RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 34


__ADS_3

...***...


Ryuu Amane baru saja sampai di kamarnya. Tentunya ia sangat hati-hati masuk ke rumahnya, supaya tidak menarik perhatian orang-orang yang di dalam rumah. Baginya ini adalah hal baru, karena Ratu Naga Api tidak mau mereka semua curiga, jika Ryuu Amane asli memang telah tiada. Setelah berganti pakaian, ia langsung tidur, karena besok ia juga akan melakukan aktivitasnya.


"Selamat pagi." Ryuu Amane menyapa mereka semua dengan senyuman ramah.


"Selamat pagi amane." Balas Ryuu Fumiko dan Ryuu Amatsu dengan ramahnya.


"Sarapan lah. Ibu telah membuatkan sarapan untukmu." Ryuu Fumiko memberikan beberapa menu yang telah ia siapkan untuk anaknya.


"Terima kasih ibu." Ryuu Amane sangat senang.


"Kalian juga sarapan lah." Ryuu Amatsu melihat bagaimana kedua anaknya yang lainnya yang terlibat tercengang.


"Um." Keduanya hanya mengangguk kecil saja. Karena itu adalah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Apakah keluarga mereka baik-baik saja seperti itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


***


Sementara itu di Kuil Tenkuu No Seiden.


Mizuno Sora dan Mizuaki Sayax benar-benar datang. Entah karena penasaran atau karena apa, ia banyak bertanya mengenai beberapa hal pada Biksu Souji Gedaje.


"Jadi kalian benar-benar datang ke sini?." Biksu Souji Gedaje cukup terkesan dengan kedatangan mereka.


"Kami hanya penasaran saja." Mizuaki Sayax sangat kesal.


"Apakah benar cewek muda itu adalah reinkarnasi dari ratu naga api?." Mizuno Sora masih penasaran dengan sosok Ryuu Amane yang sebenarnya.


"Memang benar, beliau adalah reinkarnasi dari ratu naga api. Dan aku telah memastikannya sendiri." Jawab Biksu Souji Gedaje.


"Jadi seperti itu ya?." Ia hampir saja tidak percaya. "Sungguh sangat luar biasa seseorang mengalami reinkarnasi." Sangat heran, dan baru pertama kali ia melihat hal yang aneh seperti itu.

__ADS_1


"Lalu apa yang ingin kalian ketahui tentangnya?. Aku yakin kalian memiliki tujuan lain." Biksu Souji Gedaje dapat merasakan ada hal lain yang hendak mereka sampaikan.


"Aku ingin mengetahui banyak tentang ratu naga api." Itulah yang ia ingin kan?.


"Kami juga ingin mengetahui kebenaran di masa lalu. Dimana kami yang sebenarnya adalah masih keturunan dari naga air. Tapi kenapa pada masa perpecahan itu terjadi, suku mizu malah diselamatkan oleh suku naga api?." Ya, ia masih ingin mengetahui kenapa itu bisa terjadi.


"Pasti ada alasan yang sangat penting dibalik alasan kenapa perpecahan itu terjadi." Mizuaki Sayax saat itu sangat serius, sehingga ia bertanya seperti itu.


Sedangkan Biksu Souji Gedaje terdiam sejenak, karena ia juga bingung bagaimana caranya memberikan jawaban seperti itu pada mereka berdua.


"Aku rasa kalian bosan bertanya masalah itu padanya." Ucapnya sambil menatap lurus ke depan.


"Hah?." Keduanya melihat ke arah belakang, melihat siapa yang datang dari belakang mereka.


"Kalian bisa bertanya padanya jika mengenai masalah orang jadul. Jadi aku tidak bisa menjawabnya." Ia malah meminta maaf pada keduanya. Karena ia memang tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan baik.


"Ohayou!." Sapa Akihara Masamune pada mereka semua dengan cerianya. Setelah itu ia duduk di samping Biksu Souji Gedaje yang terlihat sangat serius.


"Ohayou!." Sambut mereka dengan sangat baik.


"Eh?." Tentunya ia sangat terkejut, karena dilempari pertanyaan seperti itu disaat ia tidak mengerti mereka berbicara apa?.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Akihara akan menjawab pertanyaan dari Mizuno Sora dan Mizuaki Sayax?. Temukan jawabannya.


...***...


Sementara itu, Ryuu Amane baru saja keluar dari rumahnya. Tentunya ia ingin ke kuil Tenkuu No Seiden yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Ia ingin ke bangunan kuno yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje, ia ingin menagih janji pada Biksu itu.


Saat ini ia sedang menikmati jalan santainya, namun siapa sangka pada saat itu ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang sedang dikejar oleh beberapa orang pemuda lainnya yang tampak gahar.


"Hiyah!." Ryuu Amane sampai terlempar ke beberapa langkah karena tubuhnya yang kecil, dan sialnya lagi pemuda itu malah menindihnya?.


"Kegh!."

__ADS_1


Keduanya meringis sakit, tentunya tabrakan itu cukup kuat, hingga keduanya terbentur seperti itu. Di saat yang bersamaan, keempat pemuda yang mengejar pemuda yang mengenakan topi itu tertawa terbahak-bahak. Target mereka tidak bisa melarikan diri lagi?.


"Kegh!." Ryuu Amane mencoba untuk bangkit sambil mendorong pemuda itu supaya menjauh darinya. "Menjauh dariku goblok!." Umpat Ryuu Amane dengan kesalnya.


"Egkhakh!." Pemuda bertopi itu merintih sakit karena dorongan itu.


"Eh?." Mereka yang melihat itu sangat terkejut.


"Siapa kalian?." Kali ini ia melihat ke arah empat pemuda yang sama sekali tidak bersahabat.


"Hah?!." Tentunya itu membuat mereka sangat tersinggung.


"Kau yang siapa?!." Bentak mereka bersamaan.


"Sebaiknya kau jangan terlibat dengan mereka." Pemuda bertopi itu bangkit sambil meringis sakit. "Mereka itu adalah orang-orang jahat." Dari raut wajahnya yang kesakitan itu, Ryuu Amane dapat menangkap jika pemuda bertopi itu sedang mengalami masalah.


"Hah?!. Berani sekali kau berkata seperti itu?!. Kau ini mau cari mati?!. Hah?!." Mereka benar-benar tidak bersahabat sama sekali, bahkan salah satu dari mereka hendak melayangkan sebuah pukulan keras ke arah pemuda bertopi itu. Akan tetapi pada saat itu berhasil dicegah oleh Ryuu Amane dengan satu tangan saja?.


Aksi yang dilakukan Ryuu Amane sangat mengejutkan bagi mereka. Terutama pemuda bertopi itu yang tadinya telah pasrah jika ia mendapatkan pukulan lagi dari mereka.


"Kau itu perempuan. Sebaiknya jangan berurusan dengan kami." Pemuda yang ditahan Ryuu Amane terlihat sangat marah. Ia menunjukkan sikap kasarnya. "Sebaiknya wanita lemah seperti kau segera pergi, sebelum aku murka dan melukaimu tanpa ampun." Lanjutnya dengan nada merendahkan Ryuu Amane.


Namun siapa sangka pada saat itu, Ada kejadian yang tidak diduga sama sekali. Mereka bersumpah bahwa itu adalah hempasan yang paling kuat yang dilakukan oleh seorang wanita.


DUAKH!.


"EGKHAKH!."


Dengan entengnya Ryuu Amane menjatuhkan pemuda yang telah berani meremehkan dirinya. Hingga terdengar suara derak seperti tulang yang patah?!. Tentunya diiringi dengan teriakan penuh kesakitan dari pemuda itu.


"Gila!. Dia sangat gila!." Dalam hati pemuda bertopi itu sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat itu. "Dia itu wanita, kan?.* Sampai-sampai ia menanyakan tentang gender?.


"Berani sekali kalian merendahkan aku." Matanya menatap tajam ke arah mereka semua.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah akan terjadi pertarungan lanjutan antara mereka nantinya?. Apakah Ryuu Amane akan membantu pemuda bertopi itu untuk menghadapi mereka semua?. Simak terus ceritanya.


...***...


__ADS_2