
...***...
Ryuu Amanae on.
Dalam ulasan kali ini, aku dapat merasakan bagaimana kemarahan yang sangat membara. Sungguh sangat tidak enak untuk dirasakan, karena bukan hanya dari remaja yang aku rasuki saja, melainkan dari beberapa remaja lainnya yang merasa tidak nyaman dengan apa yang telah aku lakukan pada mereka?. Sepertinya mereka sangat terkejut ketika aku melakukan perlawanan pada mereka semua. Tapi pada saat itu aku benar-benar merasakan sensasi kemarahan yang sangat luar biasa.
"Baru seperti itu kau malah melunjak anak bodoh!."
Lagi, kali ini Karin yang terkena sepakan yang sangat keras. Mereka semua benar-benar tidak menyangka jika Ryuu Amane, siswi yang sering tertindas saat ini melakukan perlawanan?. Saat itu Atsui Akamaru, dan kedua temannya memperhatikan itu. Mereka juga terkejut melihat perubahan yang dialami oleh Ryuu Amane.
"Heh!. Sepertinya si lemah itu mulai muak setelah ditindas selama ini." Mitsuya Chitose melihat itu. Ada perasaan aneh yang ia tangkap melihat perubahan Ryuu Amane.
"Siapa yang tidak muak jika ditindas seperti itu setiap harinya?. Aku pun juga bisa jika diperlakukan seperti itu." Kazuki Hideki melihat kerumuman itu dengan tatapan bosan.
"Apakah kalian masih punya waktu untuk membahas masalah itu?. Lebih baik kerjakan yang lain." Atsui Akamaru juga bosan melihat itu. "Kalau begitu kita tinggalkan saja kelas yang membosankan ini." Ia melangkah pergi meninggalkan kelas itu. Ia memang tidak betah dengan suasana yang seperti itu.
"Haik!. Atsui sama!." Keduanya hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Atsui Akamaru. Mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu. Malas juga berlama-lama di sana, itulah yang ada dipikiran mereka saat ini.
Di sisi lain, Tatsu sangat kagum dengan apa yang dilakukan junjungannya itu. "Oh!. Gusti ratu!. Kau sangat hebat sekali, hajar saja mereka dengan kekuatan anda yang luar biasa itu." Tatsu yang memperhatikan dari tadi dengan jarak yang aman. Cukup lama ia tidak melihat Ratu Naga Api menggunakan kekuatannya.
"Ekhm!." Kazuo Fujitora memberi kode pada Akihara Masamune atau Tatsu, sehingga ia tersadar bahwa jam pelajaran telah dimulai. Sementara itu ia melihat kekacauan sedang terjadi di kelas itu.
"Hadeh!. Ternyata pelajarannya dah mulai toh!." Dengan terpaksa Tatsu bergegas meninggalkan tempat. "Maaf ya gusti ratu. Nanti hamba akan kembali jika jam istirahat nanti. Hamba harap gusti ratu tidak menghancurkan sekolah ini karena tidak bisa mengendalikan amarah gusti ratu." Tatsu segera pergi dari sana, karena ia tidak ingin merepotkan Akihara Masamune saat ini. "Dan kalian semua, aku harap kalian masih hidup sampai nanti siang sebelum aku kembali." Ia meninggalkan tempat sambil meninggalkan pesan yang sama sekali tidak tersampaikan pada mereka semua.
"Eh?. Apakah gusti ratu naga api sangat menakutkan?." Akihara sang pemilik tubuh asli yang sempat berkomunikasi meskipun sesekali saat ini bertanya pada Tatsu.
"Jangan tanyakan lagi, dia adalah wanita yang sangat menentukan jika marah. Karena itulah kau jangan sampai membuatnya marah." Dengan langkah seribu ia membawa Akihara Masamune menuju kelasnya.
Tapi yang membuat aku heran, kenapa Tatsu sama sekali tidak membantuku?. Bukankah dia adalah pengawal pribadiku?. Tapi kenapa dia sama sekali tidak bergerak?. Bahkan karena terlalu mengikuti alur cerita aku lupa bahwa aku ingin membakarnya karena dia sama sekali tidak berguna pada saat itu.
Sementara itu di kelas.
"Kalian semua!. Apa yang telah kalian lakukan?!." Dengan nada yang sangat tinggi ia menghentikan semua yang mereka lakukan.
"Dia telah melakukan kekerasan pada kami!. Dia sangat kejam sekali sensei!."
"Lihatlah kazuo sensei!. Kami sampai terluka seperti ini karena dia!."
"Dia sebenarnya adalah iblis yang sangat jahat. Kami sangat tidak tidak suka dengan anak haram seperti dia!."
Mereka semua mengadu pada Kazuo Fujitora sebagai guru yang mengajak pada hari itu di kelas 12C. Mereka semua telah berkata dusta mengenai Ryuu Amane.
"Kalian ini yang selalu menggangunya. Kenapa kalian malah menyalahkannya?." Kazuo Fujitora sangat percaya jika Ryuu Amane adalah siswi yang sangat baik, akan tetapi ada hal yang tidak bisa ia hindari pada saat itu.
"Sensei!. Apakah sensei lupa?!. Jika sensei itu hidup diatas uang kami!. Jadi jangan coba-coba untuk membelanya!."
__ADS_1
Mereka semua menatap tajam ke arah Kazuo Fujitora yang merupakan guru mereka. "Kegh!." Kazuo Fujitora sangat kesal mendengarkan apa yang mereka katakan. "Kau!. Kenapa kau selalu berbuat ulah?. Jika kau tidak betah berada di sekolah ini!. Kau pergi saja!. Jangan menyusahkan aku!." Dengan perasaan yang sangat kesal ia malah menunjuk ke arah Ryuu Amane.
"Kalian ini benar-benar kurang ajar!. Berani sekali kalian menyalahkan aku?!." Bentak Ryuu Amane dengan suara yang tak kalah tinggi. Mereka semua sangat terkejut melihat hawa api merah menyelimuti tubuh Ryuu Amane pada saat itu. "Jika kalian masih ingin hidup!. Akui saja itu adalah kesalahan yang telah kalian lakukan!. Jangan kalian melimpahkan kesalahan kalian padaku!." Hawa Api Merah itu semakin membesar, dan yang parahnya semakin berkobar kuat. Seisi kelas menjadi panik karena kejadian itu, mereka tidak bisa melarikan diri dari kelas itu.
Saat itu seisi kelas hampir saja jadi daging panggang jika Ryuu Amane tidak segera menghentikan kemarahan yang dirasakan oleh Ratu Naga Api.
"Hyaah!."
Saat itu api merah menyala berkobar di dalam ruangan itu.
"Hentikan!. Jangan sakiti mereka semua!." Ryuu Amane menerjang tubuh Sukma Ratu Naga Api.
Rasanya aku benar-benar tidak tahan dengan sikap mereka yang seperti itu. Tidak hanya di masa ini, masa dulu, sama saja. Mereka semua benar-benar ingin aku bakar hidup-hidup, aku benar-benar ingin menghabisi mereka semua pada saat itu. Berani sekali mereka melakukan itu padaku, sehingga mereka dengan semena-mena mengatakan jika aku lah yang telah membuat mereka merasa direndahkan?. Apalagi pada saat itu Ryuu Amanae, gadis remaja itu telah menghentikan aku agar aku tidak membakar mereka semua. Harusnya mereka semua bersyukur karena aku benar-benar tidak menunjukkan kemarahan yang aku rasakan pada saat itu.
Tatsu segera berlari menuju kelas 12C saat ia mendengarkan bunyi bel istirahat. Ia tidak peduli beberapa siswa yang berteriak marah padanya. Tujuannya sekarang adalah melihat Ratu Naga Api, apakah mereka semua masih hidup atau tidak?. Kepalanya terasa sangat sakit membayangkan apa yang ada di dalam dipikirannya saat ini.
"Semoga saja gusti ratu tidak mengamuk, semoga saja mereka tidak menjadi manusia panggang." Dalam hatinya berdoa supaya mereka semua masih aman.
Brak!!!.
Tanpa basa-basi lagi ia mendobrak pintu itu dengan sangat kuat. Hingga membuat mereka semua terkejut, melihat ke arahnya. Akan tetapi ia tidak peduli sama sekali, karena tujuan utamanya adalah Sukma Ratu Naga Api yang kini telah menemukan tempat reinkarnasinya?.
"Semuanya aman?." Dalam hatinya memperhatikan mereka yang sedang tercengang melihat kedatangannya?. "Jadi mereka masih hidup?." Dalam hatinya memperhatikan mereka semua.
"O!. Kau siapa?."
"Eh?. Mereka semua masih hidup?." Dalam hatinya sedikit berdebar-debar memperhatikan mereka yang masih berada di ruangan kelas?. "Mereka masih utuh?." Ia kembali mengulang pertanyaan yang sama hanya untuk memastikan mereka semua belum jadi daging panggang.
"Hoi?. Kau siapa?. Kenapa kau masuk ke sini?."
Lagi, pertanyaan itu ia dengar. Apalagi tatapan mereka yang terlihat aneh padanya.
"Berisik!. Aku tidak aku tidak ada urusannya denganmu!." Ia malah membentak entah siapa yang bertanya padanya. Kali ini ia berhenti di hadapan Ryuu Amane. "Ikuti aku. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Ia segera menarik tangan Ryuu Amane. Tentunya seisi kelas gempar melihat itu. Apakah ada hubungan khusus diantara mereka?. Mereka semua melihat kepergian Akihara Masamune dan Ryuu Amane. Mereka hanya diam saja, karena bagi mereka dua orang itu sama bodohnya.
Aku juga sangat kesal pada Tatsu, setelah apa yang terjadi?. Melarikan diri ketika ratunya sedang mengalami masalah, dan dia malah kembali dengan raut wajah seakan-akan aku telah membakar mereka semua?. Bahkan aku ingin membakarnya saat itu. Sayangnya author yang tidak berwujud ini tidak mengizinkannya.
Tatsu atau Akihara Masamune membawa Ryuu Amane ke tempat yang aman. Ia membawa Ryuu Amane ke gudang belakang sekolah.
"Apa yang kau lakukan tatsu?. Kenapa kau malah menyeretku ke sini?!." Ryuu Amane menepis kuat tangan Akihara Masamune.
"Oh?. Rupanya gusti ratu telah mendapatkan wajah untuk reinkarnasi. Hamba sangat senang mendengarnya." Ia memberi hormat pada Ryuu Amane. Raut wajah penuh kebahagiaan sangat tergambar dengan jelas di wajahnya.
"Aku memang telah menemukan wadah yang baik." Ryuu Amane memperhatikan bagian tubuhnya yang terasa ringan. "Tapi karena kebaikannya itu aku telah menggunakan kekuatan ku untuk menghapus ingatan mereka semua setelah aku hampir saja memanggang mereka semua!." Namun setelah itu amarahnya malah meledak-ledak tidak menentu.
"Ahaha!. Sabarlah gusti ratu. Jangan terlalu terbawa emosi. Bisa gawat jika ada yang mengetahui jika gusti ratu adalah ratu naga api." Akihara Masamune tidak bisa menghentikan tawanya karena melihat ekspresi lucu dari Ratu Naga Api atau Ryuu Amane saat ini.
__ADS_1
"Hmph!." Ryuu Amane memalingkan wajahnya. Ia sangat kesal karena ditertawakan oleh Akihara Masamune. Namun pada saat itu ada sesuatu yang aneh terjadi.
Deg!!!.
Pada saat sukma mereka bertemu, Ratu Naga Api dan Ryuu Amane. Mereka tidak menduga jika mereka bertemu disaat yang seperti itu?. Tentunya mereka bertemu di alam sukma yang ada di dalam tubuh Ryuu Amane.
"Kamu siapa?. Kenapa kau berada di dalam tubuhku?." Ryuu Amane bertanya-tanya. Matanya melotot tidak percaya saat matanya menangkap ada seseorang yang sangat mirip dengannya?.
"Aku adalah ratu naga api." Jawab Ratu Naga Api.
"Ratu naga api?." Ryuu Amane mengulang perkataan Ratu Naga Api.
"Ya, aku ratu naga api." Jawabnya dengan sabar. "Saat ini aku hanya berbentuk sukma saja. Akan tetapi ada sesuatu yang menyeretku ke dalam tubuhmu, sehingga aku bisa reinkarnasi." Lanjutnya sedikit menjelaskan keadaan yang ia alami.
"Sesuatu yang menyeretmu?. Reinkarnasi adalah lahir kembali ya?." Ryuu Amane kembali memberikan pertanyaan. Dan kali ini ia bertanya dengan dua pertanyaan beruntun.
"Ya, itulah yang terjadi. Tapi aku tidak bisa menjelaskan padamu saat ini." Ratu Naga Api memang tidak bisa menjawabnya.
"Jadi aku adalah wadah mu sekarang?. Apakah kau akan menggunakan tubuhku untuk hidup kembali?." Ryuu Amane terus bertanya.
"Ya, memang seperti itulah yang terjadi." Jawab Ratu Naga Api seadanya. "Siapa namamu?. Apakah kau keturunan dari naga?." Karena penasaran Ratu Naga Api langsung bertanya karena ia melihat mimpi Ryuu Amane dikejar naga api, serta ada tanda naga api di telapak tangan kanannya.
"Keturunan dari naga?. Apakah aku terlihat keturunan naga api?." Dengan raut wajah yang sangat polos ia bertanya seperti itu pada Ratu Naga Api.
"Jangan mengulangi perkataanku!. Goaaarrrrh!." Amarahnya memuncak karena ia sangat kesal. "Jangan menjawab pertanyaan dariku dengan pernyataan!. Kau ini sangat bodoh atau apa manusia!." Amarahnya meledak-ledak karena Ryuu Amane.
"Hiyaaaaah!." Ryuu Amane sangat takut ketika melihat wujud Ratu Naga Api yang asli. Naga berwarna Merah menyala dengan corak hitam dan putih belang. Intinya Ryuu Amane sampai pingsan karena ia sangat terkejut melihat itu, sehingga kesadarannya menghilang seketika saat melihat wujud asli Ratu Naga Api.
Sementara itu Akihara Masamune atau Tatsu saat ini sedang panik, karena tiba-tiba saja Ryuu Amane pingsan. Ia segera membawanya ke UKS. Ia takut terjadi sesuatu pada Ryuu Amane atau Ratu Naga Api.
"Sebenarnya apa yang terjadi?!. Kenapa malah pingsan?." Akihara bertanya-tanya dalam hatinya. "Apakah terjadi sesuatu?. Apakah gusti ratu tidak cocok dengan wadahnya ini?." Ia sangat panik, hingga tidak bisa memikirkan hal yang lain selain memikirkan keselamatan dari ratu Naga Api.
Dan saat itu untuk pertama kalinya aku bertemu langsung dengan pemilik tubuh remaja itu. Raut wajahnya yang penuh kesedihan, pasrah akan keadaan sangat mendominasi pada saat itu. Aku sangat kasihan padanya, sehingga aku merasa sangat bersimpati padanya.
"Jadi anda adalah ratu naga api?." Ryuu Amane masih penasaran apakah benar wanita cantik itu wujud aslinya adalah Naga Api?. "Apakah benar anda adalah naga api?. Tapi anda terlihat seperti manusia biasa." Entah kenapa Ryuu Amane malah cerewet saat ini.
"Kau masih tidak percaya?. Goaaarrrrh!." Ratu Naga Api sampai berubah wujud seperti itu hanya untuk membuktikan dirinya adalah naga api?.
"Hyaaa!." Ryuu Amane sampai berteriak sangat keras, saking takutnya dengan apa yang ia lihat saat ini. Naga Api?. Warnanya merah menyala seperti api yang membara, serta memiliki mahkota merah di kepalanya. Sungguh sangat luar biasa sekali, namun membuat buku kuduk merinding melihat itu.
"Sebenarnya aku adalah manusia sama seperti kau. Hanya saja aku memiliki kemampuan unik, dapat mengubah diriku menjadi naga Api." Dalam hatinya malas mengatakan yang sebenarnya pada Ryuu Amane. "Kenapa kau malah ketakutan?." Ratu Naga Api sangat kesal saat ia melihat raut wajah Ryuu Amane.
Tapi dia masih belum faham, jika aku adalah Ratu Naga Api. Sangat menyebalkan!.
Amanae off.
__ADS_1
...***...