RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 91


__ADS_3

...***...


Ryuu Amane on.


Terkadang aku memikirkannya, bagaimana mungkin aku seorang yang berasal dari zaman dahulu bisa mengalami reinkarnasi. Saat ini aku berada di dalam tubuh seorang remaja, hidupnya sangat dramatis sekali. Ryuu Amane itulah nama gadis malang yang selama hidupnya tidak dapat merasakan kebahagiaan sedikitpun. Apa yang harus aku lakukan untuk memberikan kebahagiaan kepadanya. Katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk membahagiakan dirinya?.


Ryuu Amane off.


Saat ini Ryuu Amane sedang melamun di sebuah tempat. Ia sama sekali tidak tenang karena tiba-tiba saja ia memikirkan banyak hal. Ratu naga api pada saat itu nggak semua hal yang menyedihkan yang pernah dialami oleh pemilik asli dari tubuh tersebut.


Kembali ke masa itu.


Saat Ryuu Amane umur 6 tahun.


Ryuu Amane kecil tidak sengaja memecahkan gelas, pada saat itu ia tidak sengaja menyenggolnya. Namun Ryuu Fumiko sangat marah besar padanya sehingga memukulnya.


Duakh!.


Tangan kecil itu dipukul dengan sangat keras, tanpa ampun ia menghajar tangan kecil itu dengan menggunakan rotan. Ryuu Amane kecil menangis menjerit meminta ampun akan tetapi tidak didengarkan oleh ibu tirinya itu.


"Sakit ibu!. Maafkan aku!. Aku tidak sengaja!." Dalam tangisnya ketika tangannya dihajar habis-habisan oleh ibu tirinya itu.


"Berani sekali kau meminta maaf setelah melakukan perbuatan yang salah?." Bentuknya dengan suara yang sangat keras, akan tetapi tangannya tetap saja memukul tangan anak tirinya itu. "Kau pikir berapa harga gelas yang telah kau pecahkan itu?!. Kau pikir gelas itu tidak dibeli dengan menggunakan uang?!." Dengan amarah yang sangat membara ia terus memukul ke tangan anak yaitu hingga melepuh.


"Ampun ibu!. Ampuni aku!. Sakit ibu!. Sakit!." Ryuu Amane terus merintih kesakitan, teksnya semakin kuat karena tangannya semakin terasa sakit. Bahkan pada saat itu ia dibiarkan begitu saja, tangannya berdarah dan tidak diobati sama sekali.


Hampir selama seminggu ia menahan sakit di tangannya karena tangannya berdarah dan melepuh telah dihajar oleh ibu tirinya itu. Ia selalu merintih sakit karena tangannya yang melepuh itu.

__ADS_1


Kembali ke masa ini.


Tanpa sadar Ratu naga api menangis karena melihat ingatan itu. Sungguh hati nuraninya tersentuh ketika mengingat dan melihat itu. Dalam bayangannya dapat merasakan ketika Ryuu Amane kecil merintih kesakitan karena tangannya. "Di umur yang seperti itu dia telah dibenci oleh ibu tirinya?." Ratu Naga Api benar-benar sangat bersimpati dengan apa yang ia lihat.


Namun sepertinya bukan hanya itu saja yang dilihat oleh Ratu Naga Api pada saat itu. Masih ada banyak lagi yang dilihat oleh Ratu Naga Api pada saat itu.


Kembali ke masa itu.


Ryuu Amane umur 13 tahun.


Ryuu Amane baru saja kembali dari sekolah, namun saat itu ia ditunggu oleh keluarganya. Tentunya ia sangat waspada dengan apa yang akan terjadi, ia merasa ada hal yang sangat buruk yang akan ia dapatkan. Ternyata firasat buruknya tidak salah ketika adiknya mengatakan pada kedua orang tuanya.


"Tunggu dulu amane." Ryuu Fumiko menyuruh anak tirinya itu tetap tinggal di sana. Soal matanya terlihat sangat tajam seakan-akan ia ingin menghajar anaknya tirinya itu.


"Ibu, ayah. Tadi di sekolah aku diejek oleh teman-temanku." Ryuu Asuka mengadu pada kedua orang tuanya.


Ryuu Asuka tidak segera menjawabnya, ia seperti seseorang sedang menahan tangis karena perasaan sesaknya ia rasakan. "Tadi di sekolah aku diejek anak haram ayah. Karena mereka mengetahui jika kakakku adalah seorang anak dari seorang wanita yang telah merebut suami orang lain." Sambil menahan tangisnya ia berkata seperti itu. "Aku sangat malu sekali ayah. Hingga rasanya aku tidak ingin sekolah lagi di sana." Ia mengadu pada ayahnya dengan tangisan yang sangat pilu. Hatinya sangat sakit ketika ia mendapatkan hinaan seperti itu.


Ryuu Fumiko yang mendengarkan pengaduan anaknya telah terbakar oleh amarah yang sangat luar biasa. "Kau dengar itu?. Apakah kau tidak dengan apa yang telah dikatakan oleh anakku?." Sorot matanya semakin tajam, iya sangat membenci anak tirinya itu. Kenapa anaknya malah mendapatkan hinaan kecil seperti itu.


Ryuu Amane tidak menjawabnya, ia hanya menundukkan wajahnya sambil menahan perasaan sedih yang sangat luar biasa pada saat itu. Namun siapa yang menduga jika ibu tirinya itu menyeretnya dengan paksa masuk ke dalam biliknya.


"Ibu?. Lepaskan aku ibu, sakit." Ryuu Amane jenis sel seperti itu mencoba untuk melepaskan diri, akan tetapi cengkraman tangan ibunya sangat kuat sehingga ia tidak bisa melawan.


"Kau harus aku beri hukuman. Karena apa yang telah dirasakan anakku jauh lebih dari sakit dari apa yang kau rasakan." Telah berkata seperti itu ia benar-benar menyeret anaknya masuk ke dalam biliknya.


"Tidak ibu. Aku tidak salah!. Aku tidak salah ibu!. Lepaskan aku!. Apa yang akan ibu lakukan padaku?." Ryuu Amane mencoba untuk berontak, hatinya bergetar ketakutan ketika membayangkan apa yang akan dilakukan ibu tirinya kepadanya kala itu.

__ADS_1


Ketika sampai di bilik Ryuu Amane yang berada di lantai dua, tubuhnya dibanting begitu saja oleh ibu tirinya itu ke tempat tidur. Entah sejak kapan ibu tirinya itu memegang rotan yang agak lumayan besar.


"Jangan ibu. Jangan gunakan itu." Ryuu Amane semakin ketakutan ketika membayangkan Proton itu memukul tangannya?.


"Kau benar-benar harus aku hajar supaya mengerti, bagaimana perasaan sakit yang kami rasakan selama ini." Ryuu Fumiko lihat sangat marah luar biasa.


Duakh!.


"Eagkh!."


Satu pukulan keras mendarat di punggung Ryuu Amane, tentunya remaja itu berteriak keras.


"Heh!. Itu belum seberapa dengan sakitnya aku rasakan!." Hatinya benar-benar sangat panas sehingga ia menghajar anak tirinya itu tanpa ampun.


Duakh!.


"Eagkh!." Ryuu Amane hanya bisa merintih dan berteriak kesakitan ketika tubuhnya dipukul dengan kuat menggunakan rotan itu.


"Benar-benar menyusahkan!. Kau adalah beban di dalam keluargaku!." Hanya pukulan saja yang ia lakukan, akan tetapi kata-kata yang tidak baik ya lontarkan.


Ryuu Amane hanya kau saja ketika tubuhnya dihajar habis-habisan oleh ibu tirinya itu. Ia tidak berdaya untuk melawan, selain hanya bisa menangis dalam diam menahan pukulan itu.


Kembali ke masa ini.


Ratu naga api kembali meneteskan air mata, ketika ingatan menyakitkan itu terlintas dalam pikirannya. Ia sampai menangis terisak sesak, karena ia tidak tahan melihat bayangan masa lalu itu. Sungguh itu adalah kehidupan yang sangat menyakitkan bagi anak seusia itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2