
...***...
Ryuu Fumiko tidak bisa menerima kenyataan itu. Bagaimana mungkin Ryuu Amane anak tirinya meninggal?. Bagaimana mungkin anak tirinya pergi begitu saja tanpa adanya alasan yang jelas?. Mustahil bagi seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit parah bisa dinyatakan meninggal?. Pasti ada yang salah dengan itu semua, pasti ada yang bisa menjelaskan apa yang tejadi sebenarnya.
"Itu adalah hal yang mustahil!. Bagaimana mungkin dia bisa meninggal!. Sementara dia masih dalam keadaan sehat!. Kau pasti salah!." Hatinya sangat sesak, ia peluk erat anak tirinya itu. Ia juga tidak mengerti kenapa ia melakukan itu, entah kenapa hatinya tidak bisa menerima kepergian anak tirinya itu.
"Ibu." Ryuu Asuka sangat heran melihat ibunya saat ini. Begitu juga dengan adiknya yang bingung harus bereaksi seperti apa. "Sebenarnya apa yang tejadi pada amane?." Dalam hatinya sebenarnya merasa heran kenapa kakak tirinya itu bisa meninggal?. "Ini rasanya sangat heran dan membingungkan sekali." Dalam hatinya kembali bertanya-tanya apa yang menyebabkan kakak tirinya itu meninggal. Meskipun selama ini ia sangat membenci kakak tirinya itu, tapi kematian yang seperti itu, mendadak seperti itu membuatnya tidak percaya sama sekali. Apalagi dengan perubahan sikap ibunya yang kini pada kakaknya membuat ia seperti sedang bermimpi buruk yang tidak bisa membuatnya bangun dari kenyataan yang aneh seperti itu.
"Maafkan saya nyonya, tapi itulah yang terjadi." Dokter tersebut mencoba untuk menguatkan Ryuu Fumiko. "Putri nyonya telah meninggal." Lanjutnya dengan raut wajah kesedihan yang mendalam, tanda ia turut berduka atas kehilangan salah satu anggota keluarga ryuu. "Nadinya tidak berfungsi, nafasnya telah berhenti, juga detak jantungnya juga berhenti bekerja. Maafkan saya, putri anda telah tiada." Dokter itu merasakan simpati, karena ia juga tidak menduga apa yang telah membuat nona muda itu meninggal. Namun setelah ini ia akan melakukan penyelidikan dengan baik, apa yang menyebabkan nona muda di kediaman Ryuu bisa meninggal?.
"Amane!." Ryuu Fumiko sangat tidak bisa menerima itu semua. "Hiks!. Tidak mungkin kau mati!." Ia juga tidak bisa menahan tangisnya yang terasa sangat sesak luar biasa. "Tidak mungkin kau pergi begitu saja. Katakan padaku kenapa kau pergi?." Tangisnya pecah karena ia tidak dapat menahan perasaan sesak yang mendera dadanya saat ini. Apakah ini adalah kesalahan yang telah ia lakukan?.
"Ibu?. Apakah ini benar ibuku?." Dalam hati Ryuu Asuka sangat tidak percaya jika ibunya saat ini sedang menangis?. "Tidak mungkin ibu menangis ibu menangis karena amane meninggal." Mungkinkah ibunya saat ini sedang bermain sandiwara?. "Lagi pula mana mungkin dia meninggal begitu saja." Dalam hati Asuka mencoba untuk tidak percaya, tapi ia mendengarkan dengan jelas bagaimana ibunya yang menangis saat ini.
"Amane meninggal?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Ini tidak nyata, kan?." Sementara itu Ryuu Amatsu, sebagai ayah dari Ryuu Amane akhirnya tidak percaya dengan apa yang ia rasakan pada saat itu. "Padahal malam tadi sebelum dia hidup?. Anakku masih sehat-sehat saja, kan?." Bahkan ia tidak percaya dengan apa yang terjadi?. "Bagaimana mungkin anakku yang masih sehat-sehat saja bisa meninggal?." Kepalanya sangat sakit memikirkan apa yang telah menyebabkan anaknya itu meninggal?. Apakah ini juga karena keskaahnnya yang telah mengabaikan anaknya sehingga ia tidak mengetahui jika anaknya selama ini telah mengidap penyakit yang sangat parah?. Sebenarnya apa yang telah terjadi?. Apa yang sebenarnya yang telah ia lakukan untuk anaknya?. Apakah ia memperhatikan anaknya seperti apa?. Tidak, ia tidak pernah melakukan itu selain rasa sakit yang selalu ia berikan pada anaknya. "Oh?. Aku adalah ayah yang sangat buruk." Ia mengingat apa saja yang telah ia lakukan pada anaknya itu. Perasaan penyesalan yang ia rasakan telah menghantui pikirannya selama ini. Apakah ia telah berdosa karena telah menelantarkan anaknya selama ini?. "Maafkan aku, maafkan ayah nak." Tangisnya pecah ketika ia melihat wajah pucat anaknya yang seperti mayat?. Apakah benar anaknya meninggal?. Hatinya kembali bertanya seperti itu, seakan-akan mempertanyakan kebenaran masalah itu.
"Amane meninggal?." Ryuu Wataru mencoba memahami apa yang sedang terjadi di ruangan itu. "Rasanya aku pasti bermimpi." Ia tidak menduga jika Ryuu Amane kakak tirinya akan meninggal?. "Apa yang membuatnya meninggal?." Meskipun Ryuu Wataru belum mengerti apa-apa, namun baginya ini terasa sangat aneh, dan tidak masuk akal.
Namun dalam suasana seperti itu, tiba-tiba saja waktu seakan-akan terhenti. Saat itu juga Ratu Naga Api telah mengambil alih raga Ryuu Amane. Gadis itu memang telah pergi untuk selama-lamanya, dan kini telah digantikan oleh Ratu Naga Api. Ada sebuah kehidupan baru yang mencoba untuk hidup kembali dalam dimensi waktu yang berbeda. Apakah ia akan menggantikan peran Ryuu Amanae?. Lalu bagaimana dengan Ryuu Amanae sendiri?.
Apakah benar itu adalah masa ratu naga api reinkarnasi?. Apakah itu benar?. Lalu bagaimana dengan nasib Ryuu Amane?. Apakah benar ia telah meninggal?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Laut Selatan.
Meskipun masih belum bergerak, namun Raja Naga Air tidak menyerah begitu saja. Dengan beberapa tumbal manusia yang ia dapatkan dari anak buahnya, ia bisa merasakan sedikit kekuatannya. Namun belum sepenuhnya ia bisa bangkit karena pada dasarnya ia membutuhkan banyak tumbal agar benar-benar bisa bangkit dengan tenang. Walaupun ia bangkit, itupun akan dalam bentuk sukma. Karena tubuh aslinya hancur, telah ribuan tahun lamanya terpendam, dan itu tidak akan mungkin akan bertahan lagi untuk masa ini.
"Jika mizuki belum sembuh sepenuhnya, aku tidak bisa melakukan apapun. Aku harus membantunya dengan sisa tenaga yang telah aku dapatkan." Raja Naga Air mencoba memikirkan cara agar ia bisa keluar dari peti mati, atau jika lihat itu adalah kandang gaib naga segel gaib tingkat kedelapan. "Naga api terkutuk. Beraninya mereka menyegel kekuatanku. Sehingga aku membutuhkan banyak tumbal darah manusia yang sangat menjijikkan." Hatinya sangat sakit mengingat itu semua. "Jika saja aku tidak tersegel seperti ini, maka aku tidak akan membutuhkan darah tidak berguna kalian." Dalam perasaan sakit yang ia rasakan pada saat itu ia masih memikirkan cara agar segera terbebas dari sana. "Mizuki, tunggulah sebentar lagi. Tunggulah sampai kekuatanku bisa mencapai permukaan. Maka saat itu aku bisa membebaskan kalian semuanya!." Ia telah membulatkan tekadnya akan melakukan apa. Mizuki adalah nama asli dari pemilik tubuh yang mendiami tubuh asli Uzumaki Araumi.
__ADS_1
Raja Naga Air sangat dendam pada Ratu Naga Api yang telah menyegelnya di laut selatan. Sungguh tidak bisa ia ampuni wanita yang telah membuatnya terkurung selama ribuan tahun?. "Lihat saja, setelah mizuki sembuh. Akan aku bunuh wanita itu dengan tanganku sendiri." Dalam suasana hatinya yang membara saat ini, wajar saja jika ia merasa sakit hati atas apa yang ia alami. "Tentunya semuanya akan berbeda setelah ini. Tapi rasanya aku tidak sabar lagi untuk bangkit. Ingin menguasai dunia ini kembali seperti dahulu tanpa halangan dari suku naga api yang sama sekali tidak menginginkan aku untuk bangkit." Dalam hatinya masih menyimpan dendam yang sangat dalam pada Ratu Naga Api yang telah berani menyegelnya dalam keadaan seperti ini. Ia tidak menduga jika Ratu Naga Api memiliki kekuatan yang sangat luar biasa untuk menyegel dirinya. Apakah ia tidak bisa membalas apa yang telah dilakukan Ratu Naga Api padanya?.
Apakah yang akan ia lakukan untuk balas dendam tersebut?. Apakah ia bisa membalas sakit hatinya?. Apakah ia bisa bebas sementara anak buahnya saat ini sedang tidur lumayan panjang untuk memulihkan tenaga dalamnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya.
...***...
Kembali di kediaman Ryuu Amatsu.
Sepertinya waktu telah bergerak dengan normal. Akan tetapi rasa sakit hati dan kesedihan yang dirasakan oleh Ryuu Fumiko. Entah kenapa hatinya sakit saat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Dokter itu?.
"Aku baru saja dekat dengannya?. Tapi kenapa kau malah pergi dengan cara yang aneh seperti ini?." Dalam hati Ryuu Fumiko mencoba untuk menekan perasaan hati yang ia rasakan pada saat itu. "Apa karena aku baru dekat denganmu kau malah pergi begitu saja?." Sungguh, ia merasakan sakit hati yang tidak biasa. "Kenapa kau begitu cepat meninggalkan aku?. Aku belum meminta maaf padamu dengan cara yang benar." Hatinya masih menangis karena tidak bisa menerima kepergian Ryuu Amanae yang sangat aneh seperti ini.
"Ibu. Apakah benar ibu menangis untuknya atau ibu kehilangannya karena tidak ada yang akan membantu ibu lagi?." Asuka masih belum mengerti apa yang dilakukan ibunya. "Aku tidak mengerti kenapa ibu bisa menangis?." Rasanya hatinya berputar-putar di sana saja, bertanya-tanya ada apa dengan sikap ibunya itu.
"Amane!." Ryuu Amatsu memastikan anaknya yang saat ini sedang dipeluk oleh istrinya. "Ini sangat mustahil. Dia masih muda, anakku masih sehat. Tapi kenapa malah meninggal?. Apa yang salah sebenarnya?." Dalam hatinya sangat sakit mengingat apa yang telah terjadi?. "Bagaimana mungkin dia meninggal ketika masih muda?!." Kenapa ia tidak bisa menerima itu semua?.
Dalam keadaan mereka yang sedang larut dalam kesedihan yang mereka rasakan pada saat itu, Ryuu Amane membuka matanya, dan terbatuk keras?. Apakah ia merasa sesak karena dipeluk dengan sangat keras?.
"Heghaa!."
Mereka semua spontan melompat menjauhi Ryuu Amane. Bagaimana mungkin Ryuu Amane masih hidup?. Apakah benar ia masih hidup?. Itu artinya ia belum meninggal?. Apakah yang terjadi sebenarnya?. Apakah itu sangat nyata?. Temukan jawabannya.
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
Saat ini Akihara Masamune sedang berada di sana. Karena ia sangat khawatir dengan keadaan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. Perasaannya sangat gelisah. Tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
"Tidak bisakah kau berhenti berjalan seperti setrika di halaman kuil ini?!." Matanya menatap tajam ke arah Akihara Masamune. "Membuatku pusing!." Gerutunya dengan kesalnya.
__ADS_1
"Aku sedang bingung mau menemui gusti ratu dengan alasan seperti apa!." Akihara Masamune tampak prustasi juga. Ia bahkan sampai mengacak-acak rambutnya. "Kau pikir aku tidak tahu malu hanya sekedar melihat anak gadis orang lain?!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.
"Apa peduliku?. Itu urusanmu!. Jika kau takut maka tenangkan dirimu!." Suaranya sangat berbeda, sehingga membuat Akihara merinding ngeri mendengarkan suara itu.
"Kau ini biksu!. Tapi kau sama sekali tidak ada baik-baiknya!." Akihara Masamune tidak dapat lagi menahan amarahnya. Ia sangat kesal dengan semua itu. Ia sangat khawatir dengan keadaan Ratu Naga Api, tapi Biksu Souji Gedaje sama sekali tidak bisa membantu.
"Ya, dia biksu yang tidak ada baik-baiknya anak muda." Dari arah gerbang kuil suara itu berasal.
"Heh!." Biksu Souji Gedaje mendengus kesal. "Untuk apa lagi kalian datang ke sini?." Ia sangat tidak suka dengan kedatangan kedua orang itu. "Apakah kalian datang ke sini untuk bertanya bagaimana caranya mengatasi reinkanasi sukma naga air lagi?." Sungguh, ia sangat tidak suka.
Saat itu Wakabayashi Ken dan Masumi Kenzo datang ke kuil Tenkuu No Seiden?. Sepertinya mereka memiliki urusan yang sangat penting, sehingga mereka datang menemui Biksu Souji Gedaje. Tapi mereka tidak menyangka akan melihat ada seorang anak muda yang berada di kuil Tenkuu No Seiden.
"Mengatasi reinkanasi sukma naga air?." Akihara Masamune mengulangi perkataan Biksu Souji Gedaje.
"Ya, itu benar nak." Jawab Wakabayashi Ken. "Sebaiknya kau segera pulang nak. Karena di sini tidak aman untuk kau bermain." Tatapannya itu sangat menyebalkan bagi Akihara Masamune.
"Siapa yang kau sebut anak?." Ingin rasanya Akihara Masamune membunuh pak polisi itu.
"Bfhhh!. Jika di ingat tahun, dia lebih tua dari pada kau pak polisi." Dalam hati Biksu Souji Gedaje merasa aneh dengan ucapan itu. Hampir saja ia tidak bisa menahan tawanya saking lucunya atas apa yang ia dengar.
"Apa yang kau tertawakan!." Akihara Masamune semakin kesal melihat raut wajah Biksu Souji Gedaje yang sedang menahan tawa.
"Ekhm!." Masumi Kenzo memberi kode pada mereka semua. "Aku datang ke sini karena aku mendapatkan informasi dari wakabayashi, jika kau malam tadi membantu seorang anak remaja yang pingsan. Aku ingin mendengarkan informasi darimu." Lanjutnya dengan nada yang lebih serius.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan jika kau telah mendapatkan informasi yang kau inginkan?." Biksu Souji Gedaje kembali ke mode dirinya yang asli, seakan-akan tidak peduli sama sekali.
"Kau ini ya." Wakabayashi Ken dan Masumi Kenzo sangat kesal dengan sambutan Biksu Souji Gedaje.
"Hum?. Sangat tidak baik sekali mereka ini. Apakah seperti ini cara berkomunikasi di zaman sekarang?." Dalam hati Akihara Masamune sangat heran dengan sikap mereka. "Rasanya hampir sama saja. Aku pikir ada sedikit perbedaan, ternyata sama saja." Dalam hatinya sedikit kecewa. "Hanya saja orang dulu lebih suka menggunakan cakar tajam dibandingkan dengan orang yang sekarang." Ia hanya menghela nafasnya dengan lelah dan heran.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan mereka lakukan?. Temukan jawabannya.
...***...