
...***...
Pukul 23.30 malam.
Waktunya untuk istirahat?. Akan tetapi tidak untuk Ryuu Amane dan Akihara Masamune. Saat ini mereka sedang mencari keberadaan Uzumaki Araumi. Mereka tidak akan membiarkan wanita itu melakukan kejahatan lagi .
Mereka bertemu di kuil Tenkuu No Seiden untuk berdiskusi dengan Biksu Souji Gedaje. Karena mereka telah berjanji akan melakukannya bersama-sama. Meskipun sebenarnya ia adalah seorang biksu, namun ia masih sangat muda, baru berusia dua puluh lima tahun. Namun karena kemampuan spiritual yang ia miliki, ia memiliki kemampuan untuk melakukan itu.
"Nona telah datang. Seperti yang saya harapkan." Biksu Souji Gedaje sangat senang melihat kedatangan Ratu Naga Api.
"Diam!. Aku tahu apa yang kau pikirkan saat ini!." Ryuu Amane sangat kesal melihat raut wajah Biksu Souji Gedaje yang penuh kemenangan. "Rasanya aku ingin membunuhmu sekarang juga!." Ia telah mengeluarkan pedang Naga Api pelebur Jiwa. "Berani sekali kau menyembunyikan keberadaan suamiku sendiri!." Hatinya sangat sakit mengingat itu. Tenyata Biksu Souji Gedaje mengetahui dimana keberadaan Tugu Raja Naga Api.
"Ahahaha!. Ayolah gusti ratu naga api. Saya hanya meminta bantuan saja. Toh imbalannya dengan memberikan informasi dimana tugu raja naga api berada." Biksu Souji Gedaje sebenarnya sangat takut dengan ancaman itu, hingga ia menyembunyikan perasaan takut itu Dengan tawanya yang aneh. "Itu yang namanya adil." Ia hanya ingin melihat kekuatan Ratu Naga Api secara langsung, apakah cara yang ia lakukan itu salah?.
"Berisik!. Sebaiknya kau diam saja!. Dan kau malah diam saja?. Kau ini tidak berguna sama sekali!." Ia tarik kuat baju Biksu Souji Gedaje untuk mengungkapkan betapa marahnya ia saat ini.
"Oh!. Apakah salah hamba diperlukan seperti ini?." Biksu Souji Gedaje hanya pasaran hanya pasrah saja.
"Gustu ratu. Hamba harap tenanglah sedikit." Akihara Masamune bahkan sangat prihatin melihat itu.
"Siapa yang menyuruhmu berbicara?." Kali ini ia melihat ke arah Akihara Masamune dengan tatapan membunuh. "Jika memang kau yang menulis buku itu, harusnya kau mengetahui lokasi tugu itu!. Sehingga aku tidak melakukan hal bodoh seperti ini!." Api amarah telah membakar jiwa Ratu Naga Api.
"Mari kita sama-sama berdoa. Semoga saja bisa selamat dari maut." Keduanya malah dramatis. Tentunya itu membuat Ratu Naga Api semakin ingin membunuh kedua orang itu hidup-hidup.
"Aku tidak akan segan-segan lagi rasanya ingin membunuh kalian berdua." Ucap mereka dengan penuh semangat.
Apakah mereka akan selamat dari amukan Ratu Naga Api?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1
Di sisi lain.
Uzumaki Araumi saat ini sedang bergerak, karena ia ingin menambah jumlah tumbal untuk Raja Agung Naga air. Saat ini, di tengah malam yang sangat ramai, ia menyeringai dengan lebarnya. Ia tidak dapat menahan hasratnya untuk tidak menjadikan mereka tumbal yang sangat baik. "Jadi mereka telah menyebarkan tentangku ke publik?." Ia mengetahui informasi itu dengan sangat jelas. "Tapi tidak semudah itu kalian menangkap ku." Senyumannya sangat menakutkan untuk dilihat oleh manusia biasa.
"Mereka pasti akan membuat proses reinkanasi yang mulia agung naga air." Senyumannya begitu lebar membayangkan itu semua terjadi begitu nyata. "Rasanya aku sangat tidak sabar lagi melihat yang mulia raja agung naga api bangun dengan gagahnya." Dalam khayalannya saat ini ia melihat bagaimana ketampanan Raja Naga Air.
"Mereka sangat bodoh dan tidak berguna sama sekali, hanya mencari kesenangan saja. Akan lupa jika ia bahagia karena kesedihan yang ia rasakan." Dalam hatinya heran dengan sikap manusia yang ia amati saat ini.
"Baiklah. Dari pada bergumam tidak jelas, kenapa aku tidak bisa melakukannya secara langsung saja?." Ia telah bersiap-siap untuk melakukan pekerjaan. "Srrphh!. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana saat aku menggigit bagian tubuh mereka." Ia malah semakin bersemangat ingin segera melakukan itu. "Akan aku tunjukkan siapa diriku pada kalian semua." Ia mulai bergerak dengan tujuan yang sangat terencana.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
Semetara itu Ryuu Amane, Akihara Masamune, dan Biksu Souji Gedaje saat ini sedang bergerak untuk menemukan keberadaan Uzumaki Araumi.
"Meskipun aku terlihat seperti ini, kekuatan turun temurun dari keluarga souji tidak bisa diremehkan begitu saja." Rasanya ia ingin menangis mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane.
"Aku tidak yakin akan adanya kerja sama yang baik nantinya." Dalam hati Akihara Masamune sangat ragu dengan itu.
Saat ini mereka sedang menyamar, karena tidak ingin diketahui oleh orang lain. Akan menjadi masalah nantinya jika mereka sampai ketahuan. Terutama di pusat keramaian seperti ini?.
"Bukankah sudah ada peringatan untuk tidak keluar dengan bebas?." Ryuu Amane tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka.
"Ahaha!. Jangan tanyakan aku. Aku tidak bisa menjawabnya." Biksu Souji Gedaje hanya pasrah saja.
Dalam perdebatan yang mereka lakukan saat itu, mereka bertiga melihat ada seseorang yang terlihat sangat aneh. Tidak bergerak sama sekali, seakan-akan sedang terpaku ditempatnya.
"Garam suci api." Biksu Souji Gedaje menyebarkan garam suci api ke arah orang itu untuk melihat apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
Mereka sangat terkejut, tiba-tiba saja tempat itu berubah menjadi lautan kabut yang sangat luas?. Tentunya itu membuat ketiganya terkejut.
"Tidak salah lagi. Ini adalah laut keseimbangan." Ryuu Amane sangat kenal dengan suasana ini.
"Gusti ratu benar." Akihara Masamune juga merasakannya. Matanya sangat liar mencari keberadaan Naga Air.
"Jadi ini yang dinamakan laut keseimbangan?." Biksu Souji Gedaje baru pertama kali merasakannya.
"Siapa?!." Saat terdengar suara yang sangat menyeramkan. "Siapa yang telah berani masuk ke dalam wilayahku tanpa izin!." Ternyata itu adalah wujud dari Uzumaki Araumi yang merupakan wadah reinkarnasi dari Naga Air.
"Ternyata dia muncul juga." Ryuu Amane telah menduganya. Ia tidak menyangka akan bertarung dalam keadaan seperti ini?.
"Kau!. Tenyata kau yang telah berani menggangguku!." Uzumaki Araumi masih ingat dengan sosok remaja waktu itu. Ia tidak menduganya, jika ia melihatnya lagi?.
"Tentunya aku akan mengganggumu. Apalagi kau reinkanasi dari naga air. Tentunya kita akan bermusuhan." Ryuu Amane telah siaga dengan serangan yang mungkin akan ia terima nantinya.
"Ternyata memang bermusuhan. Bukan hanya sekedar kisah dongeng sebelum tidur saja." Dalam hati Biksu Souji sangat senang. "Aku terlibat dalam pertarungan antara naga air dan naga api. Rasanya ini adalah mimpi." Baginya itu adalah suatu keajaiban yang tidak terduga sama sekali.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.
...***...
Di sisi lainnya.
Saat ini Atsui Akamaru sedang berada di rumahnya. Sejak keluar larangan, ia sangat bosan berada di rumahnya. Sungguh sangat menyebalkan, ia tidak mengerti sama sekali, kenapa semua ini semua bisa terjadi?. Apalagi ingatannya tentang Ryuu Amane masih belum bisa ia lupakan begitu saja. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan itu begitu saja?.
"Rasanya aku sangat tidak nyaman sekali hanya karena aku teringat dengan apa yang aku lihat pada saat itu." Dalam hatinya sangat gelisah. "Harusnya aku tidak memikirkan itu, karena itu tidak lah penting bagiku." Dalam hatinya mulai kesal. "Tapi di dalam berita itu mengatakan sukma air?. Sejak kapan negeri ini dipenuhi oleh dongeng feodal yang sangat meresahkan!." Ia malah marah-marah tidak jelas, perasaan gelisah yang ia rasakan semakin membuncah. Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri?. Atau membiarkannya saja?. Jika aku keluar nantinya, apakah itu tidak apa-apa?." Saking gelisahnya ia malah mondar mandir tidak jelas di kamarnya, bahkan ia sesekali tidur, dan setelah itu bangun untuk menghilangkan kegelisahan yang ada di dalam hatinya, akan tetapi tetap saja tidak bisa ia lakukan.
"Ryuu amane hanyalah manusia biasa. Kecuali dia memiliki rahasia yang tidak bisa ia katakan pada siapapun juga." Meskipun ia telah berusaha untuk tidak memikirkan itu, namun pikirannya tetap ke arah sana. "Apa karena aku terlalu bersikap cuek padanya, sehingga tanpa aku sadari sebenarnya dia memiliki kemampuan yang lebih?. Hanya saja dia tidak mau menunjukkan pada orang lain?." Atsui Akamaru mencoba berpikiran ke arah sana. "Tapi apakah memang seperti itu?. Apakah memang benar dia sebenarnya memiliki kemampuan hebat tapi ia sembunyikan dari orang lain?. Tapi untuk apa dia melakukan itu?. Rasanya ini seperti sebuah sinetron yang sangat dramatis sekali." Pada saat itu ia merasa lelah sendiri dengan apa yang ia pikirkan, hingga ia menyerah untuk memikirkan itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Salam penuh cinta.
__ADS_1