Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar
RLM bab 99


__ADS_3

Suara Melisa yang bernada terkejut menginterupsi pendengaran Byakta yang sedang emosi.


Ia baru menyadari kalau laki-laki yang akan dinikahkan oleh Audrey adalah Roland, sebab sejak tadi dia hanya memandang tajam nenek saja.


"Ada apa ini?" tanya bapak penghulu heran.


Nenek yang terkejut atas kedatangan Byakta, apalagi langsung mendapat tatapan horor dari laki-laki itu, terlihat gugup untuk menjawab pertanyaan bapak penghulu.


"Batalkan pernikahan tidak benar ini, sebab saya adalah suami sah dari Audrey Cantika, tidak ada yang berhak mengambilnya dari ku," titah Byakta tegas.


Semua yang berada di dalam rumah tersebut dibuat bingung dengan situasi ini, semua saling berbisik memberi komentar masing-masing.


Sementara Roland si biang masalah hanya menyeringai lalu dia bertepuk tangan.


"Wah … wah … wah …. Tuan Arsena! Apa kau tidak tahu malu mengakui gadis yang sudah kau buang adalah istrimu?"


Roland maju untuk mendekat kepada Byakta yang sedang menahan emosi, sedangkan semua orang terdiam mendengar ucapan Roland.


"Omong kosong apa yang kau pakai untuk mempengaruhi nenek istriku, hah!"


"Cih! Setelah kau menelantarkannya , sekarang kau sebut dia istri mu?"


Roland tersenyum miring, lalu dia menatap nenek yang kini sudah menunjukkan raut tidak sukanya pada Byakta, membuat Roland semakin melancarkan kebohongannya untuk memprovokasi nenek.


Melisa mengepalkan tangan melihat kelakuan Roland, dia tak habis pikir bagaimana laki-laki kurang ajar ini bisa lolos dari penjara di Milan.

__ADS_1


Sehingga kini sudah berada di Indonesia, sepertinya dia memang niat sekali untuk menghancurkan Byakta, tidak berhasil melalui dia, sekarang laki-laki ini malah mencari kelemahan lain untuk melancarkan niat jahatnya.


"Perhatian semua!" Roland berkata dengan lantang kepada semua orang yang ada di dalam rumah nenek.


"Kalian pasti penasaran siapa laki-laki ini, bukan? Dia adalah Byakta Arsena mantan suami Audrey Cantika yang menikahi gadis sebaik Audrey hanya untuk mendapatkan keturunan, lalu dia membayar gadis malang itu seharga —,"


Byur


Satu gelas air mineral membasahi wajah Roland dan menghentikan semua ucapannya, tidak hanya itu.


Plak


Satu tamparan keras mendarat tepat di pipinya.


Audrey menata tajam Roland, "lalu kau siapa? Hah!"


Dengan kepala yang berat dia berusaha bangun dan ingin melihat, apa yang sebenarnya terjadi, sehingga ia mendengar pekikan Byakta.


Audrey yang melangkah sedikit sulit sebab gaun yang sudah terpasang rapi di tubuhnya, riasan yang begitu membuat wajahnya cantik.


Melangkah perlahan, dia sempat terkejut saat melihat Roland berada di antara semua orang.


Dia pun baru tahu kalau laki-laki yang akan dinikahkan kepadanya adalah Roland, dia juga tidak menyangka laki-laki itu bahkan mengejar sampai kesini untuk menghancurkan kehidupannya bersama Byakta.


Saat Roland mengatakan kebohongan, darahnya mulai mendidih, buru-buru ia turun dari tangga, tidak ada yang mendengar langkahnya karena ia tidak memakai apa pun di kakinya.

__ADS_1


Semua tamu sedang fokus melihat perdebatan antara Byakta dan juga Roland.


"Jawab!" Teriak Audrey penuh emosi.


"Kalau dia laki-laki yang menelantarkan aku, lalu membayar rahimku, lalu kau siapa?" lanjut Audrey.


Semua orang terdiam mendengar teriakan Audrey, hingga tempat itu senyap tidak ada satu suara pun.


"Dia adalah laki-laki yang membayarku untuk menggugurkan kandungan Audrey," jawab Melisa lirih.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Melisa, bahkan nenek sendiri menutup mulutnya saking tak percaya dengan yang dilakukan Roland pada Audrey.


Plak


Tamparan kedua mendarat lagi di pipi Roland setelah Melisa menjawab pertanyaan Audrey tadi.


"Dengan lantang kau menghina suamiku, beraninya kau menghasut nenekku, padahal kau lah racun di dalam rumah tanggaku dulu! Sekarang, menjawab pertanyaan sederhanaku saja kau tidak bisa,"


"Pengawal!" Teriak Melisa tanpa mengubah posisinya dan juga pandangan tajamnya pada Roland.


"Bawa manusia tidak tahu malu ini kembali ke negaranya, masukkan dia ke dalam penjara yang membuatnya tidak ingin hidup lagi," titah Melisa tegas.


Enam orang pengawal yang Melisa panggil tadi segera memegang Roland yang terdiam tak bisa berkutik.


Dia pikir dengan menghasut nenek, semua akan berubah sesuai keinginannya, semua usahanya untuk bisa datang ke negara ini hanya sia sia.

__ADS_1


Dia sangat tahu siapa Byakta dan bagaimana Melisa, bahkan dia tahu penjara apa yang dimaksud Melisa tadi.


Saat Roland akan dibawa, Melisa mendekatinya. "Lain kali berpikirlah sebelum bertindak, selamat bersenang-senang di tempat baru mu. Aku akan menyusulmu jika semua urusanku sudah selesai disini," Melisa menyeringai setelah mengatakan perkataan yang sangat menakutkan bagi orang yang mengerti maksudnya.


__ADS_2