RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 103


__ADS_3

...***...


Pukul 7.30 pagi.


Ratu Naga Api atau Ryuu Amane baru saja memasuki gerbang sekolah. Suasana hatinya Pada saat itu benar-benar sangat terganggu Karena memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan wadah yang sangat cocok, untuk membantu suaminya Raja Naga api untuk segera reinkarnasi. Ia sangat khawatir, Raja Naga Air akan segera melakukan hal yang lebih mengerikan dari apa yang ia bayangkan selama ini.


"Gusti ratu. Raut wajah gusti ratu terlihat sangat, loh?." Bisik Akihara Masamume.


"Hm." Ratu Naga Api memperhatikan sekitarnya. Memang mereka semua takut dengan apa yang telah ia lakukan?. Berjalan masuk ke dalam area sekolah dengan raut wajah yang sangat menyeramkan. "Aku sama sekali tidak peduli." Ucapnya dengan sangat cuek.


Akihara Masamume hanya mengeluh dalam hatinya saja. "Mau diapakan lagi." Akihara Masamume benar-benar sangat pasrah dengan apa yang telah terjadi.


...***...


Sementara itu di kuil Tenkuu No Seiden.


Raja Naga Api tentunya bersama Bisku Souji Gadeja. Suasana hati mereka benar-benar sangat gelisah memikirkan itu semua.


"Tidak semua yang kita inginkan akan kita dapatkan." Entah kenapa pada saat itu Raja Naga Api merasa sangat pesimis. "Takdir hidup perjuangan seseorang yang ingin hidup lebih baik, memang tidak sesuai dari apa yang ia bayangkan. Takdir seseorang memang sangat kejam, mempermainkan seseorang, ketika seseorang membayangkan apa saja yang ia inginkan. Akan tetapi apa yang ia inginkan sangat berbeda dengan kenyataannya." Raja Naga Api merasa sangat bimbang dengan apa yang menimpa dirinya.


"Takdir memang kejam, karena apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan harapan." Tentunya Biksu Souji Gadeja dapat merasakan itu. "Tapi dengan adanya takdir, seseorang akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dengan berusaha dan merasa penasaran, sekaligus merasa tertantang, terkadang seseorang akan melawan takdir. Mendapatkan apa yang ia inginkan, seseorang akan menggunakan cara apapun demi mengubah takdir hidupnya." Biksu Souji Gadeja masakan hal yang sangat berbeda ketika ia mengusahakan sesuatu.

__ADS_1


Raja Naga Api menatap langit pagi yang masih indah. "Aku telah menyerah dengan takdirku." Hatinya sungguh tidak menyangka dengan apa yang semua terjadi. "Setelah terpisah ribuan tahun lamanya, tersegel dalam bentuk batu. Aku tidak menduga jika aku akan kembali bertemu dengan seseorang yang sangat aku cintai. Apakah itu juga takdir yang aku terima meskipun aku tidak menginginkannya?." Dengan suasana hati yang sangat gelisah ia berkata seperti itu.


"Ya. Takdir akan terjadi begitu saja, walaupun kita tidak menginginkan itu." Biksu Souji Gadeja memang dapat merasakan apa yang dirasakan Raja Naga Api. "Untuk saat ini, takdir yang mulia adalah menyelesaikan masalah di masa lalu yang disebabkan oleh raja naga air yang sangat kejam." Dengan senyuman yang ramah ia berkata seperti itu.


"Ya, mungkin kau benar." Meskipun terasa sangat berat, ia mencoba untuk menerima itu semua dengan suasana hati yang sangat gelisah dan tidak bisa ia bayangkan, takdir apa yang akan ia hadapi jika memang ia berhasil reinkarnasi.


***


Di satu sisi.


Masato Jin sedang berada di sebuah tempat, ia melihat orang-orang yang menghadapi masalah di dalam hidupnya. Dengan kekuatan yang ia miliki, tentunya ia dapat melihat itu dengan sangat mudahnya. "Hati manusia memang sangat lemah." Antara benci dan heran, itulah yang ia rasakan pada saat itu. Benci dengan kelemahan yang dimiliki manusia, juga heran dengan mereka yang sangat rapuh. "Tidak bisa melindungi diri sendiri. Memang sangat bodoh dan menyebalkan." Dalam hatinya sangat kesal. "Jika saja ini bukan demi mencari wadah yang sangat cocok untuk raja naga air, aku tidak akan melakukan ini." Ia sangat tidak suka dengan apa yang ia lakukan pada saat itu.


...***...


"Mereka terlihat sangat santai sekali ya?." Mizuno Sora merasa iri dengan sikap mereka yang seakan-akan tidak pernah mengalami apapun.


"Mau bagaimana lagi." Mizuaki Sayax menghela nafas panjang. "Jika mereka memiliki kekuatan yang sama seperti kita, mungkin mereka akan membantu kita." Ucapnya dengan perasaan yang sangat lelah." Mungkin kita tidak akan seperti ini." Mizuaki Sayax bener-benar mengeluh.


"Ya, kau benar juga." Mizuno mencoba untuk memahami apa yang telah terjadi. "Jika memang seperti itu, kita memang harus menyelesaikan masalah ini dengan sangat baik. Supaya kita tidak lagi berhubungan dengan hal-hal yang sangat menyebalkan ini." Mizuno Sora sedang berusaha untuk mengendalikan amarahnya yang sangat kesal dengan apa yang telah terjadi selama ini.


"Ya." Mizuaki Sayax juga merasakan perubahan itu. "Aku tidak akan memaafkan orang-orang jahat sesuka hati mereka membuat masalah di dunia ini." Dengan perasaan yang sangat kesal ia berkata seperti itu.

__ADS_1


Sungguh suasana yang tidak terduga telah mereka hadapi selama ini. Mereka yang hidup di zaman modern harus berurusan dengan orang-orang lama yang memiliki ambisi yang sangat buruk.


...***...


Saat jam istirahat.


Ratu Naga Api atau Ryuu Amane sedang memperhatikan kondisi sekitarnya. Akan tetapi pada saat itu Atsui Akamaru datag menghampirinya.


"Sepertinya kau memiliki urusan yang sangat penting, sehingga kau datang menemui aku di sini." Dari senyumannya, Ratu Naga Api sepertinya dapat membaca pikiran Atsui Akamaru.


"Orang yang memiliki kekuatan yang berbeda dengan manusia biasa memang sangat luar biasa." Atsui Akamaru tidak dapat menghindari itu.


Saat itu mereka diam sejenak, karena ada perasaan canggung yang dirasakan oleh Atsui Akamaru. ”Saat itu aku melihatmu bertarung dengan seseorang.” Ucapnya sambil mengingat kejadian hari itu. "Meskipun aku telah berusaha untuk melupakannya akan tetapi tetap saja aku tidak bisa." Ia memberanikan dirinya untuk berbicara seperti itu.


”Jadi karena itu kau merasa penasaran?. Sehingga kau mendesak ku untuk mengatakan siapa aku yang sebenarnya?.” Ryuu Amane mulai mengerti dengan situasinya.


"Bisa dibilang seperti itu." Atsui Akamaru hanya mengiyakan saja. ”Aku sangat cemas sebenarnya pada Ryuu kun. Hanya saja aku tidak bisa membantunya sama sekali.” Itulah yang menjadi kendalanya.


Ryuu Amane menghela nafasnya dengan pelan. "Kau ini lambat sekali dalam bertindak.” Ryuu Amane menahan dirinya. "Dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.” Ryuu Amane merasa bersalah.


”Kalau begitu, berikan aku kesempatan untuk memberikan cinta padanya.” Atsui Akamaru tanpa ragu berkata seperti itu.

__ADS_1


Bagaimana tanggapan Ratu Naga Api nantinya?. Apakah akan marah atau menerimanya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.


...***...


__ADS_2