
...***...
Di laut selatan yang dimasuki secara diam-diam oleh Uzumaki Araumi dan Masato Jin. Saat ini mereka mengamati bagaimana keadaan laut keseimbangan.
"Untuk sejauh ini kita masih aman." Masato Jin sedikit merasa lega karena yang mereka waspadai adalah ratu Naga Api.
"Aku rasa begitu." Uzumaki Araumi sangat setuju dengan apa yang telah dikatakan oleh temannya itu.
"Tapi air keseimbangan masih dalam keadaan tenang." Masato Jin mengamati keadaan laut keseimbangan yang biasa saja.
"Itu artinya apa?." Uzumaki Araumi sangat penasaran dengan itu.
"Kita masih membutuhkan banyak tumbal yang harus kita persiapkan." Jawabnya terus mengamati bentuk laut keseimbangan saat ini.
"He?. Masih banyak lagi?." Keluhnya disertai dengan rengekan miris. "Rakus sekali raja kita itu." Lanjutnya lagi.
"Hush!." Masato Jin memberi kode pada temannya m itu. "Hati-hati kalau bicara!." Ia sangat kesal dengan ucapan temannya itu.
"Ya, ya, ya. Baiklah, aku mengerti." Ia sangat kesal sebenarnya. "Tapi airnya sedikit berubah." Saat itu juga ia sedikit terkejut dengan apa yang telah ia lihat. Apakah matanya salah?.
"Kau benar." Masato Jin dapat melihat perubahan warna air laut keseimbangan. "Itu artinya raja naga air mulai merespon apa yang telah kita lakukan." Masato Jin sangat senang dengan perubahan yang telah ia lihat saat itu.
"Baguslah. Aku juga ingin dia segera bangun." Uzumaki Araumi menyeringai lebar.
"Tentu saja harus bangun." Masato Jin semakin bersemangat dengan apa yang telah ia lakukan?. Hatinya sangat senang jika apa yang telah ia lakukan membawakan hasil yang sangat luar biasa. "Namun kita harus menyiapkan wadah yang tepat untuk menampung sukma raja naga air agar dapat reinkarnasi secepatnya." Itulah yang ia pikirkan sebelum raja naga air bangun seutuhnya.
"Ok!. Jadi semangat lagi nih." Uzumaki sepertinya mulai bersemangat dengan apa yang akan ia lakukan nantinya.
__ADS_1
Apakah mereka bisa membantu Raja Naga Air reinkarnasi?. Temukan jawabannya.
...***...
Raja naga Api benar-benar tidak menyangka jika istrinya memiliki bakat dalam merangkai cerita yang sangat luar biasa untuk membandingkan orang zaman dahulu dengan zaman sekarang. Ada perbedaan yang sangat aneh yang ia rasakan pada saat itu. Namun sayang sekali, sepertinya Ratu Naga Api tidak bisa melanjutkan ceritanya karena Ryuu Amane harus kembali ke rumahnya dan ia harus menjalani kehidupannya yang merupakan anak remaja biasa.
"Untuk hari ini cukup sampai di sini saja ya?." Sebenarnya Ratu Naga Api atau Ryuu Amane masih ingin berlama-lama di sini, tapi apa boleh buat. "Besok aku akan kembali lagi ke sini." Ia tersenyum kecil meyakinkan suaminya bahwa ia akan kembali datang menemuinya.
"Itu harus." Raja naga Api tentunya ingin bertemu dengan istrinya. Namun karena kondisi yang seperti ini membuatnya tidak bisa bersama.
"Um. Tentu saja." Sebenarnya ia sangat berat hati meninggalkan suaminya. Dengan langkah yang berat ia mencoba mengangkat kan kakinya.
"Hati-hati di jalan ya." Raja naga Api sebenarnya ingin mengantar istrinya ke tempat tujuan, namun ia takut tidak akan bisa kembali ke kuil Tenkuu No Seiden nantinya.
"Ya, tentu saja." Ratu Naga Api harus menekan perasaan yang ia miliki supaya ia tidak melihat ke arah belakang. Hatinya mudah luluh jika ia melihat ke arah belakang, dan ia tidak ingin lemah karena keadaannya yang sekarang.
"Aku juga ingin lebih bersamamu rajaku. Tapi keadaan kita yang sekarang tidak memungkinkan kita untuk bersama. Aku mohon bersabarlah barang sejenak hingga kau menemukan wadah yang cocok untuk reinkarnasinya nantinya." Dalam hati Ratu Naga Api juga merasakan kesedihan yang sangat luar biasa.
Namun saat itu ia tidak menyangka akan bertemu dengan Atsui Akamaru.
"Eh?. Bukankan kau adalah ryuu amane?." Atsui Akamaru sangat terkejut melihat Ryuu Amane berada di sini.
"Atsui san." Ryuu Amane juga heran melihat Atsui Akamaru.
"Apa yang telah kau lakukan di sini?." Atsui Akamaru sedikit penasaran. "Apakah kau tinggal di sekitar kuil ini?." Entah kenapa ia penasaran dengan tempat tinggal Ryuu Amane.
"Sejak kapan kau peduli dengan tempat tinggalku?" Ryuu Amane dapat merasakan gelagat aneh itu. "Apakah kau mulai jatuh cinta padamu?." Ryuu Amane tersenyum lebar menatap Atsui Akamaru.
__ADS_1
"Baka!." Spontan ia berkata seperti itu. "Jangan berkata yang tidak-tidak padaku!." Atsui Akamaru sangat gugup dengan apa yang telah dikatakan Ryuu Amane.
"Tentu saja aku tahu itu." Ryuu Amane hanya menggodanya saja. "Kau itu hanya perlu pandangan seseorang saja. Jadi aku memahaminya." Ryuu Amane hanya tersenyum kecil saja. Setelah itu ia pergi melangkah meninggalkan Atsui Akamaru.
"Tunggu!." Atsui Akamaru mencoba menahan Ryuu Amanae agar tetap di sana untuk sebentar saja.
Ryuu Amanae menghentikan langkahnya, tanpa melihat ke arah Atsui ia berkata seperti ini. "Apakah kau masih ragu dengan perubahan yang aku lakukan?." Ia menghela nafasnya dengan lelahnya. "Kau tidak perlu memusingkan dirimu sendiri hanya untuk memastikan itu." Setelah berkata seperti itu ia benar-benar meninggalkan Atsui Akamaru yang kehilangan kata-kata.
Sepertinya Ryuu Amanae memang mengalami perubahan yang sangat besar. Apakah memang terjadi sesuatu padanya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Pemerintahan pusat Kota Sukuranburu.
Saat ini Murasaki Abeno dan Masumi Kenzo sedang berdiskusi tentang masalah yang telah berlalu itu. Mereka sangat lega karena keadaan benar-benar aman untuk melakukan aktivitas.
"Pemerintah saat ini telah mengeluarkan pengumuman bahwa kita bisa melakukan aktivitas seperti biasa." Murasaki Abeno terlihat sangat senang.
"Syukurlah kalau begitu pak. Saya sangat lega juga mendengarkan kabar baik itu." Masumi Kenzo juga sangat senang.
"Ini semua karena bantuan dari biksu pemarah itu. Apakah kau telah menyampaikan rasa terima kasih kita padanya?." Ia telah menyampaikan pada Masumi Kenzo agar memberikan hadiah pada Biksu Souji Gadeja.
"Kami telah mengantarnya pak, tapi biksu pemarah itu malah mengusir kami. Katanya berikan saja hadiah itu pada orang yang lebih membutuhkan, jangan berikan padanya. Seperti itu yang dia katakan pak." Masumi Kenzo telah mengatakan apa yang telah dilakukan Biksu Souji Gadeja padanya saat itu.
Murasaki Abeno hanya menghela nafas saja. Memang sulit untuk berhadapan dengan orang yang keras kepala seperti itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?.
Next.
__ADS_1
...***...