
...***...
SMA Selatan.
Ryuu Amane saat ini sedang berhadapan dengan ketiga anak sultan yang masih saja ingin menyiksanya?. Namun saat itu Pak Kazuo Fujitora datang.
"Ini semakin gawat!. Apa yang harus aku lakukan?!." Akihara Masamune sangat mencemaskan Ratu Naga Api atau Ryuu Amane yang sekarang. Akan tetapi ia tidak mengetahui cara membantu Ryuu Amane yang sedang menghadapi masalah. "Kenapa mereka masih tidak puas dengan apa yang telah dilakukan gusti ratu naga api?. Apakah mereka tidak takut menjadi daging panggang?." Dalam hati Akihara Masamune sangat takut membayangkan itu.
"Pak kazuo!. Kau masih saja belum berbicara padanya mengenai kami?. Sudah berapa lama dia dan bapak di sekolah ini?!." Izumi berkata dengan sombongnya. Seakan-akan apa yang ia katakan itu adalah sesuatu yang harus dituruti. "Kenapa bapak masih saja tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan?." Tidak ada rasa hormat yang ia tunjukkan selain kesombongan.
"Katakan padanya untuk berlutut dihadapan kami!." Natsuki dengan nada memerintah berkata seperti itu. "Paksa dia jika tidak mau!. Lanjutnya sambil menunjuk ke arah Ryuu Amane. Dan ia sama sekali tidak menunjukkan sikap sopannya pada Pak Kazuo yang merupakan salah satu guru terbaik di SMA Selatan. "Apakah dia tidak mengerti jika kami ini adalah anak sultan yang harus dia hormati?." Natsuki menatap rendah pada Ryuu Amane.
"Katakan padanya agar lebih bersikap hormat pada kami!." Begitu juga dengan Ayuri. Mereka bertiga bertindak karena merasa berkuasa di sekolah SMA Selatan.
"Anak-anak tidak berguna ini!. Kenapa selalu saja membuat masalah?!." Dalam hati Pak Kazuo sangat benci pada mereka semua yang selalu saja memerintahnya dengan nada sombong. "Ekhm!." Pak Kazuo Fujitora memberi kode sedikit keras. Hatinya ini sedang panas karena masalah yang selalu mereka perbuat akan memberatkan dirinya.
"Oh tidak!. Mana mungkin gusti ratu agung mau bersujud dihadapan mereka semua?. Kalian ini benar-benar mencari mati!." Dalam hati Akihara Masamune merasa sangat khawatir.
"Habis sudah riwayatnya selama berada di sini. Malang sekali nasibnya setelah ini."
"Harusnya dia mengetahui, jika berurusan dengan anak sultan akan mendapatkan masalah.
Sedangkan yang lainnya malah mengeluarkan kata-kata yang lebih membuat suasana menjadi iba. Mereka juga tidak ada yang mau membantunya sama sekali.
Di saat yang bersamaan, Atsui Akamaru melihatnya. "Kali ini masalah apa lagi yang melibatkan mereka semua?. Rasanya sangat membosankan sekali melihat apa yang mereka lakukan." Atsui Akamaru memperhatikan itu diam-diam.
"Ryuu amane!. Cepat-!." Ucapannya terhenti.
"Ya, bapak benar. Jika tidak cepat menuju kelas, maka akan terlambat masuk kelas." Dengan santainya ia berkata seperti itu. "Terima kasih telah mengingatkan saya pak." Ia tersenyum kecil menatap mereka semua.
"Eh?." Akihara Masamune sangat terkejut, begitu juga dengan mereka semua.
__ADS_1
"RYUU AMANE!." Teriak mereka dengan sangat marah, merasa diabaikan oleh Ryuu Amane.
"Heh!. Siap yang peduli?. Kalian pikir aku ini ratu naga api seperti apa?. Mau bersujud dihadapan orang-orang yang tidak berguna seperti kalian?." Dalam hari Ryuu Amane mendengus kesal. "Maaf saja. Aku terlahir ke dunia ini bukan untuk melakukan hal yang tidak berguna seperti yang kalian minta. Aku hanya akan bersujud di hadapan suamiku sendiri." Ia menyeringai lebar melihat raut wajah Meraka yang dipenuhi oleh kemarahan.
"Terima kasih gusti ratu. Karena gusti ratu saya lebih berani lagi." Dalam hati Ryuu Amane merasa lebih berani dari yang sebelumnya. Perasaan ingin membela dirinya memang sangatlah kuat, sehingga ia tidak dapat menahan dirinya untuk membuat mereka tercengang melihat perubahan sikapnya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di pusat perbelanjaan.
Kali ini Uzumaki Araumi berada di sana. Matanya mengamati siapa saja yang berada di sana. Sama halnya dengan apa yang dilakukannya pada siswi tadi, ia meniupkan sesuatu pada seorang laki-laki yang hendak masuk ke toko. Laki-laki itu adalah seorang pekerja kantoran, namun suasana hatinya tampaknya sedang kacau. Pikirannya sangat kusut, hatinya mengutuk hidupnya yang penuh dengan masalah yang tidak berkesudahan.
"Kesedihan dan ambisi yang sangat luar biasa." Uzumaki Araumi dapat melihat itu dengan matanya. "Ini sangat cocok untuk dijadikan tumbal yang mulia raja agung naga air." Ia tersenyum lebar menatap korban di depan matanya.
"Fyuuuh!."
Deg!!!.
Laki-laki itu merasa berada di tempat yang sangat aneh. Ia tidak mengerti kenapa ia berada di tempat yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya. "Di-dimana aku?. Aku tidak salah masuk, kan?." Ia kebingungan dengan situasi sekitarnya saat ini. "Kenapa aku bisa berada di sini?. Sejak kapan?." Ia kebingungan, tidak mengerti apa yang terjadi padanya.
"Pergilah ke laut selatan, di sana. Akan aku perlihatkan dunia kantor yang menyenangkan untukmu. Bahkan kau bisa menjadi bos di sana." Ada suara yang membisikkan kata-kata seperti itu padanya. Memerintahkan dirinya untuk menuju laut selatan?. Tapi untuk apa?. Tentunya ia bertanya seperti itu, kan?.
"Siapa kau?. Tempat apa ini?. Kenapa aku harus ke sana?. Bukankah tempat itu terlarang saat ini untuk di kunjungi?." Ia bertanya balik pada seseorang yang tidak bisa ia lihat sama sekali.
"Kau tidak perlu mengetahui ini tempat apa." Jawab suara itu. "Tempat itu bukanlah tempat terlarang. Hanya orang-orang bodoh yang mengatakan tempat itu tempat terlarang." Lanjutnya.
"Memangnya apa yang kau inginkan dariku?. Sehingga kau menyuruh aku ke sana?." Kembali ia bertanya.
"Aku hanya memberikan penawaran padamu. Aku akan mengabulkan semua keinginan yang ada di dalam dirimu. Termasuk keinginan mu yang tidak ingin lagi tertindas hanya karena kau seorang pekerja kantor yang buruk." Itulah janji manisnya.
__ADS_1
"Eh?. Apakah itu benar?." Ia tidak percaya sama sekali. "Kau tidak sedang menipu aku bukan?." Ia tidak ingin tertipu hanya karena bisikan itu.
"Aku tidak menipumu. Tapi aku berkata yang sebenarnya." Suara itu seperti sedang menggoda, dan memberikan harapan padanya. "Jika kau tidak mau, ya tidak apa-apa. Aku akan memberikannya pada orang lain." Benar-benar sangat menggoda.
"Tidak!. Jangan berikan pada orang lain!. Aku sangat membutuhkan itu!." Laki-laki itu sangat putus asa, sehingga ia tidak rela jika orang lain yang mendapatkan itu.
"Hehehe!. Baiklah, jika itu yang kau inginkan maka ambil lah sesuka hatimu. Datang saja ke laut selatan, maka kau akan melihat dan mendapatkan sendiri apa yang kau inginkan selama ini." Suara itu terdengar terkekeh penuh kesenangan.
"Hwaaah!. Aku akan menjadi seorang bos?." Dalam angan-angan laki-laki itu ia telah menjadi seorang bos yang sangat sukses. Impian yang sangat mudah, keinginan yang selalu ia dambakan selama ini. "Aku akan ke sana segera. Supaya orang lain tidak bisa mengambilnya dariku." Hayalannya semakin liar saat ia membayangkan menjadi orang yang lebih kaya dari orang lain.
Padahal kenyataannya, pada saat ini ia dalam keadaan setengah gila. Berjalan tanpa arah dan tujuan?. Tapi pikirannya yang sedikit sadar itu membawanya menuju ke laut Selatan.
"Aku ingin menjadi bos yang sangat hebat!. Akan aku gunakan semua kekayaan ini untuk tuanku yang mulia naga air." Itulah yang dikatakan oleh lelaki itu dalam kesadarannya yang sangat kacau.
"Heh!. Aku harus mengumpulkan lebih banyak lagi. Sebelum matahari tenggelam, aku harus mencari mereka yang memiliki suasana hati yang sangat rapuh, sehingga dengan mudahnya aku merasuki mereka untuk menjadi tumbal kebangkitan yang mulia raja naga air." Uzumaki Araumi tersenyum lembut. Ia melihat kepergian laki-laki itu dengan senyuman penuh kemenangan. "Tunggulah saatnya, dan yang lainnya sedang berusaha untuk keluar dari sana. Mereka juga sedang berjuang untuk melakukan yang terbaik untuk keluar." Ia juga tidak sabar menunggu saudara-saudaranya untuk bereaksi dan keluar dari gerbang itu. "Jika saja pagar gaib milik ratu naga api tidak sekuat itu, pasti kami semua bisa keluar." Di saat yang bersamaan ia merasakan perasaan marah. "Tapi pertanyaannya, dimana ratu naga api itu berada?. Jangan sampai aku bertemu dengannya. Jika aku bertemu dengannya, maka berakhir sudah apa yang aku lakukan. Akan sia-sia semua usahaku." Hatinya sangat memanas, tercinta ia tidak ingin bertemu dengan Ratu Naga Api. Akan berbahaya jika itu sampai terjadi. Ia tidak bisa membayangkan jika dirinya gagal membangkitkan Raja Naga Air yang membutuhkan banyak tumbal. "Aku pasti akan melakukannya dengan baik." Itulah tekadnya saat ini.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
Sementara itu, di dalam laut selatan.
Di dasar laut selatan yang terdalam. Seorang laki-laki yang sedang terbaring di dalam sebuah peti sedikit merasakan pergerakannya. Ia adalah Raja Naga Air, seorang manusia yang memiliki kemampuan naga air yang sangat kuat. Namun bagaimana bisa ia dikalahkan oleh Naga Api?.
"Kurang ajar!. Bagaimana mungkin air bisa dikalahkan oleh api?." Meskipun tubuhnya terpaku oleh segel yang terpasang di dalam peti serta tubuhnya, namun pikirannya masih tetap sadar. "Berikan aku tumbal sebanyak-banyaknya, agar aku bisa terbebas dari tempat ini!." Ucapan itu ia ia salurkan melalui gelombang suara yang ada di dalam air, sehingga perkataannya itu sampai pada anak buahnya yang berada di atas permukaan.
Ratu Naga Api dan Raja Naga Api menyegel anak buahnya yang lemah di atas permukaan, sementara ia tersegel jauh di dasar laut. "Heh!. Akan aku balas perbuatan kalian suatu hari nanti. Kalian telah berani merendahkan kemampuanku. Suatu saat nanti aku pasti akan kembali untuk membunuh kalian berdua." Itu adalah janjinya. Janjinya yang berubah menjadi dendam karena kalah dalam pertarungan di masa lalu. Sehingga ia berakhir seperti ini. Sungguh sangat menyakitkan baginya untuk mengingat semua yang telah ia terima.
Apakah yang akan terjadi?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1