Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar
RLM bab 72


__ADS_3

Tiga jam berlalu, akhirnya Bastian sampai ke Bali, ia tidak kembali ke villa. Bastian langsung menemui orang-orang yang ia perintahkan untuk mencari keberadaan Rania.


Bastian tiba di sebuah tempat tepat di dekat pantai, ia menghampiri orang-orang yang sudah menyewa sebuah villa untuk mereka mengintai.


"Dimana?" tanya Bastian dingin sambil menyalakan satu batang benda berasap.


"Di penginapan sana Tuan, mereka membawa gadis itu kesana," jelas anak buah Bastian memberikan teropong yang mereka gunakan untuk memantau perkembangan.


Bastian mengambil teropong tersebut, tampak di jarak yang lumayan jauh itu sebuah tempat yang dijaga beberapa orang berpakaian serba hitam layaknya mafia di dalam film-film action.


Terlihat memang anak buahnya tidak salah, sepertinya memang Rania sudah tertangkap oleh ayah tiri dan beberapa orang yang mengikutinya untuk mencari Rania.


Sebab Bastian melihat dari beberapa penjaga tersebut ada salah satu di antara mereka yaitu laki-laki yang bersama ayah tiri Rania waktu itu.


"Apa salah satu dari kalian sudah mengamati tempat itu dengan detail? Aku ingin masuk kesana," ucap Bastian masih sibuk meneropong tempat Rania dia sekap.


Semua anak buah Bastian terkejut, sebab mereka belum pada tahap itu. Bastian menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Tuan akan kemana? tanya salah satu anak buah Bastian yang bernama Joe.


Bastian yang sudah akan pergi pun, memelankan langkahnya "kemana lagi? Kalian tidak bisa diandalkan," ucap bastian sambil membuang sisa puntung benda berasap itu, padahal belum habis.


Semua anak buat Bastian hanya berpandangan bingung, namun ketika mereka melihat Bastian jalan dengan santai menuju villa tersebut seorang diri.


Mereka mendadak panik, Bastian seperti anak muda dalam sebuah film yang tak takut apapun juga.


"T-tuan disana bahaya," Joe panik sendiri, namun melihat Bastian berjalan dengan santai, Joe memerintahkan bawahannya untuk mendampingi Bastian dari jauh.


Sedangkan dirinya masih mengamati di tempat, sungguh dia tidak mengerti untuk apa seorang Bastian yang dingin dan kaku harus terlibat masalah dengan seorang gadis.


"Cih, mana mungkin, dia laki-laki kelainan mana mungkin jatuh cinta,"


Bahkan saat ini Joe juga menjadi penasaran dari mana Bastian mengenal gadis itu, bahkan sampai memintanya keluar gua untuk mencari gadis itu.


Sedangkan Bastian sudah mulai mendekat pada para pengawal yang ditugaskan menjaga di luar.

__ADS_1


Bastian dapat melihat laki-laki yang ikut mencari Rania memandangnya sinis, namun Bastian tidak peduli itu, ia terus menghampiri mereka dengan memasang senyum seramah mungkin.


"Hei! Mau apa kau datang kesini?" tanya laki-laki yang dikenali Bastian itu wajahnya.


"Ah, anda rupanya, aku hanya berkeliling untuk mencari udara segar, villa ku sebelah sana," jelas Bastian ramah tama.


Membuat salah satu penjaga menyenggol laki-laki itu agar tidak mencolok sekali mereka sedang melakukan apa disini.


"Diam kau, dia akan curiga jika kau bersikap seperti itu," bisik salah satu penjaga itu pada laki-laki yang tadi sinis pada Bastian.


Bastian menyeringai saat mendengar bisikan laki-laki itu ada temannya, terlihat sekali memang mereka sedang melakukan sesuatu yang tidak ingin orang lain tahu.


"Apa kalian sudah lama tinggal di villa ini?" tanya Bastian basa-basi.


"Belum lama Tuan, kami baru datang siang tadi, tapi sialan gadis itu bahkan membuat kami tidak boleh masuk kedalam," jelas penjaga itu dan membuat temannya menyikutnya karena bicara sembarangan.


"Gadis? Ah! Apakah anda sudah menemukan gadis yang anda cari kemarin? Syukurlah, setidaknya dia belum kabur kemana pun, gadis yang menyusahkan," akting Bastian.

__ADS_1


Sepertinya penjaga bodoh seperti mereka terlalu mudah untuk dilawan, Bastian tersenyum tipis, setelah sudah cukup pengamatannya, bastian pun berpamitan untuk kembali ke villanya.


__ADS_2