
...**...
Pukul 05.00 sore.
Saat itu Ryuu Amane dan Akihara Masamume baru saja pulang dari sekolah tentunya tujuan mereka adalah kuil Tenkuu No Seiden.
"Gusti ratu sangat hebat sekali. Bagaimana bisa gusti ratu berpikiran seperti itu?." Akihara Masamume sangat kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ratu naga api. Kekuatan itu sama sekali tidak berubah ataupun luntur sedikitpun.
"Itu adalah taktik tatsu." Ryuu Amane sedikit menjelaskan kepada pengawal pribadinya itu.
"Ho?. Taktik yang sangat luar biasa sekali gusti ratu." Akihara Masamume harusnya mengetahui itu dengan sangat baik.
"Jika saja mereka tidak seperti orang dahulu memiliki kemampuan bertarung, bukan mengandalkan kekuasaan orang tua, sudah pasti akan aku hajar mereka." Ryuu Amane sangat tidak suka dengan itu. Hatinya selalu panas jika ada kondisi yang seperti itu.
"Ahaha!. Jangan berkata seperti itu. Gusti ratu telah mengetahui jika orang-orang jaman ini sangat berbeda." Akihara Masamume tertawa dengan aneh mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu naga api.
"Ya, sangat berbeda." Ratu naga api masih memperlihatkan kekesalan yang ia rasakan. "Saking berbedanya aku ingin membunuh mereka semua." Hingga hawa kegelapan menyelimuti dirinya, lebih tepatnya hawa merah yang menyelimuti tubuhnya saat itu.
Namun amarahnya semakin membara ketika ia melihat beberapa orang yang sedang menghalangi jalannya. Siapa Mereka berani menghalangi jalan Ratu naga api?.
"Apakah mereka sudah bosan hidup?." Akihara Masamume mencoba mengusir mereka semua. "Sebaiknya kalian pergi saja, karena ratu ku hari ini sedang dalam mode kesal." Itulah yang ia katakan pada mereka semua, supaya mereka tidak menyesal setelah bertarung dengan Ratu naga api yang sedang dalam keadaan marah.
"Kau bicara apa?. Hah?." Mereka sungguh tidak mengerti apa yang telah dikatakan oleh Akihara Masamune.
"Oh?. Rupanya kalian tidak sayang nyawa kalian." Akihara Masamume dapat merasakan hawa yang sangat mematikan dari Ratu naga api. "Terserah kalian saja. Aku tidak akan menamggung biaya pengobatan kalian nantinya." Ia mundur beberapa langkah, karena ia tidak ingin ikut campur dalam masalah itu.
Bagaimana dengan nasib mereka setelah berhadapan dengan Ratu naga api nantinya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.
...***...
Di laut selatan.
Darah dan tumbal terus mengalir ke dalam laut selatan, atau lebih tepatnya laut keseimbangan yang kini menjadi tempat bersemayam Raja naga air. Namun saat itu ia dapat merasakan ada tenaga yang sangat kecil yang mencoba mengalir di dalam arus laut selatan.
"Darah. Aku dapat merasakan darah yang mengalir disekitar ku." Meskipun ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, namun ia dapat merasakan itu dengan sangat baik. "Darah!." Ada perasaan gejolak yang sangat luar biasa ketika ia merasakan adanya darah yang mengalir di dalam laut selatan. "Apakah ini benar-benar darah?." Ia hanya ingin memastikan jika itu memang darah yang berasal dari tumbal. "Darah siapa ini?." Namun saat itu ia bertanya-tanya darah siapa itu. "Apakah ini darahku?." Ia sangat takut jika darah yang mengalir itu adalah darah miliknya. "Tapi aku suka darah." Perasaan yang bergejolak lainnya yang berasal dari hatinya mengatakan itu. Bahwa ia sangat suka darah dan menginginkan darah yang lebih banyak lagi.
Sementara itu di atas permukaan laut keseimbangan atau Laut Selatan. Uzumaki Araumi dan Masato Jin sangat ini sedang menebarkan darah tumbal yang berhasil mereka kumpulan.
"He?. Darah ini sangat membuat aku tidak nyaman sama sekali. Apakah masih banyak darah yang kita butuhkan?." Namun ia sangat tidak suka dengan darah itu, baginya darah itu sangat kotor dan bau amis yang menyengat.
"Memangnya kau punya ide seperti apa untuk mendapatkan darah selain dengan cara yang seperti ini?." Masato Jin sangat kesal dengan apa yang ia dengar. Uzumaki Araumi seakan-akan tidak berhenti mengeluh dari tadi.
"Aku tidak tahu. Aku tidak mau tahu." Malasnya dengan juteknya.
__ADS_1
"Itulah dirimu!. Dasar pemalas tidak berguna!." Bentak Masato Jin dengan amarah yang sangat membara.
"Oi!. Jangan berani bermain kasar pada wanita." Uzumaki Araumi sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu. "Aku juga bisa mencakar wajahmu yang tidak seberapa itu!." Ia mengancam temannya dengan berkata seperti itu.
"Berisik!." Balas Masato Jin dengan perasaan yang sangat jengkel kenapa ia selalu saja mendengarkan keluhan dari Uzumaki Araumi. Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Berapa banyak jumlah tumbal yang mereka perlukan untuk membangkitkan raja naga air?. Simak terus ceritanya dengan baik.
...***...
Di sisi lain.
Mizuno Sora dan Mizuaki Sayax telah berjalan sangat lama sejak mereka meninggalkan kuil Tenkuu No Seiden. Rasanya kaki mereka lelah untuk lebih jauh lagi.
"Aku telah mencarinya kemana-mana tapi hasilnya tetap tidak ada. Apakah kita perlu istirahat sebentar?." Keluh Mizuaki Sayax dengan sangat lelahnya, tenggorokannya juga sangat haus dan perutnya terasa sangat lapar.
"Ya, kau benar. Aku rasa ratu naga api tidak se-sadis itu pada kita nantinya." Ia tidak membayangkan jika Ratu naga api sangat sadis.
"Bagaimana kalau kita istirahat mencari makan?. Perutku lapar sekali." Mizuaki Sayax tidak tahan dengan apa yang ia rasakan saat itu.
"Ok. Kita akan mencari tempat makan yang enak untuk mengisi tenaga kita." Mizuno Sora sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya ia juga sangat lapar dan ingin makan.
"Tapi sepertinya tempat itu ramai sekali." Matanya menangkap sebuah tempat yang sangat ramai dikunjungi oleh banyak orang.
"Oh iya, ya?. Kalau begitu mari kita ikut bergabung antri di sana." Mizuaki Sayax mengajak temannya untuk segera mengantri di sana.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik ceritanya.
...***...
Sementara itu Atsui Akamaru, Mitsuya Chitose, dan Kazuki Hideki saat ini sedang berada di sebuah tepat. Saat ini Mitsuya Chitose mempermasalahkan perubahan yang terjadi pada Atsui Akamaru. Tentukan ia mempertanyakan perubahan yang terjadi pada temannya itu.
"Atsui. Akhir-akhir ini kau terlihat sangat aneh sekali. Bahkan kau sering memperhatikan si ryuu anak lemah itu." Mitsuya Chitose secara terang-terangan mengatakan pada Atsui Akamaru tentang perubahan itu. "Apa yang terjadi padamu sebenarnya?." Mitsuya Chitose tidak mengerti apa yang membuat temannya itu berubah.
"Tidak apa-apa." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya.
"Tidak apa-apa tapi kau terlihat sangat aneh." Mitsuya Chitose semakin merasa aneh dengan sikap temannya itu.
"Aku bilang tidak apa-apa ya tidak apa-apa!." Atsui Akamaru semakin tidak suka jika ada yang bertanya seperti itu padanya.
"Kau ini sangat menyebalkan!." Mitsuya Chitose sangat marah pada temannya itu sehingga ia pergi begitu saja meninggalkan temannya.
"Hei, bro?. Sebenarnya apa yang membuatmu menjadi sedikit berbeda?. Apakah kau bisa jelaskan padaku?." Kazuki Hideki yang dari tadi hanya diam sambil menyimak apa yang mereka katakan ikut mengkritik tentang perubahan sikap Atsui Akamaru.
"Aku tidak apa-apa." Atsui Akamaru masih mengatakan suka dirinya baik-baik saja.
__ADS_1
"Baiklah. Jika kau sudah baikan kau bisa katakan apa saja padaku nantinya." Kazuki Hideki juga pergi meninggalkan temannya itu.
"Aku tidak apa-apa sebelumnya." Dia berkata dengan sangat aneh. "Namun pikiranku sangat kacau setelah aku melihat ryuu amane berubah, dan bahkan dia bisa bertarung dengan sangat hebat seperti itu." Rasanya ia tidak ingin mengingat kejadian itu. "Aku sangat shock berat hingga apapun yang aku lakukan selalu memikirkan kejadian itu. Padahal sebenarnya aku ingin melupakannya tapi tidak bisa aku lakukan begitu saja." Itulah yang membuat dirinya semakin merasa aneh, karena selalu memikirkan masalah itu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya simak dengan baik kisah ini.
...***...
Sementara itu Ratu naga api yang tadinya dihadang oleh beberapa orang pemuda. Dengan kekuatan yang ia miliki, ia menghajar mereka semua. Pukulan dan tendangan ia layangkan kepada mereka semua, dengan gerakan yang sangat lihai ia menghajar mereka semua tanpa ampun. Ratu naga api telah melampiaskan rasa sakit hati yang ia rasakan pada saat itu.
"Hanya segitu saja kemampuan yang kalian miliki?." Setelah berhasil menghajar mereka semua, ia memperhatikan mereka yang tidak berdaya telah ia hajar habis-habisan. "Maju ke sini!." Ratu naga api belum puas ia masih sakit hati dan tidak tenang sama sekali. "Bukankah kalian yang menantang aku tadinya?." Senyumannya terlihat sangat mengerikan saat bertanya seperti itu
"Ti-ti-tidak!." Mereka semua sangat ketakutan melihat betapa mengerikannya Ratu naga api.
"Hah?. Aku tidak mendengarkan apa yang kau bicarakan?!." Dengan suara yang sangat keras ia bertanya kepada mereka semua.
"Aku tidak berani lagi menantangmu!." Setelah berkata seperti itu ia dan anak buahnya melarikan diri dari sana. Sepertinya mereka salah telah berhadapan dengan seseorang.
"Huh!. Dasar pengecut!. Lari juga kau rupanya." Ratu naga api sangat kesal.
"Haha. Sudahlah gusti ratu. Kasih mereka yang tidak seimbang dengan kekuatan yang gusti ratu miliki." Akihara Masamume tertawa cekikikan menurut mereka yang melarikan diri saat itu.
Duakh!.
Ratu naga api memukul keras kepala Akihara Masamune, sungguh ia sangat kesal pada pengawal pribadinya itu.
"Haduh!." Keluhnya sambil menahan sakit di kepalanya. "Kenapa kepala hamba dipukul begitu gusti ratu?. Sakit sekali." Ia merengek sakit sambil menatap Ratu naga api yang masih terlihat sangat marah.
"Kau ini pengawal pribadi ku atau apa?." Ratu naga api mempertanyakan itu pada Akihara Masamune. "Berani sekali kau membiarkan aku bertarung seroang diri?!." Itulah yang membuat Ratu naga api semakin marah.
"Eh?. Sepertinya cuaca sangat panas sekali." Akihara Masamume dapat merasakan kemarahan yang sangat luar biasa itu. "Oh?. Maaf hamba ada tugas penting setelah ini!. Kabur!." Setelah berkata seperti itu ia malah melarikan diri.
"Berani sekali kau kabur dari ku Tatsu!." Ratu naga api semakin marah. "Kembali kau tatsu!. Atau aku panggang kau!." Dengan suara yang sangat keras ia berteriak memanggil pengawal pribadinya itu.
"Hamba tidak lari, hanya sedang maraton saja!." Akihara Masamume masih sayang dengan nyawanya sehingga ia tidak bisa menghentikan.
"Aku bilang jangan lari!." Ratu naga api benar-benar sangat marah. Rasanya hari ini ia hanya marah-marah saja sehingga ia mengeluarkan semua kemarahan yang ia rasakan.
Ratu naga api seperti sedang melampiaskan kemarahan yang dirasakan oleh Ryuu Amane yang asli selama ini. Kemarahan yang terpendam di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Kemarahan yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapapun saja. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
Next.
...***...
__ADS_1