menahan diri sampai besok, sebab Bastian sudah mewantinya untuk tidak datang dulu ke perusahaan, karena ia sedang merencanakan sesuatu.


Tidak ingin yang dikatakan Bastian itu terjadi, mau tidak mau Byakta harus menahan sebentar lagi kerinduannya itu.


'lakukan yang terbaik, aku percaya denganmu' Gumam Byakta dalam hati.


Kini mobil sudah memasuki basement apartemen, supir pun memarkirkan mobilnya di slot yang sudah tersedia.


Byakta turun diikuti bodyguard yang bersamanya tadi, lalu mereka melangkah bersama ke lantai atas setelah bodyguard tersebut mengambil travel bag milik Byakta di bagasi mobil.

__ADS_1


"Kau sudah lama bekerja dengan Bastian?" tanya Byakta ingin tahu.


Laki-laki itu mengangguk "Hampir tujuh tahun, Tuan," jawab bodyguard itu sopan.


Byakta manggut-manggut, lalu keduanya diam hingga lift berhenti di lantai tempat unit Byakta berada.


"Berikan travel bagnya, kembalilah, aku akan masuk sendiri, tidak perlu mengantarku,"


Bodyguard tersebut mengangguk dan membungkuk memberi hormat "Baik, Tuan. Hati-hati, jika perlu sesuatu segera hubungi saya. Saya berada di bawah,"


"Hhemm, pergilah. Aku akan katakan pada Bastian kau bekerja dengan baik dan akan menyuruhnya memberimu bonus tiga kali lipat dari gaji mu," tutur Byakta sambil menepuk pundak bodyguard tersebut lalu berjalan santai meninggalkan bodyguard itu di depan lift.


"Terima kasih, Tuan. Semoga hari anda bahagia,"


Byakta tidak lagi menyahuti ucapan bodyguard tersebut, setelah memastikan Byakta sudah dekat dengan unitnya, bodyguard tersebut kembali masuk ke dalam lift untuk turun kebawah menemui rekannya yang menjadi supir tadi.


Sedangkan di perusahaan, semua karyawan bertanya-tanya, ada apa ini? Karena tiba-tiba pimpinan mereka membuat peraturan baru, setiap yang bekerja di perusahaan ini, disuruh membuat surat kontrak kerja tanpa terkecuali, termasuk bagian kebersihan dan menaikkan gaji seluruhnya hingga sepuluh persen.


Mereka senang namun masih bertanya-tanya, padahal sebelumnya tidak ada seperti ini. Tapi percayalah, bahkan tidak ada yang curiga satu orang pun, rasa penasaran mereka pun hilang sebab gaji juga akan dinaikkan hingga sepuluh persen.

__ADS_1


Dalam waktu dua hari Bastian mampu membuat seluruh karyawan terikat kontrak kerja, ia tersenyum puas, karena tidak ada satupun yang protes dengan peraturan tersebut.


__ADS_2