
...***...
Pada saat itu mereka semua menyaksikan dengan mata kepala mereka, bagaimana Ratu Naga Api menggunakan kekuatan yang ia miliki sehingga mereka semua benar-benar terpana dengan kekuatan yang sangat luar biasa itu. Meskipun mereka tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Ratu Naga Api, namun mereka semua sangat terpukau dengan apa yang mereka lihat pada saat itu.
Sedangkan Ratu Naga Api itu sendiri sedang mencoba memanggil mereka yang berada di sana. Pada saat itu, suasana sekitar telah berubah. Mereka dapat melihat pakaian ratu Naga api yang pada saat itu juga berubah, sama halnya ketika ia masih hidup dulu.
"Hormat kami gusti ratu naga api." Terdengar suara yang tidak biasa. Perlahan-lahan mereka semua muncul sambil memberi hormat pada Ratu Naga Api. Sepertinya mereka terlihat sangat berbeda.
"Syukurlah kalian masih berada di tempat ini." Ratu Naga Api sangat senang melihat mereka semua masih setia di tempat itu?. "Aku telah menungggu pada saat hari ini tiba." Ratu Naga Api tersenyum lembut menatap mereka semua. Ia tidak menduga masih bisa melihat mereka semua pada hari ini. "Senang bisa melihat kalian di sini." Ratu Naga Api tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya. Karena mereka semua adalah orang-orang yang sangat ia percayai dalam melakukan tugas yang ia berikan pada mereka.
"Gila!. Ini sangat gila!." Dalam hati Mizuaki Sayax sedikit takut melihat itu. Bagaimana mungkin ada Sukma Naga Api yang menyeramkan seperti itu?. "Ini memang sangat gila, dan aku belum pernah melihat ini sebelumnya." Dalam hatinya sangat ingin histeris dengan apa yang ia lihat saat ini. Rasanya itu memang sangat gila baginya, karena tidak akan pernah ia lihat dikehidupan yang seperti ini.
"Ini terlihat sangat mengerikan sekali." Mizuno Sora sampai merinding melihat itu semua. "Apakah orang-orang dahulu memang sangat menyeramkan seperti ini?. Rasanya aku berada di alam lain." Bulu kuduknya sampai merinding melihat yang ada di depan matanya.
"Apakah ini adalah kekuatan yang dimiliki oleh seorang ratu naga api?. Sehingga ia memiliki kekuatan untuk melakukan itu?. Sungguh sangat luar biasa sekali." Biksu Souji Gedaje bahkan tidak pernah dengan apa yang ia lihat pada saat itu. "Hawanya sangat luar biasa sekali. Tapi apa yang ingin dilakukan ratu naga api?. Apakah dia sedang mencoba melakukan sesuatu?. Sehingga hawa yang ia keluarkan sangat tidak biasa." Biksu Souji Gadeja merinding melihat itu. Tubuhnya terasa menggamang tidak enak, merasakan tekanan hawa yang tidak biasa. "Ratu naga api memang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Dia memang pantas menjadi ratu yang sangat hebat pada masa itu." Dalam hatinya sangat kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api. "Meskipun sebagai wanita bangsawan yang agung, tidak semuanya wanita bangsawan agung mau belajar ilmu bela diri. Apalagi sampai memiliki kekuatan tenaga dalam yang sangat dahsyat seperti ini." Biksu Souji Gadeja tidak dapat membayangkan bagaimana kehidupan Ratu Naga Api kala itu. Bagaimana ia menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk mengalahkan Raja Naga Air yang sangat kejam dan bengis terhadap siapapun juga.
"Gusti ratu sangat luar biasa seperti biasanya." Akihara Masamune malah kagum dengan apa yang ia lihat. "Aku semakin jatuh cinta sepenuh hati dengan kekayaan yang dimiliki gusti ratu." Akihara Masamune sangat terpesona. Ia selalu kagum dengan apapun yang dilakukan oleh Ratu Naga Api yang sangat luar biasa.
Entah itu hanya firasat mereka saja, atau mereka memang dapat melihat itu?. Atau mereka sedang halusinasi dengan apa yang terjadi di depan mata mereka?. Namun yang pasti adalah, mereka tidak bisa berkata-kata saat melihat pemandangan yang terjadi di depan mereka saat ini. Tapi penampilan Sukma naga api terlihat sangat menyeramkan, sehingga mereka benar-benar harus waspada, jangan salah dalam bertindak nantinya jika mereka ingin selamat keluar dari sana.
Sementara itu Ratu Naga Api yang berhasil berkomunikasi dengan mereka. Mereka yang dari dahulu sangat setia padanya, tidak berkhianat padanya ataupun melalaikan tugas yang pernah ia berikan pada mereka.
"Ada banyak hal yang terjadi setelah aku menjadi kunci segel untuk mereka semua." Ratu Naga Api menjelaskan pada mereka. "Tentunya aku sangat khawatir setelah tugu naga api dihancurkan, mereka semua akan keluar dari sana, termasuk raja naga air yang saat ini mungkin sedang berusaha untuk bangkit. Kita tidak bisa membiarkannya bangkit apapun yang akan terjadi nantinya." Ratu Naga Api menatap mereka semua yang menyimak apa yang ia katakan.
"Apa yang bisa kami bantu untuk gusti ratu?. Apakah kami bisa membantu gusti ratu?." Yonjiro yang bertanya. "Katakan pada kami apa yang harus kami lakukan. Kami sangat bersedia membantu gusti ratu dengan senang hati." Sudah sangat lama ia menunggu perintah dari Ratu Naga Api. Sudah sangat lama mereka tidak melakukan tugas mereka. Selama ini mereka berpikir, bahwa mereka benar-benar telah kehilangan sosok Ratu yang paling mereka agung-agung kan.
"Jika ada hal yang bisa kami lakukan, jangan sungkan untuk mengatakannya pada kami gusti ratu." Toshiki prajurit bayangan yang selalu setia pada Ratu Naga Api. "Kami telah lama menunggu kedatangan gusti ratu ke istana ini." Ada bentuk kerinduan yang mereka rasakan saat melihat sosok Ratu Naga Api yang mereka puja.
__ADS_1
"Saat ini aku sedang mencari keberadaan dua orang yang menjadi wadah naga air. Aku ingin kalian mencari keberadaannya serat aku ingin kalian yang mencari cara untuk melimpahkan mereka semua. Sebelum aku berhasil membuat raja naga api reinkarnasi." Ratu Naga Api memberi perintah. Tentunya perintah untuk mencari mereka semua yang merupakan reinkarnasi dari suku naga air. "Aku tidak mau mereka membuat masalah dengan mencari tumbal manusia di era ini. Kita harus melindungi mereka dari keinginan buruk naga air yang sama-sama kita ketahui mereka adalah manusia yang sangat berbahaya di muka bumi ini." Ratu Naga Api sangat tidak suka dengan adanya korban yang disebabkan oleh Suku Naga Air. Dari dulu mereka selalu saja berbuat kejahatan hanya untuk memenuhi hasrat mereka dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan. Termasuk membunuh jika diperlukan pada saat itu. Memang sangat kejam, tidak memiliki perasaan hati nurani sedikitpun.
"Tentunya akan kami laksanakan dengan sangat baik. Kami akan melakukannya sesegera mungkin." Mereka semua memberi hormat. "Akan kami kerjakan sesuai dengan keinginan gusti ratu." Mereka akan melakukan apapun yang diinginkan oleh Ratu Naga Api. Termasuk keinginan hal yang paling mustahil sekalipun mereka akan melakukannya.
"Terima kasih aku ucapkan pada kalian semua. Kalian memang sangat bisa aku andalkan." Ratu Naga Api sanga senang. Ia sangat senang karena mereka masih setia padanya walaupun ribuan tahun tidak bertemu?. "Terima kasih karena kalian masih setia di sini menungguku." Ratu Naga Api tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang ia rasakan pada saat itu.
"Tentu saja kami akan menunggu gusti ratu di sini." Mereka begitu menyayangi Ratu Naga Api dengan sepenuh hati mereka. Dari dahulu mereka telah menunjukkan sikap hormat serta perasaan cinta mereka terhadap Ratu yang selalu memperhatikan mereka dengan segenap hatinya.
"Um." Suasana hati Ratu Naga Api sangat damai, hangat, dan merasakan kembali perasaan cinta yang pernah ia rasakan. Walaupun gambaran cinta itu sangat berbeda, bagi mereka, itu adalah cinta yang sangat luar biasa dari pada sekedar cinta kepada dua pasang insan atau kekasih yang sedang kasmaran.
"Kalau kami pamit terlebih dahulu." Setelah berkata seperti itu mereka semua menghilang dari sana.
"Ya, berhati-hati lah. Aku akan selalu menunggu kalian dalam keadaan apapun." Ratu Naga Api tersenyum lembut menatap kepergian mereka yang siap melakukan apapun yang ia perintahkan pada mereka.
Setalah Sukma naga Api menghilang, suasana sekitar kembali menjadi normal. Bangunan kuno itu dulunya adalah istana bagian dari istana Utama. Di sinilah Ratu Naga Api memegang tahta bagian dari pemerintah pusat. Hubungan mereka sangat erat, karena di pondasi kan atas dasar kepercayaan, serta kekeluargaan yang sangat kental. Itulah kenapa disaat mereka bertemu kembali, perasaan itu tidak hilang begitu saja.
"Gusti Ratu?." Mereka semua terlihat sedang menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane.
"Kalian tenang saja. Aku telah selesai melakukan hal yang harus aku lakukan." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Semuanya akan baik-baik saja." Ryuu Amane tidak ingin membuat mereka semua cemas akan sesuatu yang menyangkut hal yang merugikan nantinya. "Untuk sementara waktu kita bisa santai sejenak." Ratu Naga Api atau Ryuu Amanae terlihat sangat yakin dengan apa yang ia katakan.
"Apakah sudah selesai dengan urusannya gusti ratu?." Biksu Souji Gedaje bertanya karena ia tadi benar-benar terpaku melihat itu.
"Ya, aku rasa seperti itu." Jawab Ryuu Amane dengan ramah. "Aku sangat senang bisa bertemu dengan mereka kembali." Perasaan rindu yang ia rasakan saat ini sangat membuncah. Walaupun sebenarnya ia masih ingin berbicara lebih lama lagi dengan mereka semua, bukan dalam pembicaraan tugas, melainkan pembicaraan seperti yang mereka lakukan dahulu ketika masih berkumpul dalam keadaan hidup damai. Tapi untuk saat ini harus ia tahan demi menjaga keamanan negeri ini. Jika negeri ini kembali aman, maka ia akan kembali bertemu dengan mereka semua.
"Kalau begitu kita bisa pulang?." Mizuaki Sayax bertanya karena ada kemungkinan seperti itu. "Karena urusan gusti ratu telah selesai di sini telah selesai sebaiknya kita pulang. Tempat ini terasa sangat menyeramkan." Mizuaki Sayax sedikit bergidik ngeri setelah melihat bagaimana kondisi bangunan kuno tua itu. Entah kenapa pada saat itu ia merasa sangat tidak nyaman sama sekali.
"Kalian pulang lah terlebih dahulu. Karena aku masih ingin melakukan satu hal lainnya di sini." Ratu Naga Api atau Ryuu Amane malah menyuruh mereka pulang terlebih dahulu?. "Aku akan kembali ke rumah sendirian nantinya." Ratu Naga Api telah mengingat semua ke arah mana saja ia akan melangkah setelah ini. Namun kali ini ia benar-benar akan melakukan hal yang tidak bisa disaksikan oleh mereka.
__ADS_1
"Baiklah, kami mengerti." Akihara Masamune langsung menjawabnya tanpa meminta penjelasan dari Ratu Naga Api atau Ryuu Amane, kenapa ia disuruh pulang?. "Berhati-hatilah gusti ratu di sini. Kami akan kembali duluan ke kuil." Akihara Masamume sedikit berkeringat. Entah aapa alasannya namun itu terlihat sangat jelas sekali.
"Eh?." Mizuno Sora, Mizuaki Sayax dan Biksu Souji Gadeja sangat heran, mereka sangat tidak mengerti, apa yang dikatakan Ratu Naga Api. Tapi kenapa Akihara Masamune malah memahaminya dengan sangat baik?. Apa yang sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Ryuu Amanae atau Ratu Naga Api di sini sendirian?.
"Nanti saja akan aku jelaskan pada kalian di jalan." Akihara Masamune mengedipkan matanya. "Untuk saat ini biarkan gusti ratu berada di sini." Akihara Masamune hanya tersenyum kecil. "Karena ada hal penting yang ingin dilakukan gusti ratu di sini, jadi kita tidak boleh mengganggunya." Sepertinya ia sangat memahami apa yang dikatakan Ratu Naga Api.
"Terima kasih tatsu. Kau menang selalu memahami apa yang aku katakan." Ratu Naga Api sangat senang, karena dari dulu Akihara Masamune atau Tatsu sangat memahami apa yang ia katakan tanpa adanya penjelasan panjang lebar.
"Kalau begitu kami permisi dahulu. Jika terjadi sesuatu panggil saja kami." Biksu Souji Gedaje sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Ryuu Amane. Tapi sepertinya ia ingin melakukan hal yang tidak bisa diganggu oleh siapapun juga, bahkan pengawal pribadinya. Itu artinya ada hal penting yang hanya bisa ia lakukan sendiri.
Setalah itu mereka pergi meninggalkan tempat, karena ada hal yang ingin mereka dengarkan dari Akihara Masamune yang tidak bisa menjelaskan alasan kenapa Ratu Naga Api masih berada di sana?.
"Rasanya aku sangat penasaran sekali. Tapi aku juga tidak bisa memaksakan diri untuk meminta penjelasannya sekarang." Dalam hati Mizuaki Sayax mencoba menekan perasaannya yang sedang penasaran. "Dia adalah naga api, dan aku adalah air. Bisa jadi dia memiliki kekuatan api yang sangat mengerikan untuk memanggang aku hidup-hidup hanya karena aku memaksakan diri meminta penjelasan darinya." Itulah yang ditakutkan oleh Mizuaki Sayax saat ini. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya ia nantinya jika melawan apa yang dikatakan Ratu Naga Api yang memiliki api yang sangat mengerikan.
"Jika saja dia bukan ratu naga api. Mungkin saja aku akan meminta penjelasan darinya. Aku sangat takut sekali, jika aku pulang ke suku mizu, namun telah menjadi daging panggang. Hii!. Rasanya aku tidak sanggup untuk membayangkannya." Dalam hati Mizuno Sora sangat takut membayangkan itu terjadi padanya jika ia memaksakan diri untuk bertanya apa yang dilakukan Ratu Naga Api.
"Memang benar, jika apa yang dilakukan ratu naga api sangat rahasia, dan tidak bisa dikatakan begitu saja." Dalam hati Biksu Souji Gedaje mencoba mengingat bagaimana ayahnya yang membanggakan kisah Ratu Naga Api yang memiliki kekuatan yang yang sangat luar biasa hebatnya. "Tapi aku juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan ratu naga api. Rahasia apa yang dia sembunyikan?." Hatinya ingin mengetahui. "Ya sudahlah. Toh pengawal pribadinya mau menjelaskan apa yang disembunyikan ratu naga api. Jadi aku tidak perlu kecewa hanya untuk memastikan apa yang telah ratu naga api sembunyikan." Ia mencoba untuk melapangkan dirinya agar tidak terlalu terbujuk akan rayuan penasaran yang sedang membuncah di dalam hatinya saat ini.
"Penasaran sih, tapi apa boleh buat." Dalam hati Mizuno Sora mencoba untuk mengalah dengan rasa penasarannya. "Tapi kau janji akan menceritakan pada kami saat di jalan nantikan tuan tatsu?. Jangan ingkar janji ya." Mizuno Sora hanya ingin memastikan jika Akihara Masamume tidak berdusta pada mereka nantinya.
"Ya, ya, ya, aku janji. Asalkan saat ini kita menjauh dari sini. Akan aku ceritakan pada kalian setelah kita meninggalkan tempat ini." Akihara Masamume tampak sangat gelisah. Ia seperti sedang takut akaan sesuatu yang sangat mengerikan yang terjadi jika mereka tetap memaksa untuk tinggal di sana. Apakah seseram itu?.
"Kalau begitu mari kita pulang." Mizuno Sora dan Mizuaki Sayax tampak bersemangat walaupun tidak mengerti.
"Aku memiliki firasat yang tidak baik." Dalam hati Biksu Souji Gadeja sedikit merinding takut. membayangkan apa yang akan terjadi, serta bayangan aneh muncul begitu saja mengingat bagaimana kemarahan Ratu Naga Api yang sangat luar biasa tidak ada tandingannya itu. "Lebih baik mencari aman saja, dari pada tidak bisa melihat keindahan bulan malam ini." Ya, lebih baik seperti itu. Jangan membahayakan dirimu hanya untuk memuaskan hasrat penasaran yang kau miliki. Terkadang itu akan membawamu ke arah celaka, dan kau akan menyesalinya jika terlalu memaksakan diri untuk tetap ia ingin mengetahuinya. Ada hal yang bisa kau ketahui, dan ada hal juga yang tidak bisa kau ketahui tentang orang lain yang kau kenal.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka bisa mengatasi masalah yang terjadi?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta, semoga saja banyak yang suka dengan ceritanya.
__ADS_1
...***...