
...***...
Di kuil Tenkuu No Seiden.
Siapa yang menduga, jika Murasaki Abeno, Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken datang ke sana?. Selain itu Wakabayashi Ken masih ingat dengan wajah Ryuu Amane?. Saat ini mereka berada di dalam kuil untuk berbicara?.
"Jadi kau adalah orang yang diselamatkan oleh biksu pemarah ini?." Masumi Kenzo hanya ingin memastikan jika apa yang ia dengar dari Wakabayashi Ken sangat benar.
"Biksu pemarah?." Ryuu Amane balik bertanya karena ia penasaran dengan apa yang ia dengar.
"Ya. Dia adalah biksu pemarah." Balas Masumi Kenzo.
"Dia suka marah-marah, jadi kami memanggilnya biksu pemarah." Sambung Wakabayashi Ken dengan tatapan tidak menyenangkan.
"Beraninya kalian berkata seperti itu dihadapan gusti ratu." Dalam hati Biksu Souji Gedaje sangat kesal dengan ucapan mereka. "Berani sekali kalian memberi kesan buruk tentang aku dihadapan gusti ratu." Ingin rasanya Biksu Souji Gedaje mengusir mereka semua.
"Lalu apa yang kalian inginkan padanya jika dia biksu pemarah?." Ryuu Amane sangat heran dengan apa yang mereka lakukan. "Apa yang kalian harapkan jika memang dia adalah seorang biksu pemarah?." Itulah yang membuatnya semakin heran.
"Eh?." Wakabayashi Ken dan Masumi Kenzo terkejut dengan apa yang ditanyakan oleh Ryuu Amane.
"Itu-." Keduanya jadi salah tingkah, dan tidak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
"Bffuuh!." Hampir saja Biksu Souji Gedaje tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah kebingungan mereka saya ini. "Mampus kalian berdua!." Ingin rasanya ia berkata seperti itu pada keduanya dengan suara keras penuh kemenangan. "Terima kasih gusti ratu karena bertanya seperti itu. Rasanya aku tidak tahan untuk tidak terasa melihat raut wajah mereka saat ini." Hatinya sangat senang melihat mereka yang tidak berdaya setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Ryuu Amane.
"Olala!. Mereka ini tidak akan menang jika berbicara dihadapan gusti ratu naga api." "Percuma saja kalian mencari alasan untuk berdebat dengannya." Dalam hati Akihara Masamune sangat miris dan simpati melihat mereka saat ini.
"Ekhem!." Murasaki Abeno memberi kode pada mereka agar lebih serius. Sehingga mereka melihat ke arahnya, tidak berbicara sepatah katapun. "Negeri ini sedang dalam maslahah yang sangat serius." Ucapnya sambil menatap mereka semua dengan mata yang penuh ambisi yang membara. "Jika kita tidak segera menangani masalah ini. Aku takut akan ada banyak korban yang akan berjatuhan." Hatinya sangat sakit mengingat apa yang telah terjadi. "Masalah naga air, menurut buku yang aku baca mengenai dua suku yang pernah tinggal di kota besar sukuranburu ribuan tahun yang lalu adakah musuh naga api." Perasaannya saat ini sangat berkecamuk tidak menentu.
"Pak murasaki." Murasaki Abeno dan Wakabayashi Ken sangat terpana dengan keseriusan yang ditunjukkan oleh Murasaki Abeno saat ini.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di laut Selatan.
"Kegh!." Untuk sekian kalinya ia meringis sakit. "Aku tidak boleh menyerah!. Aku tidak boleh menyerah!." Ia terus berusaha untuk mengeluarkan tenaga dalamnya agar masuk ke dalam salah satu anak buahnya yang juga sedang berusaha untuk keluar dari sana. Sungguh perjuangan yang sangat besar untuk bisa keluar dari cengkraman segel Jarum Api.
"Ini adalah kekuatan terakhir yang aku miliki. Semoga saja sampai pada salah satu dari mereka!." Ia mengumpulkan semua tenaga dalamnya ke telapak tangannya. "Sial!. Keluarkan semuanya!." Tenaganya hampir saja meledak karena tidak tahan dengan tekanan hawa api, namun ia masih terus berusaha.
Hingga saat itu ia merasakan ada kekuatan yang semakin kuat yang berhasil ia kumpulkan. "Egkhakh!." Teriaknya dengan suara yang sangat keras, diiringi dengan melempar ke atas semua kekuatan tenaga dalamnya.
Pada saat itu terlihat dengan jelas kumpulan bola bening menyerupai air naik ke atas permukaan. Terus naik ke atas mencari sasaran siapa yang akan menerima kekuatan itu.
__ADS_1
"Semoga saja tepat sasaran." Dalam hati Naga Air sangat berharap, apalagi nafasnya sangat sesak setelah melepaskan tenaga itu. Selain itu tubuhnya seakan-akan kehilangan seluruh tenaga dalam yang ia miliki, sehingga tubuhnya lemah tak berdaya. "Jangan sia-siakan tenaga dalam yang telah aku lepaskan untuk kalian. Berjanjilah jika kalian akan melakukannya dengan baik." Itulah harapannya sebelum ia kehilangan kesadarannya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Simak terus ceritanya.
...***...
Kembali ke kuil Tenkuu No Seiden.
Murasaki Abeno masih menjelaskan apa yang akan ia lakukan untuk mengatasi masalah ini pada mereka semua.
"Ini menyangkut masalah nyawa banyak orang. Karena itulah aku mohon kerjasamanya agar kita bisa melindungi mereka semua dengan baik." Murasaki Abeno terlihat sangat sedih. "Apakah kalian tidak merasa kasihan pada para korban serta keluarga mereka yang ditinggalkan?." Lanjutnya. Hatinya sangat sakit, dan semakin sakit karena ia belum juga menemukan caranya. "Jika aku mampu melakukannya, maka aku tidak akan meminta bantuan pada kalian semua untuk menyelesaikan masalah ini." Ia mengatakan apa yang ia rasakan. "Karena aku tidak mampu. Makanya aku meminta bantuan kalian supaya masalah ini segera diatasi dengan baik." Ia hampir saja menangis karena perasaan sedih yang ia rasakan pada saat ini.
"Itu benar biksu souji gedaje." Kali ini Masumi Kenzo yang berbicara. "Dengan segala hormat. Katakan pada kami bagaimana caranya kita mengetahui seseorang itu adalah reinkarnasi naga api, juga bagaimana caranya kita menemukan ratu naga api supaya bisa menyegel kekuatan naga air?." Masumi Kenzo terlihat sangat tidak sabaran.
"Jadi kalian beranggapan seperti itu?." Dalam hati Ryuu Amane dapat menyimak apa yang mereka katakan.
Sedangkan Biksu Souji Gedaje hanya diam saja. "Tidak mungkin aku mengatakan jika ratu naga api berada di sini." Dalam hatinya menghela nafasnya. "Aku yakin kalian tidak akan percaya.
"Kami mohon tuan biksu-." Ucapan Wakabayashi Ken terpotong.
"Ya, ya, ya, ya." Biksu Souji Gedaje merasa lelah dengan apa yang mereka lakukan. "Aku akan melakukannya." Lanjutnya. Tentunya itu membuat mereka semua tercengang dengan apa yang mereka dengar. "Tapi aku minta syarat, jika kalian tidak boleh datang ke sini, dan galian hanya menerima hasil bersihnya saja. Kembali ia menghela nafasnya dengan lelah sambil berkata seperti itu.
__ADS_1
Tentunya mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah benar itu yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje?. Hanya waktu yang akan menjawab semua dari masalah yang terjadi. Simak terus ceritanya hingga akhir.
...***...