RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 26


__ADS_3

...***...


Dua hari telah berlalu.


Keadaan Ryuu Amane telah pulih, ia benar-benar telah menyesuaikan diri dengan tubuh barunya?. Pagi ini ia terlihat sangat bersemangat karena ia ingin bertemu dengan Biksu Souji Gedaje dan juga Akihara Masamune. Akan tetapi pada saat itu Ryuu Fumiko masih khawatir dengan kondisinya.


"Kau yakin hari ini akan jualan lagi?. Jika terjadi sesuatu padamu nantinya bagaiman?." Ryuu Fumiko sebenarnya tidak tega.


"Ibu tenang saja. Aku akan baik-baik saja. Karena itulah percayakan semuanya padaku." Ryuu Amane terlihat sangat bersemangat.


"Baiklah. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi ibu." Ryuu Fumiko menyerahkan sebuah smartphone pada anaknya.


"Apa ini ibu?." Ryuu Amane terlihat bingung dengan apa yang diberikan ibunya.


"Sudahlah. Jangan banyak bertanya. Pergi saja atau ibu akan marah padamu." Ryuu Fumiko cepat mendorong Ryuu Amane agar segera pergi.


"Baiklah. Aku pergi dulu ibu." Ryuu Amane terpaksa menurut saja, dari pada ia dimarahi ibunya.


"Hati-hati ya." Ryuu Fumiko melambaikan tangannya ke arah anaknya yang telah meninggalkan rumah.


"Ya ibu." Balas Ryuu Amane dengan semangatnya. "Amane, apakah kau merasakan apa yang aku rasakan?. Pastinya kau merasakannya bukan?." Dalam hatinya ingin mengatakan itu pada Ryuu Amane yang sebenarnya.

__ADS_1


Ia tidak akan melupakan perasaan baik yang dimiliki oleh Ryuu Amane. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Sementara itu di laut Selatan.


Raja Naga Air kembali merasakan dirinya. Kekuatannya belum juga kembali sepenuhnya. "Sial!." Umpatnya dengan penuh amarah yang membara. "Kenapa aku masih belum juga bisa menggunakan kekuatanku!." Ingin rasanya ia menghancurkan peti mati itu, tapi sayangnya ia tidak bisa melakukan itu. Karena setiap ia bergerak, ada jarum api yang sangat tajam menusuk tubuhnya tanpa ampun.


"Terkutuk lah kau naga api bedebah!." Teriaknya dengan penuh amarah. Gema teriakan yang ia keluarkan seakan-akan sampai ke atas permukaan laut.


Saat itu juga semua anak buahnya yang tersegel di atas permukaan laut yang tidak bisa dilihat kasat mata mendengarkan teriakan raja mereka yang penuh kesakitan. Mereka semua bereaksi, dan berusaha untuk keluar dari batasan laut selatan. Susana laut selatan saat ini sangat mengerikan, teriakan serta usaha mereka untuk keluar dari sana membuat suasana menjadi lebih seram dari yang sebelumnya. Laut Selatan saat ini sedang bergelombang, membuat ombak yang sangat besar ingin menghancurkan apa saja, tapi sayangnya itu tidak bisa dilakukan oleh Sukma naga air yang berada di laut selatan. Mereka masih belum bisa menghancurkan segel Jarum Api milik Ratu Naga Api. Meskipun tumbal yang dikirim masuk ke laut Selatan, namun itu memang masih belum bisa membantu mereka untuk keluar dari sana. Ternyata Segel jarum api yang ditinggalkan oleh Ratu Naga Api bukanlah segel yang mudah dihancurkan begitu saja meskipun Tugu Naga Api telah hancur. Dan bahkan kini Ratu Naga Api telah reinkanasi?. Apakah tidak ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan reinkanasi atau keluar dari sana?.


Di saat yang bersamaan, Uzumaki Araumi saat ini yang masih belum sadarkan diri dapat merasakan bagaimana kegelisahan teman-teman mereka yang saat ini sedang berontak ingin keluar dari laut selatan. "Tunggulah sebentar saja. Aku akan memulihkan tenaga ku untuk kembali mencari tumbal berikutnya." Ia berusaha untuk bangkit dari hibernasi yang ia alami. Akan tetapi tetap saja ia tidak bisa membuka matanya. "Kekuatan ku juga tidak bisa aku gunakan. Rasanya tubuhku benar-benar kering dibakar habis oleh api yang panas itu." Ia sangat geram karena tidak bisa bangun. "Sial!. Bagaimana mungkin api bisa mengalahkan air?. Rasanya itu sangat mustahil!. Harusnya hukum alam yang sesungguhnya adalah air lah yang mengalahkan api!. Bukan malah sebaliknya!. Naga api terkutuk!." Ia mengumpat dengan kesalnya. Hatinya tidak bisa menerima apa yang terjadi. Apakah ia bisa bangkit dengan segera?. Apakah harus menunggu satu bulan untuk bangkit kembali?. Apakah itu tidak terlalu lama?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


"Syukurlah keadaan gusti ratu baik-baik saja." Raut wajah mereka sangat menggambarkan bahwa mereka memang sangat bahagia.


"He?." Ryuu Amane sangat takut dengan ekspresi wajah keduanya.


"Selama dua hari ini kami tidak tahan lagi ingin melihat gusti ratu." Biksu Souji Gedaje terharu dan bahkan sampai menangis?. "Bahkan saya hampir bosan melihat dia berjalan tidak jelas karena khawatir dengan keadaan gusti ratu." Ia berkata seperti itu seakan-akan sedang mengadu mengenai apa yang tejadi sebelumnya. "Rasanya saya ingin memotong kakinya supaya lebih bisa sabar, sedangkan hamba eh saya tidak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan gusti ratu." Entah itu adalah ungkapan kebahagiaan atau apa, namun saat ini ia terlihat sangat lebih cerewet dari yang sebelumnya?. Apa yang ia rasakan saat ini sehingga ia seperti itu?.

__ADS_1


"Hah?. Kenapa malah aku?." Akihara Masamune sangat tidak terima jika dirinya dikambing hitamkan oleh Biksu Souji Gedaje.


"Sungguh itu yang terjadi. Hamba, eh saya tidak berdusta gusti ratu." Biksu Souji Gedaje tidak tahu harus mengungkapkan kebahagiaannya seperti apa saat melihat Ratu Naga Api baik-baik saja.


"Tidak!. Itu tidak benar gusti ratu. Hamba tidak melakukan seperti yang dikatakan biksu pemarah ini!." Tentunya Akihara Masamune tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje.


"Akui saja jika kau memang melakukan itu." Biksu Souji Gedaje menahan perasaan yang ia rasakan.


"Untuk apa aku mengakuinya!." Akihara Masamune sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje. Hingga terjadi pertengkaran antara mereka.


"Sebenarnya mereka ini melakukan apa?. Sangat aneh!." Dalam hati Ryuu Amane sangat heran dengan tingkah mereka saat ini.


"Ekhm!." Ryuu Amane memberi kode pada mereka agar tidak melanjutkan perdebatan itu. "Sampai kapan kalian akan seperti itu?!." Suara Ryuu Amane terdengar sangat berbeda. Tentunya itu membuat Akihara Masamune dan Biksu Souji Gedaje memperhatikan Ryuu Amane yang tampak sangat marah.


Namun saat itu Murasaki Abeno, Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken datang menemui Biksu Souji Gedaje. Tentunya itu membuat mereka yang melihat itu sangat terkejut.


"Sial!. Mereka malah datang mengganggu." Dalam hati Biksu Souji Gedaje sangat tidak suka dengan kedatangan mereka.


"Ha!. Itu adalah anak remaja yang pingsan pada malam itu!." Wakabayashi Ken masih ingat dengan wajah gadis remaja yang ditolong Biksu Souji Gedaje.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2