
Ryuu Amanae on.
Namun bukan hanya itu saja yang menjadi masalahnya. Di sisi lainya, Wanita yang merupakan dari Naga air itu masih saja melakukan aksinya. Dia masih saja mencari tumbal untuk membangkitkan Raja mereka.
Di pusat perbelanjaan.
Kali ini Uzumaki Araumi berada di sana. Matanya mengamati siapa saja yang berada di sana. Sama halnya dengan apa yang dilakukannya pada siswi tadi, ia meniupkan sesuatu pada seorang laki-laki yang hendak masuk ke toko. Laki-laki itu adalah seorang pekerja kantoran, namun suasana hatinya tampaknya sedang kacau. Pikirannya sangat kusut, hatinya mengutuk hidupnya yang penuh dengan masalah yang tidak berkesudahan.
"Kesedihan dan ambisi yang sangat luar biasa." Uzumaki Araumi dapat melihat itu dengan matanya. "Ini sangat cocok untuk dijadikan tumbal yang mulia raja agung naga air." Ia tersenyum lebar menatap korban di depan matanya.
"Fyuuuh!."
Tidak menunggu waktu yang lama, ia segera menargetkan korban tumbal. Ia tiup hawa tumbal kematian pada korban dengan sangat lembut.
Deg!!!.
Laki-laki itu merasa berada di tempat yang sangat aneh. Ia tidak mengerti kenapa ia berada di tempat yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya. "Di-dimana aku?. Aku tidak salah masuk, kan?." Ia kebingungan dengan situasi sekitarnya saat ini. "Kenapa aku bisa berada di sini?. Sejak kapan?." Ia kebingungan, tidak mengerti apa yang terjadi padanya.
"Pergilah ke laut selatan, di sana. Akan aku perlihatkan dunia kantor yang menyenangkan untukmu. Bahkan kau bisa menjadi bos di sana." Ada suara yang membisikkan kata-kata seperti itu padanya. Memerintahkan dirinya untuk menuju laut selatan?. Tapi untuk apa?. Tentunya ia bertanya seperti itu, kan?.
"Siapa kau?. Tempat apa ini?. Kenapa aku harus ke sana?. Bukankah tempat itu terlarang saat ini untuk di kunjungi?." Ia bertanya balik pada seseorang yang tidak bisa ia lihat sama sekali.
"Kau tidak perlu mengetahui ini tempat apa." Jawab suara itu. "Tempat itu bukanlah tempat terlarang. Hanya orang-orang bodoh yang mengatakan tempat itu tempat terlarang." Lanjutnya.
"Memangnya apa yang kau inginkan dariku?. Sehingga kau menyuruh aku ke sana?." Kembali ia bertanya.
"Aku hanya memberikan penawaran padamu. Aku akan mengabulkan semua keinginan yang ada di dalam dirimu. Termasuk keinginan mu yang tidak ingin lagi tertindas hanya karena kau seorang pekerja kantor yang buruk." Itulah janji manisnya.
"Eh?. Apakah itu benar?." Ia tidak percaya sama sekali. "Kau tidak sedang menipu aku bukan?." Ia tidak ingin tertipu hanya karena bisikan itu.
"Aku tidak menipumu. Tapi aku berkata yang sebenarnya." Suara itu seperti sedang menggoda, dan memberikan harapan padanya. "Jika kau tidak mau, ya tidak apa-apa. Aku akan memberikannya pada orang lain." Benar-benar sangat menggoda.
"Tidak!. Jangan berikan pada orang lain!. Aku sangat membutuhkan itu!." Laki-laki itu sangat putus asa, sehingga ia tidak rela jika orang lain yang mendapatkan itu.
"Hehehe!. Baiklah, jika itu yang kau inginkan maka ambil lah sesuka hatimu. Datang saja ke laut selatan, maka kau akan melihat dan mendapatkan sendiri apa yang kau inginkan selama ini." Suara itu terdengar terkekeh penuh kesenangan.
"Hwaaah!. Aku akan menjadi seorang bos?." Dalam angan-angan laki-laki itu ia telah menjadi seorang bos yang sangat sukses. Impian yang sangat mudah, keinginan yang selalu ia dambakan selama ini. "Aku akan ke sana segera. Supaya orang lain tidak bisa mengambilnya dariku." Hayalannya semakin liar saat ia membayangkan menjadi orang yang lebih kaya dari orang lain.
Padahal kenyataannya, pada saat ini ia dalam keadaan setengah gila. Berjalan tanpa arah dan tujuan?. Tapi pikirannya yang sedikit sadar itu membawanya menuju ke laut Selatan.
"Aku ingin menjadi bos yang sangat hebat!. Akan aku gunakan semua kekayaan ini untuk tuanku yang mulia naga air." Itulah yang dikatakan oleh lelaki itu dalam kesadarannya yang sangat kacau.
"Heh!. Aku harus mengumpulkan lebih banyak lagi. Sebelum matahari tenggelam, aku harus mencari mereka yang memiliki suasana hati yang sangat rapuh, sehingga dengan mudahnya aku merasuki mereka untuk menjadi tumbal kebangkitan yang mulia raja naga air." Uzumaki Araumi tersenyum lembut. Ia melihat kepergian laki-laki itu dengan senyuman penuh kemenangan. "Tunggulah saatnya, dan yang lainnya sedang berusaha untuk keluar dari sana. Mereka juga sedang berjuang untuk melakukan yang terbaik untuk keluar." Ia juga tidak sabar menunggu saudara-saudaranya untuk bereaksi dan keluar dari gerbang itu. "Jika saja pagar gaib milik ratu naga api tidak sekuat itu, pasti kami semua bisa keluar." Di saat yang bersamaan ia merasakan perasaan marah. "Tapi pertanyaannya, dimana ratu naga api itu berada?. Jangan sampai aku bertemu dengannya. Jika aku bertemu dengannya, maka berakhir sudah apa yang aku lakukan. Akan sia-sia semua usahaku." Hatinya sangat memanas, tercinta ia tidak ingin bertemu dengan Ratu Naga Api. Akan berbahaya jika itu sampai terjadi. Ia tidak bisa membayangkan jika dirinya gagal membangkitkan Raja Naga Air yang membutuhkan banyak tumbal. "Aku pasti akan melakukannya dengan baik." Itulah tekadnya saat ini.
Untuk Sedikit Penjelasan, antara reinkarnasi dan ditumbalkan itu Sangat berbeda. Tapi intinya tetap sama saja, sangat tidak baik, tidak manusiawi.
Pukul 16.15 sore.
Ryuu Amane dan Akihara Masamune pulang sekolah. Kebetulan keduanya pulang bersamaan karena ada yang ingin mereka bahas mengenai kejadian yang aneh terjadi. Kejadian yang sangat unik dijelaskan dengan kata-kata?. Rasanya mereka benar-benar kembali ke zaman feodal, karena masalah yang mereka hadapi sangat jadul, dan tidak bisa mereka atasi dengan cara yang biasa.
__ADS_1
"Apakah kau telah mendengar kabar itu tatsu?." Ryuu Amane bertanya pada Tatsu atau Akihara Masamune. Sudah cukup lama mereka tidak berbincang-bincang mengenai masalah Sukma Naga Air. "Bagaimana pendapatmu mengenai apa yang telah mereka lakukan?. Apakah neraka telah lolos dari kurungan yang aku buat?." Ratu Naga Api sangat tidak nyaman sama sekali. "Apakah menurutmu segel yang telah aku buat sangat lah lemah?." Ryuu Amane atau Ratu Naga Api menyerbu Akihara Masamune dengan beberapa pertanyaan. "Apakah menurutmu aku perlu meningkatkan kekuatan agar bisa menyegel mereka kembali?."
"Tentu saja gusti ratu. Hamba mendengar bahwa ada beberapa korban yang katanya itu adalah perbuatan sukma naga air." Tentunya ia tidak ketinggalan informasi itu. "Tapi tetap saja itu sangat tidak baik jika dibiarkan begitu saja." Akihara Masamune juga dapat merasakan adanya ancaman bahaya. "Akan sangat berbahaya jika kita membiarkannya begitu saja?." Akihara Masamune sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi.
"Apakah manusia sekarang bisa melihat sukma hewan mitos?. Hebat sekali mereka bisa melakukan itu." Ia melihat berita yang melaporkan tentang kejadian mengenaskan itu. "Bagaimana mungkin mereka bisa melakukan itu?." Rasanya itu hal yang mustahil baginya. "Pasti mereka memiliki alat yang canggih sehingga mereka melakukan itu semua dengan sangat mudah." Ryuu Amane tidak mengerti sama sekali.
"Ha-hamba juga kurang mengetahuinya. Tapi seingat hamba, setelah tugu naga api dihancurkan, ada seorang biksu yang mengetahui sejarah tentang gusti ratu." Ia pernah melihat biksu itu di suatu tempat, tetapi ia tidak ingat sama sekali. "Biksu yang memiliki kepandaian dalam beberapa hal." Akihara Masamune sangat gugup dengan apa yang terjadi sebenarnya. "Sejarah tentang gusti ratu naga api bisa jadi ada pada mereka semua." Lanjutnya.
"Sejarah tentangku?. Apa maksudnya itu?." Ryuu Amane sama sekali tidak mengetahui apa maksudnya. "Sejarah tentangku yang bagaimana?." Ia tidak mendengarkan tentang seseorang yang menuliskan riwayat hidupnya selama ini?. Apakah ada seorang pengagum berat sehingga dengan senang hati menulis tentang kisah hidupnya?. "Apakah mereka memiliki peralatan canggih yang dapat melihat masa lalu?." Tentunya itu adalah hal yang sangat aneh, tidak masuk akal.
"Sebuah buku yang ditulis seseorang yang menceritakan kisah gusti ratu. Hanya gusti ratu dan gusti raja yang bisa mengalahkan Sukma naga air. Mungkin seperti itulah yang mereka tulis." Tatsu mengingat sedikit buku tentang Siluman Naga Api berhadapan dengan Sukma Naga Air.
"Apakah kau mengetahui dimana pemilik buku itu?. Siapa biksu itu?." Ryuu Amane penasaran dengan itu. "Apakah kau mengetahui siapa yang menulisnya?." Ia sangat heran dengan kemampuan mereka.
"Untuk apa gusti ratu ingin mengetahuinya?." Akihara Masamune malah mencurigai Ryuu Amane atau Ratu Naga Api akan bertindak dengan gegabah.
"Mungkin saja melalui buku itu aku mengetahui dimana lokasi keberadaan gusti raja naga api. Aku ingin mengetahui apa saja yang mereka tulis tentangku." Ternyata Ryuu Amane alias Ratu Naga Api hanya ingin mengetahui dimana keberadaan suaminya. Sungguh gambaran seroang istri yang sangat setia pada suaminya.
"Hum." Akihara Masamune tampak berpikir. "Baiklah. Nanti akan hamba cari tahu dimana lokasi kuil itu berada." Akihara Masamune tidak ingin mengecewakan Ratu Naga Api yang memiliki perjuangan yang sangat besar.
Akan tetapi pada saat itu mereka melihat seorang wanita yang sangat mencurigakan sedang melakukan sesuatu. Ia dapat melihat semaunya dengan matanya yang saat itu terbakar gejolak api yang sangat membara.
Deg!!!.
"Itu adalah naga air!."
Keduanya sangat terkejut saat melihat seseorang yang hendak dipengaruhi oleh wanita yang merupakan wadah reinkarnasi Sukma naga air.
Ryuu Amane melompat ke arah wanita itu, sedangkan Akihara Masamune melompat ke arah seorang wanita yang menjadi target tumbal. Namun di saat mereka melompat tadi, Atsui Akamaru melihat itu dengan mata terbelalak lebar. Ia terpaku di tempat, melihat Ryuu Amane sedang bertarung dengan seorang wanita yang mencurigakan?.
Akihara Masamune menotok beberapa kali punggung wanita itu agar cepat memuntahkan sesuatu, dan benar saja. Wanita itu memuntahkan air hitam yang sangat mengerikan.
Sedangkan Ryuu Amane berhadapan dengan wanita itu. Beberapa kali ia arahkan pukulan serta sepakan untuk menjatuhkan wanita itu akan tetapi sepertinya wanita itu cukup tangguh untuk ia hadapi. Wanita itu melompat ke atas atap toko dengan perasaan waspada.
"Heh!. Boleh juga kau!." Uzumaki Araumi mendengus kesal. "Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau bisa melihat apa yang aku lakukan?." Ia tidak terima sama sekali jika ada seseorang yang berani menghalangi apa yang telah ia lakukan.
Bfuuuh!.
Api keluar dari tangannya. "Apa perlu kau mengetahui siapa aku?." Matanya juga memerah dengan sempurna.
"Sial!. Ternyata dia adalah naga api!." Uzumaki Araumi sangat terkejut dan tidak menduganya sama sekali. "Lain kali aku akan berhadapan denganmu!." Uzumaki Araumi menghilang entah kemana.
"Sial!. Malah kabur!." Umpat Ryuu Amane dengan penuh amarah.
Sementara itu Atsui Akamaru yang melihat itu sangat tidak percaya. "Ryuu amane mengeluarkan api?. Bertarung?. Siapa dia sebenarnya?. Tidak mungkin dia naga api?. Apa karena namanya ryuu?. Makanya dia memiliki kekuatan naga api?." Dalam hati Atsui Akamaru sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat itu. Apakah Ryuu Amane selama ini menyembunyikan kekuatan yang sangat dahsyat yang ada di dalam tubuhnya. "Ini sangat tidak masuk akal, si lemah yang suka ditindas ternyata memiliki kemampuan aneh yang ia sembunyikan selama ini." Dalam hati Atsui Akamaru sungguh tidak percaya sama sekali dengan ucapan mereka semua.
Nah?. itu adalah awal dari Pertemuanku dengan wanita yang merupakan reinkarnasi dari Naga Air. Aku benar-benar sangat geram. hingga aku tidak dapat menahan diriku untuk tidak memanggangnya saat itu juga.
Begitu mereka sampai di sana, mereka awalnya tidak disambut dengan baik, karena mereka masih pelajar, jadi tidak bisa dilibatkan dalam masalah yang lebih serius.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian pergi dari sini. Ini bukan saatnya untuk main-main. Fokus saja belajar." Biksu Souji Gedaje mengusir mereka dengan cara yang lebih halus.
"Hum?!." Ryuu Amane sedang mengamati buku yang dipegang oleh Biksu Souji Gedaje.
Rasanya aku pernah melihat model buku seperti ini. Tapi aku lupa pernah melihatnya dimana, namun rasanya sangat tidak asing sama sekali. Apakah aku telah melewatkan hal yang sangat penting sehingga aku melupakan hal yang luar biasa seperti ini. Akan tetapi ada hal yang membuat aku terkejut pada saat itu. Saat itu melihat nama yang tertera di buku itu. Terlihat sangat jelas, meskipun buku itu terlihat sangat tau, tapi entah kenapa aku ingin melihatnya, ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Nama itu sangat tidak asing ditelingaku, aku merasakan firasat yang tidak enak sama sekali ketika aku memikirkan nama yang tertera di buku itu.
"Kau tertarik dengan buku itu?. Kau bisa membacanya." Biksu Souji Gedaje sepertinya dapat menangkap hawa ketertarikan wanita muda dihadapannya saat ini. "Kau bisa mengembalikan buku itu, jika kau memang tertarik dengan buku itu, kau bisa memilikinya." Tanpa adanya perasaan ragu, Biksu Souji Gedaje berkata seperti itu?.
"Jika aku boleh bertanya. Siapa yang menulis buku ini?. Kenapa dia mengetahui tentang ratu naga api?." Ryuu Amane iseng bertanya. "Apakah benar nama yang tertulis di buku ini?.
"Hum?." Biksu Souji Gedaje sendiri berpikir. "Ya, kau memang benar, halaman belakang buku itu ada nama penulisnya. Jadi kau bisa membaca nama yang tertera di sana anak muda." Ia menunjukkan dimana letak nama penulis buku itu.
Ryuu Amane dan Akihara Masamune membalikkan buku itu karena mereka ingin melihat nama siapa yang tertulis di sana. Dengan pelan ia membalikkan buku itu, setelah itu keduanya mengeja nama siapa yang tertulis di sana. "Tenyata memang benar?." Dalam hatinya.
Deg!!!.
"Tatsu pengawal pribadi ratu naga api?." Keduanya sangat terkejut saat membaca nama penulis buku itu.
"Ya, kalian benar. Dia adalah orang yang telah menuliskan buku itu." Jawabnya dengan santainya.
Glugh!!!.
"Sepertinya kiamat telah dekat." Dalam hatinya sangat tidak nyaman dengan masalah itu.
"Sepertinya aku telah melupakan sesuatu yang sangat penting, sehingga aku tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi. Tapi kapan aku pernah menulis tentang ratu naga api junjunganku yang paling mulia?. Tapi jika aku melihat dari raut wajahnya, terlihat sangat jelas sekali bagaimana raut wajahnya yang tidak bersahabat sama sekali. Oh Tuhan, tolong selamatkan Hamba-Mu dari amukan Ratu Naga api yang sangat menyeramkan ini." Akihara Masamume tidak dapat melarikan diri.
Setelah Pertarungan itu, aku ingin mengetahui dimana letak tugu Raja Naga Api. Aku lupa dimana lokasi itu. Mungkin karen ribuan tahun telah berlalu, dan bahkan aku lupa dimana letak pasti posisi istana. Tapi aku tidak menyangka jika Tatsu, Pengawal pribadiku malah membuat kisah pribadi tentang diriku secara diam-diam. Ingin rasanya aku membakarnya, memanggangnya hidup-hidup. Sayang sekali aku tidak bisa melakukan itu.
Ryuu Amane menatap tajam Akihara Masamune yang kini berusaha untuk menghindarinya. Kemarahan yang sangat luar biasa yang sangat ia rasakan. Ingin segera ia lampiaskan langsung pada orangnya, karena pengawal pribadinya yang sangat kurang ajar itu telah membuat buku tentang dirinya?.
"Tatsu!." Hawa yang ditunjukkan Ratu Naga Api sangat mengerikan. Hawa kemarahan yang sangat tidak biasa, dan ia mencekik Akihara Masamune dengan sangat kuat. "Apakah kau berpikir bisa lari dariku tatsu?." Ryuu Amane hampir saja meledak.
"Ha-hamba?." Akihara Masamune sangat bingung. "Su-su-sungguh hamba tidak ingat menulis seperti itu." Ia tidak ingat sama sekali pernah menulis tentang Ratu Naga Api. "Dan juga hamba tidak menyangka akan ada menyimpan buku itu." Siapa yang tahan dengan hawa panas yang ditunjukkan oleh Ratu Naga Api?. Lihatlah, Akihara Masamune sampai berkeringat dingin seperti itu sambil menahan betapa panasnya hawa sekitanya.
"Hum?!." Biksu Souji Gedaje sangat heran melihat apa yang mereka lakukan, dan mendengarkan apa dikatakan gadis remaja itu.
"Beraninya kau menulis tentang diriku tanpa izin dariku!." Ingin rasanya Ratu Naga Api mencincang daging Akihara Masamune saat itu juga. "Dan kau berkata kau tidak ingat jika kau telah menulis tentangku?!." Amarahnya sangat bergejolak, seakan-akan hendak membakar disekelilingnya, saking panasnya yang dirasakan. "Sepertinya kau ingin aku panggang hidup-hidup malam ini!." Itulah ancaman yang dikatakan Ratu Naga Api pada pengawal pribadinya. "Apakah kau berpikir kau bisa hidup lagi setelah ini tatsu?!." Ratu Naga Api tidak tanggung-tanggung jika marah, sehingga Kuil Tenkuu No seperti ingin terbakar.
"Panas yang tidak biasa." Biksu Souji Gedaje merasakan hawa yang tidak biasa itu. "Hum?." Ia mencoba memikirkan sebuah kalimat atau ucapan yang ia dengar. "Sebenarnya ada cara yang untuk mengetahui jika dia adalah ratu naga api itu. Jika kau merasakan panas yang berbeda, juga kau melihat ada tanda merah delima naga di dahinya, bukti saat itu ia sedang marah besar, maka dia adalah reinkarnasi dari ratu naga api." Kalimat itu diucapkan oleh ayahnya beberapa tahun yang lalu mengenai Ratu Naga Api yang reinkanasi.
"Ampuni hamba!. Sungguh ampuni hamba!." Akihara Masamune semakin ketakutan dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Sungguh hamba tidak bermaksud seperti itu." Akihara Masamune berusaha melarikan diri, ia tidak mau jadi daging panggang.
"Kau pikir aku akan mengampunimu?!. Kau ini benar-benar pengawal pribadi ku yang sangat kurang ajar!. Berani sekali kau membocorkan tentangku pada orang lain melalui sebuah tulisan!." Ratu Naga Api sangat marah, ia tidak menduga jika pengawal pribadi yang ia percayai malah melakukan kesalahan seperti itu?. Ia mengejar Akihara Masamune, hingga terjadi adegan lari-larian di dalam Kuil Tenkuu No Seiden.
"Hamba hanya mengatakan kebenaran saja. Hamba mohon ampuni hamba gusti ratu!." Dan ia masih sanggup menjawab ucapan Ratu Naga Api?. Apakah ia tidak sayang lagi dengan nyawanya?. Hanya Tatsu saja yang berani menjawab perkataan Ratu Naga Api?.
Sangat tidak baik, dan ingin melenyapkan dirinya sesegera mungkin.
Ryuu Amanae off.
__ADS_1
Next.