
...***...
Kediaman Ryuu Amanae.
Pagi harinya, Ryuu Amanae atau Ratu Naga Api membangunkan Raja Naga Api. Tentunya dengan kecupan manis di kening suaminya.
"Selamat pagi rajaku." Ucapnya dengan sangat lembut. "Mari kita memulai pagi ini dengan suasana hati yang sangat baik." Bisikan lembut itu ia ucapkan dengan hati-hati. Karena sudah sangat lama ia tidak melakukan itu. Hampir saja ia menangis, setelah sekian lama tidak menyambut pagi hari suaminya seperti itu.
Senyuman menawan terlihat jelas di bibir sang Raja. Ia sangat bahagia karena sambutan yang sangat lama itu, membuat ia rindu Pada istri yang sangat ia cintai. Raja Naga Api bangun dari tidurnya, ia mencoba untuk duduk, setelah itu, ia menatap sayang istrinya. "Selamat pagi juga ratuku. Cintaku, satu-satunya wanita yang sangat aku cintai di dalam hidup ini." Raja Naga Api tidak menyembunyikan apa yang ia rasakan.
"Um." Ratu Naga Api tidak dapat menahan dirinya, ia segera memeluk suaminya dengan sangat erat sambil menangis sedih.
"Tenanglah ratuku. Jangan menangis. " Raja Naga Api berusaha untuk menenangkan Ratu Naga Api agar tidak menangis. "Kita telah hidup bersama kembali. Aku harap kau tidak menderita selama perpisahan yang kita alami selama ini." Raja Naga Api dapat merasakan bagaimana perasaan istrinya. Pasti sangatlah berat baginya berpisah dengan orang yang paling disayangi.
"Aku ingin lebih lagi bersamamu, aku tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita." Rasa rindu yang ia rasakan membuatnya sakit. Apakah keadaan seperti itu dapat ia pertahankan dengan baik?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya.
***
__ADS_1
Kuil Tenkuu No Seiden.
Mizuaki Sayax, Mizuno Sora, Akihara Masamume saat ini sedang menunggu kedatangan Ratu Naga Api. Mereka tidak sabar ingin melihat Raja Naga Api.
"Kenapa gusti ratu naga api lama sekali datangnya. Apakah gusti ratu naga api tidak mau memperlihatkan wajah tampan suaminya pada kita semua?." Mizuaki Sayax terlihat mondar-mandir tidak jelas di dalam kuil. Biksu Souji Gadeja yang melihat itu tidak tahan lagi. Ingin rasanya ia memukul kaki itu supaya lebih diam lagi. Tapi bukan hanya dia saja yang mondar-mandir tidak jelas, melainkan temannya Mizuno Sora juga ikutan tidak betah sambil menunggu seseorang datang membawa tamu istimewa.
"Aku rasa bisa jadi seperti itu alasannya." Ia malah membuat argumen tersendiri untuk memberikan kesan yang baik untuk ratunya. "Jika aku jadi ratu naga api, mungkin aku juga tidak ingin melakukan itu." Kali ini ia malah membawa perasaan pribadi untuk perbandingan dirinya dengan Ratu Naga Api. Sungguh sangat miris sebenarnya membandingkan diri seperti itu.
"Tapi aku begitu sangat penasaran, sangat ingin melihat wajah tampan raja naga api." Mizuaki Sayax malah semakin merengek tidak tahan ingin segera bertemu dengan Raja Naga Api. Matanya semakin berkaca-kaca memohon agar seseorang segera memenuhi apa yang ia inginkan saat itu juga.
"Tuan tatsu, apakah menurutmu raja naga api adalah laki-laki yang sangat tampan?." Kali ini mereka malah merengek pada Akihara Masamume yang dari tadi telah pusing melihat tingkah mereka yang tidak dapat ditolong lagi.
"Ayolah tuan tatsu. Jawab saja pertanyaan kami. kami ingin mengetahui dari pendapat tuan tatsu." Bukannya berhenti merengek, tapi mereka malah semakin merengek pada Akihara Masamume atau Tatsu yang merupakan pengawal pribadi Ratu Naga Api.
"Aku yakin tuan tatsu Pernah melihat wajah raja naga api, meskipun beberapa kali, kan?. Ayolah tuan Tatsu. Kami sangat memohon padamu." Mizuno Sora semkin memohon dengan wajah memelas ingin dikasihani.
"Kalian ini sangat berisik sekali." Biksu Souji Gadeja tidak tahan lagi dengan suara mereka yang merengek. "Apakah kalian tidak sadar bahwa kalian telah membuat keributan di dalam kuil?. Apakah kalian tidak malu dengan sikap aneh kalian itu?." Biksu Souji Gadeja sangat marah dengan sikap mereka yang seperti itu, sehingga ia menyemprot mereka dengan kata-kata seperti itu.
__ADS_1
"Oh, maaf jika kami berisik, tapi kami tidak bertanya padamu biksu pemarah." Suasana hati Mizuaki Sayax telah berubah saat ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gadeja. Itu rasanya sangat menyebalkan baginya. Apakah ia tidak boleh bertanya seperti itu?.
"Jika kalian tidak senang lebih baik kalian keluar saja." Biksu Souji Gadeja malah mengusir mereka. "Kuil ini tidak akan tenang jika kalian berada di sini." Lanjutnya dengan cueknya.
"Kali ini aku setuju dengan apa yang dia ucapkan." Dalam hati Akihara Masamume sedikit setuju. "Karena dari tadi mereka sering bertanya seperti itu padaku. Membuat aku merasa tidak nyaman sama sekali." Tidak ada rasa simpati sedikitpun darinya.
"Hmph!."
Keduanya terlihat sedang cemberut karena ucapan Biksu Souji Gadeja. Padahal mereka memang tidak sabar ingin melihat wajah tampan nan rupawan milik Raja Naga Api. Apakah mereka salah telah bersikap seperti itu?. Apakah mereka bisa bertemu dengan Raja Naga Api setelah ini?. Temukan jawabannya.
***
Sementara itu di sisi lainnya.
Atsui Akamaru sedang bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Karena kondisi sedikit aman menurutnya, apa salahnya ia berjalan-jalan sambil menemui kedua temanya. Dan kemungkinan itu akan membuatnya merasa lebih nyaman lagi. Tidak bepergian beberapa hari memang membuat seseorang sangat suntuk. Apalagi saat memikirkan seseorang yang kemungkinan dia adalah reinkarnasi dari Ratu Naga Api?. Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi?.
"Sebenarnya siapa ryuu amanae itu?." Dalam hatinya masih bertanya-tanya, kenapa itu bisa terjadi?. "Apa yang telah ia sembunyikan selama ini?. Kekuatan seperti apa yang dia miliki sebenarnya?. Sehingga ia bisa bertarung seperti itu?." Ia sangat kesal karena belum menemukan jawaban yang ia cari. "Kekuatan seperti apa yang telah ia sembunyikan sebenarnya?." Kepalanya semakin terasa sakit memikirkan itu semua. Kenapa dengan Ryuu Amanae sebenarnya, kenapa dia bisa bertarung seperti orang yang sangat ahli?. Padahal selama ini ia hanya korban bullying saja. Tidak akan pernah melawan sedikitpun, namun apa yang ia lihat pada saat itu?. Ryuu Amanae seperti menjadi pribadi yang sangat berbeda dari yang sebelumnya. Apakah hanya perasaanya saja atau memang itu yang terjadi?.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Apakah Atsui Akamaru tidak bisa menemukan jawaban yang dapat membangun dirinya untuk masalah Ryuu Amanae yang terlihat berbeda?.
...***...