RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 12


__ADS_3

...***...


Kediaman Keluarga Uzumaki Hinohara. Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken telah menceritakan permasalahannya. Mereka ingin mengetahui bagaimana kejadian itu yang sebenarnya. Cukup lama juga Masumi Kenzo untuk memaksa Uzumaki Hinohara untuk mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Anakku memang suka keluar pada malam hari." Uzumaki Hinohara monyet kebiasaan anaknya setiap malamnya. "Tentunya sebagai seorang wanita ia ingin mencari tempat hiburan untuk anak muda. Namun dia belum pulang hingga saat ini. Apakah yang terjadi sesuatu padanya?." Ia memang tidak melihat anaknya pulang beberapa hari ini, namun ia tidak merasa khawatir sedikitpun karena itu sudah hal yang sudah biasa baginya. "Apakah anakku telah melakukan hal yang aneh atau mengganggu kalian?." Ia sedikit heran dengan kedatangan dua orang terhormat itu ke rumahnya.


"Nah?. Jika kau bertanya dengan nada seperti itu aku akan baik-baik padamu." Masumi Kenzo kembali menunjukkan sikap ramah pandang Uzumaki Hinohara. Ia kembali duduk dengan tenang tanpa memperlihatkan wajah sadisnya.


"Ahahaha!. Ada-ada saja." Dalam hati Wakabayashi Ken sangat heran melihat itu. "Apakah harus dengan cara seperti itu?." Dalam hatinya merasa tidak berguna sama sekali untuk menenangkan keduanya.


"Karena kau telah menjawab pertanyaan ku dengan baik, maka aku akan menjawab pertanyaan darimu dengan baik juga." Masumi Kenzo hanya menghela nafasnya dengan lelah.


"Menurut laporan yang masuk dari laporan penjaga gerbang laut selatan, ia melihat putri mu masuk ke dalam sana. Masuk ke dalam laut selatan. Itulah kenapa aku datang padamu, karena aku ingin mastikan jika kami tidak salah lihat." Masumi Kenzo sangat cemas. Siapa yang tidak benar dengan keadaan seorang wanita yang masuk ke wilayah berbahaya?.


"Masuk ke gerbang laut selatan?. Apakah kalian sedang bercanda?. Tidak mungkin anakku masuk ke daerah terlarang itu." Uzumaki Hinohara mana tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dewan perwakilan daerah itu. "Bukankah pemerintah telah melarang untuk tidak masuk ke wilayah itu?. Lalu bagaimana mungkin anakku masuk ke sana?." Emosinya hampir saja meledak kembali, karena ia tidak menyangka akan mendengarkan informasi tentang itu.


"Kami sama sekali tidak bercanda. Karena itulah aku datang untuk menanyakan itu. Apakah kau mengetahui anakmu masuk ke dalam tempat yang sangat berbahaya itu atau tidak?!." Amarah Masumi Kenzo kembali memuncak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Uzumaki Hinohara. "Anak buahku juga tidak mungkin salah lihat, dan foto itu adalah bukti bahwa anakmu itu memang ke sana!." Masumi Kenzo bahkan menunjukkan foto Uzumaki Araumi untuk membuktikan kebenaran ucapannya itu.


"Aku ini hanya bisa apa?. Jika memang ia seperti itu?." Tapi saat itu Uzumaki Hinohara malah bersikap pasrah. dengan keadaan nanya jika memang seperti itu yang terjadi.


"Kau ini memang ayah yang tidak berguna dan tidak bertanggung jawab sama sekali." Ingin rasanya Masumi Kenzo menguliti Uzumaki Hinohara, jika saja tidak ditahan oleh Wakabayashi Ken.


"Bapak bisa kena tuntut loh?. Saya ini seroang polisi." Bisik Wakabayashi Ken mencoba untuk menenangkan Masumi Kenzo.


"Sebaiknya kau diam saja jika tidak bisa membantuku sama sekali." Masumi Kenzo menatap tajam, rasanya ia ingin menelan Wakabayashi Ken yang masih bersikap lunak pada Uzumaki Hinohara?.


"Hadeh!. Terserah saja." Ia telah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Masumi Kenzo.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Masumi Kenzo bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai Uzumaki Araumi. Temukan jawabannya.


...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Saat itu Murasaki Abeno dan Ryouta Uzaki datang ke wilayah kawasan Selatan. Tentunya tujuan mereka adalah Kuil Tenkuu No Seiden. Kedatangannya kali ini adalah untuk bertemu dengan Biksu Souji Gedaje. Sebagai Gubernur Kota Sukuranburu, tentunya ia ingin mengetahui hal yang aneh seperti itu dari orang yang sangat bisa dipercayai untuk menjelaskan apa yang tejadi sebenarnya.


"Suatu kehormatan bagi saya menerima tamu terhormat." Biksu Souji Gedaje tidak pernah menduga sebelumnya. "Apa yang membuat tuan gubernur datang kemari?." Tentunya ia ingin mengetahui apa penyebab sang gubernur datang ke tempat kuil terhormat ini. "Tentunya ada hal penting yang membuat tuan gubernur datang ke sini." Lanjutnya lagi dengan beberapa pertanyaan yang ia lontarkan.


"Aku hanya ingin mengetahui sebuah kebenaran. Bagaimana caranya mengatasi seseorang yang kemasukan sukma naga air?. Apakah kau memiliki saran untuk itu?." Hanya pertanyaan seperti itu yang ia ajukan pada biksu tersebut, karena iya takut terjadi sesuatu pada penduduk kota Sukuranburu. "Akan sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja.


"Aku hanya memiliki beberapa saran saja." Biksu Souji Gedaje mencoba memikirkan dan mengingat apa saja yang tertera di dalam buku yang telah ia sempat selama bertahun-tahun. "Jika masalah kekuatan, sepertinya aku tidak bisa melakukannya." Biksu Souji Gedaje merasa sangat tidak enak, karena ujung-ujungnya pasti ia yang dimintai untuk melakukan itu semua dengan baik. "Maaf saja, aku tekan mau terlibat dengan hal yang gaib." Dalam hatinya terus memberikan penekanan pada mereka semua.

__ADS_1


"Benarkah?. Apakah memang seperti itu?." Murasaki Abeno sangat senang mendengar itu, karena memang itu yang sangat dibutuhkan pada saat ini. Solusi untuk memecahkan suatu masalah yang sama sekali tidak ya ketahui. "Tolong katakan pada saya saran apa itu?." Hatinya sedang membuncah karena tidak sabar ingin mengetahuinya.


"Ya, semoga saja kau mau mendengarkan apa yang aku katakan ini dengan baik. Jika kau tidak suka aku juga tidak suka. Maksudnya tidak keberatan sama sekali dengar apa yang aku katakan." Bukannya ia tidak menghormati Murasaki Abeno sebagai Gubernur, tapi ia harus mengatakannya. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman nantinya.


"Baiklah. Aku akan mendengarnya dengan baik. Karena itulah jelaskan padaku bagaimana caranya mengatasi masalah ini?." Murasaki Abeno sama sekali tidak keberatan dengan itu.


"Pertama jangan biasanya mereka keluar dalam keadaan terpuruk, dalam keadaan suasana hati yang tidak baik. Itulah yang membuat sukma naga air sangat senang dan akan menjadikan mereka tumbalnya." Itu adalah aturan pertama yang pernah iya baca selama ini. "Kesedihan hanya akan menimbulkan kegelapan dari seseorang. Karena itulah jangan sampai kalian keluar dalam suasana hati yang terpuruk. Itu bisa jadi makanan empuk untuk dijadikan tumbal." Lanjutnya sambil menjelaskan beberapa hal pada Murasaki Abeno


"Eh?. Rasanya itu sangat mustahil sekali." Murasaki Abeno hamba tidak percaya dengan apa yang ia dengar. "Tidak mungkin rasanya aku memberikan pengumuman seperti itu pada mereka." Itu memang terdengar mustahil baginya. "Apakah anda bisa membasmi mereka secara langsung?. Aku akan memberikan uang yang banyak jika biksu mampu memusnahkan mereka." Murasaki Abeno malah meminta biksu itu bertindak secara langsung. Apalagi ya mengeluarkan beberapa uang yang ia bawa di dalam sebuah koper yang cukup besar.


"Heee?. Bagaimana mungkin seorang gubernur terhormat mau menyogokku dengan uang hanya karena tidak mampu membasmi mereka?. Hum?." Biksu Souji Gedaje merasa terhina dengan apa yang dilakukan gubernur itu padanya. Apakah ia seorang yang mata duitan hingga langsung mengerjakan apa-apa nanya demi uang?. "Aku tidak akan goyah hanya karena kau membawa uang sebanyak itu!." Biksu Souji Gedaje sangat tidak percaya itu.


"Jika aku bisa melakukannya, maka aku tidak akan susah-susah datang ke sini dan meminta bantuan padamu!." Sepertinya Murasaki Abeno salah paham. "Lagi pula ini adalah masalah yang sangat serius. Ini masalah nyawa orang banyak!. Aku mohon padamu bantu kami semua!." Dalam hal ini ia melakukan semua itu demi menyelamatkan manusia dari ancaman Naga Air. "Karena itulah aku mohon padamu untuk melakukan ini dengan baik." Murasaki Abeno bahkan memohon dengan sangat tulus?.


"Hum." Biksu Souji Gedaje terlihat sedang berpikir. Apakah ia akan mengikuti apa yang dikatakan Murasaki Abeno atau tidak?.


"Apakah kau tidak takut jika orang-orang kuil di sini nantinya juga akan menjadi korban?." Murasaki Abeno malah memberikan gambaran yang menyeramkan pada Biksu Souji Gedaje.


"Tidak usah berkata seperti itu." Dalam hatinya sangat kesal setengah hidup. "Jangan beraninya kau mengancam aku." Ia sangat tidak suka dipaksa seperti itu.


"Ini menyangkut nyawa banyak orang. Apakah kau tega melihat mereka meregang nyawa untuk tumbal?. Katakan padaku." Murasaki Abeno sangat memohon meminta bantuan.


"Baiklah tuan souji. Akan saya lakukan apapun yang tuan minta nantinya." Rasanya sangat senang sekali bisa mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Karena itulah ia menerima permintaan itu. "Tapi aku tidak akan melakukannya jika kalian berani menjadikan aku tumbal kalian." Dalam hatinya sangat kesal. "Aku tidak akan mengampuni kalian, jika kalian berani melakukan hal yang aneh padaku nantinya." Dalam harinya memang sangat kesal. Kenapa dua orang itu datang padanya setelah apa yang terjadi, juga kenapa harus ia yang menanggung beban itu?. "Kalian tidak akan mendapatkan apa yang kalian inginkan tanpa adanya persetujuan dariku." Ia hanya ingin mengetahui apa yang mereka inginkan.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Pukul 16.15 sore.


Ryuu Amane dan Akihara Masamune pulang sekolah. Kebetulan keduanya pulang bersamaan karena ada yang ingin mereka bahas mengenai kejadian yang aneh terjadi. Kejadian yang sangat unik dijelaskan dengan kata-kata?. Rasanya mereka benar-benar kembali ke zaman feodal, karena masalah yang mereka hadapi sangat jadul, dan tidak bisa mereka atasi dengan cara yang biasa.


"Apakah kau telah mendengar kabar itu tatsu?." Ryuu Amane bertanya pada Tatsu atau Akihara Masamune. Sudah cukup lama mereka tidak berbincang-bincang mengenai masalah Sukma Naga Air. "Bagaimana pendapatmu mengenai apa yang telah mereka lakukan?. Apakah neraka telah lolos dari kurungan yang aku buat?." Ratu Naga Api sangat tidak nyaman sama sekali. "Apakah menurutmu segel yang telah aku buat sangat lah lemah?." Ryuu Amane atau Ratu Naga Api menyerbu Akihara Masamune dengan beberapa pertanyaan. "Apakah menurutmu aku perlu meningkatkan kekuatan agar bisa menyegel mereka kembali?."


"Tentu saja gusti ratu. Hamba mendengar bahwa ada beberapa korban yang katanya itu adalah perbuatan sukma naga air." Tentunya ia tidak ketinggalan informasi itu. "Tapi tetap saja itu sangat tidak baik jika dibiarkan begitu saja." Akihara Masamune juga dapat merasakan adanya ancaman bahaya. "Akan sangat berbahaya jika kita membiarkannya begitu saja?." Akihara Masamune sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi.


"Apakah manusia sekarang bisa melihat sukma hewan mitos?. Hebat sekali mereka bisa melakukan itu." Ia melihat berita yang melaporkan tentang kejadian mengenaskan itu. "Bagaimana mungkin mereka bisa melakukan itu?." Rasanya itu hal yang mustahil baginya. "Pasti mereka memiliki alat yang canggih sehingga mereka melakukan itu semua dengan sangat mudah." Ryuu Amane tidak mengerti sama sekali.


"Ha-hamba juga kurang mengetahuinya. Tapi seingat hamba, setelah tugu naga api dihancurkan, ada seorang biksu yang mengetahui sejarah tentang gusti ratu." Ia pernah melihat biksu itu di suatu tempat, tetapi ia tidak ingat sama sekali. "Biksu yang memiliki kepandaian dalam beberapa hal." Akihara Masamune sangat gugup dengan apa yang terjadi sebenarnya. "Sejarah tentang gusti ratu naga api bisa jadi ada pada mereka semua." Lanjutnya.


"Sejarah tentangku?. Apa maksudnya itu?." Ryuu Amane sama sekali tidak mengetahui apa maksudnya. "Sejarah tentangku yang bagaimana?." Ia tidak mendengarkan tentang seseorang yang menuliskan riwayat hidupnya selama ini?. Apakah ada seorang pengagum berat sehingga dengan senang hati menulis tentang kisah hidupnya?. "Apakah mereka memiliki peralatan canggih yang dapat melihat masa lalu?." Tentunya itu adalah hal yang sangat aneh, tidak masuk akal.

__ADS_1


"Sebuah buku yang ditulis seseorang yang menceritakan kisah gusti ratu. Hanya gusti ratu dan gusti raja yang bisa mengalahkan Sukma naga air. Mungkin seperti itulah yang mereka tulis." Tatsu mengingat sedikit buku tentang Siluman Naga Api berhadapan dengan Sukma Naga Air.


"Apakah kau mengetahui dimana pemilik buku itu?. Siapa biksu itu?." Ryuu Amane penasaran dengan itu. "Apakah kau mengetahui siapa yang menulisnya?." Ia sangat heran dengan kemampuan mereka.


"Untuk apa gusti ratu ingin mengetahuinya?." Akihara Masamune malah mencurigai Ryuu Amane atau Ratu Naga Api akan bertindak dengan gegabah.


"Mungkin saja melalui buku itu aku mengetahui dimana lokasi keberadaan gusti raja naga api. Aku ingin mengetahui apa saja yang mereka tulis tentangku." Ternyata Ryuu Amane alias Ratu Naga Api hanya ingin mengetahui dimana keberadaan suaminya. Sungguh gambaran seroang istri yang sangat setia pada suaminya.


"Hum." Akihara Masamune tampak berpikir. "Baiklah. Nanti akan hamba cari tahu dimana lokasi kuil itu berada." Akihara Masamune tidak ingin mengecewakan Ratu Naga Api yang memiliki perjuangan yang sangat besar.


Akan tetapi pada saat itu mereka melihat seorang wanita yang sangat mencurigakan sedang melakukan sesuatu. Ia dapat melihat semaunya dengan matanya yang saat itu terbakar gejolak api yang sangat membara.


Deg!!!.


"Itu adalah naga air!."


Keduanya sangat terkejut saat melihat seseorang yang hendak dipengaruhi oleh wanita yang merupakan wadah reinkarnasi Sukma naga air.


"Beraninya kau!." Ryuu Amane dan Akihara langsung bergerak dengan sangat cepat. Amarah keduanya telah memuncak saat melihat apa yang terjadi di depan matanya.


Ryuu Amane melompat ke arah wanita itu, sedangkan Akihara Masamune melompat ke arah seorang wanita yang menjadi target tumbal. Namun di saat mereka melompat tadi, Atsui Akamaru melihat itu dengan mata terbelalak lebar. Ia terpaku di tempat, melihat Ryuu Amane sedang bertarung dengan seorang wanita yang mencurigakan?.


Akihara Masamune menotok beberapa kali punggung wanita itu agar cepat memuntahkan sesuatu, dan benar saja. Wanita itu memuntahkan air hitam yang sangat mengerikan.


Sedangkan Ryuu Amane berhadapan dengan wanita itu. Beberapa kali ia arahkan pukulan serta sepakan untuk menjatuhkan wanita itu akan tetapi sepertinya wanita itu cukup tangguh untuk ia hadapi. Wanita itu melompat ke atas atap toko dengan perasaan waspada.


"Heh!. Boleh juga kau!." Uzumaki Araumi mendengus kesal. "Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau bisa melihat apa yang aku lakukan?." Ia tidak terima sama sekali jika ada seseorang yang berani menghalangi apa yang telah ia lakukan.


Bfuuuh!.


Api keluar dari tangannya. "Apa perlu kau mengetahui siapa aku?." Matanya juga memerah dengan sempurna.


"Sial!. Ternyata dia adalah naga api!." Uzumaki Araumi sangat terkejut dan tidak menduganya sama sekali. "Lain kali aku akan berhadapan denganmu!." Uzumaki Araumi menghilang entah kemana.


"Sial!. Malah kabur!." Umpat Ryuu Amane dengan penuh amarah.


Sementara itu Atsui Akamaru yang melihat itu sangat tidak percaya. "Ryuu amane mengeluarkan api?. Bertarung?. Siapa dia sebenarnya?. Tidak mungkin dia naga api?. Apa karena namanya ryuu?. Makanya dia memiliki kekuatan naga api?." Dalam hati Atsui Akamaru sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat itu. Apakah Ryuu Amane selama ini menyembunyikan kekuatan yang sangat dahsyat yang ada di dalam tubuhnya. "Ini sangat tidak masuk akal, si lemah yang suka ditindas ternyata memiliki kemampuan aneh yang ia sembunyikan selama ini." Dalam hati Atsui Akamaru sungguh tidak percaya sama sekali dengan ucapan mereka semua.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan dilakukan Atsui Akamaru setelah melihatnya?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.


...**...

__ADS_1


__ADS_2