
"Apa yang akan kau lakukan padanya? tanya Bastian bingung saat melihat anak buat Joe membawa beberapa koper milik Joe.
"Hei! Apa yang kau lakukan, kenapa menarik tangannya? Lepaskan tanganmu darinya!" sambung Bastian lagi, ia tidak sadar kelakuannya itu mengundang pemikiran aneh pada orang-orang yang ada disana.
Sementara Rania yang sejak tadi diam, ia merasa sikap Bastian barusan seperti seorang kekasih menunjukkan sikap posesif pada pasangannya.
Joe sama sekali tidak menanggapi semua ocehan Bastian yang aneh itu, dia hanya fokus pada tugasnya, agar bisa keluar dari khawasan villa itu dengan selamat.
Dia membuka koper berukuran besar itu, mengambil sebuah jas dan celana bahan berwarna hitam, beserta ropi dan juga kaca mata hitamnya.
"Nona, pakailah ini semua di dalam kamar sana," titah Joe tanpa peduli dengan tatapan Bastian yang setajam silet.
Ingin rasanya Joe melempar koper besar itu pada laki-laki aneh di sebelah sana. Bisa-bisanya berkata tidak menyukai tapi tidak sadar sudah bersikap seolah-olah dia kekasihnya.
Sedangkan Rania yang sudah paham akan melakukan apa, segera pergi ke kamar yang di tunjuk Joe tadi.
Dalam hati Rania sangat senang, 'mereka seperti mengajakku bermain film mafia seperti di serial drama yang sering ku tonton' Gumamnya dalam hati.
Rania membuat dirinya begitu berbeda, ia memanfaatkan semua pemberian Joe tadi, berdandan seperti mafia sungguhan, rambut panjangnya ia sanggul dan menutupnya dengan topi.
Setelah itu dia memakai jas hitamnya lalu mengancingnya, tidak lupa di pergerakan terkahir ia memakai kaca mata hitamnya.
__ADS_1
"Sempurna," ia memuji dirinya sendiri yang terpantul di depan cermin.
Walaupun penampilannya seperti laki-laki, tidak masalah baginya, ia suka ini. Selain ia akan selamat, ia juga senang karena untuk pertama kalinya dia benar-benar bertemu dengan mafia sungguhan.
Saat ia merasa penampilannya sudah sempurna, Rania pun keluar dari kamar, berjalan perlahan, memperlihatkan dirinya pada semua orang yang ada di ruang tamu.
Bastian terpaku melihat penampilan Rania, jantungnya kembali berdebar saat melihat senyum gadis itu, senyum yang sama dengan yang di hotel waktu itu.
Sementara Joe dan yang lainnya begitu antusias melihat Rania yang seperti mafia sungguhan sama seperti mereka.
Joe melirik Bastian sekilas, ia dapat melihat lagi tatapan mendamba dari laki-laki yang ia anggap sangat munafik itu.
Joe tidak menjawab, ia hanya mengingatkan anak buahnya yang sudah mengerti dengan situasi ini dan juga memberi arahan pada semuanya agar bersikap senatural mungkin.
Semua akan berlagak seperti pengawal yang mendampingi tuannya yang akan pergi ke suatu tempat.
Namun, Bastian langsung menyela saat Joe memerintahkan Rania untuk ikut bersama mobilnya.
"Biarkan dia satu mobil dengan ku, aku yang bertanggung jawab atasnya, bukan kalian." Tegas Bastian tak ingin di bantah.
Hal itu membuat Joe frustasi, padahal ia hanya ingin memberi pengamanan khusus untuk gadis ini, jika sesuatu yang tidak diinginkan tiba-tiba terjadi.
__ADS_1
Karena ia tahu, yang mereka inginkan hanya gadis ini, Joe juga yakin mereka mereka tidak terlalu bertindak jauh sebab tahu Bastian juga bukan orang sembarangan.
Akan tetapi melihat Bastian sudah memasang raut wajah tidak bersahabat, mau tidak mau, ia memasrahkan Rania ikut bersamanya.
Akhirnya tidak menunggu lama, mareka pun mulai bergerak. Mereka harus bergerak sangat cepat, sebelum para penjaga yang bertugas menyekap Rania, menyadari bahwa gadis itu telah lolos.
Semuanya sudah bersiap kelaur, satu persatu dari mereka pun bergilir keluar pintu utama villa.
Bastian dan Rania berada di tengah mereka, Joe dan anak buahnya berjumlah enam orang, tiga orang berada di depan dan tiga orang berada di belakang untuk menghalau berbagai macam bahaya dari sudut mana pun.
Entah siapa yang memulai, tanpa sadar jari jemari Bastian dan Rania sudah bertaut satu sama lain, untuk saling menjaga dan memberi perlindungan.
Empat orang sudah naik kedalam mobil termasuk Rania dan Bastian. Lalu empat orang lagi naik kedalam mobil lain. Karena Bastian tidak memberikan kepercayaan langsung pada Joe untuk menjaga Rania, akhirnya Joe ikut bersama mobil Bastian dan Rania.
Perlahan mobil berjalan meninggalkan villa dengan sangat tenang, namun begitu menegangkan bagi Rania, karena ini adalah pengalaman pertamanya berada satu mobil dengan para mafia yang sedang menjalankan misi.
Dan yang paling membuatnya senang, ini adalah misi untuk menyelamatkannya. Rania melihat sekilas wajah Bastian yang dingin dan datar.
Ia tidak mengatakan satu patah kata pun pada laki-laki itu, akan tetapi hatinya seperti sedang di taburi bunga.
Entah sebab apa, tiba-tiba rasa kagum muncul di dalam hatinya pada laki-laki tampan yang dingin dan jutek.
__ADS_1