RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 37


__ADS_3

...***...


Raja Naga Air pada saat itu benar-benar menunjukkan kekuasaan yang ia miliki. Sungguh ia tidak tanggung-tanggung dalam memberikan ancaman pada mereka yang tidak ingin bergabung dengannya. Tentunya itu menjadi beban yang sangat berat bagi Suku Mizu, mereka benar-benar hidup dibawah tekanan yang sangat kejam. Mereka tidak memiliki hak untuk melawan pada saat itu. Sungguh perbuatan yang sangat kejam dilakukan Suku Naga Air terhadap Suku Mizu.


"Tujuan yang ingin kau lakukan sangatlah salah!." Seorang laki-laki tua yang merupakan pemimpin dari Suku Mizu sangat tidak suka dengan sikap kasar dari Raja Naga Air yang sangat kejam. Hanya pandai mengancam dan tidak suka dibantah sama sekali jika telah memberikan perintah?.


"Kau tidak berhak menyalahkan aku!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. "Kita sama-sama berasal dari suku air, maka kalian harus mendengarkan apa yang aku katakan pada kalian semua!." Bentaknya lagi. Hatinya sangat panas dengan apa yang telah terjadi, sungguh sangat menakutkan untuk mereka hadapi.


"Siapa yang memerintahkan kami seperti itu?. Tidak ada satupun yang boleh berkata seperti itu pada kami." Bantah kakek tua itu. Terjadinya adu mulut antara mereka. Hingga Raja Naga Air benar-benar tidak tahan lagi dengan apa yang terjadi. Raja Naga Air menyiksa semua suku Mizu. Berita itu sampai pada Ratu Naga api dan Raja Naga Api.


Tentunya itu telah memancing amarah keduanya. Keduanya sangat marah karena tindakan yang dilakukan Raja Naga Air yang sangat keterlaluan, hingga pada saat itu terjadi perang yang sangat besar di kota Sukuranburu bagian Selatan.


Kisah yang diceritakan oleh Akihara Masamune tidak bisa dilanjutkan, pada saat itu Ryuu Amane datang dengan raut wajah yang tidak sabaran sama sekali. "Untuk apa kau menceritakan hal yang telah lama berlalu tatsu." Sorot matanya yang sangat tajam membuat Akihara Masamune ketakutan. Siapa yang tidak takut dengan tatapan mematikan seperti itu. Bahkan semut kecil pun akan melarikan diri dari sana karena melihat bagaimana hawa membunuh yang ditunjukkan seorang Ratu Naga Api.


"Eh?. Itu-." Akihara Masamume benar-benar Sangat gugup. Apakah ia telah melakukan kesalahan sehingga Ratu Naga Api melihatnya seperti itu?. "Hamba hanya menceritakan sedikit saja-." Akihara Masamume sedikit gugup Karena Pertanyaan Ryuu Amanae.


"Eh?!." Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora sangat kecewa karena mereka tidak bisa mendengarkan lanjutan kisah itu dengan baik. "Lah?. Kok berhenti sih ceritanya?. Kami masih penasaran nih!." Dalam hati keduanya sangat heran, kenapa Akihara Masamume atau Tatsu berhenti bercerita. Selain itu raut wajahnya terlihat ketakutan. Apakah lanjutan dari cerita itu sangat menakutkan?. Sehingga ia tidak bisa melanjutkan ceritanya?.


"Ada apa tuan tatsu?. Kenapa anda tidak melanjutkan ceritanya?." Mizuno Sora masih penasaran dengan lanjutan kisahnya. "Apakah kau lupa dengan lanjutan ceritanya?." Mungkin saja itu alasan Akihara Masamume berhenti bercerita?.


"Lanjutkan ceritanya tuan tatsu." Mizuaki Sayax juga penasaran dengan lanjutannya. "Aku sangat penasaran dengan lanjutan dari kisah cerita itu. Aku mohon lanjutkan kisahnya." Ia sampai memohon pada Akihara Masamume dengan raut wajah yang sangat lucu.


"Tidak usah banyak bicara. Aku ada keperluan penting saat ini." Kali ini ia menatap tajam ke arah keduanya.


"Eh?." Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora sedikit heran dengan apa yang dikatakan oleh Akihara Masamume. Kenapa tiba-tiba ia berusaha seperti itu?. Sepertinya dia sedang ketakutan, apakah ada sesuatu dari kisah itu sehingga tidak bisa diceritakan?. "Ada apa tuan tatsu?." Tentunya keduanya bertanya-tanya ada apa dengan Akihara Masamume.


"Kegh!. Mereka ini ya?. Apakah mereka tidak menyadari hawa yang panas ini berasal dari siapa." Dalam hati Akihara Masamume berusaha untuk menahan perasaan takut yang ia rasakan pada saat ini. "Apakah kalian tidak lihat hawa membunuh dari ratu naga api?." Dalam hatinya semakin gelisah saat melihat bagaimana Ratu Naga Api saat ini?.


"Tuan tatsu?." Kembali keduanya bertanya karena tidak ada tanggapan dari Akihara Masamume.


"Apakah kalian tidak melihat ke arah sana?." Bisiknya sambil melihat ke arah belakang mereka. Siapa yang telah berdiri di belakang mereka dengan tatapan membunuh. "Apakah kalian tidak melihat bagaimana kemarahan ratu naga api?. Apakah kalian ingin mau jadi daging panggang gratis hari ini?." Bisiknya lagi dengan suara menggigil penuh dengan ketakutan yang luar biasa. Apakah mereka tidak takut dengan kemarahan ratu Naga Api yang telah siap memangsa siapa saja?.


"Hiii!." Keduanya benar-benar bergidik ngeri karena melihat raut wajah Ryuu Amane yang sangat menyeramkan. "Sejak kapan ratu naga api berada di sana?." Mereka sampai bergidik ngeri melihat hawa membunuh dari Ratu Naga Api. "Hawanya sangat menakutkan sekali!." Keduanya benar-benar histeris. Tidak menyadari sama sekali jika Ratu Naga Api berada di belakang mereka dengan hawa membunuh seperti itu.

__ADS_1


"Apakah kau masih ingin melanjutkan ceritanya atau kau ingin menghentikannya tatsu?." Ratu Naga Api atau Ryuu Amanae semakin menatap tajam ke arah Akihara Masamume dengan kode membunuh. "Aku masih ingin mendengarkan bagaimana rangkaian cerita yang kau bacakan tadi." Ratu Naga Api memang terlihat sedang tersenyum, akan tetapi itu adalah senyuman kematian. Jadi jangan harap kau akan selamat jika berani memberikan pilihan yang salah.


"Ahahaha!. Baiklah gusti ratu." Akihara Masamune hanya menurut pasrah, jika ia tidak ingin mengalami hal yang mengerikan. "Hamba akan menghentikannya." Lebih baik ia mencari aman saja. Ia masih ingin menikmati hidup ini. "Silahkan duduk gusti ratu." Akihara Masamume benar-benar sangat ketakutan jika Ratu Naga Api telah menunjukkan kemarahannya.


"Itu lebih baik tatsu." Ratu Naga Api tersenyum kecil, Setelah itu ia ikut duduk bersama mereka. "Kau lebih pengertian seperti biasanya." Lanjutnya lagi. "Tunggu apa lagi?. Segera katakan padaku." Kali ini ia melihat ke ada Biksu Souji Gedaje yang baru saja ikut bergabung dengan mereka semua?. Tadinya ia entah pergi kemana, sehingga ia baru saja ikut bergabung bersama mereka. Namun siapa sangka malah disajikan dengan hawa kemarahan sang Ratu. Apa salah yang telah ia lakukan sehingga ketika ia baru saja duduk ia mendapatkan hawa membunuh yang sangat tidak biasa.


"Baiklah, hamba akan mengantarkan gusti ratu ke tempat itu." Tentunya ia tidak ingin Kuil Tenkuu No Seiden hancur karena kemarahan yang dilakukan oleh Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Aku hanya tidak ingin Kuil ini hanya tinggal nama saja karena tindakan ratu naga api." Dalam hatinya mecoba untuk tetap tegar, walaupun banyak hal yang ia khawatirkan pada saat itu. "Ternyata memang benar. Kemarahan ratu naga api seperti gunung berapi yang siap meletus kapan saja." Dalam hatinya merinding mengingat itu semua. "Semoga saja kami selalu selamat dari ancaman kematian yang ditebarkan ratu naga api." Dalam hatinya benar-benar sangat takut kemarahan dari Ratu Naga Api. Ia tidak bisa membayangkan dirinya dibakar hidup-hidup oleh api kemarahan Ratu Naga Api.


"Itu lebih bagus." Ryuu Amane sangat senang mendengarnya. Itu artinya ia tidak perlu susah-susah payah untuk memberi kode pada meraka semua. "Jadi aku tidak perlu menggunakan cara kekerasan untuk membuatmu berbicara." Ratu Naga Api atau Ryuu Amanae sangat senang mendengarnya. "Ceritakan padaku dengan jelas, supaya aku memahami apa yang aku dengar nantinya." Ratu Naga Api tersenyum kecil. Ia tidak ingin menungggu terlalu lama, karena ia tidak suka memikirkan masalah dengan wajah mengkerut hanya untuk menemukan sebuah solusi.


"Lalu bagaimana dengan kami?. Apakah kami tidak mendengarkan lanjutan kisah itu?." Mizuaki Sayax sangat memohon dengan sangat pada Ryuu Amane.


"Kami mohon katakan apa yang tejadi pada saat?. Kami sangat ingin mendengarkan cerita tentang kisah yang tejadi sebenarnya." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang sangat cemas luar biasa.


"Apakah kalian tidak bisa menunggu?. Kami masih memiliki masalah yang jadi segera aku selesaikan." Ryuu Amane sangat marah dengan apa yang terjadi?. "Jika kalian ingin terburu-buru. Pergi ke alam lain, maka akan aku lakukan dengan senang hati." Ratu Naga Api memperlihatkan bara api ditangannya, membuat mereka semua takut.


"Kalian ini ya. Masih saja belum mengerti dengan kemarahan ratu naga api." Dalam hati Akihara Masamume dan Biksu Souji Gadeja berdoa supaya mereka selamat dari kemarahan Ratu Naga Api pada hari itu.


...***...


Sementara itu, pemerintah sepertinya masih belum puas, jika mereka belum menerima kabar dari Biksu Souji Gedaje. Perasaan mereka sangat gelisah, karena ini menyangkut banyak nyawa yang harus diselamatkan. Belum lagi media yang kadang-kadang menyerang mereka dengan tiba-tiba menanyakan hal yang mustahil yang akan mereka lakukan.


"Kita ini hanyalah manusia biasa. Apa yang bisa kita lakukan?. Apakah kita tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa kita gunakan untuk melawan hal yang gaib seperti itu?." Keluh Masumi Kenzo dengan nada prustasi. Rasanya ia ingin menangis kerena tidak bisa memikirkan hal yang rumit seperti ini. "Kenapa justru orang-orang yang memiliki kemampuan seperti itu tidak mau membantu kita yang tidak memiliki apa-apa ini?." Hatinya sangat sakit membayangkan itu semua. "Jika saja aku bisa melakukan itu, untuk apa aku meminta bantuan darinya?. Lebih baik aku sendiri yang melakukannya." Ia benar-benar merengek dengan nasib yang ia hadapi saat ini. Rasanya ia benar-benar tidak berguna sebagai orang yang sangat penting di kota Sukuranburu Selatan.


"Entahlah. Aku juga tidak pernah berpikir akan menghadapi masalah yang rumit ini." Murasaki Abeno juga hampir terlihat stres karena masalah ini. "Ini sangat aneh, tidak baik untuk kita yang tidak memiliki kekuatan gaib untuk melawan hal yang gaib." Murasaki Abeno juga mengeluh. Sampai hari ini ia belum juga menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang tejadi di kota Sukuranburu Selatan.


"Um. Hanya berharap pada biksu pemarah itu, mungkin kita memang harus mencari dukun yang lebih manjur?." Saking tidak bisa berpikir, Masumi Kenzo memberi saran seperti itu pada Murasaki Abeno?. "Kenapa biksu pemarah itu tidak bisa membantu kita, dan bahkan dia tidak memberi laporan pada kami dengan apa yang telah dilakukannya?. Menunggu hal yang tidak pasti itu sangat menyakitkan." Rasanya ia ingin menangis dengan apa yang telah terjadi.


Keduanya benar-benar mengeluh dengan apa yang telah mereka alami. Keduanya benar-benar mengeluarkan perasaan sesak dan gelisah yang mereka rasakan pada saat itu. Apakah mereka benar-benar tidak bisa melakukan apapun yang terjadi pada negeri ini.


"Baiklah, jika cara itu bisa membantu kita keluar dari masalah gaib, kita bisa mencobanya." Murasaki Abeno langsung saja menyetujui apa yang dikatakan Masumi Kenzo?.


"Semoga saja biksu pemarah itu bisa membantu kita semua." Dalam hati Masumi Kenzo sangat berharap dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Apakah mereka benar-benar prustasi karena tidak bisa melakukan apapun?. Apakah mereka benar-benar telah pada titik jenuh?. Temukan jawabannya.


...***...


Sementara itu, Ryuu Amane dan yang lainnya berada di bangunan kuno tersembunyi yang berada di kota Sukuranburu bagian selatan. Sungguh bangunan yang lumayan untuk dilihat, sungguh sangat megah?. Biksu Souji Gadeja akhirnya mengatakan padanya dimana tempat yang ingin ia temui pada saat itu, apakah ia harus menggunakan kekerasan jika menginginkan sesuatu?. Baiklah, jika memang itu sangat ampuh, maka akan ia lakukan. Padahal ia hanya ingin memastikan apakah mereka semua masih berada di sana atau tidak. Mereka yang dulunya sangat setia padanya, hanya itu saja yang ia inginkan.


"Rasanya aku sangat merindukan masa itu." Dalam hati Ryuu Amane merasakan kerinduan yang sangat dalam di bangunan tua itu. "Suasana ketika dulu rasanya jauh berbeda dengan masa kini." Ryuu Amanae masih merasakan suasana yang dahulu, ketika masa-masa yang tidak bisa ia lupakan begitu saja.


"Hn?." Mereka semua sedikit bingung dengan Ryuu Amane yang tidak ragu untuk masuk ke dalam bangunan itu. "Apa yang sebenarnya yang diinginkan ratu naga api datang ke sini?." Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran mereka saat melihat apa yang dilakukan Ratu Naga Api dengan melihat-lihat keadaan sekitar.


"Sepertinya gusti ratu sangat merindukan tempat ini." Entah kenapa Akihara Masamune dapat merasakan itu. "Tempat yang membuatnya menjadi ratu yang paling disegani oleh rakyat serta pemerintahan istana." Akihara Masamume sedikit ingat dengan masalah itu.


"Eh?." Biksu Souji Gedaje, Muzaki Sayax dan Mizuno Sora sedikit terkejut. Mereka heran dengan apa yang dilakukan Ryuu Amanae atau Ratu Naga Api. Mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Ryuu Amanae pada saat itu.


"Apakah kalian tidak melihat ada simbol naga api di sana?." Akihara menunjuk ke arah dua patung naga api. "Itu adalah bekas istana Naga Api yang sangat besar di masa itu." Lanjutnya dengan penuh kebanggaan. "Istana yang dijaga oleh ratu naga api saat itu." Akihara Masamume atau Tatsu masih ingat dengan itu.


"Lalu kenapa gusti ratu naga api ingin ke sini?. Apakah ada sesuatu yang ingin ia lakukan?." Mizuaki Sayax sangat penasaran dengan itu. "Itu sudah sangat lama sekali." Ia sangat kagum dengan apa yang ia dengar.


"Bisa jadi seperti itu." Jawab Akihara Masamune tidak yakin. Mereka semua memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane. Sepertinya ia sedang berdiri di tengah-tengah halaman sebuah bangunan yang berbentuk istana megah itu.


"Aku dapat merasakannya. Mereka yang masih setia yang berada di sini, serta mereka yang menjaga tempat ini." Dalam hati Ryuu Amanae mencoba untuk meresapi energi yang ada di bangunan tua itu. Ia memejamkan matanya untuk mencoba lebih fokus lagi.


"Sebenarnya apa yang sedang ingin ia lakukan?." Dalam hati Mizuaki Sayax sedikit heran. Apalagi ketika melihat Ryuu Amane memberi hormat?. Apa yang ia lakukan?.


"Apa yang ingin ia lakukan sebenarnya?. Apakah dia sedang bertapa?. Tapi rasanya tidak mungkin." Dalam hatinya bingung melihat Ryuu Amane saat ini.


"Apakah gusti ratu mencoba memanggil sukma yang masih berkeliaran di sekitar sini?." Dalam hati Akihara Masamune entah kenapa dapat merasakan itu.


"Entah kenapa tiba-tiba saja energi di sekitar sini menjadi aneh, dan terasa sangat panas." Dalam hati Biksu Souji Gedaje merasakan hal yang berbeda. "Apakah ini adalah panggilan Sukma untuk mereka yang sudah lama berada di sini?. Hanya memanggil mereka saja untuk menampakkan diri saja. Mereka yang telah menunggu sejak lama di sini." Dalam hatinya seakan-akan melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apa yang dilakukan Ratu Naga Api sebenarnya?. Apa tujuannya datang ke tempat bangunan kuno itu sebenarnya?. Mereka sama sekali tidak bisa menebaknya. Bahkan Akihara Masamume atau Tatsu saja belum yakin dengan apa yang dilakukan Ratu Naga Api saat ini. Apakah Ratu Naga Api mencoba untuk membangkitkan sesuatu yang gaib?. Belum bisa dipastikan apakah memang seperti itu yang terjadi. Simak terus ceritanya. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2