RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 54


__ADS_3

...***...


Ryuu Amanae on.


Di sini lah semuanya dimulai, semuanya yang sangat menakutkan telah terjadi. Aku tidak menduga, jika ada sukma naga air dapat membebaskan diri dari laut selatan. Ini adalah Pertanda yang sangat buruk. Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa.


Di laut selatan.


Sepertinya ada satu Sukma Naga Air yang berhasil keluar dari sana. Sukma Naga Air itu berkeliling mencari wadah yang bisa ia gunakan untuk reinkarnasi. Sepertinya mereka masih memiliki tekad untuk menguasai dunia ini. Sukma Naga Air itu terus terbang mencari manusia di sekitarnya. Sukma Naga Air terus berkeliaran, hingga saat itu ia sampai di perkotaan.


"Akhirnya aku terbebas juga." Ada kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan pada saat itu. "Akan aku cari mereka untuk wadahku agar aku bisa reinkarnasi." Sukma Naga Air yang berbentuk hewan mitos itu melayang di udara sambil mencari mangsanya.


"Matanya yang menyeramkan, ambisi yang bergejolak. Itulah aadalah wadah yang sangat cocok untuk sukma naga air untuk reinkarnasi." Itulah yang tertulis di sebuah kisah tentang reinkarnasi Sukma Naga Air. "Akan aku makan ambisi itu sepenuhnya, akan aku telah semua ambisi jahanam mereka yang ingin mendapatkan sesuatu. Akan aku telan orang itu sampai ia tidak bisa kembali ke raga aslinya, karena sukma orang itu terlalu mencintai hal yang ia inginkan. Sehingga ia tenggelam di dalam kegelapan yang tercipta dari hari dan pikirannya serta ambisi yang ia miliki." Sukma Naga Air mengingat semua yang dikatakan oleh junjungan mereka mengenai mantram mereka untuk melakukan reinkarnasi.


Ini memang kabar yang sangat buruk, tapi pada saat itu aku sama sekali tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan mereka. Kekuatanku pada saat itu belum bisa aku gunakan sepenuhnya. Sehingga aku tidak bisa bertindak sama sekali.


Di keramaian itu, dengan matanya yang liar itu ia mencari wadahnya untuk reinkarnasi. Saat itu ia masuk ke dalam tubuh seorang wanita dewasa yang hendak masuk ke dalam sebuah toko.


Deg!!!.


Wanita itu terkejut ketika ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia sempat berhenti bergerak karena punggungnya terasa sangat panas. Akan tetapi setelah itu, wanita itu berteriak sangat keras. Dalam penglihatannya itu ia melihat Sukma Naga Air yang sangat menyeramkan. Tentunya teriakan kerasnya itu membuat orang-orang sekitar merasa heran.


"Kau tidak usah takut!. Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan." Suara itu terdengar sangat menyeramkan baginya.


Bukan hanya itu saja yang ia lihat dan ia dengar. Rasanya saat ini ia berdiri di atas lautan yang sangat luas. "Apa ini?. Kenapa aku tiba-tiba berada di atas air?." Seketika ia sangat panik, apalagi ketika ia melihat Sukma Naga Air itu datang ke arahnya, seperti hendak menerkamnya.


"Ini adalah air keseimbangan. Kau akan melewati ujian pertama. Jika kau gagal, maka kau akan mati tenggelam di dalam air keseimbangan." Suara itu kembali terdengar mengerikan.


"Hyaaaah!. Tolong aku!." Karena ketakutan yang ia rasakan, tubuhnya terasa sangat berat. Tubuhnya tenggelam ke dalam air yang sangat dalam. Dalam yang tidak bisa diukur dengan meter manusia biasa.


Nafasnya terasa sangat sesak karena tidak bisa bernafas dengan benar di dalam air laut yang sangat aneh itu. "Apa yang terjadi padaku sebenarnya?. Kenapa aku mengalami hal yang aneh seperti ini?." Ia sangat panik karena ia tidak bisa melakukan apapun di dalam air itu kecuali pasrah. Tubuhnya terasa sangat kaku tidak bisa digerakkan sedikitpun. Oksigen di paru-parunya semakin berkurang, dan hampir saja kehilangan stok pernapasan.


Namun kenyataannya wanita itu terus berteriak dengan suara yang tidak biasa, apalagi tubuhnya bergerak aneh. Seketika suasana di Toko itu menjadi menyeramkan. Mereka semua juga berlari menyelamatkan diri, takut menjadi korban amukan wanita itu. "Jangan tenggelamkan aku!. Jangan tenggelamkan aku!." Setidaknya itu yang diteriakkan oleh wanita itu di dalam kepanikan yang ia rasakan.


"Apa yang tejadi padanya?. Kenapa tiba-tiba saja dia berteriak aneh?!."


"Jangan-jangan dia kerasukan sukma naga air!." Tiba-tiba saja seseorang berteriak dengan kerasnya. Saat ia ingat dengan apa yang dikatakan gubernur kota Sukuranburu, Tuan Murasaki Abeno.


Mereka yang mendengarkan ucapan itu segera menjauh dari sana, karena mereka tidak ingin menjadi korban dari Sukma Naga Air yang sama sekali tidak mereka ketahui. Sayangnya wanita itu malah semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


"Serahkan tubuhmu padaku!. Serahkan tubuhmu padaku!." Itulah teriakan wanita itu penuh dengan kesakitan. Akan tetapi tubuh wanita itu tiba-tiba saja berhenti bergerak dan tumbang. Mereka yang ada di sana bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya pada wanita itu?. Kenapa ia seperti itu?.


"Seseorang!. Tangkap dia!." Polisi yang bertugas di sana mencoba untuk meminta bantuan, karena situasi yang ia lihat tidak baik-baik saja. Bisa jadi itu akan menimbulkan bencana yang lebih besar lagi nantinya.


Mereka semua penuh dengan tipu daya muslihat yang sangat mengerikan. Jangan sampai terperdaya oleh apa yang mereka katakan, itu hanyalah ucapan penuh dusta.


"Benarkah?. Apakah itu benar?." Wanita cantik itu semakin bersemangat mendengarnya. "Rasanya aku ingin memiliki air keseimbangan itu." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang sangat senang luar biasa.


"Ya, kau adalah wadahku. Kau akan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Tentunya kau bisa memiliki kekuatan itu dengan sesuka hati tanpa ada yang bisa menghentikannya." Sukma Naga Air sepertinya telah menjanjikan hal yang sangat menggiurkan pada wanita cantik itu.


"Kalau memang memiliki kekuatan abadi, maka berikan kekuatan abadi itu padaku!." Wanita cantik itu semakin memiliki hasrat yang sangat besar di dalam dirinya.


"Kalau begitu ikuti aku. Akan aku berikan apa yang kau inginkan." Sukma Naga Air itu mengajak wanita itu ke suatu tempat. Tempat dimana ia bisa memberikan apa yang diinginkan wanita itu di dalam hidupnya.


"Hoo, dengan senang hati aku akan menerimanya." Lihat?. Wanita itu semakin bersemangat dengan apa yang ia dengar pada saat itu. Ditambah dengan gejolak yang membara di dalam tubuhnya menjadi percikan api yang akan memberikan sesuatu yang mencengangkan pada nantinya.


Jika kau dirasuki oleh Sukma Suku Naga Air itu sangat berbahaya. Tidak semuanya yang bisa menerima suku Naga Air, benar-benar harus ada penyesuaian yang sangat tepat. Jika tidak tepat, maka nyawamu adalah taruhannya. Sungguh sangat disayangkan sekali, malang sekali jika kau tidak cocok dengan mereka.


Ryuu Amane dan Akihara Masamune baru saja ingin meninggalkan gerbang sekolah. Akan tetapi pada saat itu ia dihadang oleh Izumi, Natsumi, dan Ayuri terlihat sangat membencinya. Mereka masih belum mau melepaskan Ryuu Amane setelah beberapa kali terlibat dalam masalah yang mereka buat?.


"Kenapa dengan mereka?. Sepertinya dia memiliki masalah dengan ryuu kun." Dalam hati Akihara Masamune merasa cemas dengan apa yang akan terjadi. "Atau jangan-jangan dengan gusti ratu naga api yang membuat ryuu amane menjadi lebih berani dari yang sebelumnya?." Dalam hatinya mencoba untuk mengingat sebab dan akibat yang telah terjadi diantara mereka.


"Pembantu bodoh?!." Ryuu Amane sangat tidak mengerti apa yang mereka katakan. Namun ia menerima lemparan tas ketiganya. "Kalian ini masih saja belum belajar dari yang sebelumnya rupanya ya?." Dalam hati Ryuu Amane sangat marah, karena lemparan tas itu hampir saja mengenai wajahnya.


"Bawa semua barang-barang kami!." Ayuri malah menekan pundak Ryuu Amane dengan sangat kuat. "Jika kau berani kabur, maka kami akan semakin menyiksamu." Mereka tidak menyadari jika hawa yang ditunjukkan oleh Ryuu Amane sangat berbeda dari yang sebelumnya.


"Hwah!. Mereka ini mau jadi daging panggang." Akihara Masamune semakin ketakutan melihat hawa yang tidak biasa ditunjukkan oleh Ryuu Amane. "Kalian ini salah dalam memilih lawan." Dalam hati Akihara Masamune merasakan ada hawa yang tidak menyenangkan sama sekali yang ia rasakan pada saat itu.


"Berani sekali kalian menjadikan aku pembantu kalian!." Ryuu Amane melempar tas ke arah punggung mereka dengan sangat keras, sehingga ketiganya terjajar ke depan. Mereka semua yang ada di sana melihat dengan jelas bagaimana Ryuu Amane melempar tas itu. Mereka semua sangat terkejut karena untuk pertama kalinya Ryuu Amane melawan mereka?.


"Kegh!." Ketiganya sedikit mengeluh, karena punggung mereka sangat sakit. Meraka membalikkan badan menghadap ke arah Ryuu Amane yang terlihat sangat santai sekali.


"Kau mau melawan rupanya?!." Izumi sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ryuu Amane. "Kau pikir kau sudah berani melawan kami?!." Izumi menunjukkan tarung yang ia miliki. Menunjukkan siapa yang paling berhak dan siapa yang pantas.


"Maju sini jika kalian berani!." Ryuu Amane malah menantang mereka bertiga. "Aku tidak takut dengan kalian yang hanya anak manja. Sekali sentil langsung menangis dan mengadu pada ayah kalian." Ryuu Amane entah kenapa dapat melihat apa yang terlintas di dalam benak mereka saat itu.


"Berani sekali kau berkata seperti itu!." Bentak ketiganya penuh amarah yang meledak-ledak.


"Oh, malang sekali nasib mereka ini." Akihara Masamune ingin melihat, apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Kalian pikir gusti ratu naga api adalah wanita yang sangat lemah?. Siap-siap saja kalian akan dihajar oleh junjunganku." Dalam hati Akihara Masamune sebenarnya merasa iba dengan mereka semua.

__ADS_1


Selain tidak bisa bertindak, aku benar-benar harus menjaga Ryuu Amanae dengan baik. Jika terjadi sesuatu padanya, aku juga akan kena dampaknya. Sepertinya Ryuu Amanae memiliki banyak musuh yang harus aku waspadai. Sungguh sangat menakutkan sekali, tidak ada perasaan sedikitpun mereka padaku, pada Ryuu Amanae. Apakah mereka masih bisa disebut anak remaja ketika melihat tingkah laku mereka yang seperti itu?. Anak remaja yang sangat menakutkan,. Diusia yang seperti itu mereka telah berani bertindak kasar pada orang lain?.


Ryuu Amane saat ini sedang berhadapan dengan ketiga anak sultan yang masih saja ingin menyiksanya?. Namun saat itu Pak Kazuo Fujitora datang.


"Ini semakin gawat!. Apa yang harus aku lakukan?!." Akihara Masamune sangat mencemaskan Ratu Naga Api atau Ryuu Amane yang sekarang. Akan tetapi ia tidak mengetahui cara membantu Ryuu Amane yang sedang menghadapi masalah. "Kenapa mereka masih tidak puas dengan apa yang telah dilakukan gusti ratu naga api?. Apakah mereka tidak takut menjadi daging panggang?." Dalam hati Akihara Masamune sangat takut membayangkan itu.


"Pak kazuo!. Kau masih saja belum berbicara padanya mengenai kami?. Sudah berapa lama dia dan bapak di sekolah ini?!." Izumi berkata dengan sombongnya. Seakan-akan apa yang ia katakan itu adalah sesuatu yang harus dituruti. "Kenapa bapak masih saja tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan?." Tidak ada rasa hormat yang ia tunjukkan selain kesombongan.


"Katakan padanya untuk berlutut dihadapan kami!." Natsuki dengan nada memerintah berkata seperti itu. "Paksa dia jika tidak mau!. Lanjutnya sambil menunjuk ke arah Ryuu Amane. Dan ia sama sekali tidak menunjukkan sikap sopannya pada Pak Kazuo yang merupakan salah satu guru terbaik di SMA Selatan. "Apakah dia tidak mengerti jika kami ini adalah anak sultan yang harus dia hormati?." Natsuki menatap rendah pada Ryuu Amane.


"Katakan padanya agar lebih bersikap hormat pada kami!." Begitu juga dengan Ayuri. Mereka bertiga bertindak karena merasa berkuasa di sekolah SMA Selatan.


"Anak-anak tidak berguna ini!. Kenapa selalu saja membuat masalah?!." Dalam hati Pak Kazuo sangat benci pada mereka semua yang selalu saja memerintahnya dengan nada sombong. "Ekhm!." Pak Kazuo Fujitora memberi kode sedikit keras. Hatinya ini sedang panas karena masalah yang selalu mereka perbuat akan memberatkan dirinya.


"Oh tidak!. Mana mungkin gusti ratu agung mau bersujud dihadapan mereka semua?. Kalian ini benar-benar mencari mati!." Dalam hati Akihara Masamune merasa sangat khawatir.


"Habis sudah riwayatnya selama berada di sini. Malang sekali nasibnya setelah ini."


"Harusnya dia mengetahui, jika berurusan dengan anak sultan akan mendapatkan masalah.


Sedangkan yang lainnya malah mengeluarkan kata-kata yang lebih membuat suasana menjadi iba. Mereka juga tidak ada yang mau membantunya sama sekali.


Di saat yang bersamaan, Atsui Akamaru melihatnya. "Kali ini masalah apa lagi yang melibatkan mereka semua?. Rasanya sangat membosankan sekali melihat apa yang mereka lakukan." Atsui Akamaru memperhatikan itu diam-diam.


"Ryuu amane!. Cepat-!." Ucapannya terhenti.


"Ya, bapak benar. Jika tidak cepat menuju kelas, maka akan terlambat masuk kelas." Dengan santainya ia berkata seperti itu. "Terima kasih telah mengingatkan saya pak." Ia tersenyum kecil menatap mereka semua.


"Eh?." Akihara Masamune sangat terkejut, begitu juga dengan mereka semua.


"RYUU AMANE!." Teriak mereka dengan sangat marah, merasa diabaikan oleh Ryuu Amane.


Lihatlah?. Diusia mereka yang seperti itu mereka ingin dihormati oleh orang seperti aku?. Lihat saja kalian akan berakhir jadi seperti apa nantinya. Akan aku buktikan pada kalian siapa aku yang sebenarnya.


Ryuu Amanae off.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2