
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
Kedua gadis Mizu itu baru saja sampai di kuil, bagi mereka tidak sanggup untuk digerakkan lagi sehingga mereka berbaring di tangga kulit tersebut. Rasanya tenaga mereka benar-benar habis setelah memastikan kebenaran itu di sebuah tempat yang sangat mencurigakan.
"Rasanya aku tidak sanggup lagi untuk berjalan meninggalkan tempat itu." Mizuaki Sayax menyeret paksa kakinya agar dapat meninggalkan tempat itu.
"Kau benar. Rasanya langkahku sangat berat untuk meninggalkan cafe laknat itu. Rasanya aku memang tidak sanggup untuk melanjutkan hidupku setelah melakukan itu." Mizuno Sora setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu.
Namun pada saat mereka sedang mengeluh, Biksu Souji Gadeja dan Raja Naga Api menghampiri mereka.
"Hum?. Kenapa kalian malah terbaring di sini?." Tentunya yang sangat penasaran mengapa mereka rebahan cantik di sana.
"Kami baru saja kembali dari tempat yang paling menyeramkan yang pernah ada." Mizuno Sora yang menjawab pertanyaan itu.
"Memangnya apa yang kalian temui di sana?." Biksu Souji Gadeja sangat heran dengan apa yang dilakukan oleh kedua gadis Mizu itu.
Mereka menuju ke kuil untuk beristirahat, rasanya tenaga mereka hampir terkuras habis setelah dari sana. Mereka duduk bersama untuk mendiskusikan apa yang telah dilihat oleh kedua gadis Mizu itu.
"Di sana memang tempat ritual pengalihan tumbal. Aku sangat yakin dengan itu." Mizuno Sora menjelaskan kepada mereka apa yang telah dilihat di sana.
Biksu Souji Gadeja memberikan dua gelas air pada gadis Mizu itu. Pasti mereka sangat lelah setelah melakukan penyelidikan.
"Bagaimana menurut yang mulia raja?. Apakah kita harus segera bertindak?." Biksu Souji Gadeja meminta pendapat pada Raja Naga Api.
"Tentu saja harus segera bertindak karena ini sangat berbahaya bagi kehidupan di kota sukuranburu selatan." Itulah yang ditakutkan oleh Raja Naga Api. "Kota ini akan menjadi kota kematian jika kita tidak segera memberi tahu mereka semua apa yang akan mereka hadapi setelah ini." Tentunya mereka harus segera bertindak jika tidak ingin terjadi hal-hal yang mengerikan.
"Itu memang sangat berbahaya, dan tidak semuanya bisa melakukan itu." Mizuno Sora merinding mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api. "Tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan apa yang ada saat ini." Mizuno Sora merasa sangat simpati dengan apa yang terjadi pada saat ini. Sukma naga air sombong sangat mengerikan jika dibiarkan begitu saja.
__ADS_1
"Kita harus memberitahu pada yang mulia ratu naga api, jika ada masalah yang harus kita atasi dengan segera." Biksu Souji Gadeja akan memberitahukan masalah ini pada Ratu Naga Api, karena hanya ia yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi daripada mereka semua. Lalu bagaimana dengan Raja Naga Api?. Untuk saat ini Raja Naga Api tidak bisa melakukan apapun karena ini hanya dalam berbentuk Sukma saja. Sehingga hanya Ratu naga api yang dapat mengatasi masalah ini dengan baik.
"Besok adalah pertempuran yang sangat sempurna." Itulah yang dikatakan oleh Raja Naga Api. Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api.
"Pertempuran yang sempurna?." Secara serentak mereka bertanya secara seperti itu?. Kenapa Raja Naga Api bisa berkata seperti itu?.
"Karena ratu naga api besok libur, maka dua hari kedepannya kita bisa membantu ratu naga api untuk mengatasi masalah ini dengan sangat baik." Sepertinya Raja Naga Api sudah terbiasa dengan jadwal Ratu Naga Api datang ke kuil.
Mereka bertiga mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api. Tentunya mereka memahami apa yang dikatakan dan dimaksudkan oleh Raja Naga Api.
"Baiklah. Hamba akan setuju dengan itu." Dan tanya ia sangat setuju jika melibatkan Ratu Naga Api untuk rencana besoknya.
"Hamba juga akan setuju." Kedua gadis Mizu sangat setuju dengan apa yang akan mereka lakukan besok.
"Baiklah, semuanya telah ditetapkan." Biksu Souji Gadeja sedikit lega karena mereka memiliki rencana yang tepat untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi.
"Ya-ya-yang mulia jangan sungkan, kami pasti akan membantu yang mulia raja naga api untuk melakukan itu semua." Entah kenapa Mizuaki Sayax malah tersipu malu dengan apa yang ia dengar dari Raja Naga Api.
"Kami dengan senang hati akan melakukannya tanpa yang mulia minta." Begitu juga dengan Mizuno Sora yang sangat mengagumi Raja Naga Api. Keduanya memandangi raja naga api dengan penuh kekaguman meskipun Raja Naga Api saat ini setengah wajahnya ditutupi oleh cadar merah dari Ratu Naga Api.
"Najis, rasanya aku sangat jijik melihat raut wajah mereka yang tersipu malu mendengarkan apa yang dikatakan yang mulia raja naga apiĀ yang seperti itu." Dalam hati Biksu Souji Gadeja sangat miris melihat mereka berdua yang begitu mengagumi Raja Naga Api. Sepertinya kedua gadis Mizu itu mengagumi Raja Naga Api secara berlebihan.
Tapi apakah mereka bisa mengatasi masalah itu dengan baik?. Simak dengan baik bagaimana cerita itu terjadi.
...***...
Sementara itu di sisi lain Raja Naga Air sedang merasakan darah yang terus mengalir ke laut selatan. Namun tetap saja darah itu belum bisa membuatnya bangkit kembali.
"Darah. Berikan aku darah yang lebih banyak lagi." Dalam keadaan pikirannya yang sadar ia berkata seperti itu, karena tubuhnya belum bisa digerakkan dengan sempurna. "Aku masih ingin darah." Tentunya ia membutuhkan darah yang lebih banyak lagi untuk segera bangkit. "Apakah mereka masih belum bisa menemukan darah yang dapat membangkitkan aku lebih cepat lagi?. Apakah marek tidak bisa memberikan aku darah yang lebih cocok lagi?." Hatinya gelisah karena iya tidak bisa segera bangkit. Tentunya hasrat ingin bangkit itu sangat besar, akan tetapi pada saat itu ia memang tidak bisa melakukannya dengan segera.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik cerita ini.
...**...
Di Kantor polisi kita Sukuranburu Selatan.
Saat itu Asami Hojou memberikan laporan yang masuk pada Wakabayashi Ken. Karena laporan itu sangat membingungkan dan sangat aneh menurutnya sehingga ia tidak bisa menyelesaikan masalah itu sendirian.
"Jadi kau menerima laporan seperti ini?." Wakabayashi Ken bertanya karena laporan yang masuk sangat banyak. "Apakah ini benar-benar terjadi pada mereka?." Ia sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu.
"Benar sekali pak. Mereka yang melaporkan ini. Kasus aneh ini benar-benar terjadi. Mereka yang datang ke kantor polisi untuk membuat laporan yang sama. Bahkan mereka sangat mendesak kami untuk melakukan pencarian pada keluarga mereka." Ia menjelaskan bagaimana kejadian pada saat itu. Ia menyerahkan catatan memo yang dibuat oleh korban.
"Ini memang sangat aneh. Bagaimana mungkin seseorang yang bekerja, namun mereka memberikan catatan seperti ini?." Ia mengambil laporan itu dengan sangat herannya. "Bahkan anak SMP, SMA melakukan hal yang sama?." Bagaimana mungkin kasus aneh itu bisa terjadi,?. "Sejak kapan ada hal yang aneh seperti ini?." Kepalanya sedikit berdenyut memikirkan apa yang telah dilaporkan oleh anak buahnya itu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan pak?." Asami Hojou tentunya bertanya kepada atasannya apa yang akan dilakukan selanjutnya.
"Memangnya apa saja yang telah kau lakukan setelah mendapatkan laporan seperti itu?." Ia malah bertanya pada anak buahnya itu.
"Kami telah mencoba mencari tempat yang katanya dikunjungi oleh korban, tapi kami tidak bisa menemukan lokasi itu pak." Tentunya sebelum menyerahkan laporan itu ia melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Namun hasil yang ia dapatkan sangat aneh dan tidak masuk akal.
"Tidak bisa menemukan lokasi itu?." Ia sendiri saja bingung apalagi anak buahnya yang menyelidiki masalah itu.
"Benar pak." Jawabnya dengan sangat aneh.
"Rasanya sangat aneh, dan tidak masuk akal sama sekali." Ini adalah kasus aneh yang mereka hadapi sebelumnya.
Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang terjadi di dunia ini, walaupun ada itu adalah sebuah keajaiban yang tidak bisa dibantahkan. Tapi apakah mereka bisa mencegah kejadian itu?. Tentunya mereka tidak akan bisa mencegah kejadian itu, karena mereka tidak memiliki kekuasaan untuk mencegah kejadian yang sangat aneh di luar nalar. Kadang ada hal-hal aneh yang tidak terduga oleh siapapun juga. Tapi apakah mereka tidak bisa mengatasi masalah itu dengan sangat baik?. Apakah mereka hanya akan berdiam diri saja ketika masalah itu terjadi?. Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Bagaimana cara mereka mengatasinya?. Apakah mereka mampu untuk mengatasi masalah itu?. Simak dengan baik bagaimana kejadian itu.
...***...
__ADS_1