
...**...
Saat ini Ryuu Amane sedang berhadapan dengan seorang Laki-laki yang sangat asing. Tapi entah kenapa ia merasakan kekuatan yang pernah ia hadapi sebelumnya. Kekuatan yang membuatnya mengingat akan kejadian masa lalu yang sangat menyakitkan di dalam hidupnya saat itu.
"Rasanya aku sedang berhadapan dengan raja naga air. Jangan katakan padaku jika kau adalah wadah dari raja naga air." Dalam jati Ryuu Amane kembali mencoba menyerang laki-laki itu dengan memainkan jurus andalannya miliknya namun cukup membuat musuhnya kewalahan menghadapinya. Laki-laki itu bahkan beberapa kali mendorong pedang Naga Api dengan tenaga dalamnya supaya Pedang itu tidak menebas kepalanya saat itu juga. "Tapi tidak mungkin naga air secepat itu melakukan reinkarnasi!. Tidak mungkin dia lolos begitu saja dari segel jarum api yang telah aku buatkan khusus untuknya!." Dalam hatinya sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi, jika Raja Naga Air reinkarnasi?.
"Kurang ajar!!. Ternyata wanita ini tidak bisa diremehkan begitu saja!!!. " Dalam hatinya mulai panik karena ia hampir saja tidak bisa mengimbangi kekuatan dari Ryuu Amane. "Bagaimana caranya aku bisa mengalahkan wanita laknat ini?!." Hatinya mulai panas karena ia tidak menduga akan berhadapan dengan Ratu Naga Api secara langsung?.
Bukan hanya itu saja yang ia rasakan pada saat itu, ia hampir saja terkena semburan naga api jika saja tidak segera menghindari itu dengan melompat menjauhi Ryuu Amane. "Sial!!!!." Umpatnya dalam hati karena ia hampir saja jadi daging panggang.
Tidak!. Dia sangat salah. laki-laki itu berpikir bahwa Ryuu Amane akan membiarkannya begitu saja?. Tidak!!!. Saat laki-laki asing itu masih berada di udara, Ryuu Amane kembali menyerangnya dengan jurus tarian api dalam badai. Sehingga laki-laki itu benar-benar tidak bisa menghindari serangan Ryuu Amane. Wanita itu memiliki gerakan yang sangat cepat, sangat kuat, juga tidak terduga sama sekali gerakannya seperti apa.
"Heh!. Siapa yang mengatakan jika kau boleh pergi begitu saja setelah kau menantang aku untuk bertarung." Ryuu Amane menyeringai lebar. "Kau tidak akan lolos begitu saja setelah menyerang aku secara diam-diam tadi." Raut wajahnya terlihat sangat menyeramkan, dan tidak enak untuk dilihat saat ini.
"Egkhakh!!!." Laki-laki itu berteriak dengan suara yang sangat keras. Tubuhnya benar-benar seperti terbakar api yang membara, akan tetapi saat ketika kakinya telah menginjak tanah, ia berusaha memadamkan api yang menyelimuti tubuhnya dengan air keabadian yang ia miliki. Sungguh api yang sangat menakutkan, dan hampir seperti api keabadian hitam yang tidak bisa padam begitu saja tanpa izin dari pemiliknya.
"Heh!." Ryuu Amane mendengus kesal karena api yang menyelimuti tubuh musuhnya dapat diredakan. Meskipun musuhnya terlihat sangat kesakitan, namun ia belum puas, karena belum ada yang pernah berhasil memadamkan api miliknya itu. Sepertinya musuhnya kali ini cukup pintar untuk mematahkan jurus yang ia miliki?.
"Kau itu belum seberapa bagiku!." Ryuu Amane langsung turun ke bawah, ia melihat bagaimana bekas luka bakar itu. "Katakan pada raja naga air. Dia tidak akan mudah untuk reinkarnasi karena segel jarum api yang aku berikan padanya tidak akan lepas dengan mudahnya." Ryuu Amane tersenyum penuh kemenangan. "Meskipun aku tidak mengerti apakah dia adalah reinkarnasi naga air atau bukan." Ia mulai ragu, karena Raja Naga Air tidak akan kalah begitu saja darinya.
"Diam kau!." Sambil menahan sakit yang ia rasakan, laki-laki itu berkata dengan nada yang cukup tinggi. Menandakan bahwa ia sangat marah, sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane. "Kami bersumpah, bahwa kami akan membangkitkan kembali raja kami!." Amarahnya semakin meledak-ledak karena tidak terima dengan kenyataan itu. "Kau boleh saja sombong untuk hari ini karena telah berhasil mengalahkan raja kami!. Tapi ingatlah!. Kami tidak akan menyerah begitu saja!." Hatinya sangat sakit karena kekalahan yang ia alami pada saat itu.
Di saat yang bersamaan, Akihara Masamune, Biksu Souji Gedaje, Mizuaki Sayax, dan Mizuno Sora datang. Itu karena mereka mendengarkan suara pertarungan serta suara teriakan dari tempat yang berbeda dari luar.
"Gusti ratu!." Akihara Masamune dan Biksu Souji Gedaje segera mendekati Ryuu Amane. Begitu juga dengan Muzaki Sayax, dan Mizuno Sora.
"Heh!. Terserah kau mau berkata apa!." Ryuu Amane menatap remeh pada musuhnya. "Tapi yang pasti. Aku tidak akan membiarkan kalian mencari tumbal lagi. Karena kalian adalah parasit menjijikkan yang harus segera dimusnahkan." Ryuu Amane telah siap dengan jurus berikutnya, akan tetapi saat itu laki-laki itu berubah menjadi naga air raksasa.
__ADS_1
"Kegh!!." Mereka sangat terkejut karena mereka terkena cipratan air aneh.
"Lain kali aku akan datang bersama junjunganku untuk membunuh kalian semua." Ucapnya dengan suara yang sangat menyeramkan.
Namun saat itu Ryuu Amane juga menggunakan mode naga api.
"Hiyaaaaah!." Mereka semua sampai menjauhi Ryuu Amane karena api itu sangat panas, tentunya mereka tidak ingin menjadi daging panggang karena tidak kuasa menahan panasnya api dari tubuh Ryuu Amane dalam mode Naga Api.
"Siapa yang mengatakan kau boleh pergi dari sini?!." Ryuu Amane menyerang naga air dengan cepat, hingga tubuh naga air terhempas ke bangunan itu. Akan tetapi sangat disayangkan sekali, karena naga air itu seakan-akan menguap menghilang entah kemana.
"Heh!. Sangat lemah!." Ryuu Amane ke mode aslinya. Ia sangat kesal karena musuhnya melarikan diri dengan melebur menjadi uap embun.
"Gusti ratu!." Akihara Masamune dan Biksu Souji bergegas menghampiri Ryuu Amane yang terlihat sangat marah.
"Sepertinya ada satu lagi naga air yang reinkarnasi." Ryuu Amane sangat geram. Ia tidak menduganya sama sekali, jika mereka benar-benar telah reinkanasi?.
"Besok kita lakukan pengejaran." Ryuu Amane tentunya mengerti dengan keadaan.
"Kenapa tidak sekarang saja?!. Aku yakin dia masih ada di sekitar gedung ini." Mizuaki Sayax terlihat sangat tidak sabaran.
"Benar!. Kenapa tidak sekarang saja?!. Aku yakin kita masih bisa menangkapnya!." Mizuno Sora terlihat protes.
Duakh!!. Duakh!!!.
Ryuu Amane menggeplak kepala keduanya sehingga keduanya meringis sakit. Tentunya itu membuat keduanya terkejut.
"Kenapa kau malah memukul kepala kami!." Keduanya sangat tidak terima dengan apa yang dilakukan Ryuu Amane.
__ADS_1
"Ini hampir jam 4 subuh. Tentunya kami memiliki peran yang berbeda dengan kalian yang memang berada di era ini!." Hawa yang ditunjukkan oleh Ryuu Amane sangat mendominasi.
"Hiiii!!!!. Sangat menyeramkan sekali!." Dalam hatinya bersumpah benar-benar melihat sosok naga yang sangat menyeramkan. Mereka seakan-akan melihat semburan api yang sangat membara siap memanggang mereka hidup-hidup.
"Makanya jangan berani protes dihadapan gusti ratu." Dalam hati Akihara Masamune sangat berharap mereka baik-baik saja.
"Mereka ini sangat tidak bisa membaca situasi." Dalam hati Biksu Souji Gedaje sangat bersimpati pada mereka yang jamur saja jadi daging panggang manusia karena kemarahan Ryuu Amane yang tidak suka diprotes.
"Jika kalian ingin bertemu dengan kami, maka datang saja ke kuil tenkuu no seiden." Ryuu Amane menatap tajam ke arah mereka berdua. "Untuk saat ini cukup sampai di sini saja." Ia membalikkan tubuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Aku mau pulang duluan. Karena masih ada yang ingin aku kerjakan." Setelah berkata seperti itu, ia langsung melompat meninggalkan tempat itu.
"Nanti jangan lupa kue yang enak ya gusti ratu." Akihara Masamune mengingatkan Ryuu Amane pada tugasnya.
"Baiklah. Kalau begitu kita juga pulang karena aku juga ingin segera tidur." Biksu Souji Gedaje meregangkan otot-ototnya setalah berjalan mengelilingi bangunan itu.
"Aku juga mau pulang. Aku mau tidur sejenak." Akihara Masamune juga ikut menyusul.
"Eh?." Sedangkan Mizuaki Sayax, dan Mizuno Sora sangat bingung dengan apa yang terjadi.
"Lalu bagaimana dengan kita?." Muzaki Sayax seperti orang bodoh yang tidak mengetahui akan ke arah mana.
"Kenapa mereka malah pergi begitu saja setelah melakukan hal yang luar biasa?." Mizuno Sora bahkan juga terkejut.
"Sebenarnya mereka itu siapa?. Kenapa malah pergi begitu saja?." Dalam hati Mizuaki bertanya-tanya dalam kebingungan yang ia rasakan.
"Tapi tadi dia mengatakan kuil tenkuu no seiden. Lebih baik kita pergi ke sana saja." Dari pada bingung, lebih baik mengikuti apa yang mereka katakan. Itu mungkin dapat membantu mereka menemukan jawaban atas apa yang tejadi karena mereka tidak ingin berakhir seperti orang bodoh.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Ryuu Amane memiliki taktik untuk menghentikan Raja Naga Air?. Simak terus ceritanya.
__ADS_1
...***...