
...***...
Malam harinya.
Ryuu Fumiko menemui anaknya Ryuu Amanae. Senyumannya kali ini memang terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. Senyuman penuh kasih Sayang dari seorang ibu pada anak yang sangat ia cintai. Apakah Ryuu Fumiko benar-benar mengalami perubahan yang sangat besar?. Sehingga tanpa perasaan ragu ia melakukan itu, menunjukkan berapa besar kasih Sayang yang ia rasakan pada saat itu.
"Ada apa ibu?." Agak sedikit bingung Ryuu Amanae bertanya mengenai sikap ibunya yang memang Sangat berbeda. "Apakah terjadi sesuatu ibu?." Ryuu Amanae sedikit bingung dengan apa yang terjadi pada ibunya.
"Apakah ibu tidak boleh melihatmu?." Dengan lembut ia bertanya seperti itu. "Apakah ini perlu alasan yang sangat jelas untuk menemuimu?." Ada perasaan tidak enak hati ketiak anaknya bertanya seperti itu padanya.
"Tentu saja boleh ibu. Tentu saja ibu boleh datang ke kamarku." Ryuu Amanae tidak membantah. Justru ia sedikit bingung dengan tujuan Ryuu Fumiko yang masuk ke kamarnya malam ini. "Aku sangat senang jika ibu datang menemuiku." Ryuu Amanae dapat merasakan perasan hangat itu. Bisa jadi itu adalah perasaan sayang yang dimiliki Ryuu Amanae yang sebenarnya pada saat itu, hingga Ratu Naga Api dapat merasakan perasaan itu.
"Apakah ada hal yang sangat penting yang ingin ibu sampaikan?." Ryuu Amanae merasakan ada hal penting yang ingin disampaikan ibunya.
"Pemerintah telah mengeluarkan pengumuman, bahwa kita boleh melakukan aktivitas di luar." Ia mencoba mengatakan berita yang ia lihat di Televisi. "Besok sudah mulai sekolah lagi. Jadi kau fokus saja pada sekolah. Ibu bisa ke toko dengan aman." Ia genggam tangan anak tirinya itu dengan sangat erat. "Ibu bisa melakukannya, ibu tidak mau membebankan masalah keuangan padamu. Maafkan ibu ya nak." Rasanya ia ingin menangis mengingat semua yang pernah ia lakukan selama ini. Perasaan menyesal yang tumbuh dihatinya saat itu sangat kental.
__ADS_1
"Ibu jangan berkata seperti itu. Aku melakukan ini semua demi ibu." Ryuu Amanae juga hampir saja menangis karena tidak tahan lagi dengan apa yang ia rasakan.
"Ibu juga akan melakukanya demi dirimu nak." Ryuu Fumiko memeluk anaknya dengan sayang. Perasaan bersalah yang ia rasakan selama ini telah menyiksa dirinya. Perasaan benci yang ia limpahkan pada anaknya.
"Apakah kau dapat merasakan itu amane?. Akhirnya kau mendapatkan pelukan yang kau inginkan selama ini." Dalam hati Ratu Naga Api dapat merasakan bagaimana kesepian, keinginan, serta apa saja yang dirasakan oleh Ryuu Amanae selama ini. Kenapa baru sekarang ia merasakan itu. Rasanya ia tidak ingin merasakannya. Hatinya sangat sedih, karena yang harus merasakan itu adalah Ryuu Amanae yang sebenarnya, bukan dirinya yang merupakan orang masa lalu yang mengambil alih tubuh seorang anak remaja yang sedang mengalami masa-masa yang sangat sulit.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
"Sepertinya memang mengalami banyak perubahan." Raja Naga Api tidak dapat menyangkal itu. Setelah cukup lama ia mengamati bagaimana Kenyataan yang ia terima.
"Yang mulia dapat melihatnya sendiri. Begitu banyak perubahan yang kadang memang tidak bisa kita bantah lagi." Biksu Souji Gadeja dapat merasakan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api mengenai perubahan itu.
__ADS_1
"Jika aku tidak salah dalam mengingat sesuatu." Perasaan yang ia rasakan saat ini adalah kesedihan, karena ia tidak dapat lagi melihat kota Sukuranburu yang pernah ia pimpin kala itu. Hari ini hilang Semua yang telah ia miliki, kecuali wanita yang sangat ia cintai. "Dahulu kala, ketika aku masih memimpin negeri ini. Di sana lah letak istana yang sangat megah." Bayangannya kala itu seakan-akan melihat di tempat yang ia tunjukkan itu adalah letak Istana yang pernah ia diami ketika itu. "Tapi sekarang aku tidak melihat istana itu lagi kecuali bangunan yang aneh. Aku tidak merasakan suasana kerajaan yang seperti dulu lagi." Hatinya sangat sedih merasakan itu semua. Apakah ia tidak dapat merasakan suasana itu lagi setelah sekian lama meninggalkan dunia luar?.
Biksu Souji Gadeja hanya diam saja. Ia tidak tahu harus berkata apa dalam situasi seperti itu. Pasti sangat berat seseorang yang mengalami kejadian itu. Ia sendiri pun akan kehilangan semangat hidup jika mengalami perubahan yang sangat luar biasa. "Lalu apa yang mulia lakukan selanjutnya?. Apakah yang mulia akan melakukan reinkarnasi seperti yang dikatakan yang mulia ratu?." Biksu Souji Gadeja ingin mendengarkan bagaimana tanggapan Raja Naga Air mengenai itu. Apakah benar ia ingin reinkarnasi kembali?.
Raja Naga Api tidak langsung menjawabnya, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu, seperti sedang memikirkan apakah yang ia jawab itu adalah sesuai dengan keinginannya atau tidak. "Karena ratuku yang berkata seperti itu, maka aku akan melakukannya." Raja Naga Api tersenyum kecil. Ia seperti gambaran seorang laki-laki yang sangat menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya. "Tapi aku melakukan ini semua demi orang-orang pada masa ini. Karena mereka tidak akan mungkin bisa menghadapai betapa ganasnya suku naga air. Aku akan menghentikan mereka dengan kekuatan yang aku miliki. Dan tentunya itu dengan bantuan dari istriku." Senyumannya sangat menawan, ia benar-benar menjawab dari lubuk hatinya yang paling dalam, sehingga Biksu Souji Gadeja dapat merasakan ketulusan itu dengan sangat baik.
"Seperti yang dikatakan oleh mendiang ayah saya. Raja naga api adalah raja yang dapat mendengarkan, serta apa yang dirasakan oleh rakyatnya. Itulah kenapa anda begitu dihormati oleh semua rakyat anda." Biksu Souji Gadeja selama ini hanya mendengarkan kisah itu dari mendiang ayahnya saja. Namun ia tidak menyangka jika hari ini ia mendapatkan kebenaran itu secara langsung setelah berbicara langsung dengan Raja Naga Api.
"Hum?." Raja Naga Api tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gadeja. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang raja. Jadi menurutku itu adalah hal yang sangat wajar." Raja Naga Api melakukan itu semua penuh dengan pertimbangan.
"Ya. Karena itulah anda adalah raja yang sangat luar biasa. Hamba dulu hanya menduga itu adalah cerita saja dalam bentuk kekaguman seseorang pada pemimpin di masa itu. Tapi hari ini saya dapat merasakan itu melalui ucapan anda yang mulia raja." Balas Biksu Souji Gadeja dengan senyuman lembut. "Bagaimana kehebatan, serta kekuatan anda saat memerintah negeri ini." Lanjutnya lagi dengan suasana hati yang sangat bersemangat.
"Aku tidak mengerti apa yang diceritakan tentangku, tapi aku harap itu bukan cerita yang sangat berlebihan memuji seseorang." Raja Naga Api merasa tidak enak hati mendengarkan itu.
Biksu Souji Gadeja tertawa kecil melihat bagaimana reaksi dari Raja Naga Api yang memang tidak suka akan pujian yang berlebihan. Ternyata apa yang diceritakan oleh ayahnya memang sangat benar mengenai Raja Naga Api. Harusnya ia dulu memang mendengarkan kisah itu dengan sangat serius, jika ia mengetahui akan bertemu langsung dengan Raja Naga Api.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Apakah raja Naga Api bisa reinkarnasi dengan baik?. Hanya waktu yang akan menjawab apa yang akan terjadi selanjutnya.
...***...