RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 97


__ADS_3

...***...


Ratu naga api saat ini sedang berhadapan dengan Masato Jin. Saat itu mereka sedang mengadu kekuatan mereka. Bukan hanya pukulan saja yang mereka kerahkan akan tetapi tenaga dalam juga mereka gunakan untuk mengalahkan musuhnya. Ratu Naga Api menggunakan beberapa jurus yang telah ia pelajari, jurusan menggunakan tekan api ke arah musuhnya. Tentunya itu membuat musuhnya sedikit merasa kan bahwa panas.


"Sial!." Umpatnya dengan marahnya. Ia sangat marah karena ia hampir saja tidak bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api. "Ternyata dia memiliki tenaga yang sangat dahsyat. Tidak salah jika raja naga api kalah oleh wanita gila ini." Masato Jin tidak menduga jika Ratu Naga Api ternyata memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Ia hampir frustasi karena memikirkan cara untuk menjatuhkan wanita itu.


"Heh!." Ratu Naga Api mendengus kesal melihat raut wajah musuhnya pada saat itu. "Apa yang sedang kau pikirkan?." Dengan leluasa Ratu naga api terus menyerang musuhnya. Tidak akan ia bercelah pada musuhnya untuk melarikan diri atau menghindari serangan yang ia lakukan pada saat itu. "Kau tidak usah terkesan padaku aku tidak akan mengampuni apa yang telah kau lakukan hanya karena kau terkesan dengan apa yang telah aku keluarkan." Dalam keadaan menyerang musuhnya Ratu Naga Api masih sempat mengejek musuhnya.


"Aku tidak terkesan sama sekali." Ia membantah ucapan itu, bahkan ia sesekali mencoba menyerang Ratu Naga Api, dan sesekali ia menyerang Ratu Naga Api karena hatinya sangat panas mendengarkan ucapan itu. Harga dirinya sebagai seorang laki-laki sedang dipertahankan karena berhadapan dengan wanita yang sangat tangguh. "Justru aku sedang membayangkan kau sedang kalah saat ini!. Karena jurusnya aku keluarkan ini sangat dahsyat dari apa yang kau miliki." Masato Jin mencoba menggunakan beberapa jurus untuk menjatuhkan Ratu Naga Api. Akan tetapi itu terasa sangat sulit baginya sehingga ia kewalahan menahan serangan dan sesekali mencoba menyerang Ratu naga api.


"Teruslah berbicara hingga kau dimakan oleh api keabadian milikku!." Ratu Naga Api sepertinya tidak akan main-main dalam penyerangan itu. Semua kekuatan telah ia gunakan untuk menjatuhkan musuhnya. Kali ini ia tidak akan kalah atau menyerah atau bahkan mengampuni musuhnya jika ia menang nantinya. Ia sangat membara hingga ia mengeluarkan jurus-jurus api yang sangat panas, sehingga membuat musuhnya berteriak kesakitan.


"Eakh!." Dari arah belakang, siapa yang menduga ternyata bola api yang sangat mengerikan itu menabrak tubuhnya dari arah belakang. Tentunya ia berteriak kesakitan karena api itu adalah bagian dari api keabadian, sehingga punggungnya terasa sangat panas dan hampir terbakar hangus. Beruntung ia masih sempat bisa memadamkan api itu dengan menggunakan jurus air murni yang berada dalam lingkaran tubuhnya juga kekuatannya.


Masih di tempat yang sama.


Mereka telah mengeluarkan kekuatan yang telah mereka miliki pada saat itu. Mereka yang masih memiliki semangat membara untuk berhadapan dan bertarung dengan sangat serius.


"Kali ini aku tidak akan kalah begitu saja." Mizuaki Sayax telah menyiapkan jurus andalan yang ia pelajari selama beberapa tahun belakangan ini. "Akan aku tunjukkan bagaimana kemarahannya aku miliki." Ucapnya dengan sangat serius setelah ia memainkan jurus pedang yang ia miliki.


"Aku juga tidak akan kalah. Pasti akan ku kalahkan wanita jelek itu. Mari kita gabungkan kekuatan kita." Mizuno Sora sepertinya memiliki gurindam pribadi terhadap Uzumaki Araumi. Enggak ya ingin segera mengalahkan wanita itu dengan kekuatan gabungan yang mereka miliki.


"Tentu saja kita harus segera mengalahkan wanita jelek itu." Akihara Masamume juga menggunakan kekuatan yang ia miliki selama ini. "Aku tidak mau berurusan dengannya terlalu lama. Aku sangat sakit melihat kejelekan yang dia miliki." Itulah yang ia katakan pada mereka. Kali ini ia akan bersikap lebih serius daripada yang sebelumnya sehingga ia tidak akan main-main lagi.

__ADS_1


"Berani sekali kalimat hina aku?!. Akan aku tunjukkan bagaimana kekuatanku yang sebenarnya." Uzumaki Araumi merasa sangat tersinggung dengan apa yang mereka lakukan dan yang mereka katakan. "Ternyata bocah ingusan seperti kalian ingin segera mengantar nyawa padaku. Akan aku kabulkan keinginan kalian dengan segera!." Hatinya sangat membara mendengarkan apa yang mereka katakan tentangnya. Ia sangat tidak terima jika dirinya dihina seperti itu oleh orang baru belajar ilmu bela diri menurutnya itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya simak dengan baik bagi mana kisah ini terjadi.


...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Raja naga api dan Biksu Souji Gadeja sepertinya tidak bisa tidur menunggu kepulangan mereka. Keduanya mengetahui bagaimana pertarungan itu yang tidak akan berjalan dengan baik. Kekerasan pastinya tidak akan menghasilkan hal yang baik, tapi setidaknya mereka berharap bahwa mereka akan kembali secepatnya.


"Hampir mendekati subuh, namun mereka belum juga kembali." Raja Naga Api semakin sangat cemas dengan keadaan saat itu. "Aku sangat khawatir dengan keadaan mereka. Aku hanya berharap mereka baik-baik saja." Pikiran buruknya seakan-akan menari di dalam kepalanya saat ini. Namun saat itu ia teringat akan kenangan yang bersama Ratu Naga Api.


Kembali ke masa itu.


"Selamat datang di istana Selatan yang kecil ini yang mulia raja." Raja Naga Api menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman yang sangat manis. Sehingga membuat Raja Naga Api sangat terpesona padanya, mengagumi keindahan yang ada pada istrinya itu.


"Kenapa kau begitu formal sekali padaku?." Raja Naga Api sedikit tidak suka dengan sikap formal yang ditunjukkan oleh istrinya saat itu padahal mereka hanya berdua saja di dalam ruangan itu. "Apakah aku tidak terlihat seperti seorang suami yang kau banggakan?." Raja Naga Api terlihat sedikit cemberut, ia memeluk istrinya dengan sangat sayang karena kerinduan yang ia rasakan pada saat itu.


Ratu Naga Api tertawa kecil mendengarkan ucapan itu. "Tentu saja yang mulia Raja adalah suami yang sangat saya banggakan. Suami yang saya sangat saya sayangi dengan sepenuh hati." Ratu Naga Api membalas pelukan suaminya dengan perasaan rindu juga. Sungguh ia ingin berlama-lama dengan suaminya.


"Terima kasih atas cinta dan sambutan yang kuberikan kepadaku ratuku kekasihku." Raja Naga Api tersenyum dengan hati yang sangat dalam. Tentunya ia merasakan cinta yang sangat luar biasa dari istrinya.


"Kalau begitu aku untuk jalan-jalan sebentar." Raja Naga Api menggenggam tangan istrinya dengan sangat lembut. "Aku hanya ingin menikmati jalan-jalan berdua bersamamu saja." Ia kecup sayang mending istrinya. "Karena selama ini kita hanya bersikap formal di hadapan semua orang." Ia merasa lelah sendiri dengan kondisi yang seperti itu. "Aku hanya ingin berdua menikmati kebersamaan bersama istri yang sangat aku cintai ini." Tidak banyak keinginannya jika berada di samping istrinya. "Apakah ratuku kekasihku mau menemani suaminya yang sangat menyayanginya untuk jalan-jalan sejenak?." Tentunya ia selalu bertanya kepada istrinya, meminta persetujuan pada istrinya.

__ADS_1


"Baiklah jika memang itu yang diinginkan oleh suamiku kekasihku rajaku maka aku akan melakukannya dengan senang hati." Ratu Naga Api tidak akan pernah menolak permintaan Raja Naga Api bahkan permintaan hal aneh apapun akan dituruti oleh Ratu Naga Api dengan sangat tulus.


...***...


Kembali ke masa ini.


Ratu naga api sepertinya sangat muak dan ia tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan salah satu suku naga air. Hatinya sangat sakit saat ini membahayakan semua yang terjadi di masa lalu hingga masa kini.


"Cukup sampai di situ saja bermain-main nya!." Ratu Naga Api memainkan jurus api keabadian. "Aku sudah muak dengan apa yang kalian lakukan semua." Marahan itu semakin memuncak dan menjadi-jadi.


"Aku tidak peduli apapun yang ingin kau lakukan." Masato Jin masih berani berhadapan dengan Ratu Naga Api, meskipun sebenarnya ia tidak kuat lagi menghadapi hawa panas itu. "Aku pasti akan mengalahkan mu dengan kekuatan yang aku miliki." Akan tetapi ia masih memiliki tekad yang sangat kuat untuk mempertahankan dirinya.


Masih di tempat yang sama.


Pertarungan mereka masih berlanjut, tentunya mereka telah mengeluarkan semua kekuatan yang mereka miliki.


"Kalian pikir kalian bisa mengalahkan aku dengan mudah?!. Akan aku tunjukkan bagaimana kekuatan yang aku miliki sebenarnya!." Uzumaki Araumi benar-benar terbawa kemarahan ya iya rasakan pada saat itu. "Mari kita adu kekuatan yang kita miliki!." Teriaknya dengan suara yang sangat keras.


Namun di saat itu Ratu naga api telah bersiap-siap dengan jurus andalan yang ia miliki.


"Aku tidak akan bermain-main lagi dengan kalian!." Ratu Naga Api memainkan jurus itu dengan sungguh-sungguh. "Kekuatan naga api keabadian jurus naga api." Hawa yang diperlihatkan oleh jurus itu sangat mengerikan. Api merah yang sangat membara ketika jurus itu dimainkan. "Keabadian akan aku perlihatkan kepada kalian!. Bagaimana rasanya panas terbakar hatiku selama ini atas perbuatan yang kalian lakukan padaku!." Api itu semakin berkobar membesar seiring dengan kemarahan yang ia keluarkan pada saat itu. "Ada orang-orang yang sangat aku cintai yang telah kalian sakiti." Marahnya sangat memuncak hingga ke ubun-ubun. "Rasakan bagaimana panasnya api membara yang telah mengalir di dalam darahku!. Tenagaku!. Tubuhku!. Keringatku!. Serta hatiku yang dipenuhi para api dendam dan kebencian akibat perbuatan kalian!. Hyaah!." Ratu naga api benar-benar telah mengeluarkan jurus api keabadian yang sangat mengerikan. Mereka yang tadinya bertarung tentunya melompat menghindari semua kobaran api itu. Kobaran api lingkaran api yang sangat mengerikan. Panas itu seakan-akan hendak membakar tubuh mereka semua. Ratu naga api memang sangat mengerikan jika marah besar. Apakah mereka akan selamat dari kobaran api itu?. Bagaimana dengan nasib mereka jika terkena kobaran api itu?. Simak terus ceritanya ya?.


...***...

__ADS_1


__ADS_2