RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 40


__ADS_3

...***...


Dua hari telah berlalu. Namun juga ada tanda-tanda kabar dari penggawa yang masih setia pada Ratu Naga Api mengenai keberadaan dua Sukma Naga air yang telah melarikan diri. Apakah mereka gelisah?. Tapi kenapa mereka sangat gelisah?. Bukankah itu sangat bagus jika tidak ada kabar lagi mengenai dua Sukma Naga Air?. Bukankah itu adalah kabar yang sangat membahagiakan?.


Saat ini di kuil Tenkuu No Seiden. Mereka semua berkumpul untuk mendiskusikan itu. Ada hal yang harus mereka bahas bersama-sama. Namun saat itu rasanya ada yang berbeda, karena ada dua orang yang baru bergabung dengan mereka. Siapa lagi kalau bukan Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora.


"Sudah dua hari, namun belum juga ada kabar yang baik dari mereka semua." Ratu Naga Api atau Ryuu Amane. "Apakah mereka tidak bisa menemukan keberadaan dua orang yang tidak berguna itu?." Ryuu Amane marah-marah.


"Ahaha!. Baru saja sampai sudah meledak duluan." Dalam hati mereka benar-benar tidak tahan lagi dengan panas yang mereka rasakan.


"Selalu meledak seperti biasa. Aku sangat suka dengan gayanya." Dalam hati Akihara Masamune selalu merasa kagum dengan apa yang dilakukan Ratu Naga Api. Bahkan ketika sang Ratu sedang marah sekalipun. "Gusti ratu naga api memang yang sangat terbaik." Ingin rasanya ia mengacungkan kedua jempolnya, akan tetapi jika dilihat dari suasana mereka saat ini rasanya sangat mustahil ia lakukan itu.


"Sungguh kemarahan seorang ratu naga api yang sangat menyeramkan." Dalam hati Mizuaki Sayax tidak tahan dengan kemarahan Ratu Naga Api, juga tidak tahan dengan panas yang ia rasakan. Sehingga ia seperti sedang berada di dalam pemanggungan dengan suhu yang sangat panas.


"Latihannya membuat orang terbakar, apalagi marahnya kan?. Bisa-bisa aku benar-benar pulang hanya tinggal nama saja." Dalam hati Mizuno Sora sedikit gelisah dengan panas yang ia rasakan. "panas ini saja terasa berada di ruang panggang yang sangat panas neraka." Dalam hatinya benar-benar tidak tahan lagi, namun ia sangat takut untuk mengatakan itu secara langsung, atau ia benar-benar akan menjadi daging panggang karena telah berani protes?.

__ADS_1


"Maaf gusti ratu. Kasihan kuil ini menangis karena kepanasan. Apakah gusti ratu tidak bisa menahan amarah yang gusti ratu rasakan saat ini?." Hanya Biksu Souji Gedaje yang berani berkata dengan langsung pada Ratu Naga Api yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


"Hmph!." Ryuu Amane malah memalingkan wajahnya. Ia sedikit kesal dengan apa yang ia dengar. "Saat ini aku sedang berusaha untuk menekan amarahku." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu. "Jangan salahkan aku jika kalian merasa kepanasan." Ia selalu mengerti kenapa orang lain sangat ingin protes dengan apa yang ia katakan.


"Oh iya. Bagaimana pendapat gusti ratu mengenai lokasi tugu raja naga api?. Apakah gusti ratu memiliki cara untuk membuat raja naga api reinkanasi?." Akihara Masamune mencoba meredam amarah untuk mengalihkan pembicaraan. "Akan berbahaya jika gusti ratu marah, jika ada seseorang yang protes dengan apa yang ia lakukan. "Aku harap kita benar-benar tidak menjadi daging panggang." Dalam hati Akihara Masamune sangat khawatir dengan keselamatan mereka semua. "Masih ada banyak hal yang bisa aku lakukan, karena itulah aku tidak boleh mati sebelum menikah." Dalam hati Akihara Masamune sangat takut membayangkan hal buruk nantinya.


Saat ini Ratu Naga Api terdiam. Itu salah satu alasan yang membuat Ryuu Amane sangat gelisah, hingga tanpa sadar ia terlihat sangat marah. "Berisik!!." Hanya kata itu saja yang ia ucapkan pada saat itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.


...***...


Sepertinya pemerintah masih terlibat dalam masalah yang masih mencekam keselamatan masyarakat Kota Sukuranburu Selatan. Saat ini Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken yang masih memikirkan keadaan Kota Sukuranburu Selatan.


"Ini sudah hari berlalu sejak terakhir kita menemui biksu pemarah itu." Hampir saja ia mengeluh karena ia belum mengetahui bagaimana sebenarnya yang dilakukan oleh Biksu Souji Gedaje.

__ADS_1


"Bapak benar. Biksu pemarah itu benar-benar tidak melaporkan apapun pada kita." Wakabayashi Ken sangat heran dengan itu. "Bagaimana kalau kita datang ke sana lagi pak. Saya sangat ragu dengan apa yang ia katakan pada saat itu pak." Wakabayashi Ken sangat tidak percaya dengan tindakan serta apa yang dikata oleh Biksu Souji Gedaje.


"Aku rasa kau benar. Bahkan dia tidak pernah datang ke kantor DPD untuk memberikan laporan." Masumi Kenzo benar-benar merasa tidak dihargai sama sekali oleh Biksu Souji Gedaje. "Biksu pemarah itu selalu saja membuat kita tidak banyak berkutik sedikitpun. Sikap pemarahnya itu sangat menyeramkan." Masumi Kenzo sangat takut berhadapan dengan Biksu Souji Gedaje yang sangat pemarah dan tidak bersahabat sama sekali.


"Lalu apa yang akan kita lakukan jika seperti itu keadaan yang akan kita hadapi, pak?." Wakabayashi Ken bertanya. Karena ia sangat penasaran bagaimana cara Masumi Kenzo mengahadapi sikap Biksu Souji Gedaje yang seperti itu.


"Aku akan memikirkannya. Aku tidak akan kalah dari biksu pemarah seperti dia." Masumi Kenzo telah membulatkan tekadnya, bahwa ia tidak akan takut pada Biksu Souji Gedaje yang pemarah. "Akan aku buktikan, jika aku ini adalah pemimpin yang bisa melakukan apapun demi menjaga keselamatan kota sukuranburu selatan yang sama-sama kita cintai ini." Lanjutnya dengan perayaan diri jika ia mampu melakukan apa yang telah ia katakan.


"Wah!. Sangat luar biasa sekali pak. Saya akan mendukung bapak!." Wakabayashi Ken semakin bersemangat ketika melihat Masumi Kenzo sedang bersemangat.


"Baiklah. Sore ini kita akan ke sana. Aku ingin mengetahui bagaimana perkembangan dari masalah yang kita percayakan padanya." Masumi Kenzo juga semakin bersemangat saat ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Wakabayashi Ken.


"Lihatlah!. Biksu pemarah!. Akan aku lakukan yang menjadi tugasku selama ini. Jangan kau pikir hanya karena kau pemarah kau bisa bertingkah seperti apa yang kau ia inginkan." Dalam hatinya sangat geram bagaimana dengan sikap mereka jika bertemu dengan Biksu Souji Gedaje yang sangat tidak bersahabat sama sekali. Ia telah membuat tekadnya, bahwa ia akan tetap tegar menghadapi semua maslaah yang terjadi.


"Aku sangat penasaran bagaimana lanjutannya. Apakah dia masih mau marah atau bersikap biasa saja?." Dalam hati Wakabayashi Ken penasaran dengan apa yang akan terjadi nantinya, jika memang mereka akan dipertemukan kembali?. Apakah ada kejadian unik di masa lalu?. Masa era serba modern.

__ADS_1


Apakah yang akan mereka lakukan jika telah bertemu dengan Biksu Souji Gedaje?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2