RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 46


__ADS_3

...***...


Malam harinya, Ratu Naga Api membawa Sukma Raja Naga Api ke rumah Ryuu Amane. Tentunya ia sangat ingin membuat suaminya lebih aman. Ia tidak akan membiarkan suaminya sendirian lagi di tempat yang sepi seperti itu.


"Ini dimana ratu ku?. Ini bukanlah istana kita." Raja Naga Api sedikit bingung dengan apa yang ia lihat saat ini. "Tempat ini terasa sangat asing. Apakah benar ini masih kawasan kota sukuranburu selatan?." Matanya memperhatikan kamar yang tidak seberapa besarnya, juga beberapa benda yang sangat asing menurutnya.


"Tenanglah rajaku, aku akan menjelaskan padamu dengan perlahan-lahan. Harap rajaku mendengarkan apa yang akan aku jelaskan padamu." Ratu Naga Api duduk dengan tenang di depan suaminya. Ia tangkup pipi suaminya dengan sayang. Menyentuh suaminya dengan cinta yang ingin selalu ia tumpahkan pada suaminya setelah sekian lama tidak bertemu.


"Um." Raja Naga Api dapat merasakan itu. Dapat merasakan kasih sayang yang sangat ia rindukan dari suaminya. Istri yang sangat ia cintai di dalam hidupnya. "Tolong jelaskan padaku semuanya. Apa yang telah terjadi setelah kau disegel oleh raja naga air, serta pakaian yang engkau kenakan sangat berbeda dari yang dahulu. Semuanya sangat membingungkan sekali." Memang seperti itulah yang ia rasakan pada saat itu. "Berapa lama kita terpisah?. Kenapa begitu terasa sangat menyakitkan?." Raja Naga Api sangat sedih dengan perubahan yang luar biasa yang ia lihat ketika ia keluar dari tempat tua itu.


Ryuu Amane memeluk sayang suaminya. Ia sangat memahami bagaimana perasaan suaminya saat ini yang mengalami kebingungan setelah ribuan tahun tidur, tanpa diduga sama sekali, dunia ini telah mengalami Perubahan yang sangat luar biasa.


"Kita telah lama terlelap rajaku." Ryuu Amane mencoba menekan perasaan yang ia rasakan pada saat itu. Sungguh hatinya sangat sakit menerima kenyataan pahit itu. "Setelah rajaku disegel oleh raja naga api, aku berusaha untuk bangkit, dan mencari cara untuk membalaskan apa yang telah dia lakukan pada mu, rajaku." Ryuu Amane melepaskan pelukannya. Ia menatap sedih suami yang sangat ia rindukan selama ini.


Sedangkan Raja Naga Api sedang menyimak apa yang hendak disampaikan istrinya pada saat itu. "Sepertinya kau telah melewati hari yang sangat menyakitkan ratuku." Ada P perasaan sedih yang ia rasakan pada saat ia melihat Ryuu Amane hampir saja menangis.


"Setelah rajaku disegel, aku berupaya untuk mempelajari sebuah jurus segel yang sangat berbahaya." Ryuu Amane kembali melanjutkan ceritanya.


"Jangan katakan, jika segel itu adalah segel jarum api?." Entah kenapa ia merasakan firasat yang sangat tidak menyenangkan sama sekali dari istrinya. "Katakan padaku jika kau tidak mempelajari." Jantungnya berdetak dengan kencang, seakan-akan takut dengan apa yang akan dijawab oleh istrinya.

__ADS_1


"Um." Ratu Naga Api menganggukkan kepalanya, pertanda apa yang ditanyakan oleh suaminya sangat benar. "Aku mempelajarinya, karena aku sangat prustasi pada saat itu." Matanya terlihat berkaca-kaca menahan tangisnya. "Orang yang sangat aku cintai diperlakukan dengan sangat buruk oleh orang lain." Sebisa mungkin ia tidak menangis. "Hatiku sangat hancur berantakan menerima kenyataan itu. Sehingga aku mempelajari jurus terlarang itu." Akhirnya air matanya jatuh juga. Hatinya sangat bergetar sakit menerima kenyataan pahit itu.


"Oh!. Ratuku." Raja Naga Api memeluk istrinya, ia berusaha untuk menenangkan perasaan sedih yang dirasakan oleh istrinya. la tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya selama ini. "Sungguh maafkan aku karena aku telah membuatmu menderita selama ini." Hatinya sangat sakit membayangkan bagaimana hari-hari yang dilewati istrinya.


...***...


Disaat yang bersamaan.


Akihara Masamune sedang mengamati sekitarnya. Ia terus memantau keadaan sekitar. Memastikan jika sukma naga air tidak berbuat kejahatan dengan mencari korban untuk ditumbalkan. Tentanya darah manusia akan menjadi sumber kekuatan untuk membangkitkan kembali Raja mereka yang saat ini masih tersegel didasar laut Selatan.


"Aku harus tetap waspada." Akihara Masamune masih mengamati sekitar. Namun siapa sangka pada saat itu ia malah bertemu dengan dual orang gadis dari suku Mizu yang juga sedang jalan-jalan malam.


"Oh!. Kalian berdua ada di sini." Akihara Masamune juga terkejut melihat keduanya. "Apa yang kalian berdua lakukan di sin?." Akihara Masamune penasaran dengan kedatangan dua gadis cantik itu.


Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora saling bertatapan satu sama lain. Bagaimana tanggapan mereka?. Simak terus ceritanya ya.


...***...


Di kuil Tenkuu no Seiden.

__ADS_1


Biksu Souji Gadeja masih terjaga, meskipun penghuni kuil yang lainnya sedang terlelap. Namun saat ini pikirannya Sedang kusut memikirkan cara untuk membantu Raja Naga Api agar bisa reinkarnasi.


"Jika saja rata naga api bisa reinkarnasi. Ini akan sangat membantu. Dengan begitu masalah naga air dapat diatasi dengan cepat. Maka negeri ini akan kembali damai. Kami bisa melanjutkan pembangunan tanpa rasa takut sedikitpun." Dalam hati Biksu Souji Gadeja sedang memikirkan langkah apa yang akan ia ambil untuk mengamankan negeri ini. Meskipun ia terkesan sadis, namun sebenarnya ia sangat perhatian akan sekitarnya. Hanya saja ia sangat tidak suka jika dipaksa seperti itu. Baginya melakukan apapun dari hatinya. Biarlah ia terkesan kasar pada orang lain, asalkan apa yang ia lakukan itu dengan hati yang sangat tulus tanpa adanya sikap pamrih.


***


Di Malam yang sepi itu. Orang-orang yang berjaga-jaga tak jauh dari gerbang Laut selatan. Meskipun telah berada di jarak yang sangat jauh. Entah mengapa mereka merasakan hawa yang tidak enak. Dingin yang tidak biasa yang mereka rasakan dari laut Selatan.


"Rasanya malam ini lebih dingin dari yang sebelumnya." Mitsuki sedikit mengeluarkan apa yang ia rasakan. Bahkan jaket tebal yang ia gunakan tak mampu mengusir rasa dingin yang menerpa tubuhnya.


Mereka malam ini dapat tugas memantau bagaimana keadaan laut Selatan. Mereka sangat takut dengan kondisi yang mereka hadapi saat itu. Sungguh sangat menyeramkan untuk dihadapi orang-orang yang tidak mengerti apa-apa sama sekali.


"Ya, kau sangat benar. " Hiroya juga merasakan itu. "Anginnya juga terlihat bersahabat. Selain itu lautnya terasa semakin menyeramkan." Rasanya ia tidak sanggup lagi untuk memantau atau mencegah siapapun juga untuk masuk atau mendekati laut Selatan.


"Ya, kan?. Entah kenapa lautnya terasa semakin menyeramkan." Mitsuki hampir ingin pulang karena merasakan hal yang ganjal dengan suasana di laut Selatan.


Ya, memang jika lihat dari mata batin, maka kau akan merinding melihat sukma naga air yang sangat menyeramkan sedang mencoba untuk keluar dari laut Selatan. Tentunya tujuannya adalah daratan Kota Sukuranburu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2