
...***...
Di sebuah tempat.
Saat itu Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora kali ini mendapat tugas yang sangat penting dari Ratu Naga Api, mereka tentunya mendapatkan tugas untuk mengawasi dan memastikan, apakah tempat itu benar-benar adalah tempat yang sangat berbahaya. Namun entah mengapa mereka yang berada di sana hanya tenang-tenang saja, tidak merasakan adanya ancaman yang dapat membahayakan nyawa mereka. Sungguh sangat luar biasa sekali mereka ini bisa tenang ketika mereka berada di tempat yang mengandung hak kegelapan yang dapat mengancam nyawa mereka.
"Jadi kita ditugaskan ratu naga api untuk mengawasi tempat ini tanpa ketahuan?." Mizuno Sora memastikan sekali lagi pada temannya itu, apakah memang seperti itu yang dikatakan oleh Ratu naga api.
"Aku rasa seperti itu. Dan kita harus menjalani misi ini dengan baik. Karena nyawa kita memang dalam bahaya." Mizuaki Sayax malah menjawab seperti itu pada temannya.
"Kau jangan berkata seperti itu. Aku masih ingin hidup lebih lama lagi." Mizuno Sora sangat merinding mendengarkan apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Jika kau memang ingin hidup lebih lama lagi maka lakukan misi ini dengan baik." Mizuaki Sayax sangat kesal dengan pertanyaan temannya yang sebelumnya. "Kau mau mati dengan cara seperti apa?." Saking kesalnya ia malah melontarkan pertanyaan seperti itu. "Mau dibakar sampai jadi debu?. Atau kau akan mati bertarung dengan habis-habisan karena ketahuan telah menjadi mata-mata?." Ucapnya lagi dengan perasaan yang sangat kesal luar biasa.
"Aku tidak memilih keduanya. Aku telah mengatakan jika aku masih ingin hidup dengan aman dan damai." Tentunya ayah tidak akan memilih keduanya, karena pilihan itu tidak bagus sama sekali baginya.
"Kau jangan berkhayal yang belum pasti. Yang harus kau ketahui saat ini kita berada dimana. Itulah yang harus kau ketahui terlebih dahulu." Mizuaki Sayax sangat geram dengan kelakuan temannya itu.
Namun saat itu ada seorang pelayan yang mendengarnya sehingga ia penasaran dan bertanya kepada dua gadis mizu itu.
"Hum?. Apa yang sedang kalian bicarakan nona?." Pelayan itu bertanya karena ia merasa aneh dengan pembicaraan kedua gadis itu.
"Oh?. Oh? Hohoho tidak apa-apa. Kami sedang membicarakan film serial detektif yang kami tonton semalam. Aku sangat kesal karena aku sedang memikirkan bagaimana lanjutan kisahnya yang sedang terjebak di tengah musuh." Mizuaki Sayax menjawabnya dengan sangat gugup, hanya itu yang terlintas di dalam pikirannya pada saat itu.
"Eh?. Benarkah?." Sepertinya pelayan itu masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mizuaki Sayax.
"Ahahaha!. Benar sekali. Kami sedang membahas bagaimana lanjutannya. Saking kesalnya aku sampai-sampai membayangkan lanjutannya akan jadi seperti apa. Benarkan?." Mizuno Sora ikut andil dalam akting dadakan itu. Tentunya ia tidak ingin pelayan itu curiga padanya sehingga ia harus berpura-pura meyakinkan pelayan itu bahwa apa yang mereka bahas memang tentang masalah detektif di dalam sebuah film.
"Ahaha!. Benar sekali dengan apa yang kau katakan. Aku tidak sabar lagi menantikan lanjutan itu." Mizuaki Sayax membenarkan apa yang dikatakan oleh temannya itu.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu lanjutkan saja. Aku masih harus mengurus yang lain." Sepertinya pelayan itu sangat percaya dengan apa yang dikatakan oleh dua gadis dari clan Mizu itu.
Keduanya sedikit bernafas lega karena pelayan itu percaya, dan setelah itu ia meninggalkan keduanya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi?.
...***...
Di sisi lainnya.
Uzumaki Araumi dan Masato Jin sedang mau mendiskusikan hal yang mungkin akan terjadi nantinya. Kali ini mereka berbicara dengan serius karena mereka tidak ingin menanggung risiko yang sangat tinggi setelah apa yang mereka lakukan.
"Tidak banyak yang bisa kita ambil dari sini. Dan ini masih harus dalam pemantauan. Karena tidak semua calon tumbal yang kita dapatkan akan merespon dan cocok dengan yang mulia raja naga air." Masato Jin sedikit kecewa dengan para korban yang tidak bisa membantu sama sekali dalam kebangkitan Raja Naga Air.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?. Aku rasa ini akan menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan karena ada beberapa orang yang mulai curiga dengan apa yang telah kita lakukan." Uzumaki Araumi belum bisa memikirkan cara apa yang akan mereka lakukan. Apalagi dengan modus pekerjaan yang seperti itu, tentunya akan banyak orang yang curiga. Sehingga itu akan dapat menghambatkan mereka untuk mendapatkan calon tumbal untuk persembahan ritual pembangkitan Raja Naga Air.
"Kita harus segera menghilangkan kecurigaan ini. Kita tidak boleh membuat atau meninggalkan jejak yang sangat merugikan bagi kita nantinya." Masato Jin sedang memikirkan cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah itu.
"Ya, aku juga akan memikirkan cara yang lebih baik untuk menghilangkan kecurigaan ini." Masato Jin telah memikirkan satu cara untuk menghilangkan kecurigaan itu pada masyarakat kota.
Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
...***...
Kantor pusat Kepolisian kota Sukuranburu.
Pada saat itu banyak orang yang datang ke kantor polisi karena mereka ingin membuat laporan kehilangan atas keluarga mereka. Tentunya itu adalah hal yang sangat membingungkan bagi Kepolisian kota Sukuranburu.
"Apa yang hendak kalian laporkan padaku?." Asami Hojou yang bertugas pada hari itu sedikit bingung karena banyak masyarakat yang datang ke kantor polisi. "Tapi kenapa kalian datang dalam jumlah yang banyak seperti hendak demo seperti ini?." Tentunya iya bertanya karena heran. Apakah mereka akan melakukan demo?. Tapi tidak ada spanduk tanda protes yang mereka bawa. Lalu permasalahan apa yang membuat mereka datang ke kantor polisi?.
__ADS_1
"Itu karena kami memiliki masalah yang sama dan kami ingin kau sebagai kepala kepolisian yang bertanggung jawab atas kedamaian kota ini." Jawab salah satu dari mereka.
"Baiklah. Kalau begitu jelaskan padaku dengan pelan, maka aku akan mendengarkan keluhan kalian dengan sangat baik." Sebagai seorang polisi yang sangat baik ia tentunya akan mendengarkan laporan itu satu-satu. "Tapi kalian gantikan ya?. Supaya aku mengetahui masalahnya apa." Dengan tenang ia melayani mereka semuanya.
"Kami setuju." Mereka akhirnya tenang karena kepolisian yang bertugas pada saat itu mendengarkan apa yang ingin mereka sampaikan.
"Oke, dari nyonya duluan." Asami Hojou persilahkan seorang wanita duluan untuk berbicara.
"Aku memiliki seorang anak perempuan. Seminggu yang lalu dia mengatakan akan mengunjungi sebuah tempat yang katanya memberikan harapan yang sangat bagus. Namun dua hari setalah itu datang paket yang sangat aneh. Saat aku membuka paket itu ternyata isinya adalah uang yang sangat banyak." Seorang wanita dewasa berkata seperti itu, ia sangat cemas dengan apa yang telah ia terima pada saat itu.
"Uang yang sangat banyak?. Apakah itu dari anak perempuan mu?." Asami Hojou bertanya balik karena itu hanyalah kesimpulannya saja.
"Aku tidak tahu dengan pasti. Namun ada sebuah memo yang mengatakan jika itu memang pemberian dari anakku. Katanya ia mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus, sehingga menghasilkan uang yang sangat banyak." Jawabnya dengan sangat aneh. "Lalu setelah itu ia mengatakan akan mengirimkannya padaku setiap bulannya sebagai hadiah. Aku tidak tahu hadiah apa, tapi aku merasakan ada yang ganjal dengan itu. Karena aku tidak bisa menghubungi anakku." Tentu saja ia merasakan keanehan dengan itu. "Aku sangat sedih karena aku tidak bisa mengucapkan terima kasih pada anakku." Itulah yang membuatnya merasa sedih karena ia tidak bisa menghubungi anaknya.
"Hanya itu?." Asami Hojou bingung dengan cerita dari wanita itu. "Lalu bagaimana dengan yang lainnya?." Ia malah melemparkan pertanyaan pada mereka yang menyimak apa yang dikatakan wanita itu.
"Kami mengalami hal yang sama. Kami tidak bisa menghubungi anak kami. Kami sangat ingin mengetahui dimana keberadaan anak kami saat ini." Jawab seorang laki-laki yang terlihat sangat jelas dengan keadaan anaknya.
"Bahkan anak kami yang masih SMA juga hilang entah kemana. Kami harap kepolisian dapat mengatasi ini dengan sangat baik." Itu adalah kasus yang sangat aneh, dan kasus itu baru pertama kali terjadi di kota Sukuranburu.
"Baiklah. Laporan nyonya dan tuan-tuan saya terima. Kami akan melakukan penyelidikan, mohon bersabar untuk informasi lebih lanjut dari kami." Untuk sementara waktu Asami Hojou menerima semua laporannya masuk dan akan segera ia proses.
"Terima kasih pak polisi, kami akan menunggu dengan sabar." Mereka sedikit berlapang dada karena laporan mereka ditanggapi dengan baik.
"Kami ingin mengetahui dimana anak kami, itu saja yang ingin kami ketahui." Itu adalah perasaan cemas seorang ibu pada anaknya.
"Saya akan segera bertindak. Jadi mohon kesabarannya." Asami Hojou contohnya memahami apa yang mereka rasakan pada saat itu. Namun kejadian yang mereka laporkan itu sangat aneh dan hampir tidak bisa dikatakan normal. Bagaimana mungkin kejadian aneh itu terjadi di kota Sukuranburu?. "Aku merasakan firasat yang tidak enak sama sekali dengan kejadian ini." Dalam hati Asami Hojou mencoba menepiskan perasaan aneh di dalam pikirannya. Ia mencoba untuk berpikir ke arah yang lebih baik dalam kasus yang akan mereka atasi nantinya.
Simak dengan baik ceritanya.
__ADS_1
...***...