
Happy reading guys π₯³π₯³π₯³π₯³π₯³π₯³
Hayoooooooooooo
Siapa kemarin yang menantikan kelanjutan cerita Rania & Bastian ??????
Udah publis Lo guys βΊοΈβΊοΈ
Bahagia??
Tentu saja aku bahagia, itu karena kalian menantikannya.
Jadi, kisah Rania dan Bastian aku tulis dalam judul Rania's First Love.
Nanti kalau mampir jangan lupa kasih dukungannya ya π₯° biar saya semangat πͺ
kasih komentar yang juga membangkitkan jiwa halu saya bertambah halu lagi π π π
Bakal ada banyak tragedi yang menguji cinta mereka berdua, apakah mereka mampu bertahan atau tidak.
__ADS_1
secarakan si Rania masih muda, masih polos, di kasih ujian cinta yang begitu bakal mampu bertahan atau enggak.
pokoknya di kisah ini saya nggak menjanjikan kebucinan akut ya π€ sejujurnya saya juga gak pinter buatnya πππ saya nggak pinter buat yang meleleh kayak madu gitu.
tapi kalian tetap harus baca ya ππ
hah! saya ketawa aja dari tadi, tapi itu mungkin wujud dari rasa bahagia saya karena mampu kembali lagi dengan cerita yang sudah kalian nantikan.
mungkin belum bisa di cari di kolom pencarian, tapi kalian bisa klik profil saya dan temukan Rania's First Love di sana.
jangan lupa tap β€οΈ ya, biar kalian nggak ketinggalan updatenya tiap hari.
Maaf kalau nanti cerita ada yang saya ubah atau saya tambahin ya guys, saya cuma mau kasih yang terbaik untuk kalian semua. kalau ada yang tau lokasi tempat terjadinya cerita, kasih tahu saya ya lewat komentar, biar wawasan saya tambah luas π jadi yang saya tulis nggak salah kesana kemari.
Perkenalkan namaku Rania Anggita, umurku delapan belas tahun. Kalau ada yang tanya aku masih sekolah atau tidak, jawabannya tidak.
Keadaan memaksaku untuk tidak memikirkan pendidikan lagi, sejak ibuku meninggal dunia, kehidupanku yang sulit malah bertambah sulit ketika ayah tiriku hendak menjual ku.
__ADS_1
Aku hidup dalam pelarian yang aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berhenti, aku tidak ingin hidup kaya dan mewah, hanya bebas dari pria tua yang jahat itu saja sudah cukup bagiku.
Aku lari dari rumah lalu aku tertangkap olehnya dan di kurung di gudang gelap, dia akan menjualku pada orang asing.
Suatu hari dia membawaku ketempat yang aku tidak tahu dimana sebelumnya, mataku di tutup, sudah satu bulan aku tidak melihat matahari terbit dan tenggelam.
yang aku rasakan hanyalah malam yang mencekam, ingin rasanya aku mati saat itu juga, aku tidak bisa berteriak atau pun berbicara karena mereka mengikat mulutku dengan kain.
aku hanya bisa menangis dalam sepi dan gelapnya tempat itu, beberapa kali aku kabur tapi mereka akan menangkap ku kembali dan mengikatku lagi di tempat yang gelap dan sepi.
walaupun mereka memberiku makan dan minum, tapi aku tidak ada nafsu untuk sekedar menelan seteguk air putih. Hanya satu yang aku inginkan saat itu, yaitu mati.
Tidak ada lagi yang bisa aku harapkan, aku sudah memohon dan meminta pada Tuhan untuk mencabut nyawaku, tapi Tuhan seperti tidak pernah mendengar jeritan hatiku.
Aku menangisi nasib hidupku sendirian, aku ingin menyusul ibuku, begitu hatiku selalu meminta.
ingin rasanya aku berteriak pada mereka untuk mengatakan aku takut, aku tidak ingin di jual, aku hanya ingin hidup normal seperti orang lain, aku hanya ingin makan dengan tenang sekalipun itu makanan yang paling tidak enak di dunia ini, atau bunuh saja aku, kenapa harus menjualku.
Tapi, aku sudah tahu apa yang akan terjadi jika Tuhan memberiku kesempatan untuk mengatakan itu semua pada mereka.
__ADS_1
sudah pasti mereka tidak akan peduli itu, yang mereka pikirkan hanyalah uang dan menghabiskan uang untuk perkara dosa.
Adakah yang bisa memberitahu aku, aku harus bagaimana untuk bisa lepas dari jerat kehidupan ayah tiriku yang durjana.