RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 99


__ADS_3

...***...


Di sebuah tempatnya sangat jauh dari keramaian. Di tempat bangunan tua yang sudah lama tidak terpakai lagi. Di sanalah terdapat dua suku naga air yang berasal dari melarikan diri setelah pertarungan yang dahsyat itu. Mereka hampir saja mencari korban keganasan dari Ratu Naga Api yang telah mengeluarkan jurus tapi keabadian yang sangat mengerikan. Jurus naga api keabadian sampai hari ini tidak memiliki tandingan. Kobaran api yang sangat dahsyat, belum ada yang bisa menandinginya, menghadapi, dan tidak bisa dipadamkan begitu saja. Sehingga seseorang seperti berada di dalam tungku api yang sangat besar.


"Tubuhku rasanya sakit semua". Masato Jin mengeluh sakit karena tubuhnya sulit untuk digerakkan dan benar-benar terasa sakit yang luar biasa. "Ratu naga api benar-benar kurang ajar, ia memiliki kekuatan yang sangat berbeda." Entah kenapa saat ini ia merasakan perbedaan kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api dengan kekuatan yang lainnya.


"Keadaanmu saat ini sangat kacau." Ia tidak menyangka jika temannya itu berhasil dikalahkan oleh Ratu naga api saat pertarungan itu terjadi. "Kita tidak bisa melawan Ratu naga api dengan begitu saja." Bahkan Uzumaki Araumi yang tidak bertarung dengan Ratu naga api dapat merasakan bagaimana kekuatan dosa itu. Jika saja anda tidak melarutkan temannya itu mungkin temannya padahal kamu telah membutakan oleh kekuatan api keabadian milik Ratu Naga Api.


"Wanita itu benar-benar gila." Masato Jin mengetahui Ratu Naga Api adalah wanita yang sangat gila. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dia berhadapan dengan junjungan kita yang mulia raja naga air. Aku yakin wanita itu lebih gila lagi berhadapan dengan junjungan kita." Masato Jin sedang membahayakan bagaimana itu terjadi. Dia sedang membayangkan bagaimana pertarungan antara Ratu naga api dengan raja naga air pada saat itu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?." Uzumaki Araumi tentunya tidak akan berjalan lurus saja. Pasti temannya aku memiliki ide untuk melangkah selanjutnya. "Aku yakin tempat itu telah dihancurkan oleh wanita gila itu beserta pengikutnya." Uzumaki Araumi ikutan menyatakan jika Ratu Naga Api adalah wanita yang sangat gila.


"Tentunya kita harus mencari tempat baru untuk memulai hal yang baru." Masato Jin harus terus melakukan itu jika ia gagal di satu tempat, ia yakin masih ada tempat lain yang dapat dia gunakan untuk melakukan misinya. "Kita tidak boleh menyerah begitu saja meskipun kita kalah beberapa kali." Dalam keadaan terluka seperti itu Masato Jin tidak akan menyerah dengan mudahnya. "Kita harus tetap melakukan ritual pembangkit raja naga air. Kita harus terus mencari tumbal sampai raja naga air benar-benar bangkit dengan sempurna." Saat ini masih ada titik semangat yang ada di dalam hatinya sehingga ia masih bisa merasakan gejala yang sangat luar biasa dari hatinya.


"Baiklah kita akan mencari tempat baru setelah kau sembuh." Sebagai seorang teman yang baik Uzumaki Araumi tentunya akan melakukan apa yang dikatakan oleh temannya yang saat ini sedang terluka parah. "Aku akan menunggumu hingga sampai kau sembuh." Hanya itu saja yang dapat ia katakan pada temannya itu.


Tentunya keduanya tidak akan menyerah begitu saja. Mereka masih ingin membangkitkan junjungan mereka, sehingga mereka harus melakukan itu sampai tujuan mereka tercapai. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Mereka melakukan apa yang menjadi keinginan mereka?. Simak dengan baik bagaimana kasih itu terjadi.

__ADS_1


...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Tidak biasanya ia menerima keduanya masuk ke dalam kuil. Mungkin ada sesuatu yang ingin ia dengar dari mereka?. Sehingga keduanya diperbolehkan untuk masuk?.


"Baru kali ini dia menerima kami dengan sangat baik." Dalam hati Masumi Kenzo merasakan perasaan yang sangat tidak enak sama sekali. "Aku yakin setelah ini ujung-ujungnya kami akan diusir olehnya." Dalam hatinya sangat curiga dengan sikap baik Biksu Souji Gadeja. Tentunya ya sangat waspada dengan sikap baik itu, rasanya ada yang aneh dengan sikap baiknya itu.


"Apakah ini pertanda baik atau buruk aku tidak mengerti." Dalam hati Wakabayashi Ken juga merasakan ada yang aneh dengan sikap baik yang tidak biasa yang ditunjukkan oleh Biksu Souji Gadeja. "Tapi setidaknya dia tidak mengusir kami setelah aku mengatakan Ada hal penting yang akan kami bicarakan dengannya." Dalam hati Wakabayashi Ken sedikit bernafas lega karena hari ini mereka tidak diusir dengan cara yang sangat mengerikan.


"Cepat katakan hal penting apa yang akan kalian bahas dengan ku?." Biksu Souji Gadeja masih menunjukkan sikap yang tidak ramah terhadap keduanya. "Karena saat ini aku juga harus melakukan hal yang sangat penting, jadi kalian jangan membuang waktuku terlalu lama." Nada bicaranya itu terdengar sangat jutek, seakan-akan ia berhadapan dengan orang biasa-biasa saja. Sehingga ia tidak menunjukkan sikap hormatnya pada orang yang penting di kota ini.


"Saat ini ada masalah di sebuah tempat." Wakabayashi Ken mencoba menahan amarah yang ada di hatinya. "Tempat di mana orang-orang katanya bekerja, tempat itu meninggalkan memo yang sangat aneh dari pada pekerjanya. Namun ketika kami mencoba mencari tempat itu, kami tidak menemukan keberadaan tempat itu sama sekali." Dengan penuh kesabaran Wakabayashi Ken menjelaskan apa yang telah terjadi dan bagaimana mereka mengatasi itu?. "Apakah menurutmu itu ada hubungannya dengan hal-hal gaib lagi?. Karena rasanya sangat membingungkan kami tidak bisa menemukan tempat itu di mana." Lanjutnya sambil menjelaskan pada biksu pemarah itu.


"Baiklah, meskipun aku bukan seorang anggota dewan yang terhormat. Setidaknya aku akan mendengarkan apa yang kalian katakan hari ini." Biksu Souji Gadeja mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kepala Kepolisian itu. "Meskipun aku bukan seorang kepolisian yang selalu menjaga keamanan kota tercinta ini." Ucapnya sambil memperhatikan keduanya. "Tentunya aku mengetahui apa yang telah kalian keluhkan itu." Sepertinya ia sangat memahami dan mengerti apa yang dikatakan oleh mereka. "Jadi kalau boleh pulang dengan cara yang baik hari ini karena aku masih berbaik hati tidak mengusir kalian dengan cara paksa seperti sebelumnya." Tanpa perasaan yang berkata seperti itu pada keduanya. Ia mengusir keduanya tanpa menjelaskan lebih lanjut lagi?.


"He?." Tentunya keduanya sangat bingung dengan sikap biksu pemarah itu.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi aku telah menyuruh kalian pergi kenapa kalian tidak pergi." Biksu Souji Gadeja mulai menunjukkan sikap tidak sukanya pada kedua orang terhormat itu.


"Tapi kau belum memberikan jawaban apa yang kami tanyakan!. Bagaimana mungkin kami bisa pergi dari sini?." Masumi Kenzo benar-benar terpancing amarah oleh sikap Biksu Souji Gadeja.


"Kau jangan mencoba memancing amarah kami!. Kami ke sini minta bantuan karena kemanusiaan bukan karena urusan pribadi kami semata." Wakabayashi Ken juga tidak tahan dengan sikap itu.


"Kami telah bertindak." Biksu Souji Gadeja jawabnya dengan sangat cueknya. Namun ia mengerti permasalahan yang mereka hadapi. Karena masalah itu telah diatasi oleh Ratu Naga Api sehingga ia memahami apa yang mereka katakan.


"Hah?!." Keduanya kembali kebingungan dengan apa yang dijelaskan oleh Biksu Souji Gadeja.


"Aku telah mengatakan pada kalian, aku telah bertindak!." Biksu Souji Gadeja menatap tajam ke arah mereka berdua. "Apakah kalian tidak mendengarkan apa yang telah aku katakan?!. Kalau begitu segera pergi dari sini!." Ia benar-benar mengusir mereka dari kuil itu.


Apakah yang akan mereka lakukan jika keduanya telah diusir seperti itu?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.


...***...


Ryuu Amane merasa sangat tidak enak dengan kondisi tubuhnya saat ini.

__ADS_1


"Entah kenapa rasanya tubuhku sangat sakit semua." Ratu Naga Api keluhnya dengan perasaan tidak nyaman. "Apakah aku terlalu berlebihan menggunakan kekuatan yang aku miliki semalam?. Sehingga rasanya kekuatanku hampir habis setelah bertarung dengan suku negara bodoh tidak berguna itu?." Ratu Naga Api merasakan tubuhnya sangat lemah tidak berdaya, sehingga ia hanya bisa terbaring saat itu juga. "Aku harus melakukan sesuatu untuk ini, tapi rasanya kepalaku sakit. Apa yang harus aku lakukan dengan kondisi yang seperti ini?." Ratu Naga Api kembali mengeluh karena merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. "Mataku terasa sangat berat sekali. Rasanya aku ingin terlelap sejenak." Ya matanya sangat mengantuk. Rasa kantuk yang sangat tidak biasa, rasa kantuk yang tidak bisa ya tahan lagi, sehingga ia terlelap dan jatuh ke alam mimpi?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana ceritanya.


...***...


__ADS_2