RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 49


__ADS_3

...***...


Ryuu Amanae on.


Ini masih lanjutan dari mengulas masalah sebelumnya. Author yang tidak berwujud berwujud ini masih dalam perjalanan. Semoga pembaca tercinta tidak terganggu dengan masalah ini. Terima kasih atas dukungannya, selamat membaca.


Pada saat itu aku telah pasrah akan keadaan. Tubuhku terus diterjang, hendak dicabik-cabik sampai hancur oleh Sukma Suku Naga Air. Tubuhku benar-benar tidak bisa digerakkan sama sekali. Sangat sakit, kurang ajar sekali merek telah berani menghajar tubuhku di saat aku lumpuh seperti ini.


"Apakah aku akan berakhir hanya sampai di sini saja?." Dalam hatinya merasa sangat sedih, ia tidak bisa melakukan apapun karena tubuhnya terasa kaku melayang ke sana kini mengikuti kemana arah tubrukan Naga Air terhadap tubuhnya yang tidak dapat melawan sedikitpun. "Sepertinya aku akan berkahir di sini. Rasanya sangat menyakitkan setelah sekian lama tidak bisa bangkit, malah berakhir seperti ini." Ratu Naga Api telah pasrah akan keadaan. Jika memang akan berkahir dengan cara yang sangat menyakitkan seperti ini.


"Gusti ratu!. Bertahanlah!." Terdengar suara seseorang yang memanggilnya?.


Pada saat itu ada seorang anak muda yang datang menghajar Naga Air. Dengan kekuatan yang ia miliki, ia mengusir Naga Air yang terus menyerang Sukma Ratu Naga Api.


TAP!!!.


Pemuda itu berhasil menangkap tubuh Sukma Naga Api, ia berusaha untuk melindungi junjungannya dari serangan brutal itu.

__ADS_1


"Siapa?. Siapa yang telah menolongku?." Dalam hatinya bertanya-tanya, karena ia sama sekali tidak mengenal pemuda itu. Akan tetapi jika ia tidak salah dengar, pemuda itu memanggilnya dengan sebutan gusti Ratu?. Ditambah suaranya belum bisa keluar, tenggorokannya terasa sangat sakit untuk berbicara.


"Hamba akan membawa gusti ratu ke tempat yang aman." Pemuda itu terlihat sangat gelisah, ia berusaha untuk melawan Naga Air dengan kekuatan yang ia miliki. Pada saat itu Sukma Ratu Naga Api menyadari, jika jurus yang digunakan oleh pemuda itu adalah jurus dari naga Api. "Syukurlah gusti ratu bisa hamba selamatkan." Pemuda itu bergegas meninggalkan lokasi, mencari tempat yang sangat aman.


"Apakah dia salah satu dari suku naga api?." Dalam hatinya bertanya-tanya. Namun saat itu ia tidak bisa mengingat apa-apa lagi, karena kesadarannya telah hilang. Ia hanya pasrah akan keadaan.


Namun saat itu ada seorang pemuda membantuku. Aku tidak mengetahui siapa dia. Tapi setidaknya aku terselamatkan dari ancaman kematian pada saat itu. Aku kehilangan kesadaran, sehingga aku tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Namun siapa sangka, yang membantuku pada saat itu salah Tatsu. Dia adalah pengawal pribadi ku yang sangat setia. Dia selalu peduli padaku apapun yang aku alami pada masa itu. Aku tidak percaya jika anak muda itu adalah Tatsu. Dia terlihat sangat sedih karena keadaanku yang terluka sangat parah.


"Apakah tidak ada yang bisa hamba lakukan gusti ratu?. Katakan pada hamba, hamba akan melakukannya." Tatsu terlihat sangat sedih, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan Sukma Naga Api.


"Oh, tatsu?. Kau masih hidup rupanya?. Kau bahkan terlihat jauh lebih muda dari yang terakhir kalinya kita bertemu." Senyuman itu sangat tidak bertenaga, wajahnya sangat pucat. Namun sikap akrabnya dengan pengawal pribadinya masih sama seperti yang dulu.


"Kau tidak usah bersedih tatsu. Aku baik-baik saja, hanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan zaman ini." Sukma Ratu Naga Api berusaha untuk kuat, meskipun tubuhnya terasa sangat sakit, namun ia berusaha untuk tetap kuat. "Terima kasih, karena kau telah memberikan aku obat. Kau sangat baik sekali." Ratu Naga Api tidak pernah mengecewakan siapa saja yang berbuat baik padanya.


Dia adalah satu-satunya yang sangat menyayangiku dari hatinya selain suami yang sangat aku sayangi. Dia akan membunuh siapa saja yang berani menggangguku. Bahkan dulu ketika seorang pelayan berani merendahkan aku, dia robek mulut pelayan itu. Meskipun hampir membunuhnya, karena aku mengatakan untuk mengampuni pelayan kurang ajar itu. Bahkan sampai sekarang dia masih sangat peduli padaku. Dia menangis karena aku dalam keadaan terluka. Tapi aku akan menghiburnya, aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu.


"Akan tetapi hamba akan tetap mencari tahu, cara agar bisa membawa gusti ratu pada reinkarnasi. Karena itu sangat penting. Jika gusti ratu tidak bisa reinkarnasi dalam waktu dekat, hamba takut gusti ratu akan tiada." Sebagai seorang bawahan yang setia ia akan tetap mencarinya. "Hamba berjanji akan membantu gusti ratu untuk hidup kembali." Hatinya sangat sakit melihat keadaan Ratu Naga Api saat ini.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kau lakukan?. Aku bahkan tidak tahu caranya bagaimana." Ratu Naga Api yang dalam wujud manusia saat ini hanya bisa pasrah saja. "Kau jangan terlalu memaksakan diri. Kau juga harus mengutamakan keselamatan dirimu sendiri tatsu." Senyumannya begitu manis, meskipun wajahnya terlihat pucat.


"Kalau begitu hamba akan mencobanya. Hamba akan melakukannya dengan baik gusti ratu." Tatsu hampir saja menangis melihat itu. Rasanya ia tidak sanggup untuk melihat kelemahan yang dimiliki Sukma Ratu Naga Api saat ini.


"Lalu bagaimana denganmu?. Bukankah seharusnya kau juga mati?." Sukma Ratu Naga Api sedikit heran dengan anak buahnya itu. "Seharusnya kau telah tua. Tapi kenapa kau terlihat sangat lebih muda dari aku?. Katakan padaku apa rahasianya?." Mungkin ia bisa melakukannya juga?.


"Oh, ini karena hamba berhasil reinkarnasi, meminjam tubuh anak ini untuk memulai kehidupan baru setelah gusti ratu, dan gusti raja tiada." Tatsu malah cengengesan sambil menjawab pertanyaan dari junjungannya. Sebagai naga pengikut Naga yang memiliki kekuatan besar, ia merasa sangat singkat saat ini.


Ternyata Tatsu reinkarnasi. Pantas saja ia terlihat sangat awet muda. Aku bertanya kenapa kau bisa reinkarnasi?. Itu sangat cukup mengejutkan bagiku.


"Apakah kau ingat caranya bagaimana?." Ratu Agung Selendang Merah kembali bertanya. Ia ingin mengetahui bagaimana caranya reinkarnasi.


"Saat itu hamba berjalan menyusuri kota ini." Ia mencoba mengingat-ingat. "Rasanya hamba tidak sanggup lagi, karena hamba tidak menemukan keberadaan gusti raja, juga gusti ratu. Apalagi kondisi hamba yang telah tua rentan pada saat itu. Rasanya hamba akan mati pada saat itu. Akan tetapi pada saat itu hamba melihat seorang remaja yang sedang bermimpi dikejar naga api." Ia telah mengingat semua yang ia alami pada saat itu.


Aku belum mengerti dengan jelas apa yang ia katakan. Simak terus ceritanya.


Ryuu Amanae off.

__ADS_1


...**...


__ADS_2