
...***...
Ryuu Amane on.
Pemerintah telah berusaha sebisa mungkin untuk menangani masalah reinkarnasi naga Air, meskipun sebenarnya mereka tidak memiliki keahlian dalam bidang itu. Pemerintahan yang dulu dan yang sekarang itu Sangat jauh berbeda. Jika dulunya memang wajib memiliki kemampuan bela diri yang sangat tinggi, bukan hanya untuk Keselamatan diri sendiri saja melainkan untuk keselamatan orang-orang yang dipimpinnya juga. Pemerintah yang aku lihat sekarang justru tidak ada. Mereka hanya pandai dibidang intelektual saja, tidak dengan ilmu bela diri. Itulah kenapa mereka berupaya keras untuk mengatasi masalah ini dengan menggunakan uang di atas segalanya.
Keesokan harinya.
Di kantor Pemerintahan Daerah.
Masumi Kenzo kali ini mendapatkan laporan dari penjaga di sekitar gerbang laut Selatan. Tentunya kabar itu sangat mengejutkan baginya. Ia tidak menduga jika apa yang tertera mengenai reinkarnasi Naga Api dan Naga Air itu benar-benar terjadi. Apa yang akan ia katakan pada masyarakat kota Sukuranburu bagian selatan mengenai ini?.
"Apa yang harus kita lakukan setelah ini pak?. Kita tidak mungkin membiarkan begitu saja korban berjatuhan. Sedangkan kita sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi." Kadoaki Takayama kali ini ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah.
"Aku juga sedang kebingungan, karena aku sama sekali tidak mengerti apa yang harus aku lakukan." Masumi Kenzo juga bingung harus berbuat apa. "Aku tidak memiliki kemampuan spiritual dalam kasus aneh seperti ini." Ia sangat kecewa karena memang tidak memiliki kemampuan itu.
"Ah!." Tiba-tiba saja Kadoaki Takayama teringat sesuatu.
"Ada apa?. Kau ini mengejutkan aku saja!." Siapa yang tidak jengkel dengan sikap seseorang yang tiba-tiba berkata dengan nada tinggi.
"Hehehe!. Maafkan saya." Kadoaki Takayama tertawa kecil. "Bagaimana kalau buat sayembara saja pak?. Pasti di kota ini masih ada orang yang memiliki kekuatan spiritual, kan?." Itulah ide yang keluar dari kepalanya saat itu.
'lalu?. Setalah itu apa yang akan kita lakukan jika berhasil mengumpulkan mereka?." Masumi Kenzo bertanya.
"Tentu saja kita akan menyuruh mereka untuk mengatasi Sukma naga air yang masuk ke dalam tubuh seseorang pak." Jawabnya dengan semangat membara. "Kita imbalan supaya mereka lebih bersemangat lagi dalam menangani masalah itu. Bagaimana menurut bapak?. Apakah ide saya ini jenius?." Lanjutnya.
Masumi Kenzo tampak berpikir sejenak. "Apakah itu ide yang baik?. Tapi bagaimana nantinya ya?." Dalam hatinya mencoba mempertimbangkan masalah itu dengan baik. "Tapi tetap saja aku harus menemukan cara terbaik. Mungkin aku bisa menggunakan cara itu untuk sementara waktu." Ia tidak ingin terburu-buru dalam bertindak.
"Bagaimana pak?." Kadoaki Takayama kembali bertanya dengan mata berkaca-kaca memohon agar idenya segera dilaksanakan.
"Kegh!. Biasa saja ekspresimu itu. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih." Dalam hati Masumi Kenzo sangat kesal. Ia juga tidak memiliki ide yang bagus saat ini. "Hufffh!." Masumi Kenzo menghela nafasnya. "Baiklah, boleh saja mengadakan sayembara itu." Akhirnya ia menyerah, karena kepalanya terasa sangat sakit, terasa buntu untuk berpikir "Tapi aku tidak mau dukun sakti palsu yang bekerja!. Itu sama saja dengan membuang uang dengan sia-sia!." Tentunya ia tidak ingin tertipu akan hal yang seperti itu.
"Bapak tenang saja, ini tidak abal-abal. Ini dijamin asli." Kadoaki Takayama semakin bersemangat.
"Hum!." Masumi Kenzo tidak lagi berkomentar.
"Kalau begitu saja permisi dulu pak, saya akan mempersiapkan semuanya. Saya akan mengabari bapak jika selesai." Ia ingin segera menyelesaikan masalah itu.
"Tapi!." Tiba-tiba saja hawa yang ditunjukkan oleh Masumi Kenzo terlihat sangat mengerikan. "Jika kau salah dalam bertindak, maka kau yang akan aku jadikan tumbal sukarela untuk mereka." Aura itu sangat mengancam, membuta Kadoaki Takayama sangat takut.
"Baik pak. Akan saya kerjakan dengan baik." Dengan takutnya ia menjawabnya.
"Terima kasih atas bantuannya kadoaki." Ia kembali tenang. "Semoga saja itu bisa membantu." Dalam hatinya sangat gelisah, dan tidak nyaman sama sekali.
"Sama-sama pak. Saya pergi dulu." Kadoaki Takayama segera meninggalkan ruangan itu. Ia tidak ingin menjadi sasaran bentuk stres yang dirasakan Masumi Kenzo saat ini.
Namun saat itu Masayuki Ozu masuk setelah beberapa saat Kadoaki keluar. Ia datang untuk melaporkan posko jaga gerbang laut selatan.
"Saya mau lapor pak." Masayuki Ozu memberi hormat.
"Ya, silahkan katakan." Masumi Kenzo mempersilahkan petugas yang berjaga di gerbang laut Selatan. "Bagaimana dengan tugas jaga?. Apakah semuanya aman?." Dengan nada yang masih ramah ia bertanya.
"Pada malam saat saya bertugas, saya melihat ada seorang wanita yang menuju laut selatan." Itulah laporan yang hendak ia sampaikan.
"Kenapa kau tidak mencegahnya?." Masumi Kenzo merasa heran.
"Tidak pak." Balasnya sedikit takut.
"Jika kau tidak mencegahnya, kenapa kau malah datang ke sini?. Kau ini memang aneh ya."
__ADS_1
"Kenapa kau tidak melakukan sesuatu padanya?!. Kenapa kau mencegahnya?!." Amarahnya telah memuncak dengan sempurna. Bagaimana mungkin petugas itu membiarkan seseorang masuk begitu saja ke wilayah terlarang?.
"Maaf pak, saat itu saya sudah mencegahnya. Akan tetapi saya kalah kekuatan sama wanita itu." Ia juga takut mencegah wanita itu. Pada saat itu ia sendiri merasakan bagaimana dorongan itu terjadi. "Lihatlah?. Tubuh saya terluka sampai memar seperti ini." Ia memperlihatkan beberapa luka yang ia terima saat ia mencoba mencegah wanita itu agar tidak masuk ke wilayah terang itu.
"Kau ini memang sangat tidak berguna!. Berani sekali kau berkata seperti itu!. Kau ini memang tidak becus!." Ia sangat kesal dengan apa yang dikatakan penjaga gerbang Laut selatan. Masumi Kenzo menggetuk kepala Masayuki Ozu dengan kesalnya.
"Ah!. Iya maafkan saya pak!. Saya mengaku salah!." Masayuki Ozu hanya berusaha menghindarinya. Akan tetapi pada saat itu ia ingat sesuatu. "Tapi tunggu dulu, jangan main gebuk saja!. Saya memiliki sebuah foto yang bisa saya gunakan untuk bapak selidiki." Ia mengeluarkan Smartphone miliknya untuk memperlihatkan sesuatu pada Masumi Kenzo.
"Hum?." Masumi Kenzo menghentikan aksinya. "Masih sempat saja kau mengambil foto wanita cantik. Kau ini genit atau apa?." Ia merebut Smartphone milik Masayuki Ozu dengan paksa. Apalagi saat matanya melihat siapa wanita cantik yang berhasil diambil fotonya oleh Masayuki Ozu.
"Ahaha!. Jangan berkata seperti itu pak." Masayuki Ozu malah cengengesan, kedua pipinya memerah merona membayangkan kecantikan wanita itu.
"Kau malah cengegesan. Dasar tidak berguna!. Badak bercula tidak berguna!." Masumi Kenzo sangat jijik dengan ekspresi wajah Masayuki Ozu saat ini.
"Hehehe!. Abisnya dia sangat cantik sekali." Masayuki semakin mengagumi kecantikan yang dimiliki wanita itu.
"Baiklah, kalau begitu kembali bertugas. Jika terjadi sesuatu nantinya segera hubungi kantor." Setelah berhasil mengirim foto itu ke email-nya ia memberikan kembali Smartphone miliki Masayuki Ozu.
"Baiklah pak. Akan saya kerjakan dengan baik." Dengan senang hati Masayuki Ozu menerima kembali Smartphone miliknya. "Saya permisi dulu pak." Setelah itu ia meninggalkan ruangan itu.
"Sepertinya reinkarnasi naga air memang berbeda. Sukma naga air lebih ke arah seseorang yang memiliki hasrat yang tidak baik." Masumi kembali duduk di kursinya. "Tapi setelah ia menemukan wadahnya, ia akan mencari banyak tumbal, ia akan berbaur dengan dunia manusia untuk mengambil darah mereka, menuju air keseimbangan untuk membangkitkan raja naga air. Seperti itulah yang tertulis di dalam buku itu." Masumi Kenzo ingat dengan apa yang tertulis di dalam buku kuno itu. "Rasanya aku kembali ke masa kuno yang sangat menakutkan." Tiba-tiba saja ia bergidik ngeri membayangkan bagaimana kehidupannya yang sekarang. "Akan berbahaya jika tidak segera diberi tahu pada penduduk kawasan selatan. Tapi rasanya tidak mungkin aku menahan mereka di rumah. Bagaimana keadaan ekonomi mereka jika ada larangan untuk tidak meninggalkan rumah?." Ia juga bingung cara menjelaskan masalah itu pada masyarakat luas?. "Ukh!. Rasanya sangat memusingkan sekali masalah yang ada." Kepalanya berdenyut sakit memikirkan cara termudah untuk mengatasi masalah itu. "Mungkin aku aku menemui biksu galak itu untuk meminta pendapat padanya." Ia teringat dengan Biksu Souji Gedaje.
Sekarang aku sedikit mengerti kenapa Biksu Souji Gadeja Sangat sensi Pada mereka. Karena mereka terlalu mengandalkan dirinya, terlalu mengharapkan dirinya untuk menyelesaikan masalah ini. Juga terlalu banyak menuntut padanya agar segera menyelesaikannya. Apakah Mereka tidak menyadari, jika berurusan dengan Naga Air itu sama dengan berendam di dalam yang mendidih?. Apakah mereka tidak memiliki ide untuk mengatasi masalah itu?. Mereka yang telah membuat masalah dengan menghancurkan tugu Ratu Naga Api, dan sekarang siapa yang terkena dari dampak itu?.
Kota Sukuranburu Selatan.
Masumi Kenzo telah mengeluarkan pengumuman tentang sayembara mencari seseorang yang memiliki kekuatan spiritual untuk melihat Sukma Naga Api telah tersebar dimana-mana. Namun masalah ini masalah itu ya serahkan kepada anak buahnya, sedangkan ia menyelesaikan masalah yang lain karena ia tidak ingin fokus pada satu titik saja setelah alasannya yang menyerahkan masalah ingin pada anak buahnya.
Kadoaki sedikit bingung mau berkata apa pada mereka semua. "Kenapa harus aku yang menyeleksi mereka semua?. Sementara aku tidak memiliki kemampuan apapun untuk menilai mereka." Dalam hati Kadoaki Takayama sangat panik dengan apa yang ia lakukan. Sedangkan saat ini kantor DPD sedang dipenuhi banyak orang yang mengantri. "Pak ketua masumi, kenapa anda menyuruh saya menyelesaikan masalah ini sendirian?. Apakah saya harus meminta staf lainnya untuk membantu saya?." Ia sangat panik.
Kembali ke satu jam sebelumnya.
Kadoaki Takayama sedang bersemangat, karena ia akan melakukan pemilihan calon yang akan bekerjasama dengan merak untuk mengatasi masalah Sukma Naga Air. Akan tetapi pada saat itu Kadoaki Takayama melihat Masumi Kenzo sedang siap-siap dengan rapinya.
"Memangnya bapak mau kemana?. Bukankah hari ini sangat penting?." Kadoaki sedikit heran dengan apa yang dikatakan Masumi Kenzo. "Tentunya bapak tidak lupa dengan jadwalnya bukan?." Kadoaki Takayama bahkan mengingatkan Masumi Kenzo tentang jadwal yang akan mereka lakukan.
"Aku dan wakabayashi saat ini memiliki masalah yang lebih penting. Karena itulah aku tidak bisa membantumu. Harus aku sendiri yang menyelesaikannya." Setelah itu ia berjalan meninggalkan ruangan itu.
"Tapi pak?. Bagaimana dengan masalah di sini?." Kadoaki Takayama terlihat kebingungan.
"BUKANKAH AKU TELAH MENGATAKAN UNTUK MENYERAHKAN MASALAH INI PADAMU!. APAKAH KAU TIDAK MENYIMAKNYA DENGAN BAIK?!." Masumi Kenzo mengeluarkan semua kemarahan yang ia rasakan pada saat itu.
"Si-si-siap pak!." Kadoaki Takayama sangat takut melihat kemarahan itu.
"Itu semua ide mu kan?. Jadi kau yang harus menyelesaikan masalah itu." Masumi Kenzo benar-benar meninggalkan tempat itu.
Brak!!
Diiringi dengan bantingan pintu yang sangat keras. Tentunya membuat Kadoaki Takayama semakin ketakutan. "Sangat menyeramkan sekali." Dalam hatinya tidak ingi melihat kemarahan itu.
Kembali ke masa ini.
"Pak?!. Apakah ini masih lama?. Katakan pada kami!." Mereka semua tidak sabar ingin terpilih. Mereka semua mengincar hadiah uang yang akan diberikan pada siapa saja yang bisa melihat roh naga air.
"Se-se-baiknya kalian menunggu sebentar." Kadoaki Takayama semakin gugup, apakah ia bisa melakukan itu dengan baik?.
Hum, aku jadi bingung mau berkata apa. Memang yang merasa ada kepentingan akan berkata seperti itu. Apakah tidak ada cara lain lagi hingga menyerahkan masalah itu pada anak buahnya.
Masumi Kenzo bersama Wakabayashi Ken saat ini berada di kediaman keluarga Uzumaki Hinohara. Keluarga yang terbilang sangat tidak akur, dan memiliki banyak masalah.
__ADS_1
"Untuk apa seorang dewan perwakilan daerah berkunjung ke rumah kami?. Apa yang kau inginkan?." Dengan wajahnya yang sangar Uzumaki Hinohara bertanya seperti itu?. Ia tidak menunjukkan sikap sopannya pada Masumi Kenzo sebagai Dewan Perwakilan daerah Selatan kota Sukuranburu.
"Oh, maaf, jika kedatangan saya membuat tuan uzumaki merasa tidak nyaman." Sedangkan Masumi Kenzo masih bersikap ramah. "Tetapi saya ingin mengetahui sebuah informasi dari tuan. Ada beberapa hal yang ingin saya ketahui mengenai apa yang terjadi." Lanjutnya.
"Apa yang ingi kau ketahui?!. Tidak perlu basa-basi lagi!. Langsung saja pada intinya!." Melihat sikap lunak dari Masumi Kenzo, Uzumaki Hinohara malah semakin melunjak.
"Dia ini ya!. Memang tidak ada sopan-sopannya!." Dalam hati Masumi Kenzo sangat marah, hampir saja ia tidak bisa mengendalikan diri. Ingin rasanya ia menghajar laki-laki di hadapannya saat ini.
"Akh!. Jangan meledak duluan pak!. Sabarlah sedikit." Wakabayashi Ken berbisik pekan. Ia merasakan hawa panas yang mengerikan dari Masumi Kenzo.
"Hmph!." Masumi Kenzo mendengus kesal. "Apakah benar ini Putri tuan?." Ia menunjukkan selembaran foto pada Uzumaki Hinohara.
TEP!.
"Tidak bisakah kau mengambil dengan cara yang biasa saja?!. Benar-benar menyebalkan sekali orang ini!." Dalam hatinya ia tidak sabar lagi ingin mengajar Uzumaki Hinohara yang mengambil foto itu dengan cara yang tidak sopan.
"Hyaaa!. Sabar pak!. Jangan kesulut emosi!." Wakabayashi Ken berusaha untuk menahan Masumi Kenzo agar tidak tersulut api amarahnya sendiri. "Panas juga ternyata dia." Dalam hatinya merinding melihat kemarahan Masumi Kenzo saat ini.
"Ya, dia memang anakku. Apa yang telah ia lakukan sehingga membuat kalian datang ke rumahku?!." Uzumaki Hinohara juga belum menunjukkan sikap baiknya, ia malah bertanya dengan nada tinggi. "Memangnya apa yang telah ia lakukan sehingga kalian datang menemuinya?!." Kembali ia bertanya dengan nada tinggi.
Glugh!!!.
"Sepertinya ini akan terjadi perang yang sangat menyakitkan." Wakabayashi Ken, meskipun ia adalah seorang kepolisian yang bertugas di kawasan Selatan kota Sukuranburu, namun ia belum pernah melihat seseorang yang menunjukkan bagaimana kemarahannya.
Grep!!!
"Tuhkan?!. Mereka malah berkelahi!" Rasanya ia tidak dihormati sama sekali sebagai seorang polisi.
"Aku datang ke sini dengan cara baik-baik!. Kenapa kau malah menyambutku seperti itu!. Ini semua demi keselamatan putrimu!. Ayah macam apa kau ini, hah?!." Sementara itu Masumi Kenzo melampiaskan amarahnya dengan mencengkram kerah baju Uzumaki Hinohara.
"Lepaskan!. Kau ini dewan perwakilan daerah macam apa menggunakan kekerasan pada orang lain!." Uzumaki Hinohara yang biasanya gahar tidak bisa berkutik dihadapan Masumi Kenzo.
"Itu kau sendiri yang tidak mau menjawab pertanyaanku dengan benar!. Kau ini seroang laki-laki!. Seorang ayah!. Harusnya kau yang lebih peduli pada anakmu sendiri!." Masumi Kenzo tidak peduli siapa yang ia hajar saat ini. Ia sangat marah karena tidak ada tanggungjawab Uzumaki Hinohara terhadap anaknya.
"Pak?. Sebaiknya duduk dengan tenang. Jangan gunakan kekerasan seperti itu." Wakabayashi Ken bahkan takut melihat kemarahan Masumi Kenzo saat ini.
Ya, meskipun dia memang memiliki urusan yang lain, tapi setidaknya jangan tinggalkan anak buahmu sendirian. Bantulah dia dengan menunjukkan anggota lainnya untuk membantunya agar dapat menyelesaikan masalah dengan aman.
Kembali di kantor DPD.
Kadoaki Takayama sangat kewalahan, ia tidak tahu harus menilai mereka seperti apa. Sedangkan mereka semua mendesak untuk memilih.
"Sabarlah untuk sebentar!. Jangan mendorong ku seperti itu!." Kadoaki Takayama sangat prustasi dengan mereka yang tidak sabar. Ia sendirian mengatasi masalah itu?. Teman-temannya yang lainnya tidak mau membantunya?.
"Ah!." Dalam kepanikan yang ia rasakan ia teringat dengan ide yang cukup baik. "Ekhm!." Entah dari mana ia mendapatkan pengeras suara, namun mereka masih belum mau berhenti memberontak meskipun ia telah memasang meja pembatas berlapis agar mereka semua tidak menyerbunya. Tetapi tetap saja mereka masih ingin mengejarnya.
"Aku dengar. JIKA YANG MASUK KE DALAM LAUT SELATAN ADALAH DUKUN SAKTI PALSU, MEREKA AKAN SEGERA DITELAN SAMPAI MATI OLEH LAUT SELATAN." Ucapnya dengan suara yang sangat kerasa. Sehingga mereka yang tadinya ribut terpaku mendengarkan apa yang mereka dengar.
"Bisa dikatakan secara tidak langsung akan menjadi tumbal naga air secara suka rela. Karena itulah pikirkan baik-baik jika ingin mengikuti sayembara ini jika kalian masih sayang nyawa sendiri." Lanjutnya.
Swiiing!!!.
Setalah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kadoaki Takayama, tiba-tiba saja ruangan itu benar-benar kosong. Sepertinya mereka semua sangat takut dengan apa yang dikatakan Kadoaki Takayama. Sehingga mereka semua pergi meninggalkan ruangan itu.
"Eh?." Kadoaki Takayama sangat heran dengan sekumpulan orang-orang yang tadinya ingin menyerbu dirinya, namun kini menghilang entah kemana.
"Jika mereka tidak ada di sini satu pun?. Itu artinya mereka semua dukun abal-abal?." Dalam hatinya malah cengo dengan apa yang terjadi. "Jadi mereka semua abal-abal?." Ia kembali mengulangi perkataan yang sama. Rasanya sangat mengherankan sekali. "Jadi apa yang aku lakukan tadi itu sia-sia?." Hatinya benar-benar terguncang, sangat sesak mengingat kerumunan yang hampir saja membuatnya berhenti untuk bernafas. "Apa yang akan aku katakan pada pak ketua masumi nantinya?. Ini sangat mengejutkan sekali." Dalam hatinya bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Sehingga kepalanya berdenyut sakit. Tidak bisa memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah ini. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi dari Masumi Kenzo setelah mengetahui jika ia gagal dalam melaksanakan tugasnya?. "Sebaiknya aku meminta surat pengunduran diri saja." Ia pasrah dengan apa yang akan dilakukan Masumi Kenzo padanya nanti.
Lihatlah?. Ternyata sia-sia apa yang telah ia lakukan. Tapi setidaknya ia memiliki usaha yang sangat luar biasa untuk menyelesaikan masalah ini. Luar biasa.
__ADS_1
Ryuu Amane off.
...***...